Ar Risalah

Al-Qur`an
Fikih

Info Khusus

Dunia Islam
5 Jam Lancar Membaca Al-Qur`an
5 Jam Lancar Membaca Al-Qur`an
Rp 36.500

3 Jam Pintar Membuat Abaya
3 Jam Pintar Membuat Abaya
Rp 49.000

Dahsyatnya Sabar
Dahsyatnya Sabar
Rp 38.000

Puasa Cinta; Meraih Jodoh & Cinta Sejati
Puasa Cinta; Meraih Jodoh & Cinta Sejati
Rp 39.000

Kartu Pintar Asmaul Husna
Kartu Pintar Asmaul Husna
Rp 27.500

10 Kesaksian Pengamal Tahajud
10 Kesaksian Pengamal Tahajud
Rp 20.000

Dahsyatnya Menyantuni Anak Yatim
Dahsyatnya Menyantuni Anak Yatim
Rp 27.000

Panduan Pintar Shalat Sunah
Panduan Pintar Shalat Sunah
Rp 31.500

Keajaiban Shalat Rawatib
Keajaiban Shalat Rawatib
Rp 32.000

Strategi Perang Rasulullah
Strategi Perang Rasulullah
Rp 49.000

Mukjizat Shalawat + CD
Mukjizat Shalawat + CD
Rp 23.500

Kartu Pintar Doa Anak Muslim
Kartu Pintar Doa Anak Muslim
Rp 19.500

Rangkaian Nama Indah Bayi
Rangkaian Nama Indah Bayi
Rp 21.000

3 Hari Pintar Membaca Al-Qur`an
3 Hari Pintar Membaca Al-Qur`an
 Call for Pricing

Mukjizat Al-Fatihah
Mukjizat Al-Fatihah
Rp 30.000

9 Keajaiban Sunah Rasulullah
9 Keajaiban Sunah Rasulullah
Rp 28.000

Ta'aruf Cinta
Ta'aruf Cinta
Rp 22.500

Cerita 99 Asmaul Husna untuk Anak
Cerita 99 Asmaul Husna untuk Anak
Rp 58.000

Sukses Tes CPNS Depag
Sukses Tes CPNS Depag
Rp 23.000

5 Jam Lancar Membaca & Menulis Al-Quran + CD (Edisi Lux)
5 Jam Lancar Membaca & Menulis Al-Quran + CD (Edisi Lux)
Rp 30.000

Kantor Cabang

  • Jabodetabek
  • Bandung
  • Surabaya
  • Yogyakarta
  • Medan
  • Palembang
  • Pekanbaru
  • Bali
  • Malang
  • Semarang
  • Makassar
  • Samarinda
  • Alamat Selengkapnya >>

Link Kami

Home arrow Kabar QultumMedia arrow Kebahagiaan Orang yang Berzikir
Kebahagiaan Orang yang Berzikir PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Newsroom   
Senin, 20 Oktober 2008
Dalam al-Qur`an (QS Ali Imran [03]: 193), Allah menyebutkan ciri-ciri Ulul Albab, yakni mereka yang berzikir mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa berzikir setiap waktu dan dalam kondisi apa pun.

Mereka berzikir kepada Allah di atas sajadah khidmah, lalu mereka duduk di atas sajadah qurbah (kedekatan dengan Allah). Cukuplah bagi mereka kebahagiaan, sebagaimana difirmankan Allah dalam sebuah hadits qudsi, "Aku adalah teman duduk (jalis) orang yang zikir mengingat Aku."

Mengapa Allah menjadi teman duduk orang yang zikir mengingatNya? Sebab, zikir merupakan tanda kewalian, bukti wushul (telah sampai kepada Allah), tanda benarnya permulaan, dan murninya tujuan akhir. Dan, semua sifat terpuji bermuara dari zikir mengingat Allah.

Sufi besar, Imam al-Qusyairi ketika menafsirkan surat Al-Baqarah ayat 152, "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu," mengatakan bahwa sebagai balasan dari zikir Anda kepada Allah, Dia akan melimpahkan tambahan karunia-Nya kepada Anda. Jika Anda ingat kepada-Nya di dalam hati Anda, niscaya Dia akan mengingat Anda di dalam diri-Nya. Dan, jika Anda mengingat-Nya di tengah keramaian penduduk bumi, niscaya Dia akan mengingat Anda di tengah keramaian penduduk langit.

Mereka yang banyak berzikir kepada Allah, niscaya hati mereka akan senantiasa dalam keadaan jaga. Mereka akan keluar dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang, dari kegelapan ghaflah (hati yang lalai) menuju cahaya hudhur (kehadiran hati), dan dari kerugian sikap durhaka menuju keuntungan sikap taat. Sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya berikut ini.

"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohon ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (QS. Al-Ahzab [33]: 41-43).

Zikir, sebagaimana telah dikemukakan pada pasal sebelumnya, tidak hanya terbatas pada tasbih menyucikan-Nya, tahmid memuji-Nya, dan menyebut asma-Nya, tetapi ia mencakup segala sesuatu yang mengikat seorang mukmin dengan Rabb-nya dengan ikatan ketaatan. Dengan kata lain, zikir mencakup segala amal ketaatan seperti shalat, puasa, zakat, haji, membaca Al-Quran, bershalawat kepada nabi, mendalami hukum-hukum syariat, menolong orang lain, memikirkan fenomena alam, menafkahkan sebagian harta, dan lainnya. Allah telah menjanjikan kebaikan yang banyak bagi mereka yang berzikir mengingat Allah -dalam arti mengerjakan amalan-amalan ketaatan- sebagaimana ditegaskan Allah dalam firman-Nya.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir [35]: 29-30)

Demikianlah kebahagiaan yang akan diraih oleh orang-orang yang senantiasa berzikir –dalam arti mengerjakan amalan-amalan ketaatan—Allah akan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya yang terang; mereka memperoleh perniagaan yang takkan merugi; dan Allah berjanji akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya.

Dalam pandangan tasawuf, zikir merupakan cara dan sarana tercepat untuk menyucikan hati dan jiwa. Sebab, zikir akan menarik penzikir ke alam cahaya. Setelah itu, zikir akan menariknya ke alam pikiran. Zikir bagi pikiran laksana sebuah lentera penerang bagi orang yang berjalan di tengah kegelapan malam hingga cahaya pagi muncul, lalu cahaya pagi itu membuatnya tidak membutuhkan lentera penerang lagi

Tentang kebahagian orang-orang yang berzikir, penyair kaum sufi, Ali `Aql berdendang dalam syairnya.

Hendaklah engkau berzikir menyebut nama Allah dengan segenap kemampuanmu.

Orang yang berzikir kepada Allah akan Dia angkat menjadi kekasih-Nya.

Bagaimana mungkin akan kulupakan Sang Kekasih, sedang hatiku berzikir menyebut nama-Nya di kala pagi dan petang.


   * Artikel ini dikutip dari buku "Dahsyatnya Doa & Zikir"  Khoirul Amru Harahap, Lc, M.H.I. dan Reza Pahlevi Dalimunthe, Lc, M.Ag. QultumMedia. 2007.

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
 
 

Cari Buku

Cari buku kami di Google Book:


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Buku Baru

5 Jam Lancar Membaca Al-Qur`an
5 Jam Lancar Membaca Al-Qur`an
Rp 36.500
3 Jam Pintar Membuat Abaya
3 Jam Pintar Membuat Abaya
Rp 49.000
Dahsyatnya Sabar
Dahsyatnya Sabar
Rp 38.000

Profil Penulis

penulis - penulis
Ahmad Hadi Yasin
Newsroom - Selasa, 10 Maret 2009
Hadi, sapaan akrab Ahmad Hadi Yasin, M.A. atau sering disingkat dengan AHAY ini adalah alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, Madura.Selengkapnya...

Konsultasi Zakat

Bookmark and Share
 
Agromedia | AgromediaGroup | MediaKita | KawanPustaka | GagasMedia | TransMedia | WahyuMedia | Bukune | Visimedia | TanggaPustaka | Demedia | Kawah | Bukukita | Gradien | BukaBuku | Indonesiatera | DistributorTransmedia | DistributorAgromedia | RuangKata
© 2007 QultumMedia. | powered by webcontent division |