Agar Setiap Usaha Bernilai Ibadah - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25452
single,single-post,postid-25452,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Agar Setiap Usaha Bernilai Ibadah

Tanya:
Bagaimana caranya agar setiap usaha yang kita lakukan dinilai ibadah sama Allah?
~ike ‏@septi_ike 

Jawab:
Ukhty fillah, apa pun usaha yang kita lakukan, besar atau kecil, baik atau buruk, pasti akan mendapatkan balasan. Jika usaha kita baik, kebaikanlah yang akan kita dapatkan. Jika usaha kita buruk, keburukan pula yang akan kita dapatkan. Baik atau buruknya suatu usaha dinilai dari jenis usahanya dan cara berusahanya. Hal ini pernah dikatakan oleh Rasulullah. Rasulullah saw sangat suka terhadap umatnya yang bekerja dengan tangannya sendiri. “Tiada seorang pun makan makanan yang lebih baik daripada dia makan dari (hasil) pekerjaan tangannya. Sesungguhnya Nabi Daud as makan dari (hasil) pekerjaan tangannya.” (HR. Al-Bukhari)

 

“Sesungguhnya di antara dosa-dosa, ada satu dosa yang tidak bisa dihapus oleh shalat, tidak pula oleh puasa, tidak pula oleh haji dan tidak pula oleh umrah.” Para sahabat bertanya, “Lantas, apa yang bisa menghapusnya, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Semangat dalam mencari rezeki.” (HR. Ath-Thabrani)

Dalam ajaran Islam, agar segala usaha kita bernilai ibadah, yang harus kita perhatikan adalah:

1. Niatnya harus ikhlas dan baik
    Niat tidak hanya terbatas dalam ibadah, tetapi mencakup segala usaha yang kita lakukan. Bahkan, sesuatu yang dasarnya bernilai mubah, bisa bernilai ibadah karena niatnya. Contoh, ketika kita berjualan bubur, dan bubur yang kita buat baik (artinya bukan dari barang yang haram), lalu kita niatkan lillahi tala’ala dan semoga usaha kita dapat memenuhi kebutuhan keluarga kita maka pekerjaan kita itu akan bernilai ibadah.

Rasulullah pernah ditanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana keuletan seseorang bisa bernilai jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab, “Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka usahanya bernilai jihad di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rezeki karena orangtuanya yang sudah renta, maka usahanya bernilai jihad di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rezeki agar harga dirinya sendiri terjaga, maka usahanya bernilai jihad di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rezeki karena riya` dan kesombongan, maka dia telah berjihad di jalan setan.” (At-Targhib wat Tarhib)

2. Semangat dan tidak mudah putus asa
    Segala sesuatu butuh kesungguhan agar mencapai hasil maksimal. Begitu pula dalam usaha. Seorang muslim harus memiliki kesungguhan, adapun hasilnya sepenuhnya dipasrahkan kepada Allah SWT. Karena, hanya Allah yang mengatur seberapa besar rezeki seseorang.
Dalam Hadits Rasulullah, digambarkan bahwa orang yang bersemangat dalam berusaha akan mendapatkan ampunan dari Allah. “Barangsiapa yang sore harinya disibukkan dengan pekerjaan tangannya, maka sore harinya diampuni (dosanya).” (HR. Tirmidzi)

3. Bersyukur atas rezeki yang Allah berikan
    Yakinlah bahwa apa yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik bagi diri kita. Apabila mendapatkan rezeki yang sedikit, hendaknya kita tetap bersabar dan terus bersyukur. Karena, ketika kita bersabar, Allah pasti akan memberikan yang terbaik bagi diri kita. Ketika kita bersyukur atas nikmat yang sedikit, pasti kita akan diberi nikmat yang banyak. Demikian yang Allah janjikan di dalam Al-Qur`an. Dalam Hadits Rasulullah pun dikatakan, “Sungguh mengagumkan perilaku orang Mukmin. Seluruh perilakunya berupa kebaikan. Apabila dia mendapat kebahagiaan, dia bersyukur, maka itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila dia ditimpa kesusahan, dia tetap bersabar, maka itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Demikian, semoga segala usaha kita bernilai ibadah dan diridhai oleh Allah SWT.


#KlinikHati no. 1; ed. IV; Oktober 2013
Bersama Ustadz A. Fulex Bisyri, alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir; Pemimpin Redaksi Qultummedia; Pengasuh Pondok Pesantren El-Alamia Bogor.

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X