Admin Qultum, Author at Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,author,author-admin-qultum,author-2,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
bangun malam

SUSAH BANGUN MALAM UNTUK SHALAT TAHAJUD? INI KIAT-KIATNYA

 

Banyak orang yang ingin istiqomah mengerjakan Shalat Tahajud. Tapi, tak sedikit yang mengeluh karena kesulitan bangun malam. Mata mengantuk, udara dingin, dan tidur yang terlewat lelap menjadi masalah. Adakah kiat-kiat agar kita mudah bangun malam?

Pembaca yang baik, pernah tidak kesulitan bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud? Padahal sudah bertekad bangun, memasang alarm, dan berpesan kepada teman, tapi tetap saja kita tak terbangun.

Kita malas-malasan. Sudah tidur nyenyak, kenapa harus bangun? Begitu nafsu kita berbisik. Apalagi kalau kita kecapaian sepulang kerja. Bangun malam rasanya sangat susah.

Menurut Ustadz Muhammad Arifin Ilham, yang membuat kita malas bangun malam adalah iman kita yang masih lemah, belum mengetahui tatacara Shalat Tahajjud dan keutamaannya, terlalu sibuk dengan urusan duniawi, dan sering berbuat maksiat. Selengkapnya tentang penjelasan beliau seputar masalah ini, Pembaca bisa mengunjungi laman berikut https://goo.gl/dexz9h

Kita sama-sama tahu bahwa Shalat Tahajud sangat dianjurkan. Malah, kita juga pernah membaca ayat yang menjelaskan keutamaannya.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Wa minal laili fatahajjad bihi naafilatal laka ‘asaa ayyab’atsaka robbuka maqoomam mahmuudaa.

“Dan pada sebagian malam hari kerjakanlah Shalat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’: 79)

Lalu, bagaimana agar kita bisa dengan mudah bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud? Apa tidak ada kiat-kiat tertentu yang bisa kita ikuti?

Pembaca yang baik, jika kita ingin bisa bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud, kita bisa bertanya pada orang-orang yang istiqomah mengerjakannya. Namun, jika kita sulit menemukannya, kita bisa membaca kita-kiat mudah bangun malam dalam buku Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud.

     Baca juga:

 

Secara singkat, kiat-kiat agar mudah bangun malam menurut buku “Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud” di antaranya:

1. Tidur lebih awal

Jika kita tidak memiliki aktivitas setelah Shalat Isya, akan lebih baik jika kita bergegas tidur. Dengan tidur lebih awal, kita bisa mudah terbangun di malam hari.

Jika kita biasa tidur pukul 23.00 atau 24.00 WIB, cobalah membiasakan tidur pukul 21.30 atau maksimal 22.00 WIB, lalu bangun pukul 3.00 WIB. Manusia butuh 6-8 jam untuk tidur. Karena itu, sudah cukup rasanya jika waktu tidur kita dari pukul 22.00-3.00 WIB.

“Jika tidak ada aktivitas bermanfaat yang bisa kita kerjakan selepas Isya’, kita dianjurkan segera tidur. Sebab, tidur lebih nyata manfaatnya ketimbang terjaga.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 53)

2. Memasang alarm

Sebelum tidur sebaiknya kita memasang alarm pada jam kita ingin bangun malam. Jika tidak cukup sekali, kita bisa memasang alarm berkali-kali, untuk memastikan kita terbangun.

“Alarm bisa membantu kita bangun tidur pada jam-jam yang kita inginkan, misalnya pada sepertiga malam yang terakhir atau pukul 1.00 hingga 4.00 WIB. Dengan memasang alarm, risiko terlambat bangun bisa kita cegah.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 54)

3. Tidak makan terlalu banyak sebelum tidur

Makan terlalu banyak akan membuat tidur kita pulas. Usahakan tidak makan terlalu banyak sebelum tidur.

Sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang kandungan kalorinya cukup untuk tubuh kita. Di Indonesia, ada rumus tertentu untuk menghitung berapa kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari.

Perhitungannya disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, berat badan, dan tinggi badan kita. Misalnya, laki-laki usia 19-29 tahun dengan berat badan 60 kg dan tinggi 168 cm membutuhkan energi sebesar 2.725 kkal (kilokalori). Wanita usia 19-29 tahun dengan berat badan 54 kg dan tinggi 159 cm membutuhkan 2.250 kkal.

Jika kalori yang kita butuhkan tiap hari sudah terpenuhi, kita tak perlu lagi mengkonsumsi makanan yang berlebihan, karena akan membuat tidur kita terlalu pulas.

“Menurut Imam Al-Ghazali, terlalu banyak makan akan memadamkan cahaya di dalam hati. Akibatnya kita akan sulit menerima kebenaran dan rasa malas selalu datang saat kita ingin beribadah.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 55)

4. Berdoa sebelum tidur

Membaca doa sebelum tidur dapat memudahkan bangun malam. Apalagi jika kita tambah dengan zikir-zikir.

“Apa saja doa dan zikir yang kita bisa baca sebelum tidur? Mari kita ikuti kebiasaan Rasulallah dalam hadis berikut ini: ‘Rapatkan kedua telapak tangan , kemudian tiup dan bacakan Surat Al-Ikhlash, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Lalu, dengan kedua telapak tangan itu, usaplah bagian tubuh yang dapat dijangkau. Mulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan’.” (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 56)

5. Segera bangun begitu mendengar bunyi alarm

Agar lebih mudah terbangun, tak ada salahnya kita letakkan alarm di tempat yang dekat dengan telinga kita. Bunyi alarm yang keras akan membuat kita tidak mengantuk lagi.

“Ini sebenarnya berhubungan dengan komitmen kita. Kalau kita memang ingin bangun malam dan mengerjakan Tahajud, kita akan bangun begitu mendengar alarm berbunyi.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 63)

6. Mengatur timer AC

Suhu udara yang panas juga bisa mengganggu tidur kita. Karena itu, sebelum tidur kita bisa mengatur timer AC, agar kita terbangun kerena suhu yang panas.

“Untuk membantu kita istiqomah bangun malam, cobalah menyetel timer on/of pada remote AC. Setel waktunya sesuai jam kita ingin bangun dan mengerjakanshalat Tahajud.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 65)

7. Mengajak orang-orang terdekat untuk Shalat Tahajud

Nah, kita juga bisa mengajak teman, saudara, atau orangtua kita untuk menjalankan Shalat Tahajud. Kita juga akan merasa lebih bersemangat jika melakukan ibadah bersama-sama.

“Bangun malam untuk mengerjakan shalat tentu butuh motivasi yang besar. Kalau kita merasa motivasi kita masih timbul-tenggelam, tidak ada salahnya kita mengajak teman untuk bersama-sama bangun malam.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 67)

Jadi, jika kita ingin mudah bangun malam, kita bisa mengamalkan kiat-kiat berikut.

1. Tidur lebih awal. Sesegera mungkin istirahat jika sudah tidak ada aktiv

2. Memasang alarm. Setel alarm dan letakkan di samping tempat tidur kita.

3. Tidak makan terlalu banyak sebelum tidur. Biasakan makan sekadarnya saja sebelum tidur.

4. Berdoa sebelum tidur. Sebelum tidur sempatkan membaca doa dan zikir.

5. Segera bangun begitu mendengar bunyi alarm. Menunda bangun hanya akan menutup kembali mata kita dan menghilangkan semangat kita untuk bangun.

6. Mengatur timer AC. Atur timer AC terlebih dulu, baru kita rebahkan badan di tempat tidur.

7. Mengajak orang-orang terdekat untuk Shalat Tahajud. Minta orang terdekat yang kita ajak bangun malam untuk membangunkan kita.

agar dikejar rezeki

Lima Doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

 

Semua orang ingin mendapat kemudahan dalam urusan rezeki. Nyatanya, harapan tinggal harapan. Jangankan mudah, bisa mendapatkannya saja alhamdulillah. Adakah cara agar kita tak hanya berhasil memperoleh rezeki tapi bahkan dikejar-kejar olehnya? Ada lima doa untuk mewujudkannya. Apa saja?

Kita mungkin sering merasa sulit mendapatkan rezeki. Padahal, tuntutan keluarga semakin menggunung, dari cicilan rumah, kendaraan, televisi dan biaya pendidikan anak.

Rezeki yang kita harap-harapkan tak kunjung datang. Malah terasa semakin sulit walaupun kita sudah bekerja tiap hari.

Kadang, kita juga mengeluh. Kita berangkat kerja pada pagi hari dan pulang pada malam hari tapi tak terlihat hasilnya.

Apa ada yang salah dengan pekerjaan kita? Atau, kinerja kita yang tak maksimal?

Setelah kita merenung, kita memang merasa ada yang kurang. Ya, berdoa. Kita lupa berdoa agar rezeki dilancarkan, atau kita ingin berdoa tapi belum tahu doa apa yang bisa melancarkan datangnya rezeki.

Ulama-ulama kita mengatakan bahwa ada doa-doa yang bisa kita baca agar Allah melancarkan rezeki kita. Lima di antara doa-doa itu, seperti bisa kita baca dalam buku Risalah Doa & Zikir Keluarga, mudah kita hafalkan.

Kita tidak diwajibkan berada di suatu tempat atau waktu khusus untuk membaca doa-doa ini. Kita hanya dianjurkan membacanya setelah mengerjakan shalat fardhu dan ketika hendak berangkat ke tempat kerja.

      Baca Juga:

 

Berikut lima doa yang bisa kita amalkan agar rezeki yang kita harap-harapkan mudah terwujud.

Doa agar rezeki terus mengalir

اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَاعَزِيْزُ يَامُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازٍ عِزَّةَ قُدْرَتِكَ وَيَامُيَسِّرَاْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَاخَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اللهُ

 

Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh.

“Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

Doa agar rezeki terus bertambah

 

اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُوْهِنَا وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا وَاٰثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَأَرْضِنَا وَارْضَ عَنَّا

 

Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.

“Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”

Doa agar rezeki kita halal

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

 

Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

Doa agar rezeki kita berkah

اَللّٰهًمَّ اَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ

 

Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.

“Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”

Doa agar mendapat rezeki yang tak disangka-sangka

رَبَّنَا اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا ِلاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

 

Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.

“Ya Tuhan kami, turunkahlah kepada kami suatu hidangan dari langit (yang haru turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau pemberi rezeki yang paling utama.”

Jika kita terus mengamalkan doa-doa ini, insya Allah rezeki kita akan dipermudah oleh Allah. Bahkan, Allah mungkin juga akan memberikan rezeki melalui jalan yang tak kita duga-duga.

Jika setelah mengamalkan lima doa di atas rezeki kita masih terasa sulit, mungkin adab berdoa kita yang masih masih perlu diperbaiki. Untuk memahami bagaimana adab-adab berdoa, kita bisa kembali membuka buku Risalah Doa & Zikir Keluarga.

Adab-adab berdoa tersebut di antaranya:

1. Niat yang ikhlas
Berdoa dengan kerelaan hati mengharap ridha Allah Ta’ala. Menyerahkan segalanya hanya kepada-Nya.

2. Tidak sering melakukan dosa
Tidak melanggar apa yang dilarang oleh Allah, seperti mengkorupsi dana masyarakat atau ikut menyebarkan berita bohong (hoax).

3. Disertai keyakinan yang kuat
Harus memiliki keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap doa hamba-Nya.

4. Makanan yang dikonsumsi halal
Kita harus memperhatikan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Makanan yang tidak halal tanpa kita sadari ikut mempengaruhi kebersihan hati kita. Hati yang kotor tentu akan sulit     untuk ikhlas.

5. Berdoa pada waktu-waktu yang mustajabah

Hendaknya kita berdoa pada waktu-waktu yang mustajabah, di antaranya setelah selesai shalat, waktu antara adzan dan iqomah, dan waktu-waktu yang lainnya.

Jadi, apa saja adab yang perlu kita lakukan agar doa kita mudah dikabulkan oleh Allah?

  1. Niat yang ikhas
  2. Tidak sering melakukan dosa
  3. Disertai keuyakinan yang kuat
  4. Makanan yang dikonsumsi halal
  5. Berdoa pada waktu-waktu yang mustajabah
ibadah haji

KETAATAN, CINTA, DAN PENGORBANAN DALAM IBADAH HAJI

Haji merupakan ibadah yang memilik nilai spiritual yang tinggi. Rangkaian ibadah yang dilakukan di dalamnya memiliki makna ketaatan, cinta, dan pengorbanan. Persis seperti yang dilakukan oleh Hajar, ibunda Nabi Ismail, yang berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwa demi mencari air minum untuk buah hatinya itu.

Dalam haji, kita harus mengindari hal-hal yang dilarang, seperti membunuh binatang, berkata-kata kotor, dan bergaul dengan pasangan. Inilah bukti ketaatan kepada Allah, karena dengan kerelaan hati kita dituntut untuk menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Ka’bah merupakan pusat ritual haji. Di sekelilingnya terdapat tempat-tempat yang mulia. Hijir Ismail misalnya. Tempat ini terletak di sebelah utara Ka’bah, bentuknya setengah lingkaran. Melakukan shalat di tempat ini akan mendapat keutamaan tersendiri.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah meminta kepada Rasulullah agar diizinkan untuk shalat di dalam Ka’bah. Nabi kemudian mengajak Aisyah ke Hijir Ismail dan menyuruhnya shalat di sana. Nabi kemudian bersabda bahwa melakukan shalat di Hijir Ismail sama utamanya dengan shalat di dalam Ka’bah.

haji dan umroh ibadah spiritualSalah satu rukun haji yang sangat penting adalah wuquf, yaitu bermalam di Arafah. Ritual haji ini tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Ismail. Di tempat inilah Ismail dibawa oleh Nabi Ibrahim untuk kemudian disembelih, yang ternyata penyembelihan itu tak pernah terjadi, sebab Allah mengganti tubuh Ismail dengan seekor domba.

Allah menetapkan wuquf di Arafah sebagai ungkapan penghormatan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya atas ketaatan dan kesabaran yang mereka tunjukkan.

Di Ka’bah juga terdapat batu yang dinamakan Hajar Aswad. Batu ini terpasang di sudut selatan Ka’bah. Sejarah Hajar Aswad bermula ketika bangunan Ka’bah selesai dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang menurut Nabi Ibrahim ada yang belum sempurna dari bangunan suci tersebut.

Nabi Ibrahim kemudian meminta Nabi Ismail untuk mencarikan sebuah batu sebagai pelengkap bangunan suci itu. Nabi Ismail lantas menemukan Hajar Aswad dan memasangnya di dinding Ka’bah. Sampai saat ini, kita masih bisa melihat Hajar Aswad ini terpasang di dinding Ka’bah dan menjadi tempat yang maqbul untuk memanjatkan doa.

Baca juga:

 

 

Pada perayaan haji, selain di sekeliling Ka’bah, lingkungan Masjidil Haram juga tempat yang memiliki keutamaan yang sangat besar untuk beribadah. Di tempat inilah para peziarah dapat melakukan berbagai ibadah fardhu dan sunah.

Pada masa Nabi, Masjidil Haram merupakan lapangan yang luas, belum ada tembok yang mengelilinginya seperti sekarang. Hanya bangunan biasa tempat umat Islam melaksanakan shalat.

Selain Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah juga tempat beribadah yang memiliki keutamaan. Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad setelah beliau dan para sahabat berhijrah dari Makkah.

Berbagai ritual haji yang telah disebutkan di atas merupakan simbol ketaatan, pengorbanan dan penghormatan kepada para nabi dan pengingat terhadap peristiwa-peristiwa besar yang mereka alami. Sebagai umat Nabi Muhammad, sudah selayaknya kita mengambil pelajaran dan keteladanan dari mereka.

 

 

ibadah haji kabah

HAJI TAK SEKADAR IBADAH, TAPI JUGA…

Haji merupakan ibadah yang sarat akan nilai sejarah. Bukan hanya ibadah yang memiliki nilai spiritual. Seperti umum diketahui, haji merupakan ritual ibadah yang berpusat di Ka’bah, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di kompleks Masjidil Haram, Mekkah.

 ibadah hajiDi kota ini, banyak peristiwa bersejarah terjadi. Ketika Allah SWT menurunkan Adam dan Hawa ke bumi, di Mekkah inilah mereka bertemu kembali. Tepatnya di sebuah gunung yang kemudian diberi nama Jabal Rahmah, atau Gunung Cinta.

Begitu juga dengan perisitiwa besar yang dialami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ketika Ismail lahir dan Nabi Ibrahim diharuskan untuk membawanya ke tempat yang jauh dari kotanya, agar tidak melahirkan kecemburuan terus-menerus dari istri pertamanya, Sarah, di Mekkah inilah Nabi Ibrahim membawanya. Padahal saat itu, Mekkah adalah tempat yang tidak berpenghuni dan gersang.

Ketika Hajar kehabisan bekal, ia mencari sumber air, mulai dari bukit Safa sampai Marwa. Lama ia tak kunjung mendapatkan air. Setelah tujuh kali berjalan dari bukit Safa ke Marwa, baru kemudian Allah memberikan rahmatnya dengan memancarkan air Zam-zam.

Peristiwa besar lain juga terjadi ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra satu-satunya yang lahir dari Hajar, istri keduanya. Karena ketaatan dan kecintaanya kepada Allah, Nabi Ibrahim dan Hajar merelakan anaknya untuk disembelih. Namun karena ketabahan hati dan keimanannya, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Setelah peristiwa itu, Nabi Ibrahim dan Ismail membangun kembali Ka’bah. Ini dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 127.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) pondasi Baitullah bersama Ismail seraya berdoa, ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami, sesungguhnya Engkah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.”

Ayat ini menjelaskan Nabi Ibrahim dan Ismail yang membangun pondasi Ka’bah, yang semula telah dibangun oleh Nabi Adam tapi kemudian hancur karena peristiwa alam. Konon, banjir besar pada masa Nabi Nuh menjadi penyebab bangunan Ka’bah yang dulu dibangun Nabi Adam itu hanya tersisa pondasinya.

                           Baca Juga:

                             Wisata Belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah
                             Blusukan di Mekkah dan Madinah
                             Panduan Superlengkap Ibadah Haji dan Umrah 

Ritual haji dimulai ketika Nabi Ibrahim memanggil umat manusia untuk berziarah ke Ka’bah. “Labbaik Alloohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik,” ujarnya. Karena panggilan tersebut, orang-orang dari penjuru dunia berbondong-bondong berziarah ke Ka’bah.

Pada masa Nabi Muhammad saw, Ka’bah juga dijadikan sebagai pusat spiritual. Awalnya shalat harus menghadap Baitul Maqdis, lalu Allah memerintahkan agar kiblat shalat diganti Ka’bah di Mekkah.

Sebelum dijadikan kiblat, pada masa jahiliyah Ka’bah dijadikan tempat pemujaan berhala. Di sekeliling dan di dalamnya Ka’bah terdapat berhala-berhala orang Jahiliyah.

Ketika terjadi Fathu Mekkah atau pembebasan Mekkah, berhala-berhala tersebut dihancurkan oleh umat Islam dan Ka’bah difungsikan sebagaimana mulanya, yaitu tempat beribadah dan menunaikan haji. Peristiwa-peristiwa besar inilah yang menjadikannya sebagai tempat yang sangat istimewa, khususnya bagi umat Islam.

 

Sumber foto dari Pixabay.com

 

aku pernah kecewa

Aku Pernah Kecewa

Aku pernah jatuh cinta melebihi cintaku pada diriku sendiri. Aku pernah mempercayai lebih dari mempercayai diri sendiri. Aku pernah merasa memiliki pintu kebahagiaan yang selalu aku harap-harapkan.

Aku pernah melalui hari yang entah bagaimana melahirkan hubungan yang lantas menjelma komitmen satu sama lain. Padahal, agama tak mengizinkannya, negara pun tak mengesahkannya. Tak ada catatan, hanya perjanjian dua lisan tanpa ada jaminan.

Dan benar saja, kesepakatan yang terucap dari lisan manusia tak sepenuhnya dapat dijaga dengan sempurna.

Tapi, semua itu sudah berlalu. Hilang. Lenyap. Entah dengan apa dan bagaimana ceritanya, yang aku tahu hanya duka yang tertinggal, air mata yang mengering, dan kepingan hati yang terserak.

Pada satu titik dalam hidupku, aku menemukan ketenangan yang berbeda dari biasanya. Sederhana, aku mendapatkannya melalui sujud yang memang tak biasa aku lakukan. Waktunya tengah malam, di tempat yang hening, dengan kesunyian yang luar biasa. Entah mengapa nuraniku menuntun untuk menyegarkan tubuh dengan air wudhu dan bersimpuh pada Dia yang selalu mendengarkan segala keluh.

Aku tenang, aku nyaman, aku menangis sejadi-jadinya. Bukan menangisi luka yang sudah terlewat. Tapi menyesali langkah yang tak sempurna dalam mematuhi-Nya.

Aku lupa bahwa berharap selain pada-Nya hanya meninggalkan luka.

Aku lupa bahwa mencintai siapa pun atau apa pun dengan berlebihan tak pernah ada baiknya.

Aku juga lupa bahwa ada Dia yang tak pernah meninggalkanku, pintu kebahagiaanku, dan sebaik-baiknya pengharapanku.

Aku bersyukur telah berhasil melaluinya. Meski dengan tertatih, meski rasa pesimis menghantui, karena tak yakin akan berhasil mengikhlaskannya. But see, Allah membantuku. Allah ingin menyelamatkanku dari dosa besar, dari kesalahan yang tak seharusnya aku lakukan lagi.

Allah ingin aku menitipkan hati pada orang yang baik, seseorang yang tak hanya menawarkan “kesepakatan lisan” tapi juga mempertanggungjawabkannya di hadapan keluarga, negara, agama, dan semesta.

Karena aku percaya, setiap rasa pasti ada batasnya, dan setiap kita pasti ada jodohnya.

Janji Allah tak mungkin diingkari, bukan?

 

Oleh: Arum Listyowati Suprobo (penulis “Setiap Kita Ada Batasnya, Setiap Kita Ada Jodohnya”)

Wisata Kuliner di Madinah

Wisata Kuliner di Mekkah, Madinah, dan Jedah

Wisata kuliner juga menjadi salah satu wisata yang digemari. Setelah lelah berbelanja, sudah pasti merasa haus dan lapar. Nah, di Mekkah terdapat pusat-pusat wisata kuliner yang digemari, terlebih oleh wisatwan Indonesia. Di tempat ini terdapat Restoran Indonesia yang menyediakan masakan khas Indonesia, seperti ayam goreng, ayam bakar, dan ayam penyet.

Bakso Mang Oedin

Bakso Mang Oedin (http://www.hajimakbul.com/2017/03/lima-resto-terkenal-di-jeddah-raja.html)

Di Mekkah, terdapat warung Bakso Mang Oedin yang siap memanjakan lidah wisatawan Indonesia. Jadi, meskipun berada di Mekkah, kita masih bisa menikmati masakan-masakin khas Indonesia, meskipun dengan nuansa Arabia.

***

Tidak hanya di Mekkah, di Madinah juga terdapat warung bakso. Namanya Warung Bakso Si Doel Anak Madinah. Warung bakso Si Doel ini bahkan menyediakan menu yang lebih beragam. Ada bakso jawa, bakso khas Solo, dan bakso Doel yang menjadi favorit para wisatawan.

bakso madinah

 

***

Jajanan balila adalah jajanan yang sangat disukai wisatawan ketika berkunjung ke Jedah. Ketika bulan puasa, tak ada penduduk Hijaz yang melewatkan berbuka puasa dengan balila. Sepertinya tak lengkap jika berbuka puasa tanpa adanya jajanan ini.

Makanan khas Jedah ini digemari karena dibuat dari rempah-rempah dan kacang-kacangan yang khas. Komposisinya kacang lentil atau kacang garbanzo yang dibubuhi ragam rempah dan saus. Menurut kabar, makanan khas Jedah ini telah ada sejak ratusan tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wisata Belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah

Banyak orang bertanya di mana tempat wisata belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah saat mereka menunaikan haji. Berwisata adalah hal paling mengasyikkan bagi setiap orang. Dengan berwisata, kita dapat menenangkan pikiran, menyegarkan suasana, dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap keluarga untuk mengisi liburan.

Berwisata sangat digemari oleh setiap orang di seluruh dunia. Tak terkecuali masyarakat Arab Saudi.

 

Wisata Belanja di Mekkah

Di Mekkah, ada beberapa jenis wisata yang digemari oleh penduduk lokal, bahkan wisatawan asing. Wisata ini adalah wisata belanja. Di kota ini, terdapat tempat-tempat wisata belanja yang sangat populer dan padat dikunjungi wisatawan. Di antaranya Pasar Zakfariyah.

Pasar Zakfariyah atau ‘pasar borong’ ini terletak sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram. Disebut pasar borong karena para pembeli yang sebagian besar jamaah haji itu memborong barang sebagai oleh-oleh di tempat ini. Pasar ini menjual berbagai barang, dari perlengkapan ibadah sampai barang-barang mewah, seperti jam tangan, emas, dan barang elektronik, seperti handphone.

Para pedagang di sini juga banyak yang mahir berbahasa Indonesia, meskipun logatnya terdengar masih kearab-araban. Pasar ini selalu ramai pengunjung yang membeli segala kebutuhan. Namun, ketika terdengar adzan, pasar-pasar ini langsung tutup, kemudian digelar karpet sebagai alas shalat di lorong-lorong pasar. Sungguh berwisata yang sangat menyenangkan, bukan?

Ada juga pasar yang menyuguhkan berbagai macam kurma. Pasar ini adalah Pasar Ukaz. Terletak di kota Mekkah, pasar ini ramai sekali didatangi pengunjung, bahkan dulu menjadi pusat perdagangan orang-orang Mekkah. Namun, sekarang pasar ini sudah mulai sepi. Luasnya pun menyempit dan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan Pasar Aziziyah.

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood (https://media.ihram.asia/2017/01/19/10-tempar-wisata-belanja-yang-ada-di-arab-saudi/)

 

Bagi wisatawan yang suka barang murah tapi berkualitas, Pasar Bin Dawood-lah tempatnya. Pasar ini berlokasi di Aziziyah, Misfalah, Sulaymaniyah, dan Ajyad. Para penjual di pasar ini menyediakan diskon besar-besaran bagi wisatawan yang membeli barang dalam jumlah banyak.

Ada lagi pasar yang tak kalah ramainya dengan pasar-pasar sebelumnya, yaitu pertokoan yang berada di Jalan Misfalah-Bukhutmah. Pasar ini berlokasi persis di pusat kota Mekkah. Banyak peziarah yang membeli oleh-oleh berupa tasbih, sajadah, karpet, aroma terapi, kurma, dan pacar kuku selepas beribadah di Masjidil Haram.

 

Wisata Belanja di Madinah

Madinah tak bisa dipisahkan dari kurma. Ya, karena kota ini merupakan penghasil kurma terbanyak di Arab Saudi. Karena itu, di kota ini juga banyak terdapat pasar kurma. Salah satunya adalah Pasar Kurma Madinah.

Selain menyediakan berbagai macam kurma, harganya pun terbilang cukup murah. Kita bisa membeli kurma dari harga 30 riyal sampai 90 riyal. Karena itu, banyak peziarah yang memborong kurma di pasar ini.

Tak hanya Pasar Kurma Madinah, di kota ini pun ada Pasar Bin Dawood. Namun, harga kurma di pasar ini tergolong mahal.

Satu lagi pasar yang ramai dikunjungi, yaitu pertokoan yang berada di samping Masjid An-Nabawi. Menariknya, ketika malam tiba, pasar ini semakin ramai, terlebih setelah selesai Isya. Tak hanya ramai oleh peziarah, para pedagang dadakan pun berdatangan menggelar dagangannya di lantai-lantai sekeliling masjid. Pemandangan ini persis seperti pasar malam di Indonesia.

 

 Wisata Belanja di Jedah

Jedah adalah kota yang terkenal dengan pusat perbelanjaan modern. Di kota ini terdapat pasar-pasar megah yang menjual barang impor ternama. Salah satunya adalah pasar yang berada di kawasan perbelanjaan Balad. Pasar ini menyediakan produk-produk berkualitas yang berasal dari Milan dan Paris.

Tak heran pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih ketika musim haji. Para jamaah haji berdatangan memadati pasar ini untuk membeli buah tangan usai menjalankan ibadah haji.

pusat perbelanjaan di jedah

Pusat Perbelanjaan di Jedah (http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/12/mengunjungi-pusat-perbelanjaan-balad.html)

 

Jedah juga memiliki pusat perbelanjaan barang murah. Pasar ini berlokasi di Haraj Sawarikh. Tempat ini menyediakan barang-barang baru dan bekas, seperti karpet, lampu kristal, barang pecah belah, kosmetik, barang elektronik, dan aneka suvenir.

Selain pasar modern, Jedah juga memiliki pasar tradisional, yaitu di Tahila Street, Falastin Street, Pasar Bab Mekkah, dan beberapa pasar tradisional lainnya.

Untuk informasi mengenai wisata belanja di tiga kota ini bisa disimak dalam buku “Hajj & Umrah for Woman”

Mengapa Kita Harus Berdoa

Mengapa Kita Harus Berdoa?

Allah SWT menganugerahkan kepada hamba-Nya yang beriman senjata ampuh berupa doa. Dengan doa, seorang hamba dapat mengubah yang sukar menjadi mudah, samar menjadi terang, gundah menjadi ceria. Namun, banyak yang masih belum memahami fungsi doa bagi seorang muslim.

Sejatinya, ketika seseorang berdoa, ia akan merasa dekat dengan Allah. Nah, ini sebenarnya esensi doa. Ketika kita dekat dengan Allah, menjalankan perintah-Nya, dengan sendirinya Dia akan mengabulkan apa pun yang kita minta.

Kita bisa minta kepada Allah dimudahkan rezeki, dianugerahi anak yang saleh dan saleha, bisa juga meminta jodoh bagi muda mudi yang lama jomblo agar mendapatkan jodoh.

Bukankah Allah mengabulkan doa setiap hamba yang dekat dengan-Nya? Jadi, mari biasakan berdoa, niscaya Allah mengabulkan doa kita. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis, Allah akan mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Nya.

Itu sebabnya, kita sebagai seorang hamba yang lemah, sebaiknya tidak melulu mengandalkan akal, tidak terlalu mengandalkan kekuatan. Tidak salah memang menggunakan akal dan kekuatan, tapi apakah itu cukup? Tidak, bukan? Doalah yang melengkapi itu semua.

Dalam sebuah riwayat, diceritakan seorang sahabat turun dari masjid tanpa berdoa terlebih dahulu usai mengerjakan shalat. Rasulullah menegurnya, “Apakah kau sama sekali tidak memiliki kebutuhan kepada Allah? Sahabat itu pun terperanjat dan mulai memahami arti doa. Setelah itu, ia menjadi rajin berdoa. “Bahkan,” katanya, “garam pun aku minta kepada Allah.”

Kita bukan siapa-siapa di mata Allah. Kita makhluk serba kekurangan dan lemah. Karena itu, sudah sepantasnya kita selalu berdoa. Al-Qur’an juga banyak bercerita tentang orang yang dikabulkan doanya. Contoh, doa tiga orang yang terkurung dalam goa, ketika sedang berteduh karena hujan. Tiba-tiba mulut goa tertutup oleh batu besar. Tapi berkat doanya, Allah menyelamatkan ketiga orang itu. Sahabat, inilah luar biasanya manfaat berdoa bagi seorang muslim.

***

Doa memiliki banyak manfaat. Di antaranya menjadi simbol kedekatan kepada Allah. Dalam doa kita memuji, mengagungkan, bercakap-cakap dan memohon pertolongan kepada-Nya. Semakin banyak doa yang kita panjatkan, semakin dekat pula kita kepada-Nya. Bukankah jika kita dekat kepada Allah, semua yang kita minta akan dikabulkan?

Secara logika, jika kita dekat dengan seseorang, entah itu keluarga, teman, guru, tetangga atau yang lainnya, pasti kita akan diperhatikan oleh mereka. Begitu pun jika kita dekat dan selalu berdoa kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, “Berdoalah kalian kepada-Ku, pasti Aku akan meperkenankan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Aku akan masuk neraka jahanam dengan cara yang hina dan dina. (QS. Al-Mukmin: 60)

Demikian besar manfaat berdoa, sehingga mereka yang tidak berdoa Allah sebut sebagai orang-orang yang sombong. Orang seperti ini akan Allah masukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina. Oleh karena itu, jangan lupa berdoa, apalagi doa itu tak memerlukan banyak tenaga. Cukup tengadahkan tangan dan bersihkan hati, mintalah kepada Dzat Yang Maha Pemberi.

Dari sekian banyak manfaat berdoa, setidaknya dapat dihimpun 11 faedah berdoa, yaitu:

  1. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Menghadapkan wajah kepada Allah dengan penuh ketundukan.
  3. Mengajukan ‘proposal’ berisi permohonan bantuan kepada Allah Yang Maha Memiliki segalanya.
  4. Mendapat rahmat-Nya.
  5. Sebagai investasi di akhirat kelak.
  6. Menyukai apa yang disukai Allah.
  7. Meraih sesuatu yang pasti, karena pada waktu-waktu tertentu, Allah langsung mengabulkan doa sorang hamba.
  8. Pelindung dari segala bencana.
  9. Meringankan beban dampak bencana.
  10. Sebagai perisai dari bahaya.
  11. Menolak tipu daya musuh, menghilangkan kegaduhan, serta memudahkan terkabulnya sesuatu yang sukar.

 

 

 

 

 

 

JODOH: SAMPAI KAPAN AKU HARUS MENUNGGU?

Jodoh: Sampai Kapan Aku Harus Menunggu?

Cinta adalah rasa terindah yang Allah titipkan pada hati setiap insan. Cinta ibarat pohon, jika kita sabar merawatnya, pohon itu akan tumbuh besar dan kuat.

Tak perlu terburu-buru menfasirkan cinta, tak perlu juga berkejaran dengan waktu untuk merasakannya. Sebab, cinta bukan hanya tentang bagaimana perasaan itu muncul tapi juga bagaimana perasaan itu tetap utuh.

Di balik kata ‘cinta’ yang sangat sederhana itu terkandung makna yang dalam. Banyak orang yang terlena karenanya, banyak pula yang menghalalkan segala cara untuk dapat merasakannya. Tak jarang mereka menangis karena cinta, kecewa karena cinta, dan berharap karena cinta.

Tak dapat dipungkiri, pertanyaan-pertanyaan kecil mengenai cinta sering mengusik pikiran kita. Termasuk ini: ke manakah kita akan pergi selepas banyaknya rasa yang pernah singgah di hati kita? Akankah penantian panjang ini berlabuh pada seseorang yang tepat? Mungkinkah kita dipersatukan dengan seseorang yang telah lama kita rindukan kehadirannya?

Hanya Allah pemegang jawaban bagi segala gundah yang kita rasakan. Kita hanya perlu bersabar, berdoa, dan tentu saja terus berikhtiar.

Tetaplah berbaik sangka pada Allah, serahkanlah semuanya pada Allah. Percayalah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat. Sebab, seindah-indahnya rencana yang telah kita rancang, rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita jalankan.

Sebelum penantian ini berlabuh pada hati yang kita dambakan, kira-kira apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengisi kekosongan dan memantapkan pilihan? Yuk, kita ikuti tip-tip berikut.

  1. Perbaiki hati.

Pertama, yuk tanya lagi ke hati kita. Apa tujuan kita menikah? Kenapa kita ingin segera menikah? Apakah benar ingin menjaga kehormatan, atau hanya ikut-ikutan teman?

Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Maka, mari menata hati kita agar dapat melakukan segala sesuatu semata-mata demi beribadah kepada-Nya, termasuk menikah.

  1. Karena ia bisa berasal dari mana saja, jagalah akhlak kita di mana pun kita berada.

Kita tak pernah tahu, dari mana jodoh kita datang dan kapan Allah mempertemukan kita dengannya. Kita tentu tak mau calon pendamping berpikir ulang untuk mendekati kita, hanya karena akhlak kita yang kurang baik.

Jadi diri sendiri itu suatu keharusan, tapi bukan berarti kita boleh bersikap seenaknya dan semau sendiri. Maka dari itu, yuk perbaiki terus akhlak kita agar kelak yang menjadi pendamping kita adalah orang yang memiliki akhlak yang sama mulianya dengan kita.

  1. Teruslah memantaskan diri, karena jodoh kita juga sedang mempersiapkan dirinya.

Ingat janji Allah Ta’ala dalam firman-Nya, “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Yuk, selalu berusaha memantaskan diri, lebih sering datang ke majelis-majelis ilmu dan bergabung dengan komunitas-komunitas positif yang lainnya. Percayalah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengingkari janji-Nya.

  1. Bekali diri dengan ilmu, karena kelak keluarga kita adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita.

Menikah itu ibarat membangun bahtera yang siap berlayar di tengah lautan luas. Ketika berlayar, bahtera itu akan mengarungi samudera kehidupan yang mempunyai berbagai kemungkinan. Kadang ombaknya tenang, tapi kadang membahayakan.

Pertanyaan kita, apakah bahtera kita sudah siap menghadapi itu semua? Nahkoda kapal harus siap kapan pun rintangan menghadang. Begitu pula kita yang sedang menanti pasangan yang kita idam-idamkan. Persiapkan diri dengan baik, agar kita berhasil mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera rumah tangga.

  1. Jaga pikiran agar tetap positif.

Kita harus ingat bahwa Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya. Kalau hati kita berburuk sangka pada-Nya, bisa jadi Dia mengikuti prasangka kita itu. Jadi, jika jodoh tak kunjung datang, ubah pola pikir kita dan mulailah berpikir positif tentangnya.

Menanti jodoh itu banyak sisi positifnya. Kita bisa punya lebih banyak waktu untuk menambah ilmu agama, membahagiakan kedua orangtua, dan memperbaiki diri.

Nah, itulah beberapa tip yang dapat kita lakukan saat menanti jodoh idaman. Semoga kita semakin yakin bahwa ikhtiar dan doa-doa kita suatu saat akan berakhir pengabulan dari Allah SWT. Amin.

 

Sumber foto: https://pixabay.com/en/ring-wedding-love-bible-wed-2407552/

Ternyata Seperti Inilah Wanita yang Diidamkan Oleh Pria Saleh

Bagaimana caranya agar kita, para wanita, layak mendapatkan suami yang sesuai harapan?

Sebagian orang menganggap wanita hanya mampu menanti datangnya calon suami sembari memantaskan diri. Karenanya, sudah sewajarnya wanita bersabar dalam penantiannya, sebab jarang sekali ada yang berani mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria.

Dalam pernikahan, seringnya wanita memang dipilih. Meski demikian, sebenarnya bukan berarti wanita tak berhak untuk memilih.

Bila ada seorang pria yang datang padanya, tapi sayang akhlak dan agamanya tak sesuai harapannya, boleh saja wanita itu menolak ajakan sang pria untuk berumah tangga. Kenapa? Karena siapa pun, apalagi seorang wanita, punya hak untuk mendapatkan pendamping yang terbaik.

Tak jarang kita berandai-andai. Seandainya Allah mengirimkan seorang pria yang tulus melabuhkan cintanya pada kita, seandainya Allah menganugerahkan rumah tangga yang bahagia pada kita, seandainya suami kita itu adalah orang yang bisa menjauhkan kita dari neraka dan mendekatkan kita ke surga…

Kita tak sadar, kita pun kadang masih melupakan Allah. Saat bersedih, kita terpuruk begitu dalam, seakan-akan kita tak kebagian kasih sayang-Nya. Saat bahagia, kita melayang begitu tinggi, seakan-akan keberhasilan yang kita raih semata-mata karena usaha kita. Kita juga tak sadar, bahwa ibadah kita masih berantakan dan sunah Rasul tak selalu kita jalankan. Begitu pula perbaikan diri dan proses hijrah, masih berjalan di tempat.

Kalau seperti itu kebiasaan kita, apakah calon suami yang saleh dan sesuai harapan kita akan datang begitu saja dan mengajak kita membangun rumah tangga bersama?

Nah, Teman, di bulan yang penuh keberkahan ini, mari kita belajar menjadi wanita yang tak hanya pandai menuntut tapi juga pandai berinisiatif melakukan kebaikan. Mari perbaiki ibadah kita, eratkan hubungan kita dengan Allah, tunaikan kewajiban kita dan jalankan sunah-sunah Rasul-Nya.

Sering-seringlah mengikuti kajian agama, luruskan niat hijrah kita, dan tentu yang tak kalah penting, pelajari apa yang menjadi kodrat kita sebagai wanita. Menjadi seorang ibu, misalnya.

Menikah bukan hanya tentang mendapatkan hak, tapi juga menunaikan kewajiban. Yuk, sama-sama memperbaiki diri. Semoga kita mendapatkan suami yang bisa membimbing menuju surga-Nya. Aamiin, Allahumma aamiin…

Gina Novita, tim penulis buku “Doain Aja…”

 

Foto: Pixabay.com

Pin It on Pinterest

X