
"Sesungguhnya pertama-tama yang akan diperhitungkan (hisab) dari amal perbuatan manusia pada Hari Kiamat kelak adalah shalat. Rabb kita akan berfirman kepada Malaikat- Nya. Karena Dia Zat yang Maha Mengetahui, Wahai para malaikat-Ku, periksalah shalat hamba-Ku, sudahkah sempurna shalatnya atau masih kurang? Bila didapatkan sudah cukup sempurna, akan dicatat sudah sempurna.



Nabi Muhammad saw, selain sebagai Nabi dan Rasulullah, juga seorang yang jenius dalam kancah politik dan hubungan sosial. Kejeniusan pikiran dan kemuliaan pribadinya mencerminkan seorang nabi pilihan yang menjadi pemimpin para nabi dan rasul. Dari itu, muncullah kegemilangan dan keajaiban yang selalu menyertai tindak tanduk Rasulullah dalam setiap perkara yang menyertainya.
"Sesungguhnya pertama-tama yang akan diperhitungkan (hisab) dari amal perbuatan manusia pada Hari Kiamat kelak adalah shalat. Rabb kita akan berfirman kepada malaikat-malaikat-Nya. Karena Dia Dzat Yang Maha Mengetahui, "Wahai para malaikat-Ku, periksalah shalat hamba-Ku, sudahkah sempurna shalatnya atau masih kurang? Apabila didapatkan sudah cukup sempurna, akan dicatat sudah sempurna. Akan tetapi, apabila didapati kurang sempurna, Allah akan berfirman, "Periksa kembali, apakah hamba-Ku itu memiliki amalan shalat sunah (tathaawwu)? Apabila didapati bahwa ia memiliki amalan sunah tambahan (shalat sunah tathawwu), Allah akan berfirman, "Cukupkan dan sempurnakan shalat fardhu hamba-Ku itu oleh shalat sunahnya. Kemudian, amal perbuatan sang hamba itu diperhitungkan menurut cara seperti ini. (HR Abu Daud)
Beberapa peristiwa perang yang dilakukan Rasulullah dalam sejarah penuh dengan semangat, ketaatan, keuletan, pengorbanan, konsolidasi penuh dari kepemimpinan dan keprajuritan, dan penuh dengan strategi-strategi yang efektif. Yaitu strategi dalam mengatur taktik defensif dan ofensif, peta wilayah, politik, ekonomi, psikologi, dan militer serta visi dan misi yang diemban Rasulullah dalam setiap peperangan.
Shalawat adalah sebuah ibadah yang mendatangkan pahala yang begitu besar. Shalawat bukan hanya sebuah bacaan, namun juga merupakan jalinan cinta dengan kekasih Allah SWT. Allah dan malaikat-Nya senantiasa bershalawat untuk Nabi Muhammad sebagai tanda cinta, rahmat, dan penghormatan kepada pemimpin para nabi ini.