Blog Masonry - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
18965
paged,page-template,page-template-blog-masonry,page-template-blog-masonry-php,page,page-id-18965,page-child,parent-pageid-1815,paged-2,page-paged-2,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
ibadah haji

KETAATAN, CINTA, DAN PENGORBANAN DALAM IBADAH HAJI

Haji merupakan ibadah yang memilik nilai spiritual yang tinggi. Rangkaian ibadah yang dilakukan di dalamnya memiliki makna ketaatan, cinta, dan pengorbanan. Persis seperti yang dilakukan oleh Hajar, ibunda Nabi Ismail, yang berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwa demi mencari air minum untuk buah hatinya itu.

Dalam haji, kita harus mengindari hal-hal yang dilarang, seperti membunuh binatang, berkata-kata kotor, dan bergaul dengan pasangan. Inilah bukti ketaatan kepada Allah, karena dengan kerelaan hati kita dituntut untuk menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Ka’bah merupakan pusat ritual haji. Di sekelilingnya terdapat tempat-tempat yang mulia. Hijir Ismail misalnya. Tempat ini terletak di sebelah utara Ka’bah, bentuknya setengah lingkaran. Melakukan shalat di tempat ini akan mendapat keutamaan tersendiri.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah meminta kepada Rasulullah agar diizinkan untuk shalat di dalam Ka’bah. Nabi kemudian mengajak Aisyah ke Hijir Ismail dan menyuruhnya shalat di sana. Nabi kemudian bersabda bahwa melakukan shalat di Hijir Ismail sama utamanya dengan shalat di dalam Ka’bah.

haji dan umroh ibadah spiritualSalah satu rukun haji yang sangat penting adalah wuquf, yaitu bermalam di Arafah. Ritual haji ini tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Ismail. Di tempat inilah Ismail dibawa oleh Nabi Ibrahim untuk kemudian disembelih, yang ternyata penyembelihan itu tak pernah terjadi, sebab Allah mengganti tubuh Ismail dengan seekor domba.

Allah menetapkan wuquf di Arafah sebagai ungkapan penghormatan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya atas ketaatan dan kesabaran yang mereka tunjukkan.

Di Ka’bah juga terdapat batu yang dinamakan Hajar Aswad. Batu ini terpasang di sudut selatan Ka’bah. Sejarah Hajar Aswad bermula ketika bangunan Ka’bah selesai dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang menurut Nabi Ibrahim ada yang belum sempurna dari bangunan suci tersebut.

Nabi Ibrahim kemudian meminta Nabi Ismail untuk mencarikan sebuah batu sebagai pelengkap bangunan suci itu. Nabi Ismail lantas menemukan Hajar Aswad dan memasangnya di dinding Ka’bah. Sampai saat ini, kita masih bisa melihat Hajar Aswad ini terpasang di dinding Ka’bah dan menjadi tempat yang maqbul untuk memanjatkan doa.

Baca juga:

 

 

Pada perayaan haji, selain di sekeliling Ka’bah, lingkungan Masjidil Haram juga tempat yang memiliki keutamaan yang sangat besar untuk beribadah. Di tempat inilah para peziarah dapat melakukan berbagai ibadah fardhu dan sunah.

Pada masa Nabi, Masjidil Haram merupakan lapangan yang luas, belum ada tembok yang mengelilinginya seperti sekarang. Hanya bangunan biasa tempat umat Islam melaksanakan shalat.

Selain Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah juga tempat beribadah yang memiliki keutamaan. Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad setelah beliau dan para sahabat berhijrah dari Makkah.

Berbagai ritual haji yang telah disebutkan di atas merupakan simbol ketaatan, pengorbanan dan penghormatan kepada para nabi dan pengingat terhadap peristiwa-peristiwa besar yang mereka alami. Sebagai umat Nabi Muhammad, sudah selayaknya kita mengambil pelajaran dan keteladanan dari mereka.

 

 

ibadah haji kabah

HAJI TAK SEKADAR IBADAH, TAPI JUGA…

Haji merupakan ibadah yang sarat akan nilai sejarah. Bukan hanya ibadah yang memiliki nilai spiritual. Seperti umum diketahui, haji merupakan ritual ibadah yang berpusat di Ka’bah, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di kompleks Masjidil Haram, Mekkah.

 ibadah hajiDi kota ini, banyak peristiwa bersejarah terjadi. Ketika Allah SWT menurunkan Adam dan Hawa ke bumi, di Mekkah inilah mereka bertemu kembali. Tepatnya di sebuah gunung yang kemudian diberi nama Jabal Rahmah, atau Gunung Cinta.

Begitu juga dengan perisitiwa besar yang dialami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ketika Ismail lahir dan Nabi Ibrahim diharuskan untuk membawanya ke tempat yang jauh dari kotanya, agar tidak melahirkan kecemburuan terus-menerus dari istri pertamanya, Sarah, di Mekkah inilah Nabi Ibrahim membawanya. Padahal saat itu, Mekkah adalah tempat yang tidak berpenghuni dan gersang.

Ketika Hajar kehabisan bekal, ia mencari sumber air, mulai dari bukit Safa sampai Marwa. Lama ia tak kunjung mendapatkan air. Setelah tujuh kali berjalan dari bukit Safa ke Marwa, baru kemudian Allah memberikan rahmatnya dengan memancarkan air Zam-zam.

Peristiwa besar lain juga terjadi ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra satu-satunya yang lahir dari Hajar, istri keduanya. Karena ketaatan dan kecintaanya kepada Allah, Nabi Ibrahim dan Hajar merelakan anaknya untuk disembelih. Namun karena ketabahan hati dan keimanannya, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Setelah peristiwa itu, Nabi Ibrahim dan Ismail membangun kembali Ka’bah. Ini dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 127.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) pondasi Baitullah bersama Ismail seraya berdoa, ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami, sesungguhnya Engkah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.”

Ayat ini menjelaskan Nabi Ibrahim dan Ismail yang membangun pondasi Ka’bah, yang semula telah dibangun oleh Nabi Adam tapi kemudian hancur karena peristiwa alam. Konon, banjir besar pada masa Nabi Nuh menjadi penyebab bangunan Ka’bah yang dulu dibangun Nabi Adam itu hanya tersisa pondasinya.

                           Baca Juga:

                             Wisata Belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah
                             Blusukan di Mekkah dan Madinah
                             Panduan Superlengkap Ibadah Haji dan Umrah 

Ritual haji dimulai ketika Nabi Ibrahim memanggil umat manusia untuk berziarah ke Ka’bah. “Labbaik Alloohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik,” ujarnya. Karena panggilan tersebut, orang-orang dari penjuru dunia berbondong-bondong berziarah ke Ka’bah.

Pada masa Nabi Muhammad saw, Ka’bah juga dijadikan sebagai pusat spiritual. Awalnya shalat harus menghadap Baitul Maqdis, lalu Allah memerintahkan agar kiblat shalat diganti Ka’bah di Mekkah.

Sebelum dijadikan kiblat, pada masa jahiliyah Ka’bah dijadikan tempat pemujaan berhala. Di sekeliling dan di dalamnya Ka’bah terdapat berhala-berhala orang Jahiliyah.

Ketika terjadi Fathu Mekkah atau pembebasan Mekkah, berhala-berhala tersebut dihancurkan oleh umat Islam dan Ka’bah difungsikan sebagaimana mulanya, yaitu tempat beribadah dan menunaikan haji. Peristiwa-peristiwa besar inilah yang menjadikannya sebagai tempat yang sangat istimewa, khususnya bagi umat Islam.

 

Sumber foto dari Pixabay.com

 

aku pernah kecewa

Aku Pernah Kecewa

Aku pernah jatuh cinta melebihi cintaku pada diriku sendiri. Aku pernah mempercayai lebih dari mempercayai diri sendiri. Aku pernah merasa memiliki pintu kebahagiaan yang selalu aku harap-harapkan.

Aku pernah melalui hari yang entah bagaimana melahirkan hubungan yang lantas menjelma komitmen satu sama lain. Padahal, agama tak mengizinkannya, negara pun tak mengesahkannya. Tak ada catatan, hanya perjanjian dua lisan tanpa ada jaminan.

Dan benar saja, kesepakatan yang terucap dari lisan manusia tak sepenuhnya dapat dijaga dengan sempurna.

Tapi, semua itu sudah berlalu. Hilang. Lenyap. Entah dengan apa dan bagaimana ceritanya, yang aku tahu hanya duka yang tertinggal, air mata yang mengering, dan kepingan hati yang terserak.

Pada satu titik dalam hidupku, aku menemukan ketenangan yang berbeda dari biasanya. Sederhana, aku mendapatkannya melalui sujud yang memang tak biasa aku lakukan. Waktunya tengah malam, di tempat yang hening, dengan kesunyian yang luar biasa. Entah mengapa nuraniku menuntun untuk menyegarkan tubuh dengan air wudhu dan bersimpuh pada Dia yang selalu mendengarkan segala keluh.

Aku tenang, aku nyaman, aku menangis sejadi-jadinya. Bukan menangisi luka yang sudah terlewat. Tapi menyesali langkah yang tak sempurna dalam mematuhi-Nya.

Aku lupa bahwa berharap selain pada-Nya hanya meninggalkan luka.

Aku lupa bahwa mencintai siapa pun atau apa pun dengan berlebihan tak pernah ada baiknya.

Aku juga lupa bahwa ada Dia yang tak pernah meninggalkanku, pintu kebahagiaanku, dan sebaik-baiknya pengharapanku.

Aku bersyukur telah berhasil melaluinya. Meski dengan tertatih, meski rasa pesimis menghantui, karena tak yakin akan berhasil mengikhlaskannya. But see, Allah membantuku. Allah ingin menyelamatkanku dari dosa besar, dari kesalahan yang tak seharusnya aku lakukan lagi.

Allah ingin aku menitipkan hati pada orang yang baik, seseorang yang tak hanya menawarkan “kesepakatan lisan” tapi juga mempertanggungjawabkannya di hadapan keluarga, negara, agama, dan semesta.

Karena aku percaya, setiap rasa pasti ada batasnya, dan setiap kita pasti ada jodohnya.

Janji Allah tak mungkin diingkari, bukan?

 

Oleh: Arum Listyowati Suprobo (penulis “Setiap Kita Ada Batasnya, Setiap Kita Ada Jodohnya”)

Wisata Kuliner di Madinah

Wisata Kuliner di Mekkah, Madinah, dan Jedah

Wisata kuliner juga menjadi salah satu wisata yang digemari. Setelah lelah berbelanja, sudah pasti merasa haus dan lapar. Nah, di Mekkah terdapat pusat-pusat wisata kuliner yang digemari, terlebih oleh wisatwan Indonesia. Di tempat ini terdapat Restoran Indonesia yang menyediakan masakan khas Indonesia, seperti ayam goreng, ayam bakar, dan ayam penyet.

Bakso Mang Oedin

Bakso Mang Oedin (http://www.hajimakbul.com/2017/03/lima-resto-terkenal-di-jeddah-raja.html)

Di Mekkah, terdapat warung Bakso Mang Oedin yang siap memanjakan lidah wisatawan Indonesia. Jadi, meskipun berada di Mekkah, kita masih bisa menikmati masakan-masakin khas Indonesia, meskipun dengan nuansa Arabia.

***

Tidak hanya di Mekkah, di Madinah juga terdapat warung bakso. Namanya Warung Bakso Si Doel Anak Madinah. Warung bakso Si Doel ini bahkan menyediakan menu yang lebih beragam. Ada bakso jawa, bakso khas Solo, dan bakso Doel yang menjadi favorit para wisatawan.

bakso madinah

 

***

Jajanan balila adalah jajanan yang sangat disukai wisatawan ketika berkunjung ke Jedah. Ketika bulan puasa, tak ada penduduk Hijaz yang melewatkan berbuka puasa dengan balila. Sepertinya tak lengkap jika berbuka puasa tanpa adanya jajanan ini.

Makanan khas Jedah ini digemari karena dibuat dari rempah-rempah dan kacang-kacangan yang khas. Komposisinya kacang lentil atau kacang garbanzo yang dibubuhi ragam rempah dan saus. Menurut kabar, makanan khas Jedah ini telah ada sejak ratusan tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wisata Belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah

Banyak orang bertanya di mana tempat wisata belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah saat mereka menunaikan haji. Berwisata adalah hal paling mengasyikkan bagi setiap orang. Dengan berwisata, kita dapat menenangkan pikiran, menyegarkan suasana, dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap keluarga untuk mengisi liburan.

Berwisata sangat digemari oleh setiap orang di seluruh dunia. Tak terkecuali masyarakat Arab Saudi.

 

Wisata Belanja di Mekkah

Di Mekkah, ada beberapa jenis wisata yang digemari oleh penduduk lokal, bahkan wisatawan asing. Wisata ini adalah wisata belanja. Di kota ini, terdapat tempat-tempat wisata belanja yang sangat populer dan padat dikunjungi wisatawan. Di antaranya Pasar Zakfariyah.

Pasar Zakfariyah atau ‘pasar borong’ ini terletak sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram. Disebut pasar borong karena para pembeli yang sebagian besar jamaah haji itu memborong barang sebagai oleh-oleh di tempat ini. Pasar ini menjual berbagai barang, dari perlengkapan ibadah sampai barang-barang mewah, seperti jam tangan, emas, dan barang elektronik, seperti handphone.

Para pedagang di sini juga banyak yang mahir berbahasa Indonesia, meskipun logatnya terdengar masih kearab-araban. Pasar ini selalu ramai pengunjung yang membeli segala kebutuhan. Namun, ketika terdengar adzan, pasar-pasar ini langsung tutup, kemudian digelar karpet sebagai alas shalat di lorong-lorong pasar. Sungguh berwisata yang sangat menyenangkan, bukan?

Ada juga pasar yang menyuguhkan berbagai macam kurma. Pasar ini adalah Pasar Ukaz. Terletak di kota Mekkah, pasar ini ramai sekali didatangi pengunjung, bahkan dulu menjadi pusat perdagangan orang-orang Mekkah. Namun, sekarang pasar ini sudah mulai sepi. Luasnya pun menyempit dan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan Pasar Aziziyah.

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood (https://media.ihram.asia/2017/01/19/10-tempar-wisata-belanja-yang-ada-di-arab-saudi/)

 

Bagi wisatawan yang suka barang murah tapi berkualitas, Pasar Bin Dawood-lah tempatnya. Pasar ini berlokasi di Aziziyah, Misfalah, Sulaymaniyah, dan Ajyad. Para penjual di pasar ini menyediakan diskon besar-besaran bagi wisatawan yang membeli barang dalam jumlah banyak.

Ada lagi pasar yang tak kalah ramainya dengan pasar-pasar sebelumnya, yaitu pertokoan yang berada di Jalan Misfalah-Bukhutmah. Pasar ini berlokasi persis di pusat kota Mekkah. Banyak peziarah yang membeli oleh-oleh berupa tasbih, sajadah, karpet, aroma terapi, kurma, dan pacar kuku selepas beribadah di Masjidil Haram.

 

Wisata Belanja di Madinah

Madinah tak bisa dipisahkan dari kurma. Ya, karena kota ini merupakan penghasil kurma terbanyak di Arab Saudi. Karena itu, di kota ini juga banyak terdapat pasar kurma. Salah satunya adalah Pasar Kurma Madinah.

Selain menyediakan berbagai macam kurma, harganya pun terbilang cukup murah. Kita bisa membeli kurma dari harga 30 riyal sampai 90 riyal. Karena itu, banyak peziarah yang memborong kurma di pasar ini.

Tak hanya Pasar Kurma Madinah, di kota ini pun ada Pasar Bin Dawood. Namun, harga kurma di pasar ini tergolong mahal.

Satu lagi pasar yang ramai dikunjungi, yaitu pertokoan yang berada di samping Masjid An-Nabawi. Menariknya, ketika malam tiba, pasar ini semakin ramai, terlebih setelah selesai Isya. Tak hanya ramai oleh peziarah, para pedagang dadakan pun berdatangan menggelar dagangannya di lantai-lantai sekeliling masjid. Pemandangan ini persis seperti pasar malam di Indonesia.

 

 Wisata Belanja di Jedah

Jedah adalah kota yang terkenal dengan pusat perbelanjaan modern. Di kota ini terdapat pasar-pasar megah yang menjual barang impor ternama. Salah satunya adalah pasar yang berada di kawasan perbelanjaan Balad. Pasar ini menyediakan produk-produk berkualitas yang berasal dari Milan dan Paris.

Tak heran pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih ketika musim haji. Para jamaah haji berdatangan memadati pasar ini untuk membeli buah tangan usai menjalankan ibadah haji.

pusat perbelanjaan di jedah

Pusat Perbelanjaan di Jedah (http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/12/mengunjungi-pusat-perbelanjaan-balad.html)

 

Jedah juga memiliki pusat perbelanjaan barang murah. Pasar ini berlokasi di Haraj Sawarikh. Tempat ini menyediakan barang-barang baru dan bekas, seperti karpet, lampu kristal, barang pecah belah, kosmetik, barang elektronik, dan aneka suvenir.

Selain pasar modern, Jedah juga memiliki pasar tradisional, yaitu di Tahila Street, Falastin Street, Pasar Bab Mekkah, dan beberapa pasar tradisional lainnya.

Untuk informasi mengenai wisata belanja di tiga kota ini bisa disimak dalam buku “Hajj & Umrah for Woman”

Mengapa Kita Harus Berdoa

Mengapa Kita Harus Berdoa?

Allah SWT menganugerahkan kepada hamba-Nya yang beriman senjata ampuh berupa doa. Dengan doa, seorang hamba dapat mengubah yang sukar menjadi mudah, samar menjadi terang, gundah menjadi ceria. Namun, banyak yang masih belum memahami fungsi doa bagi seorang muslim.

Sejatinya, ketika seseorang berdoa, ia akan merasa dekat dengan Allah. Nah, ini sebenarnya esensi doa. Ketika kita dekat dengan Allah, menjalankan perintah-Nya, dengan sendirinya Dia akan mengabulkan apa pun yang kita minta.

Kita bisa minta kepada Allah dimudahkan rezeki, dianugerahi anak yang saleh dan saleha, bisa juga meminta jodoh bagi muda mudi yang lama jomblo agar mendapatkan jodoh.

Bukankah Allah mengabulkan doa setiap hamba yang dekat dengan-Nya? Jadi, mari biasakan berdoa, niscaya Allah mengabulkan doa kita. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis, Allah akan mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Nya.

Itu sebabnya, kita sebagai seorang hamba yang lemah, sebaiknya tidak melulu mengandalkan akal, tidak terlalu mengandalkan kekuatan. Tidak salah memang menggunakan akal dan kekuatan, tapi apakah itu cukup? Tidak, bukan? Doalah yang melengkapi itu semua.

Dalam sebuah riwayat, diceritakan seorang sahabat turun dari masjid tanpa berdoa terlebih dahulu usai mengerjakan shalat. Rasulullah menegurnya, “Apakah kau sama sekali tidak memiliki kebutuhan kepada Allah? Sahabat itu pun terperanjat dan mulai memahami arti doa. Setelah itu, ia menjadi rajin berdoa. “Bahkan,” katanya, “garam pun aku minta kepada Allah.”

Kita bukan siapa-siapa di mata Allah. Kita makhluk serba kekurangan dan lemah. Karena itu, sudah sepantasnya kita selalu berdoa. Al-Qur’an juga banyak bercerita tentang orang yang dikabulkan doanya. Contoh, doa tiga orang yang terkurung dalam goa, ketika sedang berteduh karena hujan. Tiba-tiba mulut goa tertutup oleh batu besar. Tapi berkat doanya, Allah menyelamatkan ketiga orang itu. Sahabat, inilah luar biasanya manfaat berdoa bagi seorang muslim.

***

Doa memiliki banyak manfaat. Di antaranya menjadi simbol kedekatan kepada Allah. Dalam doa kita memuji, mengagungkan, bercakap-cakap dan memohon pertolongan kepada-Nya. Semakin banyak doa yang kita panjatkan, semakin dekat pula kita kepada-Nya. Bukankah jika kita dekat kepada Allah, semua yang kita minta akan dikabulkan?

Secara logika, jika kita dekat dengan seseorang, entah itu keluarga, teman, guru, tetangga atau yang lainnya, pasti kita akan diperhatikan oleh mereka. Begitu pun jika kita dekat dan selalu berdoa kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, “Berdoalah kalian kepada-Ku, pasti Aku akan meperkenankan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Aku akan masuk neraka jahanam dengan cara yang hina dan dina. (QS. Al-Mukmin: 60)

Demikian besar manfaat berdoa, sehingga mereka yang tidak berdoa Allah sebut sebagai orang-orang yang sombong. Orang seperti ini akan Allah masukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina. Oleh karena itu, jangan lupa berdoa, apalagi doa itu tak memerlukan banyak tenaga. Cukup tengadahkan tangan dan bersihkan hati, mintalah kepada Dzat Yang Maha Pemberi.

Dari sekian banyak manfaat berdoa, setidaknya dapat dihimpun 11 faedah berdoa, yaitu:

  1. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Menghadapkan wajah kepada Allah dengan penuh ketundukan.
  3. Mengajukan ‘proposal’ berisi permohonan bantuan kepada Allah Yang Maha Memiliki segalanya.
  4. Mendapat rahmat-Nya.
  5. Sebagai investasi di akhirat kelak.
  6. Menyukai apa yang disukai Allah.
  7. Meraih sesuatu yang pasti, karena pada waktu-waktu tertentu, Allah langsung mengabulkan doa sorang hamba.
  8. Pelindung dari segala bencana.
  9. Meringankan beban dampak bencana.
  10. Sebagai perisai dari bahaya.
  11. Menolak tipu daya musuh, menghilangkan kegaduhan, serta memudahkan terkabulnya sesuatu yang sukar.

 

 

 

 

 

 

X

Pin It on Pinterest

X