
"Sesungguhnya pertama-tama yang akan diperhitungkan (hisab) dari amal perbuatan manusia pada Hari Kiamat kelak adalah shalat. Rabb kita akan berfirman kepada Malaikat- Nya. Karena Dia Zat yang Maha Mengetahui, Wahai para malaikat-Ku, periksalah shalat hamba-Ku, sudahkah sempurna shalatnya atau masih kurang? Bila didapatkan sudah cukup sempurna, akan dicatat sudah sempurna.












Islam sungguh sangatlah berbeda dengan ajaran lainnya, terutama ajaran-ajaran sistem materialistik. Sistem materialistik yang kini mulai berkembang di kalangan masyarakat, sekalipun mereka sendiri tidak menyadarinya, selalu menitikberatkan suatu permasalahan dengan hal-hal logika dan materi semata, sehingga mereka lupa bahwa karunia, rezeki, dan nasib manusia berasal dari Yang Maha Pemberi, yaitu Allah SWT.
Shalat sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT memiliki kekuatan supernatural yang berbekas pada diri setiap orang yang mendirikan shalat. Shalat mampu membentuk kepribadian positif yang bersumber dari cahaya Iman yang dipancarkan Allah SWT. Sebagaimana dijabarkan dalam buku
Perjuangan yang dilakukan Rasulullah, baik dalam dakwah, membentuk kepribadian pengusungnya, membangun tatanan negara yang penuh dengan amalan, termasuk bagaimana mengatur strategi dalam fase jihad melawan kebatilan memerlukan strategi yang cukup brillian. Namun, kalau kita perhatikan, Rasulullah dan para sahabat juga memerhatikan beberapa pilar jihad sebagai langkah sunatullah sekaligus aspek terbesar kemenangan setiap perjuangannya, baik pilar-pilar jihad yang sifatnya maknawi maupun materi. 








