Tip Ibadah Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
456
archive,category,category-tip-ibadah,category-456,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Kiat agar Khusyuk dalam Shalat (2)

5. Tumakninah (tenang) dan tidak terburu-buru.

“Dan apabila kamu sudah tenang, maka dirikanlah shalat…” (QS An-Nisa [4]:103)

Ayat di atas jelas mengisyaratkan bahwa ketenangan merupakan faktor penting dalam shalat. Sehingga, “keharusan” shalat bagi seorang mukmin di saat-saat berperang dengan orang-orang kafir, dilakukan tatkala ia sudah kembali tenang. Hal ini juga jelas dipahami dari hadits, bahwa Nabi memerintahkan orang mengulangi shalatnya dengan bersabda,

“…dan rukuklah sehingga kamu tumakninah dalam rukuk itu, lalu tegaklah berdiri sampai kamu tumakninah dalam berdiri… dan seterusnya.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)

6. Semangat dalam shalat.

Semangat dalam shalat adalah keharusan bagi setiap Muslim. Karena, tatkala shalat dengan seenaknya, malas dan tidak bersemangat; jelas tidak akan mencapai khusyuk.
Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah pernah memasuki mesjid. Tiba-tiba beliau melihat ada tali yang direntangkan antara dua tiang mesjid tersebut. Beliau bertanya, “Untuk apa tali ini?”
Para sahabat menjawab, “Itu punyanya Zainab. Kalau dia lagi lemas waktu shalat, tali itu dijadikan tempat berpegangan.”
Maka, beliau bersabda, “Lepaskan tali itu. Setiap kamu itu hendaknya shalat dengan bersemangat. Kalau dia memang merasa capek, istirahatlah dulu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah juga pernah bersabda, “Apabila salah seorang di antara kamu mengantuk, sedangkan ia tengah melalukan shalat; hendaknya ia tidur terlebih dahulu sehingga hilang rasa kantuknya. Karena, kalau ia shalat terus, jangan-jangan ia ingin beristighfar malah mencaci dirinya sendiri.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, dan Malik)

Berkenaan dengan hal itu, Imam An-Nawawi pernah menyatakan bahwa hadits tersebut mengandung anjuran agar seorang hamba itu shalat dengan konsentrasi, khusyuk, terfokus pikirannya kepada Allah, dan dengan semangat. Hadits tersebut juga menyuruh orang yang mengantuk selagi shalat itu untuk tidur dulu, atau melakukan hal lain yang dapat menghilangkan rasa kantuknya.” (Lihat Syarhu An-Nawawi VI/74)

7. Memilih tempat shalat yang sesuai.

Memilih tempat yang memenuhi syarat sehingga membuat shalat kita menjadi khusyuk. Tempat tadi paling tidak harus memenuhi beberapa kriteria berikut.
a) Tenang dan jauh dari keributan yang ditimbulkan (mungkin) oleh penuh sesaknya orang-orang yang shalat, sehingga membikin suara yang mengganggu.
b) Tempat yang disenangi para malaikat. Menghindari hal-hal atau sesuatu yang menghalangi malaikat pembawa rahmat dan berkah untuk memasuki tempat kita menunaikan shalat. Misalnya, lukisan benda bernyawa atau anjing. Karena Nabi bersabda, “Para malaikat tidak akan memasuki satu rumah yang di dalamnya ada lukisan benda bernyawa atau anjing.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

8. Menghindari sesuatu yang mengganggu shalat.

Makruh shalat pada saat makanan sudah dihidangkan; atau shalat ketika menahan buang air kecil atau besar. Nabi bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kamu shalat, kala makanan dihidangkan atau kala menahan buang air.” (HR Muslim: 560, Ibnu Hibban: 195 dan Al-Baghwi dalam “Syarhu As-Sunah”: 801)

Diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim: 558, bahwasanya Ibnu Umar pernah dihidangkan makanan; saat itu adzan berkumandang, namun beliau terus saja makan sampai selesai. Padahal, beliau sudah mendengar suara bacaan imam.

Shalat di bawah terik matahari pun dianggap oleh sebagian ulama hukumnya makruh. Dalam hal ini Rasulullah pernah bersabda, “Apabila matahari bersinar terik panas sekali, tundalah waktu shalat hingga cuaca dingin. Karena, sesungguhnya panas yang terik itu berasal dari uap neraka Jahanam.”

Selain itu, yang merusak kekhusyukan shalat adalah memandang (ketika shalat) sesuatu yang merusak
konsentrasi. Dari Anas diceritakan, bahwa Aisyah memiliki kain gorden berhias yang menutupi sebagian tembok rumahnya. Maka Rasulullah bersabda, “Singkirkan gorden itu. Sesungguhnya gambar-gambarnya terus terbayang dalam diriku di waktu shalat.” (HR Bukhari: 374 dan Ahmad: III/151 –
283)

Imam Ash-Shan’ani berkomentar, “Sesungguhnya hadits itu mengandung larangan terhadap segala hal yang dapat mengganggu shalat. Baik itu ukiran-ukiran, hiasan-hiasan dan lain-lain.”

Bersambung ke Kiat agar Khusyuk dalam Shalat (3)

Kiat agar Khusyuk dalam Shalat (1)

Ada beberapa kiat khusyuk dalam shalat yang sering disinggung oleh para ulama dalam kitab-kitabnya. Di antaranya:

1. Ikhlas dalam Melaksanakannya
Keikhlasan adalah ruh amal. Allah berfirman, “Yang menjadikan hidup dan mati, agar Dia menguji kamu; siapakah di antara kamu sekalian yang terbaik amalannya.” (QS Al-Mulk [67]: 2)

READ MORE

Tips Pergi ke Masjidil Haram

1.Gunakan tas transparan agar pemeriksaan di masjid berjalan lancar dan mudah. Pilih tas dengan tali agak panjang agar bisa  dilingkarkan di pundak saat melakukan thawaf dan sa’i;

2.Lengkapi tas Anda dengan barang-barang berikut.
a.Sajadah yang tidak terlalu lebar dan mudah dilipat;
b.Al-Qur’an kecil atau buku doa-doa;
c.Kantung plastik untuk sandal;
d.Botol plastik untuk mendapatkan air zam-zam sebelum kembali ke penginapan;
e.Sunglasses atau kacamata hitam;
f.Uang secukupnya untuk sedekah.

3. Jangan terlalu banyak membawa barang karena akan memperlama proses pemeriksaan oleh petugas;

4. Jangan membawa barang belanjaan ke dalam masjid, sebab petugas akan meminta Anda meninggalkannya di luar;

5.Jangan membawa handphone, apalagi yang dilengkapi kamera.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Menunda Haid Saat Menjalankan Haji dan Umrah

1. Ketahui siklus haid Anda untuk mengetahui kapan Anda datang bulan saat di Tanah Suci kelak;
2.Konsultasi dengan dokter terdekat, seperti dokter Puskesmas atau dokter praktik swasta;
3.Sampaikan siklus haid Anda kepada dokter, jadwal keberangkatan ke Tanah Suci, dan keinginan Anda agar masa haid tidak bersamaan dengan saat berada di Mekah. Obat penunda haid bisa didapatkan dengan catatan mendapat persetujuan dari tenaga medis.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Menggunakan Saluran Telepon Internasional Saat Berada di Tanah Suci

Alat komunikasi seperti handphone sangat membantu kelancaran komunikasi dengan keluarga di Tanah Air. Namun demikian, tidak jarang sambungan gagal dilakukan. Berikut ini adalah tips berkomunikasi dengan keluarga di Tanah Air.

1.Ubah nomor handphone atau telepon orang yang akan Anda hubungi. Setiap negara memiliki kode telepon masing-masing. Kode telepon Indonesia adalah +62 atau 0062. Sedangkan kode Saudi Arabia adalah +966 atau 0096. Misalnya, nomor handphone keluarga Anda di Indonesia adalah 087 8384 xxxx. Maka, untuk menghubunginya, Anda harus mengubahnya menjadi +6287 8384 xxxx. Jika nomor handphone Anda 088 987 xxxx dan keluarga Anda di Tanah Air ingin menghubungi Anda, mereka harus mengubah nomor Anda menjadi +96688 987 xxxx;

2. International roaming mencapai Rp. 30.000,00/permenit. Jika Anda menerima telepon dari Indonesia, permenitnya mencapai Rp. 30.000,00. Karena itu, berhematlah!;

3. Jika ingin berkomunikasi menggunakan handphone, gunakan kartu telepon (Sim Card) dari salah satu operator seluler di Saudi Arabia, seperti Al-Jawwal (SAWA), Zein dan Mobile. Di Mekah atau Madinah, banyak orang yang menjual kartu perdana. Sim Card Indonesia Anda hanya bisa dipakai hingga di embarkasi saja. Sesampai di Tanah Suci, belilah kartu telepon (Sim Card) Saudi Arabia di Mekah atau Madinah. Biaya telepon menggunakan kartu telepon Saudi Arabia lebih murah dibandingkan jika kita memakai kartu telepon Indonesia. Menelepon dalam durasi 5 menit hanya memakan biaya sekitar 12-13 Riyal. Untuk sekali SMS ke nomor di Indonesia biayanya juga murah, sekitar 0,6 halalah atau sekitar Rp. 1.300,00 per SMS. Jika kita memakai nomor Indonesia, satu kali SMS ke nomor Indonesia bisa menelan biaya hingga Rp. 3.000,00.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Kesehatan Saat Berada di Tanah Suci

1. Perbanyaklah olahraga, terutama berlari. Dengan berlari, otot-otot kaki tidak akan mudah letih. Otot kaki yang sehat sangat  membantu pelaksanaan haji dan umrah, sebab kegiatan ibadah tersebut membutuhkan kondisi otot kaki yang fit;
2. Kurangi aktifitas yang tidak penting untuk menghemat tenaga;
3. Atur pola makan yang sehat dan bergizi! Minum susu atau minuman bervitamin lainnya;
4. Istirahat secukupnya, jangan sampai kondisi tubuh Anda tidak prima;
5.    Siapkan obat-obatan yang biasa diperlukan saat berada di Tanah Air, seperti:
a.    Antibiotik: amoxicillin 500 mg, ciprofloxacin, cefadroxil, dan primadex;
b.    Penurun panas: paracetamol, sanmol;
c.    Anti nyeri: antalgin, asam mefenamat, ponstan, mefinal, dan panadol;
d.    Anti muntah: antimo, primperan;
e.    Anti alergi: dextamin, CTM, atau dexamethasone;
f.    Obat kolesterol: simvastatin;
g.    Obat asam urat: allopurinol;
h.    Tetes mata: visine, cendoxitrol, erlamycetine, sagestam, dan alletrol;
i.    Obat gosok: minyak kayu putih, geliga, rheumason, counterpain, dan lain-lain;
j.    Obat luka luar: betadine.
6.    Bawalah obat-obatan khusus yang biasa Anda perlukan, terutama obat-obatan yang tidak disediakan oleh petugas kesehatan baik dari Kloter (jika ONH reguler) maupun ONH Plus.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Berbusana Saat Berada di Tanah Suci

Sejumlah saran yang penting untuk diperhatikan oleh jamaah wanita adalah:

1.Mengenakan baju ihram yang menutup aurat, tidak ketat, dan tidak transparan;
2.Memakai kaus kaki yang tidak transparan;
3.Menggunakan manset tangan untuk membantu tertutupnya aurat;
4.Jika haji atau umrah bertepatan dengan musin dingin, sebaiknya gunakan busana dalam yang ketat berupa kaus lengan panjang dan celana panjang untuk menangkal udara dingin;
5.Gunakan panty liner (lampin wanita) untuk memudahkan Anda jika terkena najis;
6.Saat berada di dalam lift, baik di apartemen atau mall, usahakan berombongan.
7.Jangan mudah tergoda jika ada orang Arab memuji atau merayu! Hati-hati dengan orang yang tak dikenal.
8.Jangan membawa perhiasan atau uang yang terlalu banyak saat pergi ke Masjidil Haram.
9.Jangan berdandan terlalu menor. Sebab, hal tersebut bisa mengundang kejahatan.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Belanja Cerdas Saat Berada di Tanah Suci

1.    Catat barang-barang yang ingin Anda beli sejak masih di Tanah Air;
2.    Tukarkan uang rupiah Anda dengan riyal Saudi Arabia di Indonesia. Tapi, jika uang Anda dolar Amerika sebaiknya ditukar di Tanah Suci saja. Perbedaan nilai tukar uang bisa membantu Anda untuk menghemat;
3.    Teliti kembali daftar belanja Anda setelah melakukan survey di Tanah Suci;
4.    Atur jadwal belanja dengan baik agar tidak bertabrakan dengan jadwal kegiatan haji atau umrah;
5.    Pada bulan-bulan haji, barang-barang biasanya cukup mahal. Lakukan tawar-menawar. Apabila pedagang mengatakan ‘kalam akhir’, itu bukan berarti harga sudah tidak bisa ditawar. Terus lakukan penawaran agar Anda mendapatkan harga yang murah! Harga yang ditawarkan para pedagang bisa turun hingga sepertiganya;
6.    Harga barang di Madinah lebih mahal dibandingkan di Mekah. Tapi, untuk buah kurma, harga di Madinah lebih murah dan kualitasnya lebih bagus ketimbang di Mekah;
7.    Pedagang Arab menganggap orang Indonesia suka berbelanja tanpa banyak pertimbangan. Karena itu, harga yang ditawarkan kepada orang Indonesia kadang lebih mahal. Jadi, berhati-hatilah!;
8.    Berbelanjalah secara bergerombol untuk meminta pertimbangan harga dari teman-teman Anda;
9.    Oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman sebenarnya dapat dibeli di Tanah Air, seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Belanja oleh-oleh di Tanah Air jauh lebih hemat;
10.    Belilah barang sesuai kebutuhan. Belanja secara berlebihan dilarang oleh agama. Selain itu, kapasitas barang bawaan Anda juga dibatasi hanya sampai 40 kg;
11.    Untuk barang yang harganya mencapai ratusan riyal, tawarlah hingga 50% di bawahnya. Misalnya, jika harga suatu barang 200 riyal, tawarlah 100 atau 90 riyal. Jika harganya hanya puluhan riyal, para pedagang umumnya hanya mengambil untung sedikit;
12.    Barang-barang merek terkenal yang ditawarkan di jalan-jalan dan dibanderol dengan harga murah bisa dipastikan palsu. Misalnya, jam tangan Rado, Rolex, atau semacamnya.
*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Aman Thawaf dan Mencium Hajar Aswad

Tips Aman Thawaf
1. Jangan sampai terpisah dari rombongan atau pasangan Anda. Jika Anda perempuan, sebaiknya Anda tidak thawaf sendirian;
2. Ikuti arus putaran thawaf, jangan menyeberang karena ingin mendekati Kakbah;
3. Simpan uang dalam kantung yang menempel di badan kita. Usahakan tidak membawa uang dalam jumlah banyak saat thawaf.
Tips Mencium Hajar Aswad
1. Ikuti putaran thawaf dan usahakan setiap putaran Anda semakin mendekati Kakbah;
2. Saat dini hari, jamaah biasanya tidak terlalu banyak. Kesempatan untuk bisa mencium Hajar Aswad pun semakin besar;
3. Tidak usah membayar calo untuk bisa mencium Hajar Aswad, karena hal itu bisa mendatangkan lebih banyak mudarat.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Aman Naik Taksi Saat Berada di Tanah Suci

1.    Pastikan sopir taksi mengerti tempat yang akan Anda tuju. Sebab, sopir kendaraan umum di Tanah Suci berasal dari berbagai bangsa seperti Pakistan, Bangladesh, India dan Birma;
2.    Sepakati dulu ongkosnya. Sekalipun di sana taksi menggunakan argometer, sopir taksi lebih suka sistem borongan;
3.    Untuk taksi tujuan Masjidil Haram, para sopir taksi biasanya menggunakan sistem ‘ramai-ramai’. Maksudnya, satu taksi diisi penumpang banyak dan tidak saling mengenal. Biasanya, sopir taksi meminta ongkos satu atau dua riyal saja;
4.    Pangkalan taksi di Mekah berada sekitar 50 meter dari Masjidil Haram pintu Babul Fahad;
5.    Jika Anda adalah jamaah wanita dan ingin menggunakan taksi, pastikan Anda bepergian bersama mahram. Sebab, di tengah jalan terkadang sopir juga memuat penumpang laki-laki dan duduk bergabung dengan Anda.
6.    Jika Anda bepergian bersama perempuan, misalnya istri atau saudara, dengan menumpang taksi, Anda harus masuk ke dalam taksi lebih dahulu dan keluar belakangan. Sebab, tidak sedikit kasus ketika laki-laki keluar lebih dulu, mahram perempuannya dibawa kabur oleh sopir taksi yang nakal;
7.    Jika Anda ingin berbelanja, bawalah selalu tanda pengenal dan kartu hotel yang Anda tempati. Jika tersesat, Anda dapat menanyakan lokasi tempat tinggal Anda;
8.    Jangan membeli makanan yang kurang cocok dengan perut Anda, terutama mendekati Hari Arafah.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Pin It on Pinterest

X