Blog Large Image Whole Post - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
18956
page,page-id-18956,page-child,parent-pageid-1815,page-template,page-template-blog-large-image-whole-post,page-template-blog-large-image-whole-post-php,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
admin-ajax-rev1

Inilah Cara Meraih Kebahagiaan Seperti Dilakukan Oleh Para Nabi

Bahagia itu bisa dirancang dan diciptakan. Karenanya, bukan mustahil bahagia itu bisa hadir tanpa jeda. Bahkan cara mewujudkannya pun sederhana.

Jika selama ini sudut pandang kita dalam memaknai kebahagiaan mengacu pada hal-hal yang sifatnya duniawi atau materiil, ubahlah segera. Percaya atau tidak, kebahagiaan seperti itu semu. Sebab, kebahagiaan tidak melulu ada kaitannya dengan kepuasan duniawi, materiil, apalagi sebatas finansial.

Kebahagiaan yang sesungguhnya bisa kita dapatkan dengan meraih kepuasan batiniah, seperti memperbanyak ibadah, menghindari suuzhan, atau menahan diri saat makan agar tidak terlalu kenyang. Cara lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati adalah dengan membagikan ilmu yang bermanfaat dan tidak menyebarkan berita dusta (hoax) atau fitnah di media sosial.

Bahagia itu sederhana; selalu bersyukur baik melalui ucapan maupun perbuatan. Bahagia itu ketika hati kita selalu mengucapkan syukur: alhamdulillah. Tak ada yang tebersit di hati kecuali pengakuan bahwa segala sesuatu yang kita dapat adalah anugerah dari Allah; bukan semata-mata karena usaha kita.

Bahagia itu mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk mengabdi kepada-Nya. Tidak ada penglihatan, pendengaran, perasaan, perkataan, dan perbuatan kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Tidak kita gunakan untuk melanggar aturan-Nya. Semua digunakan untuk beribadah.

Bahagia itu, dalam kondisi apa pun, lapang maupun sempit, kita tetap ikhlas bersedekah. Sedikit yang kita miliki, kita sisihkan untuk kita sedekahkan. Sebagaimana sedekahnya para sahabat Nabi Muhammad, seperti Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar bin Khaththab, dan Ustman bin Affan.

Mari kita tengok bagaimana para nabi mendapatkan kebahagiaan.

Nabi Muhammad saw

Meski dijamin masuk ke surga dan terbebas dari dosa, Nabi Muhammad tetap menghabiskan sepertiga malam yang sunyi dan dingin dengan beribadah dan bermunajat kepada-Nya dengan takbir, ruku’, dan sujud, hingga air mata pun membasahi pipi dan kedua kakinya bengkak. Inilah cara Nabi Muhammad saw bahagia dengan bersyukur (‘abdan syakuuraa).

Nabi Yusuf as

Sementara itu, bahagia bagi Nabi Yusuf as adalah menjaga nafsunya dari ajakan bermaksiat seorang istri pejabat. Ia memilih dikurung dalam penjara daripada menuruti bujuk rayunya.

Nabi Ayub as

Bahagia itu seperti Nabi Ayub yang kian dekat kepada-Nya dan tidak pernah berburuk sangka kepada Allah. Berkat kesaabarannya, penyakit Nabi Ayub diangkat dan bisa kembali hidup normal dan bahagia.

Uraian di atas diambil dari buku “Berupaya Tanpa Jeda, Beryukur Tanpa Kendur.” Buku yang ditulis oleh Syaiful Anshor ini memberikan banyak inspirasi dan ajakan agar kita selalu menyukuri segala keadaan yang diberikan Sang Pencipta. Sebab, saat kita bersyukur maka akan ada janji bahwa nikmat-Nya itu akan ditambah.

 

 

foto: unsplash.com

 

 

menikah mudah @negeriakhirat

Mending Nikah, Pacaran Udah Nggak Zaman

Menentukan pasangan hidup dan mengambil keputusan untuk menikah di usia yang belia tentu butuh pertimbangan yang matang. Kita perlu memikirkan bagaimana persiapannya, bagaimana prosesnya, dan bagaimana meraih cita-cita bersama. Penulis buku Jatuh Cinta Tak Pernah Salah yang juga pengelola akun Instagram @negeriakhirat, Arum Listyowati Suprobo atau yang akrab disapa Arum, berbagi pengalamannya menikah di usia muda. Mari simak wawancara kami dengannya.

READ MORE

admin-ajax-rev

Ini Alasan Doa Ibu, Istri, dan Anak Saleha Mudah Dikabulkan Oleh Allah

Kita mungkin pernah mendengar kisah pebisnis yang bangkrut dan kesulitan membayar hutang-hutangnya. Untuk bangkit ia mengalami kesulitan.

Suatu saat seorang temannya menyarankan agar ia menemui ibunya, bersimpuh dan meminta maaf padanya. Tak berapa lama setelah melakukan hal itu, pebisnis tersebut merasa lapang dan kembali semangat bekerja. Perlahan keuntungan bisnisnya pun meningkat dan hutang-hutangnya bisa ia lunasi.READ MORE

vbi jenggotan

Vbi Djenggotten dan Kecintaannya Pada Komik Keislaman

Islam Sehari-hari (Reborn) adalah komik yang berisi kisah menggelitik penuh kritik seputar gaya hidup Muslim yang ditilik dari kacamata komikus VBI_Djenggotten. Hal-hal remeh dan terabaikan, namun penting ternyata menjadi kebiasaan dalam keseharian Muslim perkotaan di Indonesia digambarkan lebih sederhana dan terkadang penuh satir serta sindiran. Bahasa komik. Apa saja? Yuk, kita gali seputar komik terbarunya dengan VBI_Djenggoten.

READ MORE

sumber foto: dmuslim.com

Shalat Pilihan untuk Jomblo Galau

Sudah bukan rahasia kalau anak muda kadang ‘terserang’ galau. Galau yang dimaksud bisa apa saja, seperti galau menentukan pilihan sekolah, galau menentukan pilihan pekerjaan, hingga galau menentukan jodoh atau pasangan hidup. Hidup berlarut-larut di antara dua pilihan atau lebih tentu bisa membuat hati kita resah. Kita perlu keluar dari situasi ini.

Apa solusinya jika kita belum juga menemukan jawabannya? Berdoa saja mungkin belum cukup, perlu ditambah dengan shalat. Ingat kan dengan firman Allah yang ini, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”

Tapi, shalat yang seperti apa? Pernah kan dengar yang namanya shalat Istikharah? Shalat ini ditujukan untuk meminta petunjuk dari Allah di antara banyaknya pilihan untuk menghindari keraguan.

Shalat Istikharah dilakukan minimal dua rakaat, dan maksimal dua belas rakaat. Usai shalat, bacalah doa dengan penuh kerendahan hati dan kekhusyukan apa yang kita inginkan.

Fadilah Shalat Istikharah

  1. Jika seseorang telah mantap dengan suatu urusan lalu ia memohon kepada Allah agar urusan tersebut menjadi baik dan diridai Allah, Allah bisa mempermudah jalannya untuk urusan tersebut;
  1. Namun, jika perkara tersebut ternyata tidak baik baginya maka Allah akan datangkan penghalang baginya sehingga ia tidak bisa melaksanakan urusan tersebut. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

  1. Sebagai bukti bergantungnya seorang hamba kepada Allah SWT dan kepasrahan dirinya pada segala urusannya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Taubah: 51.

“Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung Kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

Kutipan fadilah shalat Istikharah di atas diambil dari buku Fadilah dan Tatacara Shalat Sunah + Shalat Wajib yang disusun oleh Ustadz Mawi Khusni Albar. Buku ini mengajak pembaca dalam menyempurnakan ibadah shalat wajib dan melengkapinya dengan shalat-shalat sunah.

Beberapa shalat sunah yang dibahas di antaranya shalat Istikharah, shalat Dhuha, Tahajud, Hajat, Tobat, dan lain sebagainya. Semua dilengkapi dengan alasan manfaat serta keutamaan atau fadilahnya.

Semoga informasi ini bermanfaat dan galau tidak lagi menjadi ‘penyakit’ para jomblo.

 

foto: www.idmuslim.com

best-wallpaper.net2

Gagal

Saat berikhtiar mewujudkan sesuatu, kita tak pernah mengharapkan kegagalan. Setiap usaha yang kita lakukan selalu berawal dari niat kuat untuk menggapainya dan keinginan yang besar untuk mewujudkannya. Meski kadang ujung ikhtiar tak sesuai harapan, kita akan merasa puas karena kita sudah berani mencoba. READ MORE

Kid_salat_3

Hafal Luar Kepala Bacaan dan Gerakan Shalat

Sudahkah kamu yakin bacaan dan gerakan shalatmu sempurna? Jika merasa ada yang kurang, tidak ada salahnya bukan belajar menyempurnakannya? Shalat pasti akan terasa lebih khusyuk jika bacaan dan gerakannya sempurna.

Nah, bagaimana jika kita bahkan belum hafal bacaan dan gerakan shalat? Tenang, ada banyak buku panduan bacaan dan gerakan shalat yang bisa menjadi tuntunan. Tapi, buku “Bacaan & Gerakan Shalat” yang diterbitkan olehQultummedia punya banyak kelebihan. Sebab, buku ini sengaja disajikan secara sederhana untuk mereka yang bahkan belum pernah belajar shalat.

Tips menghafal bacaan shalat ada berbagai cara. Pertama, membaca berulang kali. Kedua, mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat. Ketiga, menulis ulang bacaan shalat dengan tulisan tangan, berulang kali. Keempat, lihat dan dengarkan tatacara shalat di YouTube; cermati, lihat, dan dengarkan, berulang kali. Kelima, bertanya kepada guru atau ustadz yang lebih tahu tentang masalah shalat.

Nah, agar lebih afdol, pahami arti bacaan shalat. Ini bukan hanya bisa membuatmu lebih bersemangat dalam mengerjakan shalat lima waktu, tapi juga bisa membuatmu lebih khusyuk.

Sekali lagi, agar cepat hafal,  buku “Bacaan & Gerakan Shalat” akan memandumu menyempurnakan ilmu seputar shalat, termasuk shalat lima waktu dan shalat jenazah serta ghaib. Selain dilengkapi tatacara shalat, buku terbitan Qultummedia ini juga berisi kumpulan doa-doa mustajabah.

Selamat membaca!

 

 

sumber gambar: www.sweetfajr.com

silaturahmi

Silaturahmi

Shalat, puasa, haji. Begitu kurang lebih bayangan kita setiap mendengar kata ibadah. Tak keliru, memang. Tapi jika kita cermati ajaran Islam lebih dekat, ibadah sebenarnya tak melulu berupa aktivitas ritual.

Islam yang kita yakini adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (ilahiyyah) sekaligus kemanusiaan (insaniyyah). Karenanya, keseimbangan antara keduanya sangat diperhatikan.

Dalam Al-Qur`an, Allah beberapa kali menyinggung tentang iman (pada Allah) beriringan dengan amal saleh (pada sesama). Ayat ini contohnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggalnya.” (QS. Al-Kahfi: 107)

Apa yang dimaksud “amal saleh” dalam ayat di atas? Allah tak ingin kita egois: sepanjang waktu larut dalam kesendirian dengan-Nya. Kita juga diperintahkan untuk memikirkan orang lain. Peduli terhadap masalah-masalah mereka dan mau mengulurkan tangan untuk membantu mereka.

Lebih jauh Allah menjelaskan bahwa ridha-Nya juga meniscayakan amal saleh. Berbuat baik pada orang lain tak hanya akan melahirkan kebahagiaan di hatinya tapi juga menerbitkan ridha Allah pada diri kita, yang dalam ayat di atas digambarkan dengan surga Firdaus.

Nah, salah satu amal saleh yang ditekankan dalam Islam adalah silaturahmi. Silaturahmi tersusun dari dua kata, yaitu shilah yang maknanya hubungan dan rahmi yang artinya kasih sayang. Bagi masyarakat Indonesia, silaturahmi adalah tradisi yang sudah berakar kuat dan terus dijaga hingga kini.

Dengan bersilaturahmi, kita berharap kasih sayang antara kita dan kerabat tak terputus. Orang-orang yang enggan menjaga silaturahmi ibarat pasir kering yang mudah terurai –tak ada kedekatan emosional, solidaritas, dan persaudaraan dengan kerabatnya.

Putusnya silaturahmi kerap menjadi awal datangnya bencana bagi sebuah keluarga. Seorang anak bersikap masa bodoh dengan orangtuanya yang sakit-sakitan, seorang adik yang tega menggugat kakaknya sendiri terkait warisan, dan lain-lain.

Ironis bukan, jika seseorang rajin menjaga hubungannya dengan Allah tapi abai dengan keluarganya sendiri? Ia rajin shalat jamaah di masjid, berpuasa sunah, atau naik haji dan umrah tiap tahun, tapi dengan orangtuanya durhaka atau dengan saudaranya tak pernah rukun.

Islam menghendaki kehidupan yang baik bagi kita, di dunia dan akhirat. Dan itu tak bisa didapatkan hanya dengan memenuhi haqqullah atau kewajiban terhadap Allah tapi juga haqqul Adam atau kewajiban terhadap manusia.

Jika tak bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi kerabat dan teman, kita bisa meneleponnya. Jika menelepon pun tak ada waktu, kita bisa mengirimkan pesan pendek padanya. Dengan banyaknya media komunikasi seperti sekarang, silaturahmi bukan lagi sesuatu yang merepotkan.

 

Firdaus Agung (editor QultumMedia)

 

X

Pin It on Pinterest

X