Baper - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25725
single,single-post,postid-25725,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
friends1-(1)

Baper

Suatu waktu, dua orang sahabat saling bertanya tentang diri mereka. Salah seorang dari keduanya mengatakan bahwa temannya itu adalah seorang yang rasional.

“Maksudnya?” tanya si teman.

“Maksudnya, meski kau tak selalu ada di sampingku, aku selalu mendapatkan saran yang logis setiap kali kita membincangkan sesuatu.”

***

Dear pembaca, cuplikan dialog dua sahabat tersebut memberikan informasi yang menarik bagi kita. Selama ini, tanpa kita sadari mungkin kita kerap baper atau bawa perasaan saat menjalin pertemanan.

“Kalau nggak baper berarti nggak solid pertemanannya.”

“Kalau nggak pakai hati berarti palsu persahabatannya.”

Benarkah begitu? Bukankah baper juga bisa tidak baik untuk sebuah hubungan? Terlalu jauh melibatkan perasaan dalam banyak kesempatan hanya akan membuat kita terlalu cepat menilai, mudah tersinggung, atau gampang terbawa emosi.

Dalam menjalin hubungan, apa pun bentuknya, kita perlu mengedepankan rasionalitas. Tak apa jika jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Tak masalah kalau kita kerap berbeda pendapat. Dan, tak usah marah apabila teman kita menertawakan satu-dua keapesan yang kita alami.

Sepanjang semua masih dalam taraf wajar, menggunakan akal sehat kita dalam berteman pasti lebih menenangkan ketimbang baper sepanjang waktu.

So, mari mengubah cara pandang kita bahwa nggak baper bukan berarti nggak saling terkoneksi, nggak saling care. Menjalin persahabatan yang rasional tentu lebih menyehatkan emosi kita.

 

Regard,

Tri Prihantini (Editor Qultummedia)

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.

X

Pin It on Pinterest

X