Jodoh: Sampai Kapan Aku Harus Menunggu?
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
26098
post-template-default,single,single-post,postid-26098,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
JODOH: SAMPAI KAPAN AKU HARUS MENUNGGU?

Jodoh: Sampai Kapan Aku Harus Menunggu?

Cinta adalah rasa terindah yang Allah titipkan pada hati setiap insan. Cinta ibarat pohon, jika kita sabar merawatnya, pohon itu akan tumbuh besar dan kuat.

Tak perlu terburu-buru menfasirkan cinta, tak perlu juga berkejaran dengan waktu untuk merasakannya. Sebab, cinta bukan hanya tentang bagaimana perasaan itu muncul tapi juga bagaimana perasaan itu tetap utuh.

Di balik kata ‘cinta’ yang sangat sederhana itu terkandung makna yang dalam. Banyak orang yang terlena karenanya, banyak pula yang menghalalkan segala cara untuk dapat merasakannya. Tak jarang mereka menangis karena cinta, kecewa karena cinta, dan berharap karena cinta.

Tak dapat dipungkiri, pertanyaan-pertanyaan kecil mengenai cinta sering mengusik pikiran kita. Termasuk ini: ke manakah kita akan pergi selepas banyaknya rasa yang pernah singgah di hati kita? Akankah penantian panjang ini berlabuh pada seseorang yang tepat? Mungkinkah kita dipersatukan dengan seseorang yang telah lama kita rindukan kehadirannya?

Hanya Allah pemegang jawaban bagi segala gundah yang kita rasakan. Kita hanya perlu bersabar, berdoa, dan tentu saja terus berikhtiar.

Tetaplah berbaik sangka pada Allah, serahkanlah semuanya pada Allah. Percayalah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat. Sebab, seindah-indahnya rencana yang telah kita rancang, rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita jalankan.

Sebelum penantian ini berlabuh pada hati yang kita dambakan, kira-kira apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengisi kekosongan dan memantapkan pilihan? Yuk, kita ikuti tip-tip berikut.

  1. Perbaiki hati.

Pertama, yuk tanya lagi ke hati kita. Apa tujuan kita menikah? Kenapa kita ingin segera menikah? Apakah benar ingin menjaga kehormatan, atau hanya ikut-ikutan teman?

Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Maka, mari menata hati kita agar dapat melakukan segala sesuatu semata-mata demi beribadah kepada-Nya, termasuk menikah.

  1. Karena ia bisa berasal dari mana saja, jagalah akhlak kita di mana pun kita berada.

Kita tak pernah tahu, dari mana jodoh kita datang dan kapan Allah mempertemukan kita dengannya. Kita tentu tak mau calon pendamping berpikir ulang untuk mendekati kita, hanya karena akhlak kita yang kurang baik.

Jadi diri sendiri itu suatu keharusan, tapi bukan berarti kita boleh bersikap seenaknya dan semau sendiri. Maka dari itu, yuk perbaiki terus akhlak kita agar kelak yang menjadi pendamping kita adalah orang yang memiliki akhlak yang sama mulianya dengan kita.

  1. Teruslah memantaskan diri, karena jodoh kita juga sedang mempersiapkan dirinya.

Ingat janji Allah Ta’ala dalam firman-Nya, “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Yuk, selalu berusaha memantaskan diri, lebih sering datang ke majelis-majelis ilmu dan bergabung dengan komunitas-komunitas positif yang lainnya. Percayalah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengingkari janji-Nya.

  1. Bekali diri dengan ilmu, karena kelak keluarga kita adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita.

Menikah itu ibarat membangun bahtera yang siap berlayar di tengah lautan luas. Ketika berlayar, bahtera itu akan mengarungi samudera kehidupan yang mempunyai berbagai kemungkinan. Kadang ombaknya tenang, tapi kadang membahayakan.

Pertanyaan kita, apakah bahtera kita sudah siap menghadapi itu semua? Nahkoda kapal harus siap kapan pun rintangan menghadang. Begitu pula kita yang sedang menanti pasangan yang kita idam-idamkan. Persiapkan diri dengan baik, agar kita berhasil mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera rumah tangga.

  1. Jaga pikiran agar tetap positif.

Kita harus ingat bahwa Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya. Kalau hati kita berburuk sangka pada-Nya, bisa jadi Dia mengikuti prasangka kita itu. Jadi, jika jodoh tak kunjung datang, ubah pola pikir kita dan mulailah berpikir positif tentangnya.

Menanti jodoh itu banyak sisi positifnya. Kita bisa punya lebih banyak waktu untuk menambah ilmu agama, membahagiakan kedua orangtua, dan memperbaiki diri.

Nah, itulah beberapa tip yang dapat kita lakukan saat menanti jodoh idaman. Semoga kita semakin yakin bahwa ikhtiar dan doa-doa kita suatu saat akan berakhir pengabulan dari Allah SWT. Amin.

 

Sumber foto: https://pixabay.com/en/ring-wedding-love-bible-wed-2407552/

Tags:
No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.

X

Pin It on Pinterest

X