Wawasan Islam Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
519
archive,category,category-wawasan-islam,category-519,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
senyuman menguatkanmu

Mengapa Senyuman Membuat Hari Kita Semakin Indah?

Dengan senyuman, semua akan terasa lebih indah.

Hari-hari mungkin akan kita jalani dengan susah payah. Masalah menyapa tak kenal henti, silih berganti mengisi hidup ini. Datangnya pun tak pernah bisa kita duga. Adakalanya saat kita sedang berada di puncak bahagia, adakalanya saat kita sibuk menyelesaikan masalah yang lebih dahulu tiba.

Saat kita sibuk dengan satu urusan, kadang ada hal lain yang mendesak untuk diselesaikan. Ada saja masalah-masalah baru, yang datang tanpa pernah mengenal waktu.

Namun, saat mendapat masalah, senyuman harusnya tetap menghiasi wajah kita. Kenapa? Beratnya masalah yang kita hadapi perlahan akan menuntun kita pada indahnya hikmah ilahi. Coba bayangkan, kalau kita tak dapat masalah, bagaimana bisa kita merasakan pertolongan-Nya?

Tersenyumlah, Tak Usah Mengeluh

Banyak orang yang masalahnya lebih berat dari kita. Banyak juga orang yang lebih sibuk dari kita.

Kalau mereka bisa tersenyum saat menjalaninya, kenapa kita tidak?

Mulai hari ini, tersenyumlah. Senyum kita memang tak menyelesaikan masalah, tapi bisa menjadi isyarat bahwa setelah ini akan ada hadiah dari-Nya.

Tersenyum tak perlu menunggu punya harta melimpah. Tak perlu juga menunggu bahagia. Asal sedang berjumpa dengan orang lain, senyuman pantas menghiasi wajah kita.

Bahagia itu bisa kita sederhanakan, salah satunya adalah dengan menebar senyuman. Perlu diingat juga, kita mesti berbuat baik walau terlihat sederhana. Sebab, kita tak tahu amal mana yang memudahkan kita menuju surga-Nya.

Senyuman Pun Bisa Bernilai Ibadah

Kalau kita ikhlas melakukannya, senyum itu akan Allah lipat gandakan pahalanya.

Jadi, tak perlu ada yang dirisaukan.

Walau menjumpai masalah, kita harus tetap punya senyum yang dapat meringankannya. Bukan untuk diri kita saja, tapi orang lain pun akan ikut merasakan bahagianya.

Mari kita rawat cinta dan persaudaraan dengan orang lain. Saat berjumpa kita memberi senyum, saat sedang berjauhan kita saling mendoakan.

Semoga upaya untuk bahagia ini Allah ganjar pahala. Semoga senyum memudahkan jalan bagi kita untuk menjadi penghuni surga-Nya. Aamiin …

salat tahajud amal utama

Tahajud: Ibadah Utama dan Keajaiban Besar di Baliknya

Salat Tahajud adalah ibadah orang-orang pilihan.

Tak semua orang dapat melakukannya, karena memang butuh pengorbanan untuk menjalankannya. Selain mengorbankan waktu istirahat, salat tahajud juga harus dijalankan dengan komitmen agar bisa rutin dan istiqamah.

Salat Tahajud bukan hanya memiliki keutamaan dalam hal ibadah, tapi juga mempunyai keutamaan untuk kesehatan tubuh kita. Berikut keutamaan-keutamaan salat tahajud yang perlu kita tahu.

1. Ibadah pada waktu yang mustajabah untuk berdoa

Selain setelah salat, waktu ashar di hari Jumat, dan waktu mustajab lainnya, sepertiga malam yang terakhir juga menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa. Karena dalam keheningan malam, kita akan lebih mudah untuk khusyu dalam berdoa.

Imam Syafii pernah berkata, “Doa saat tahajud laksana anak panah yang selalu tepat sasaran”. Allah memang menjamin sepertiga malam yang terakhir sebagai waktu yang paling tepat untuk memunajatkan doa dan meminta apa pun yang kita impikan.

2. Allah mengangkat derajat orang yang mengerjakannya

Salat Tahajud tak mudah dilakukan, karena diri kita tak selalu mampu melawan hawa nafsu untuk bisa melakukannya. Sebab itu, Allah menjanjikan derajat yang tinggi untuk mereka yang bisa melaksanakannya, sebagaimana firman-Nya:

“Dan pada sebagian malam hari salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra: 79)

3. Salat paling utama setelah salat fardhu

Tahajud merupakan salat yang paling utama setelah salat fardhu yang lima. Inilah yang menjadikan salat sunah tahajud menjadi yang paling mulia di banding sunah-sunah yang lain. Sebagaimana sabda Nabi saw:

“Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baik salat setelah salat yang fardhu adalah salat malam.” (HR. Muslim)

4. Gerakan Salat tahajud dapat memperlancar sirkulasi darah

Selain mempunyai nilai pahala yang tinggi, tahajud juga bermanfaat bagi tubuh kita. Tahajud di lakukan pada sepertiga malam yang terakhir. Pada waktu tersebut, udara di sekitar sangat segar dan bebas polusi. Pada saat itu juga, tubuh mempunyai kesempatan untuk menggerak-gerakkan seluruh otot. Tiap gerakan salat melibatkan banyak otot dan sendi yang bergerak. Banyaknya gerakan ini membuat sirkulasi darah semakin lancar.

5. Salat Tahajud Meningkatkan kekebalan tubuh

Rutin melaksanakan salat tahajud juga bermanfaat untuk sistem imun tubuh kita. Selain karena sirkulasi darah lancar, basuhan air wudhu sebelum tahajud juga memberi kesegaran tubuh yang sangat baik. Saat tahajud juga tubuh kita dibiasakan untuk menerima udara segar di sepertiga malam yang terakhir, yang akan membuat pori-pori kulit menjadi lebih terjaga dan tetap lembab.

Tahajud juga membuat kita terhindar dari infeksi pernafasan. Karena udara pada saat itu merupakan udara yang segar dan bebas dari polusi yang diakibatkan oleh kendaraan ataupun pabrik-pabrik. Membasuh hidung saat berwudhu juga membuat kesehatan aliran pernafasan menjadi lebih terawat dari bakteri yang dibawa oleh udara saat kita menghirupnya.

Syukur dan Janji Allah untuk Melipatgandakan Anugerah

Syukur membuat seseorang tampak lebih bahagia dibandingkan orang lain yang mungkin lebih baik keadaannya.

Pernah tidak berpikir, kenapa orang lain bisa bahagia melebihi kita, padahal karunia Allah pada kita dan mereka tak jauh berbeda?

Syukur adalah jawabannya. Syukur merupakan pembeda antara kebahagiaan orang lain dan kebahagiaan kita.

Dengan syukur, kita bisa menghargai pemberian Allah. Walau hati kita sulit menerimanya, tapi ucapan “Alhamdulillah” akan membuat keadaan kita lebih baik dibanding mengeluhkan karunia-Nya.

Syukur Melipatgandakan Anugerah-Nya

Rasa syukur tak hanya membuat hidup kita indah dan baik-baik saja, tapi juga bisa membuat rezeki kita bertambah.

Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S Ibrahim: 7)

Allah akan menambah rezeki dan anugerah lain yang dikehendaki-Nya pada orang yang bersyukur. Dia mencintai orang-orang yang ikhlas menerima pemberian-Nya. Allah tak mungkin mencintai seseorang kecuali Dia pasti menambahkan rasa bahagia di hatinya.

Syukur akan terus mengundang rezeki. Orang yang bersyukur tahu bagaimana cara berterima kasih pada Sang Pencipta. Ia tak akan mengeluh hanya karena yang didapatnya tak sesuai harapan, ia justru memanjatkan syukur agar rezekinya Allah lipat gandakan.

Syukuri, Banyak Orang yang Tak Seberuntung Kita

Bersyukurlah, niscaya hidup yang kita anggap sulit ini akan terasa indah. Jika tentang harta, kita dianjurkan untuk melihat mereka yang kekurangan. Bukan agar kita sombong, tapi supaya kita tahu bahwa Allah telah mencukupi kebutuhan dan keinginan kita.

Tak perlu mengeluh pada keadaan. Hidup ini berotasi. Kadang di atas dan kadang di bawah. Jika kita sedang mengalami pahitnya berada di bawah, teruslah berusaha dan jangan putus asa. Namun jika kita sedang di atas, teruslah melihat ke bawah agar kita tahu Allah selalu ada.

Bersyukurlah dari hal-hal yang sederhana. Jika kita belum mendapat rezeki, syukurilah nikmat sehat yang kita miliki. Jika kita sedang sakit, bersyukurlah karena dosa-dosa kita sedang Allah ampuni.

Teruslah bersyukur dan berbaik sangka, niscaya kita akan bahagia setelah melakukannya.

rezeki kita harus dijemput

Ingin Rezeki Melimpah dan Berkah? Ini Dia Kuncinya

Rezeki melimpah dan berkah adalah dambaan semua orang, tapi tak banyak yang tahu cara mendapatkannya.

Tiap kita pasti ingin dilancarkan rezekinya. Rezeki merupakan anugerah indah yang Allah pasti beri kepada tiap hamba-Nya. Tak ada sesuatu pun yang masih hidup dan menempati bumi ini, kecuali rezekinya sudah Allah jamin.

Rezeki Lancar Berkat Salat Duha

Selain berikhtiar, ada kiat-kiat supaya rezeki kita lebih dilancarkan. Yang tak bisa diragukan lagi, salat duha adalah salah satunya.

Salah satu keutamaan sholat dhuha adalah sebagai sedekah anggota badan.

Rasulullah saw bersabda “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Pagi adalah suatu waktu yang Allah berkahi. Di saat itulah manusia bertebaran untuk mencari karunia-Nya, serta Dia pun menebarkan rezeki pada pagi hari. Waktu pagi juga waktu yang utama. Sebab Allah menyuruh kita untuk terus berzikir pada-Nya, terlebih di waktu pagi dan petang.

Dalam hadis qudsi, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Rezeki Penting, Dekat dengan Allah Lebih Penting

Keutamaan terbesar salat duha adalah dibukakannya pintu rezeki bagi siapa saja yang melaksanakannya. Bukan hanya rezeki yang Allah mudahkan sebenarnya, salat duha pun bisa menjadi perantara kedekatan kita dengan Allah.

Orang yang salat duha pasti berkorban. Ia mengorbankan waktu sibuknya untuk bertemu dengan Allah. Salat dan menghadap-Nya dengan ikhlas, walau ia bisa saja menggunakan waktu tersebut untuk lebih banyak mencari rezeki-Nya.

Siapa pun yang dekat dengan Allah pasti Dia beri sesuatu yang spesial dalam hidupnya. Jangankan hanya untuk memberi rezeki, Allah bahkan melipatgandakan anugerah untuknya dari hari ke hari.

Namun yang perlu diperhatikan, salat duha juga harus diiringi dengan keikhlasan dan mengharap ridha Allah. Sehabis duha juga lebih baik kita luangkan waktu untuk berdoa terlebih dulu. Insya Allah dengan duha dan doa, rezeki kita akan terus ditambah oleh-Nya.

Filosofi Ujian: Allah Ingin Kita Dekat dengan-Nya

Cobaan bisa datang kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun.

Kalau kita merasa hidup ini sulit, bersabarlah. Memang tak mudah, tapi sejatinya ini hanya jalan menuju kebahagiaan yang telah Allah rencanakan.

Jika kita ditolak dalam lamaran kerja, rasa kecewa sangat wajar kita rasakan. Tapi tetaplah berusaha dan berdoa, Allah akan membuka jalan yang baru bagi kita.

Jika akhirnya kita tak masuk universitas yang kita impikan, bersabarlah. Ada tahun-tahun berikutnya. Atau mungkin yang terbaik untuk kita memang bukan di sana. Sekali lagi, Allah akan membuka jalan baru yang lebih istimewa.

Cobaan Akan Mendewasakan Kita

Percayalah, kecewa yang kita alami akan membuat kita lebih dewasa. Masalah yang kita hadapi hari ini tidaklah seberapa dibanding dengan yang akan kita dapatkan di hari nanti. Allah ingin kita belajar dari masalah-masalah kecil agar ketika dihadapkan pada yang besar kita tak terlalu terkejut.

Saat kita menganggap beban masalah terlalu berat, yakinlah akan ada yang Allah ringankan. Mungkin bukan di dunia, bisa saja masalah tersebut merupakan tebusan untuk meringankan timbangan dosa kita di akhirat sana.

Tugas kita hanya merencanakan mau ke mana dan dengan cara apa. Setelah kita berusaha mewujudkannya, serahkan semuanya pada Allah. Sebab tak ada usaha yang sia-sia, serta tak pernah ada doa yang tak didengarkan-Nya.

Banyak Jalan untuk Bahagia

Kadang, ada keajaiban-keajaiban yang tak pernah kita pinta. Hingga kita menganggap kita merupakan orang yang beruntung. Padahal, itulah cara Allah menebus luka kita di masa lalu. Masa di mana kita ikhlas dan bersabar saat menanggung rasa pilu.

Tak hanya ada satu jalan untuk mencapai kebahagiaan. Allah punya jalan lain, jalan yang tak pernah kita anggap bisa melewatinya. Tapi, bagi Allah tak ada yang mustahil. Kekuasaan-Nya memang tak pernah bisa dicapai oleh akal manusia.

Masalah yang sedang kita alami saat ini, yang kecil maupun besar, semuanya akan mengantarkan kita menuju hikmah-Nya yang belum kita ketahui. Hikmah yang membahagiakan tiap kita yang menerimanya, juga hikmah yang membuat kita lupa pada perihnya masalah yang pernah ada.

iri adalah perbuatan rendah

Tentang Pertanyaan “Mengapa Kita Selalu Merasa Kurang?”

Iri bisa menjangkiti siapa pun, terutama mereka yang merasa kebal darinya.

Sering kita hanya fokus menatap dan menakar karunia yang Allah berikan pada orang lain, namun tak punya waktu untuk mensyukuri apa yang kita miliki.

Ungkapan “rumput tetangga lebih hijau” kadang masih berlaku bagi kita. Benar, bagi hati yang jarang mensyukuri nikmat Allah, istilah itu adalah hal yang sangat wajar dan bahkan dapat diterima oleh akal.

Teman kita beli handphone baru, kita iri dan menginginkannya. Tetangga punya mobil baru, kita mengeluh karena Allah tidak memberikannya pada kita. Begitulah jika mata hanya untuk melihat bahagia orang lain, tak ada ruang di hati kita untuk bahagia.

Padahal, sebelum teman atau tetangga kita punya sesuatu yang baru, hidup kita nyaman-nyaman saja. Handphone kita yang tadinya tak ada masalah, tiba-tiba menjadi sesuatu yang paling usang ketika melihat handphone teman lebih bagus dari yang kita punya.

Di sisi lain, ada orang yang hidup seadanya. Bahkan untuk sekadar mendapatkan makanan di hari esok saja mereka tak yakin. Tapi, banyak dari mereka yang bersyukur walau hanya bisa makan untuk hari ini.

Anehnya, kita justru yang melupakan nikmat Allah yang tak terhingga jumlahnya. Jangankan perihal  materi, Allah padahal sudah memberi kita nikmat sehat yang tiada henti. Nikmat yang paling jarang kita syukuri, nikmat yang paling sering kita lupakan.

Tak salah kalau iri disebut penyakit yang sulit diobati. Sebab, ia bukan hanya menutup mata dari karunia Allah tapi juga menutup hati untuk mensyukurinya.

Dalam hidup ini, sejatinya untuk memperoleh bahagia itu sederhana. Terlebih soal harta, kita dianjurkan untuk melihat yang kekurangan. Selain untuk menambah syukur, itu juga membuat hati kita tergerak membantunya.

Jadi, bahagia itu seutuhnya kita yang memutuskan. Tak perlu melihat banyaknya nikmat orang lain, jika yang ada pada kita malah sering dilupakan.

Bersyukurlah.

Bahagia bukan terletak pada banyaknya harta, tapi pada hati yang selalu siap untuk mensyukurinya.

sedekah memperlancar rezeki

Sedekah: Agar Rezeki Lancar, Melimpah, dan Berkah

Sedekah akan membuka pintu rahmat-Nya, dan mengalirkan keberkahan yang tak berkesudahan pada hidup kita.

Sejatinya, harta yang betul-betul milik kita adalah harta yang kita berikan pada orang lain, bukan yang sekarang ada di tangan kita. Apa yang ada di tangan kita suatu saat akan kita tinggalkan, tapi apa yang kita berikan pada orang lain akan berbuah pahala dan menolong kita di hari kiamat nanti.

Sedekah Bukan Sembarang Ibadah

Sedekah adalah ibadah mulia yang harus kita biasakan mulai detik ini. Ibadah utama ini tak selalu berhubungan dengan harta tapi juga melakukan hal-hal baik yang bisa bermanfaat dan meringankan masalah sesama.

Menyingkirkan duri di jalan juga sedekah. Senyum kita pada orang lain juga sedekah.

Rasulullah bersabda, “Infaqkanlah hartamu! Janganlah menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak maka Allah akan menghilangkan barakah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari no. 1433 dan Muslim no. 1029)

Berbagi tak akan mengurangi harta yang kita miliki. Sebaliknya, ia akan menambah rezeki kita, menambah pahala kita, juga menambah rasa kedermawanan kita pada orang lain.

Al-Quran membuat perumpamaan bagi sedekah sebagai “sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir”. Hal ini karena begitu banyaknya pahala yang diterima oleh orang yang bersedekah. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Jangan ragu berbagi apa yang kita miliki dengan orang lain, sebab itu adalah benih pahala yang kita tanam di ladang surga. Biasakan berbagi dengan rutin, walau jumlahnya sedikit. Karena Allah lebih menyukai amalan ringan tapi terus dilakukan, dibanding amalan besar tapi dilakukan sesekali saja.

TGB

Pin It on Pinterest