close
meraih-dahsyat-ikhlas
30-menit-alquran
50-kisah-menakjubkan
dahsyatnya-syukur

Panel Atas

Cari Buku



Find us on Facebook

Pesta Buku Jakarta 2010

stiker-pbj-2010-2
Home
  • Dongeng 1001 Malam
  • Menjadi Pemenang Saat Diuji Allah
  • Mukjizat Doa & Air Mata Ibu
  • Cara Dahsyat Menangkal Hipnosis
  • 10 Kisah Pahlawan Surga
  • Dahsyatnya Ibadah Malam
  • Doa-doa Melejitkan Karier
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H. Mohon Maaf Lahir & Batin....
Menggali Potensi Diri melalui Al-Qur`an PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh Newsroom   
Jumat, 15 Februari 2008 02:59
Jakarta – QultumMedia. "Al-Qur`an bukan sembarang kitab, bukan sembarang buku, dan bukan sembarang bacaan,” jelas Ade Hidayat, Lc dalam acara Bedah Buku Quranic Quotient karya Udo Yamin Efendi Majdi, Sabtu siang, 9 Pebruari 2008. "Dan, merupakan mukjizat, yang di dalamnya terdapat sumber kecerdasan-kecerdasan, mulai dari IQ, EQ, SQ, ESQ, maupun kecerdasan majemuk (multiple quotient),” tambah sarjana Fakultas Syari’ah Universitas Al-Azhar - Mesir ini.

Pada acara yang diselenggarakan di Azhari Islamic School – Lebak Bulus ini, menghadirkan pula Hj. Astri Ivo sebagai pembicara II. Bahkan, Rois Bi’tsah Al-Azhar utusan Mesir untuk Indonesia ikut menghadiri acara ini. Ia memberikan wejangan tentang mukjizat Al-Qur`an dalam bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan oleh Dr.H.M. Syairozi Dimyati, M.Ed.

Al-Qur`an memiliki nama-nama, di antaranya An-Nuur (cahaya), Al-Huda (petunjuk), Asy-Syifaa (obat). An-Nuur berarti memberikan cahaya penerang dari kegelapan, sedangkan Al-Huda memberikan petunjuk dari kesesatan menuju ke jalan yang diridhai Allah, dan Asy-Syifaa menjadi obat dan penawar bagi segala macam penyakit. "Namun, pernahkah kita merasakannya sendiri, bahwa Al-Qur`an adalah sebagai obat dan petunjuk,” tegas Ade Hidayat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa dengan menjadikan Al-Qur`an sebagai pegangan atau pedoman hidup, kehidupan uamt Islam akan maju, seperti majunya zaman keemasan Islam di Andalusia (Spanyol). "Mereka menjadi maju karena mengamalkan Al-Qur`an,” jelasnya. Sehingga, pada zaman ini telah melahirkan para cendikiawan, ilmuan, dan ulama diberbagai bidang, seperti kimia, astronomi, kedokteran, fisika, dan arsitektur. Jadi, runtutannya karena mereka semua memiliki kecerdasan Qurani atau Quranic Quotient.

Sedangkan, Astri Ivo memberikan penjelasan bahwa kita mesti mencontoh Al-Qur`an. Selain itu, di dalam Al-Qur`an banyak ditemukan penemuan-penemuan ilmiah. "Segala sesuatunya di alam dunia ini, baik dari keindahan pesona laut, darat, maupun alam sekitar bisa digali melalui Al-Qur`an,” ungkap Hj. Astri Ivo. Ia juga memberikan penekanan bahwa buku Quranic Quotient ini sangat bagus untuk diamalkan.

Terakhir, Syeikh Muhammad Taufiq, dengan bahasa Arabnya yang fasih, menjelaskan tentang mukjizat Nabi saw, yaitu diturunkannya Al-Qur`an kepada beliau, dan Al-Qur`an ini akan terus berlaku sepanjang masa. Tidak seperti mukjizat nabi-nabi sebelumnya yang hanya berlaku ketika itu. Misalnya, mukjizat Nabi Musa menjadikan tongkatnya menjadi ular, tangannya menjadi putih setelah dimasukkan ke sakunya, itu hanya berlaku ketika itu saja. Sedangkan Al-Qur`an, akan berlaku sepanjang masa.

Menariknya, acara ini diselenggarakan di institusi pendidikan study ilmu pengetahuan Al-Qur`an (Quranic Science School). Dengan demikian, lebih menambah respon yang baik serta positif.

 
Deri Rizki Anggarani, S.Gz.
Lahir di kota kembang Bandung, 16 Desember 1981. ia tidak lain adalah istri Yazid Subakti. Mereka menikah tahun 2004 dan dikaruniai 3 orang anak (Arqam Faiz RJ, Nafisa Azizah NJ, dan Azfa Afifan Jihaada).
Read more text
  • Profil Penulis

  • Mutiara Hikmah Hari Ini