Jodoh dari Surga - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24202
post-template-default,single,single-post,postid-24202,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Jodoh dari Surga

Siapa bilang zaman Siti Nurbaya sudah lewat. Ternyata masih ada saja orang tua yang keukeuh menjodohkan anak-anaknya. Lihatlah nasib Nia. Betapa jengkel saat orang tuanya menjodohkan dengan Rissetyo, seorang eksekutif muda, pintar, kaya, dan jauh berbeda usianya.

Siapa bilang zaman Siti Nurbaya sudah lewat. Ternyata masih ada saja orang tua yang keukeuh menjodohkan anak-anaknya. Lihatlah nasib Nia. Betapa jengkel saat orang tuanya menjodohkan dengan Rissetyo, seorang eksekutif muda, pintar, kaya, dan jauh berbeda usianya.

Alasan kematangan usia dan kedekatan kedua orangnya, menjadikan Nia harus belajar ikhlas dijodohkan dengan Rissetyo yang berusia 40 tahun. Tentu tak mudah beradaptasi dengan orang yang sama sekali tak ia kenal sebelumnya. Yang sudah kenal lama saja susah diprediksi karakternya. Hati Nia penuh protes.

Mungkin kami memang hanya sepasang orang asing yang dipaksa kawin dan tinggal serumah. Betapa mengerikan kehidupan perkawinan saya. Tanpa sadar saya mengeluh panjang…Pernahkah kalian membayangkan situasi yang saya alami saat ini? Saya punya seorang suami yang telah saya coba belajar mencintainya tapi kenyataannya dia yang tidak bisa mencintai saya. Di sisi lain ada seseorang yang bukan milik saya dan telah dimiliki oleh perempuan lain datang, ia menawarkan sebentuk cinta lama yang pernah begitu saya idamkan. Jika anda jadi saya, apa yang akan anda lakukan?
Demikian curhat Nia di halaman 42 dan 44.
 
Ada yang bilang kerasnya batu bisa terkikis oleh kesetiaan tetesan-tetesan air. Tak mudah untuk melunakkan hati Nia yang sekeras batu. Butuh proses panjang dan banyak peristiwa yang menghabiskan waktu, tenaga, dan emosi. Nia baru tersadar Rissetyo bertambah pucat dan kurus. Keduanya telah berusaha saling mencintai. Namun, kecurigaan akan hadirnya orang ketiga menimbulkan konflik kesalahpahaman diantara mereka.

Ifa Afianty, menulis novel Jodoh dari Surga dengan lancar. Banyak hal pelajaran hidup yang patut kita simak dalam novel ini. Misalnya, tentang belajar beradaptasi dengan pasangan kita dan yang utama bagaimana tetap berucap syukur menerima apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Karena Allah lebih tahu apa yang aku butuhkan, bukan sekadar yang kuinginkan. Maka Ia kirimkan lelaki itu untukku. Jodoh dari Surga merupakan sebuah novel yang diterbitkan Qultummedia. Akankah akhir bahagia menghampiri Nia? Atau justru kesedihan yang akan datang? Yang jelas, Ifa Afianti bercerita ringan, dan ketegangan-ketegangan cerita diuraikan dengan cair, lincah, dan lucu.

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X