Anak Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
455
archive,category,category-anak,category-455,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Mendidik Anak di dalam Kandungan

Manusia terbentuk atas jasmani dan rohani, atau jasad dan ruhnya, raga dan jiwanya. Namun justru hakikat seorang manusia adalah pada jiwanya. Oleh sebab itu, sebenarnya kesehatan jiwa jauh lebih penting daripada raga, sebab ruh manusia tidak berhenti ketika ajal menjelang, melainkan terus berpulang ke alam kekal dan menemui Tuhannya; memberikan pertanggungjawaban atas amal perbuatannya.

READ MORE

Tips Agar Anak Tidak Manja

Sekilas nampaknya tak ada yang salah dengan anak manja, mereka nampak lucu dan menggemaskan. Apalagi masa kecil adalah masa di mana orang tua sangat menyayangi anaknya. Sehingga beribu cara di tempuh dengan memenuhi semua keinginan si kecil agar ia tampak senang dan bahagia. Tak heran jika para orang tua tak berdaya dan memanjakan anaknya tersebut.

Padahal efek terlalu memanjakan anak di masa kecilnya akan berdampak tidak baik bagi pertumbuhan mental dan moralnya hingga dewasa kelak. Anak akan diliputi ketergantungan dan susah untuk mandiri. Sehingga ia akan membutuhkan banyak bantuan dari orang lain yang mungkin sebenarnya dapat ia lakukan sendiri. Selain itu sikap terlalu manja biasanya akan mengurangi rasa hormat anak terhadap orang tua selaku pihak yang banyak memberikan “fasilitas” yang ia kehendaki. Hal ini dikarenakan anak merasa menjadi raja ketika mendapatkan semua yang ia mau. Maka sebaiknya Anda berusaha untuk tidak memanjakannya karena hal tersebut juga demi kebaikan sang anak itu sendiri. Untuk menjadikan anak tidak manja secara berlebihan berikut ini akan dijelaskan beberapa cara yang efektif.

Hal yang mendasar yang pertama perlu Anda lakukan adalah keyakinan pada diri Anda sendiri agar tidak memanjakannya. Hal ini penting karena orang tua pasti akan merasa lemah jika harus berdiam diri tanpa mengikuti kemauannya. Anda perlu membulatkan tekad jika ingin rencana ini berhasil.

Setelah meyakinkan diri agar tidak memanjakannya secara berlebihan, maka terapkan sikap tegas dan disiplin serta kejelasan aturan yang akan Anda terapkan pada anak. Misalnya buatlah perarturan agar mereka merapikan kamar tidur setelah bangun pagi pukul 5 pagi. Dan cobalah membiaran anak untuk memulai mengerjakan apa yang harus ia kerjakan sendiri dengan memberinya sedikit arahan dan bantuan.

Hindari sebuah kesepakatan berupa pemenuhan semua keinginannya. Berikan ia pengertian bahwa semua yang ia lakukan atas usaha sendiri akan terasa lebih bernilai daripada jika dilakukan orang lain. Jangan berhenti untuk membimbingnya sekalipun ia harus melakukan tugasnya sendiri.

Jadilah pemimpin yang baik untuk anak. Berikan ia tugas khusus yang mudah agar ia terbiasa melakukan pekerjaan sendiri, tentu saja dimulai dengan sesuatu yang ringan seperti mencuci piring makannya sendiri, dll.

Beberapa hal yang dapat ia lakukan sendiri maka akan menimbulkan kemandirian baginya. Maka berhati-hatilah dalam memanjakan anak, semua ada batasannya. Terlalu memanjakan akan membuatnya tidak mandiri namun terlalu acuh membiarkan semuanya dikerjakan sendiri akan membuat dia merasa terabaikan. Semoga bermanfaat. (fdh)

Diambil dari: www.landscappist.com

Dibalik Fenomena Home Schooling

Ketika sekolah formal tak memuaskan orang tua untuk mempercayakan pendidikan anaknya, ketika sang anak tengah sibuk dengan setumpuk kegiatan di luar sekolah formal hingga harus membolos dan absen melebihi jatah normal yang di tetapkan sekolah, ketika pergaulan bebas dan maraknya kriminalitas membuat lingkungan tak aman, serta berbagai sederet alasan yang membuat anak lebih baik belajar di rumah, ketika itulah muncul metode pendidikan baru bernama home schooling.

Kak Seto selaku pemerhati anak merupakan salah satu tokoh penggagas home schooling. Metode ini memusatkan anak untuk belajar di rumah tanpa menyentuh sekolah formal layaknya sekolah negeri dan swasta. Orang tua akan mengawasi penuh pembelajaran anak karena punya ruang lingkup yang cukup besar untuk menjalankan peran itu.

Peran orang tua begitu dominan. Sebagai penangggung jawab utama, orang tua tidak harus selalu mengajari anak. Orang tua dapat mengundang guru privat, mengikutkan anak pada kursus, melibatkan anak pada proses magang dan lain lain. Pusat dan tempat belajar utama adalah di rumah. Namun sang anak dapat bebas belajar dimana saja selagi tempat tersebut signifikan untuk proses belajar.

Semakin banyak orang tua yang menggunakan program ini, selain beberapa alasan diatas, pemilihan bisa terjadi dikaitkan dengan profesi orang tua yang harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sehingga anak akan turut berpindah juga dari satu sekolah lain ke sekolah berikutnya secara berulang-ulang. Alasan lain karena orang tua ingin mempererat hubungan dengan anak, anak yang memiliki kebutuhan khusus, atau mahalnya sekolah yang berkualitas yang tak dapat dimasuki sang anak.

Tingkat keberhasilan program ini pun tergantung pada orang tua. Di luar negeri, sejumlah riset menyatakan 71 persen yang menerapkan sistem ini memilih sendiri kurikulam yang sesuai kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan anak. 24 persen memilih kurikulum lengkap yang dibeli dari penyedia kurikulum dan materi ajar. Sedangkan 3 persen menggunakan materi dari sekolah satelit atau program khusus yang dijalankan oleh sekolah swasta.

Sisi positif
•    Anak dapat bebas menentukan apa yang mereka pelajari. Tak harus terpaku pada standar yang harus dipelajari. Mereka  akan mengembangkan apa yang mereka inginkan. Kebebasan juga terletak pada waktu belajar dan tugas sekolah formal yang kadang memberatkan siswa.
•    Banyak waktu luang anak yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua, tak seperti anak yang sekolah pada sekolah formal yang harus fokus pada jam sekolahnya.
•    Bebas dari lingkungan yang mungkin berbahaya akan pergaulan bebas, kriminalitas dan narkoba.
•    Kedekatan hubungan dengan anak. Akan banyak waktu berkualitas yang terjalin selama anak belajar di rumah.
Sisi negatif
•    Akan susah bagi Anda yang menyandang orang tua tunggal dalam menjalankan program ini. Kesibukan akan pekerjaan serta urusan rumah tangga mungkin akan membuat Anda kerepotan jika memikul tanggung jawab harus siaga 24 jam seminggu untuk anak.
•    Sudah dipastikan sistem ini lebih mahal daripada sekolah formal. Jadi Anda harus berpikir ulang jika akan memilih sistem ini.
•    Pertemanan terbatas. Anak akan kehilangan momen bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anda harus memberikannya waktu tambahan agar dapat bergaul dengan teman-temannya yang lain.
•    Tak adanya persaingan sering merupkan semangat anak untuk berpacu meraih prestasi. Juga tak adanya pihak pembanding yang dapat membuat anak termotivasi.
Banyak hal yang positif dari home schooling. Namun Anda tetap harus memperhatikan sisi negatifnya. Silakan memilih yang terbaik untuk anak Anda. Semoga sukses.(fdh)

Diambil dari: www.landscappist.com

Stimulasi Cerdas Untuk Balita Anda

Seorang anak menjadi harapan besar bagi orangtua. Curahan kasih sayang orangtua kepada anaknya tentu saja tidak dapat diukur hanya dari segi materi dan harta yang dikeluarkan. Namun apa yang diberikan orangtua kepada anaknya terutama yang masih berusia balita merupakan stimulasi yang perlu dipahami sebagai hal yang luar biasa. Beberapa bentuk kasih sayang yang bisa dilakukan untuk si kecil yang masih dalam tahap awal perkembangan diantaranya

Berbicara dengan kelembutan
Berbicara dengan anak tentu memerlukan kelembutan dan menggunakan kata-kata disertai ekspresi. Suara Anda adalah suara favorit bagi mereka., karena si kecil sudah mendengar dan akrab terhadap suara Anda sejak dalam rahim.

Memberi respon yang baik
Respon atau tanggapan yang baik terhadap keinginan si kecil akan membuat mereka belajar bahwa mereka dapat membangun komunikasi dengan orang lain, sehingga akan tumbuh kepercayaan diri dan mental yang lebih terjaga. Sentuhan lembut pada anak akan menunjukkan kasih sayang Anda dan membentuk stimulasi taktil pada dirinya secara cepat.

Berikan keleluasaan bereksplorasi
Kesempatan mengeksplorasi lingkungan sekitar perlu diberikan pada sikecil sambil tentunya tetap memperhatikan segala aspek keamanan dan perkembangannya. Ajak si kecil berjalan-jalan di situasi berbeda seperti di taman, di kebun binatang atau bahkan ke masjid dan mengajaknya berdoa. Berawal dari situ anak akan menemukan hal baru sendiri. Dan ini akan memberikan rangsangan yang positif bagi si buah hati untuk berkembang secara lebih optimal.

Membacakan buku
Aktivitas bercerita dengan buku cerita amat penting dan bermanfaat besar bagi tumbuh kembang si anak. Pilih buku cerita yang berwarna dan bergambar menarik agar menstimulasi otaknya agar berimajinasi maksimal serta menambah kosakatanya akan semakin banyak. Meskipun mereka belum sepenuhnya mengerti tentang isinya, namun si anak akan belajar banyak dari apa yang Anda bacakan. Serta kedekatan emosional mereka akan terbangun dengan Anda sebagai orangtua yang perhatian dan kasih sayang. (wd)

Diambil dari: www.landscappist.com

Menghindari Stress Pada Anak

Stress pada anak bisa saja terjadi setiap waktu. Kondisi psikis anak tentu berbeda dengan orang dewasa dikarenakan tingkat perkembangan mereka yang masih dalam tahap awal. beberapa indikasi stress pada anak dapat dijumpai saat anak terlihat murung, hiperaktif, atau memiliki kecenderungan untuk berbuat nakal. Namun tentu perlu diteliti dulu kondisi kejiwaan anak sebelum menentukannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress pada anak diantaranya.

Memperbaiki pola asuh
Apabila selama ini Anda sebagai orangtua cenderung otoriter atau sebaliknya serba boleh kepada anak Anda, sebaiknya Anda coba untuk mengajari mereka memahami aturan dalam keluarga. Tentu komunikasikan dengan jelas kepada anak mengapa aturan tersebut diberikan beserta konsekuensi apabila dilanggar. Reward and punishment tentu juga harus diberikan kepada anak setiap melakukan aktivitas.

Tidak terlalu menuntut
Sosok orangtua selalu menginginkan sesuatu yang terbaik bagi anak mereka, namun terkadang target yang ditetapkan oleh orangtua tidak dapat dicapai oleh anak. Hal yang perlu Anda lakukan sebagai orang tua adalah tidak terlalu banyak mengkritik apalagi membanding-bandingkan dengan anak lain. Terimalah ia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bantulah dia saat dia gagal mencapai target, dan semangatilah dia untuk bangkit dan kembali berusaha.

Membangun kedekatan emosional
Ikatan emosional antara orangtua dan anak akan membangun keterbukaan antar keduanya. Berbagi cerita antar anak dan orangtua soal kegiatan di sekolah ataupun dengan teman-teman mereka akan memberikan pengetahuan bagi orangtua tentang kehidupan anak. Pengalaman orangtua dalam menghadapi permasalahan akan membantu anak memecahkannya. Tentu akan lebih baik bagi anak untuk berbagi kepada orangtua sebelum ia menceritakannya kepada teman-teman seusianya yang kemudian tidak memperoleh saran yang baik sehingga membuatnya semakin tenggelam.

Dorong pada kemandirian
Kemandirian pada seorang anak tentu harus dimulai sejak dini. Karenanya, melatih kemandirian dapat dilakukan dengan banyak cara. Terlebih saat si anak dilatih untuk membuat keputusan yang diperlukan dalam kegiatannya. Sebuah pertanyaan akan suatu tindakan apakah boleh dilakukan atau tidak, dan mendiskusikannya apa yang akan terjadi bila si anak melakukannya akan menjadi sarana baginya untuk belajar mengambil keputusan hidup. Seorang anak yang mandiri akan lebih cepat menyelesaikan permasalahan yang dialaminya dan menangani perasaan tidak nyaman sehingga mencegah dirinya mengalami stress.

Makanan sehat dan tidur cukup
Asupan gizi bagi seorang anak penting dalam menghadapi stress. Asupan gizi yang cukup serta istirahat yang optimal dengan tidur akan membantunya dalam menghindari stress. Pastikan si anak makan pada waktu yang teratur dan jadwal yang ditentukan. Susun jadwal yang baik baginya kapan waktu untuk belajar, bermain, ataupun menonton televise dengan program yang mendidik serta melatih kecerdasan anak. Perhatian dan kasih saying orang tua dalam hal ini akan lebih dirasakan saat mereka bisa mengatur waktu bagi masing-masing untuk bertemu dan berbicara. (wd)

Diambil dari: www.landscappist.com

Menjadi Ayah yang Ideal untuk Si Kecil

Peran ibu memang dominan dalam tumbuh kembang fisik dan psikologis si Kecil, namun demikian tidak berarti melupakan figur seorang ayah yang juga penting untuk masa kembangnya kelak. Ayah yang baik tidak hanya akan menyenangkan sang buah hati. Coba amati istri Anda, pasti akan lebih bahagia dan menyayangi Anda sebagai suami.

Menjadi ayah yang baik memang terhubung langsung sebagai peran suami yang baik. Banyak pria yang tak tahu bahwa sebenarnya para anak membutuhkan mereka sebanyak dengan membutuhkan porsi ibu, kendati sang ibu lebih terlihat dibutuhkan. Menjadi ayah yang baik juga bukanlah hal yang sulit dilakukan para pria. Sebaiknya Anda mengetahui apa saja yangharus dilakukan. Karena sebenranya hal tersebut bermula dari hal yang kecil dan sederhana. Hanya saja Anda perlu melakukannya sesering mungkin terlebih di waktu yang sangat tepat, ketika sang anak membutuhkan.

Mulailah dengan meluangkan waktu untuk si kecil. Rutinitas dan pola pria yang bertanggung jawab mencari bafkah bagi keluarganya sering dijadikan alasan untuk enggan meluangkan waktu bersama anak dan istri. Padahal bisa jadi hal tersebut merupakan sesuatu yang berharga daripada hadiah mewah yang Anda upayakan untuk mereka. Apa gunanya uang dan materi berlimpah jika tak diimbangi dengan kehadiran dan kasih sayang Anda sebagai seorang ayah.

Jika sedikit sekali waktu yang Anda miliki untuknya maka berikanlah perhatian ekstra dengan cara bertanya bagaimana dengan sekolahnya hari ini, menyapanya sebelum tidur, atau tanyakan rencana esok hari si anak ketika di sekolah. Dengan demikian anak akan merasa diperhatikan walaupun kehadiran Anda tak sesering muncul untuk menghabiskan banyak waktu luang bersamanya. Bagaimanapun ayah adalah sosok pahlawan di mata anaknya, jadi berilah sedikit penghargaan untuk harapan anak Anda tersebut.

Banyak hal yang bisa Anda lakukan saat memiliki waktu luang dengannya. Liburan panjang bisa Anda manfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk berekreasi ke daerah tertentu, atau cobalah untuk membantu mengerjakan tugas sekolahnya, bisa jadi juga dengan permainan yang membuat Anda semakin akrab dengannya. Perhatian dari Anda tidak hanya akan membuat ia merasa dihargai, ia akan menjadi patuh dan hormat kepada Anda.

Selanjutnya, tidak hanya waktu saja yang mereka butuhkan. Perhatian dan dukungan Anda dalam segala hal merupakan semacam kepingan emas yang berharga untuknya. Ibu memang ahli dalam segala hal, namun peran ayah layaknya seperti seorang raja yang punya andil besar dalam segala bidang. Tunjukkan respon positif ketika ia akan menghadapi sesuatu yang berat misalnya ujian. Anda cukup memberikan kepercayaan sambil tetap mengwasi belajar si kecil meskipun tidak intens dan secara langsung.

Ayah yang baik tercermin juga melalui perilakunya yang baik. Kendati perilaku sederhana, Anda akan tetap menjadi cerminan dalam sebuah keluarga. Dan sekecil apapun perbuatan buruk Anda, si kecil tetap akan menirunya sadar maupun tak sadar. Jadi sebaiknya Anda lebih berhati-hati untuk memberikan contoh perilaku.

Hal penting lainnya yang perlu Anda lakukan adalah menjaga keharmonisan hubungan dengan ibunya atau istri Anda. Hindari pertengkaran di depan mata anak-anak karena hal tersebut bisa mengacaukan kondisi psikologis mereka. Keharmonisan Anda dengan ibunya merupakan energi penyemangat tersendiri yang bisa menjaga mereka secara tidak langsung dari pengaruh buruk lingkungan.

Mungkin banyak rencana dan keinginan yang Anda pendam berupa kelayakan materi bagi Istri dan Anak Anda. Namun semuanya tidaklah sepenting peran Anda sebagai ayah yang baik untuk keluarga. Uang masih bisa selalu dicari. Namun ketika keluarga retak karena kekosongan posisi Anda, tidak akan ada yang bisa menjamin hal tersebut akan semudah itu membaik seperti sedia kala. Jadi tak perlu menunggu besok untuk menjadi ayah yang baik, mulailah dari sekarang dan semoga berhasil!(s@ri).

Diambil dari: www.landscappist.com

Tips Membeli Baju Anak Agar Disukai Oleh Buah Hati

1. Pastikan anak suka & mau pakai. Sebenarnya ini aturan mendasar dalam berbelanja baju anak. Kita sendiri juga tak mau mengenakan baju yang  tak kita sukai, bukan? Design yang menarik dan sentuhan kecil pada baju anak yang membuatnya tertarik dapat menjadi kesukaan dan kebanggaan sendiri bagi sang buah hati.

2. Kenyamanan baju. Sesuaikan bahan yang dipakai dengan keadaan musim yang berlangsung. Katun lembut adalah yang paling disukai untuk semua musim, terutama musim panas. Pastikan anak Anda mengenakan pakaian bulu domba atau wol di musim dingin.

3. Harga Baju Anak terjangkau. Tips ketiga yang harus diperhatikan, cari toko baju anak anak atau tempat menjual baju dengan harga terjangkau. Jangan sampai sudah diajak ke mal, anak ngotot minta sementara dana tak cukup. Ingat, konteks kita adalah bagaimana bisa hemat berbelanja  baju anak.  Biarkan anak memilih baju anak sesuai seleranya. Kalau si kecil bingung, beri alternatif pilihan. Ini juga berlaku jika pilihan anak tak sesuai dengan anda.
 

4. Kualitas baju. Memilih baju dengan harga terjangkau adalah sepatutnya, namun jangan sampai memilih baju murah namun kualitas tidak bagus. Akan lebih baik memilih baju yang sedikit lebih mahal namun kualitas lebih baik dan dapat dipakai lebih lama (awet).

5. Satu ukuran lebih besar. Tips ini tetap diterapkan tetapi selama baju anak itu tidak kedodoran, membeli satu ukuran lebih besar dari badannya sekarang ini, paling tidak bisa membuat baju dipakai sedikit lebih lama. Ingat, lho, satu ukuran saja selisihnya, jangan banyak-banyak.
Diambil dari: www.tiptoecorner.com

Tips Untuk Mencerdaskan Otak Buah Hati

Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas. Salah satu faktor untuk mewujudkannya adalah pengaruh lingkungan atau pola asuh orang tua.
Sering muncul pertanyaan, apakah mungkin untuk mengasah kecerdasan anak pada tahap awal agar kelak saat ia dewasa menjadi seorang yang jenius? Kabar baiknya adalah Ya! Semua yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan otak bayi terletak pada orang tuanya.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda mulai untuk mengasah kecerdasan otak si buah hati, terutama pada dua tahun pertama kehidupannya.

Mulai sejak dini
Mulailah sejak dini bahkan sebelum ia dilahirkan. Caranya dengan memastikan calon ibu memiliki kesehatan yang baik dan cukup gizi. Hindari zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan, rokok, dan merkuri yang diketahui berbahaya bagi perkembangan otak bayi Anda. Penuhi kebutuhan gizi khusus untuk perkembangan otak bayi, seperti asam folat dan minyak ikan. Banyak obat yang tidak dianjurkan selama kehamilan. Jadi konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum mengambil obat-obatan tertentu.

Pemberian ASI
ASI mengandung nutrisi tak terhitung yang penting untuk pertumbuhan bayi. Salah satu unsur terpenting itu adalah asam docosahexaenoic (DHA), yang merupakan asam lemak esensial yang baik untuk perkembangan otak. Banyak perusahaan pemasaran makanan telah mencoba untuk meniru bahan ini di laboratorium dan menambahkannya ke makanan bayi. Tapi belum ada yang bisa menyamai DHA alami seperti yang terdapat dalam ASI.

Membacakan cerita
Meski bayi mungkin belum memahami isi cerita yang Anda bacakan, namun membaca terus-menerus akan membantu bayi untuk mendengar, mengenali kata-kata dan artinya. Proses ini penting dalam membantu cara bicara dan membangun kosa kata bayi.

Berikan mainan cerdas
Mainan memainkan peran penting dalam perkembangan otak bayi Anda. Kuncinya, memilih mainan dan kegiatan yang tepat harus sesuai dengan tahap perkembangan biologi anak. Pilih mainan sederhana yang tidak membuat bayi frustasi. Belikan mainan buka tutup untuk menggasah imajinasi serta membantu membangun koordinasi antara mata dan tangan.

Bermain tanda
Ajaklah bayi Anda mempelajari tanda-tanda ketika menginjak usia 4 (empat) bulan. Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan bahasa isyarat mengarah ke peningkatan dalam bahasa lisan serta IQ yang lebih tinggi.

Kenalkan bahasa asing
Pada usia yang tepat, perkenalkan anak Anda untuk mendengar suara dan kosakata dari bahasa asing. Memutar DVD bahasa asing, bisa meningkatkan kosakata anak Anda. Beberapa penelitian menunjukkan pengenalan bahasa asing sebaiknya dimulai setelah anak lancar berbahasa ibu.

Kontak fisik
Belaian dan sentuhan Anda kepada bayi sangat penting untuk pertumbuhan emosionalnya. Membelai rambut, tungkai dan tubuh juga membantu membuat koneksi neurologis yang penting untuk perkembangan otak. Ini juga akan membantu memperkuat ikatan Anda dengan bayi Anda.

diambil dari: www.forumkami.net

Tips Cerdas Agar Si Buah Hati Rajin Membaca

Setiap orang tua menginginkan anak yang pandai dan cerdas. Namun anak-anak zaman sekarang lebih senang bermain dan akrab dengan dunia gadget yang serba canggih. Kelas 1 SD saja sudah mahir menggunakan handphone, smartphone bahkan browsing situs-situs yang mencurigakan jika tidak terawasi dengan bijaksana oleh orangtua yang juga sibuk dengan rutinitas pekerjaan maupun kesibukan sehari-hari yang beraneka ragam.

Padahal ilmu yang didapatkan anak dapat diperoleh dengan membaca dan belajar. Sekalipun gadget juga menawarkan ilmu dengan beberapa situs pengetahuan, namun proteksi terhadap situs dewasa membutuhkan pengawasan yang ekstra ketat. Lalu bagaimana caranya agar anak tergugah hatinya untu membaca. Sementara si kecil tidak boleh lengah karena dalam tahap yang bagus untuk menyerap pengetahuan. Berikut ini adalah tips sederhana agar buah hati menjadi rajin untuk membaca.

Berikan contoh
Orang tua adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Jika Anda ingin si kecil rajin membaca, mulailah berikan contoh dengan menerapkan hal tersebut pada diri Anda terlebih dahulu. Anak-anak banyak belajar dan meniru tingkah laku orangtuanya, baik dikarenakan warisan turun temurun atau gen maupun karena pengkondisian proses belajar. Ajarkan atau contohkan hal yang baik seperti membaca agar sang anak (bahkan secara tidak sadar) dapat menirunya.

Menjadi sahabat yang baik
Seringkali anak tergoda bermain karena mendapatkan teman sepermainan yang membuatnya nyaman. Cobalah untuk mengambil hatinya dengan menjadi teman kecilnya yang baik. Setelah mendapatkan hatinya misalnya dengan sedikit tambahan uang jajan atau pujian, ajak dia membaca atau jadilah teman membaca yang baik. Lakukan diskusi kecil yang menyenangkan dengan pola bahasa yang mudah dimengerti olehnya. Jadi anak akan punya sahabat membaca. Jika ia mendapat sahabat membaca yang baik, bisa jadi ia akan melupakan teman bermainnya.

Buatlah sekolah mini yang santai
Setiap sore saat luang, cobalah mengajak si kecil bermain “sekolah-sekolahan”. Disana coba tanyakan pertanyaan sepele padanya. Setelah itu coba tanyakan hal yang agak sulit. Contohnya, “adik tahu nggak kenapa bulan bentuknya berubah-ubah?” jika dia kesulitan menjawab, Anda bisa mengatakan, “adik bisa tanya jawabannya di buku ini lho? Selain itu di buku ini juga banyak hal yang menarik lho dik. Misalnya kenapa kupu-kupu suka hinggap pada bunga.”

Sekolah ini juga bisa Anda terapkan jika ada teman bermain si kecil supaya suasana lebih ramai dan ceria, sekaligus “menularkan” hobi baca pada temannya dan agar si keciltidak merasa sendirian.

Berikan motivasi
Semakin dini Anda mengajari anak untuk membaca, maka semakin kuat pola keinginannya untuk tetap mempertahankan hobi bacanya serta semakin bagus karena otak si kecil bisa langsung terserap karena belum terisi pikiran lain misalnya kedekatan dengan lawan jenis. Anda bisa bertanya cita-cita si kecil dan memberikan motivasi agar meraihnya melalui membaca.

Berikan reward
Pemberian reward berupa pujian atau suatu benda juga baik selama Anda pintar mengelolanya. Sifat hadiah tidak berlebihan dan pastikan tidak secara terus menerus untuk mennghindari efek ketagihan dan ketergantungan anak.

Anak yang cerdas memiliki indikasi orang tua yang cerdas pula. Cerdas hal ini bukan berarti secara genetis saja melainkan kemampuan orangtua untuk membuat anaknya nyaman dan termotivasi untuk belajar dan membaca. Walaupun buku merupakan gudang ilmu, ada baiknya Anda tetap mengawasi buku maupun berbagai situs atau hal-hal yang ia baca. Anak harus cerdas baik otaknya maupun perilakunya. Cerdas dengan perangai tidak baik sama saja menjerumuskan anak Anda ke dalam “kemunduran”.(fdh)
Diambil dari http://www.landscappist.com

Pin It on Pinterest

X