Bertobat untuk Mendapat Hidayah - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24180
post-template-default,single,single-post,postid-24180,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Bertobat untuk Mendapat Hidayah

“Aku ingin mencoba menjadi yang terbaik. Memberikan nafkah halal untuk anakku. Tapi, kehidupan terkadang terlalu sulit untuk ditaklukan. Akakankah ada seorang laki-laki baik hati yang akan mengangkatku dari lembah kelam kehidupan di balik pekerjaanku. ” Inilah keinginan dari lubuk hati Desi yang berprofesi sebagai tukang pijat plus.

“Aku ingin mencoba menjadi yang terbaik. Memberikan nafkah halal untuk anakku. Tapi, kehidupan terkadang terlalu sulit untuk ditaklukan. Akakankah ada seorang laki-laki baik hati yang akan mengangkatku dari lembah kelam kehidupan di balik pekerjaanku. ” Inilah keinginan dari lubuk hati Desi yang berprofesi sebagai tukang pijat plus.

Anis, seorang mantan PSK, dengan jujur menceritakan kisah hidupnya. “Setelah ditinggal suami, saya mencari pekerjaan kemana-mana tapi tak mendapat lalu saya ditawari jadi PSK.  Ada lagi Heni, seorang penari plus yang terbawa arus pergaulan.  

Beragam pengakuan dari beraneka aktifitas terungkap, digali akar permasalahnya, dan diluruskan kearah perubahan yang lebih mulia. Lewat bimbingan para ustadz mereka dibawa ke gerbang tobat.                                            
Inilah kisah-kisah nyata para perempuan yang mendapat hidayah. Terangkum dalam sebuah buku Sentuhan Qolbu yang diterbitkan Qultummedia. Format buku ini diadaptasi dari sebuah stasiun televisi swasta, Transtv, dalam program Sentuhan Qolbu. Dipandu oleh para selebritis dan dibimbing para ustadz yang tidak diragukan lagi antara lain Ust. Wijayanto, Ust. Abu Aqila, Ust. Othman Omar Shihab, dan Ust. Anwar Sanusi.  

Ustad Wijayanto mencontohkan bentuk  tobat seperti dalam kitab Ihya’Ulumuddin karya Al-Ghazali,  antara lain ada empat tahapan :

  1. At-Taubatu Alammun: bertaubat dengan penyesalan. Tidak dan bukan seperti haji tomat; berangkat taubat pulang kumat,” ujar ustadz dengan nada humor.
  2. Berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
  3. Beristighfar, bertaubat dengan sebenarnya taubat kepada Allah.
  4. Kafaraoh, menebus diri dengan memperbanyak amal-amal kebaikan,” rinci ustadz Wijayanto.

Ustadz Wijayanto menegaskan pertobatan adalah wujud dari keseriusan seorang individu di dalam merubah tingkah laku dan sifatnya yang terlanjur dalam kesesatan hingga ia kembali kejalan yang diberikan oleh Allah dan mengikuti sunnah Rasulnya.

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X