qultummedia, Author at Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
1
archive,author,author-heberthendrik,author-1,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Rahasia Strategi Perang Rasulullah

Beberapa peristiwa perang yang dilakukan Rasulullah dalam sejarah penuh dengan semangat, ketaatan, keuletan, pengorbanan, konsolidasi penuh dari kepemimpinan dan keprajuritan, dan penuh dengan strategi-strategi yang efektif. Yaitu strategi dalam mengatur taktik defensif dan ofensif, peta wilayah, politik, ekonomi, psikologi, dan militer serta visi dan misi yang diemban Rasulullah dalam setiap peperangan.

Hampir semua peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah sebagian besar adalah dalam bentuk penyerangan, kecuali perang Khandaq, karena kaidah dalam peperangan menyatakan bahwa strategi penyerangan lebih mempunyai potensi besar untuk memenangkan pertarungan.

Misalnya pada perang Badar, Rasulullah mengatur beberapa strategi dalam menghadapi peperangan tersebut.

Pertama, persiapan. Setahun sebelum perang Badar terjadi, Rasulullah saw membentuk satuan pasukan khusus untuk melakukan ekspedisi militer. Pasukan ekspedisi ini berfungsi sebagai upaya pemetaan medan, penguasaan lapangan, pengintaian, dan berbagai aktivitas inteligen militer lainnya. Selain itu, Rasulullah juga melakukan mobilisasi masif, membagi komando, membentuk majelis permusyawaratan militer, membuat prediksi perhitungan kekuatan musuh, memberikan semangat kepada pasukan, dan menentukan posisi yang strategis.

Kedua, saat peperangan. Ketika Rasulullah dan pasukannya sudah sampai di medan peperangan, Rasulullah tidak melepaskan kontrol terhadap pasukannya. Beliau melakukan inspeksi pasukannya dan memberikan pengarahan strategi yang mesti diterapkan guna memenangkan peperangan; dengan membagi tiga komposisi, yaitu pasukan tombak sebagai pasukan lapisan pertama, pasukan pemanah sebagai pasukan lapisan kedua, dan pasukan pedang sebagai pasukan lapisan ketiga.

Ketika perang telah berkecamuk, awalnya pasukan muslim terdesak, karena jumlah pasukan yang lebih sedikit dibandingkan pasukan musuh. Namun di tengah berlangsungnya pertempuran, kondisi berubah. Pasukan musuh mulai terlihat melemah semangat dan kekuatannya. Kondisi ini dimanfaatkan Rasulullah untuk menerapkan strategi serangan balik. Akhirnya, pasukan musuh tercerai-berai dan berjatuhan banyak korban di pihak mereka. Pasukan muslim memeroleh kemenangan spektakuler pada perang Badar Kubra ini.

Setelah peperangan berakhir. Rasulullah tidak lantas berleha-leha dan berpesta fora merayakan kemenangan. Namun, Rasulullah terus membuat kesinambungan strateginya yang lain pascaperang. Yaitu di antaranya, memberdayakan para tawanan, menetapkan sistem perundang-undangan Daulah Islamiyah, menerapkan sistem perekonomian negara, dan mengokohkan kekuatan militer. Semuanya bertujuan untuk menjaga stabilitas kaum muslimin, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah SWT.

Selain perang Badar, Rasulullah dan kaum muslimin banyak mengalami peperangan, bahkan sampai ke penjuru luar Jazirah Arab. Setiap peperangan, dengan kondisi yang berbeda, strategi yang diterapkan pun bervariasi. Dan, semuanya memperoleh kemenangan yang gemilang sehingga kaum muslimin menjadi kekuatan besar di Dunia.

Kemudian, apa sajakah strategi Rasulullah dan pasukan muslimin dalam menghadapi peperangan berikutnya? Selain di medan pertempuran, apa saja yang diterapkan Rasulullah untuk membina umatnya agar memiliki kekuatan politik dan militer? Dan, apa saja yang menjadi aspek-aspek kemenangan Rasulullah?

Dalam buku “Strategi Perang Rasulullah”  yang ditulis oleh Muhammad Abu Ayyasy ini akan memberikan jawabannya secara gamblang. Anda akan menemukan rangkaian sirah Rasulullah dan para sahabatnya yang menakjubkan dalam dunia politik dan militer.

Melalui buku yang diterbitkan QultumMedia ini, Anda akan menyaksikan perjalanan politik Rasulullah dan para sahabatnya yang ksatria. Selain itu, Anda akan mengetahui jawabannya, mengapa Islam menjadi jaya dan memiliki harga diri tinggi di depan musuh-musuhnya.

 

cinta yang hakiki impian setiap manusia

Cinta yang Hakiki Adalah Cinta Makhluk pada Khaliknya

Cinta yang hakiki akan menjadi sumber kekuatan kita, bukan malah menyeret kita pada berbagai masalah dan kesulitan.

Siapa pun yang merasakan jatuh cinta pasti juga berharap cinta tersebut adalah cinta yang hakiki, yang akan diterima dan disambut oleh orang yang dicintai. Tapi, bagaimana jika cinta itu ditolak, sehingga bertepuk sebelah tangan? Pasti ini sangat menyedihkan.

Sebagai makhluk yang diberi anugerah berupa hati dari Allah SWT, cinta memang tak pernah sepi dari kehidupan manusia. Cinta tidak mengenal tingkatan ekonomi dan sosial. Kita terlahir ke dunia ini dan bisa tumbuh berkembang juga karena cinta.

Cinta yang Hakiki: Apa Maknanya?

Namun, apakah selama ini kita sudah tahu cinta yang hakiki itu seperti apa?

Beragam orang menafsirkan cinta. Kata itu sendiri telah banyak dipakai dalam banyak konteks, sehingga banyak dan beragam pula makna yang lahir darinya. Sudut pandang yang salah terhadap cinta yang hakiki bisa mengakibatkan orang terjerumus dalam kehinaan dan kesesatan.

Dalam Islam, cinta sejati atau cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta yang bukan selain kepada-Nya (makhluk) adalah cinta yang bisa diakhirkan, sebab itu adalah cinta yang nisbi. Makhluk memiliki kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, sehingga tingkatannya jauh di bawah Dia Yang Mahasempurna.

Selain itu, cinta memiliki kekuatan dahsyat yang luar biasa. Beragam cara dilakukan banyak orang untuk mendapatkan cinta yang diinginkannya, syukur-syukur itu adalah cinta yang hakiki. Cinta yang hakiki mampu mendorong beban yang berat, meluluhkan hati yang keras, dan melecut semangat pemiliknya.

Kita tahu, betapa besar pengorbanan orangtua karena cinta pada anak-anaknya. Betapa dahsyatnya semangat para pejuang yang rela mengorbankan harta dan nyawa demi cinta pada tanah air dan kehormatannya.

Dalam meraih cinta sejati, Allah telah memberikan banyak media, salah satunya melalui puasa. Puasa memiliki keistimewaan daripada ibadah-ibadah lainnya. Puasa hanya dikhususkan untuk Allah dan Allah pula yang akan membalasnya. Oleh sebab itu, pantas saja puasa selalu dilakukan oleh para nabi dan umat terdahulu.

Selanjutnya, bolehkah kita berpuasa demi mendapatkan cinta seseorang? Sebuah pertanyaan yang menarik.

Di dalam buku Puasa Cinta; Meraih Jodoh & Cinta Sejati yang ditulis oleh Ustadz Ahmad Hadi Yasin, kita akan menemukan penjelasan tentang