Keistimewaan, Hikmah, dan Keutamaan Zakat - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24433
single,single-post,postid-24433,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
pand-pint-zakat

Keistimewaan, Hikmah, dan Keutamaan Zakat

Zakat memiliki banyak keistimewaan, hikmah, dan manfaat, baik bagi muzaki, mustahiq, maupun bagi masyarakat secara luas. Ini merupakan rahmat dan karunia Allah bagi hamba-Nya yang taat atas perintah zakat ini. Konsekwensinya, apabila kita lalai menunaikan kewajiban zakat, akan terdapat kerusakan, sebagai kebalikan dari keuntungan menunaikan zakat, baik bagi tiap individu maupun kelompok dalam tatanan sistem keluarga, masyarakat, maupun negara. Berikut ini keistimewaan, hikmah, dan manfaat zakat:

A. Keistimewaan Zakat

1. Zakat merupakan rukun Islam ketiga setelah shalat, terletak di tengah-tengah antara lima rukun Islam yang lain, didahului dengan syahadah dan shalat, lalu diikuti dengan puasa dan menuaikan haji bagi mereka yang berkemampuan, sebagai rukun terakhir.
 
2. Apabila diteliti, kita mendapati bahwa zakat berbeda dari rukun-rukun Islam yang lain. Kesemua rukun Islam merupakan amalan ta’abudiyah kepada Allah. Akan tetapi, kita lihat, zakat tidak hanya berhubungan dengan Allah (habluminallah), tetapi juga berhubungan dengan manusia (habluminannaas) secara langsung.

3. Zakat merupakan rukun istimewa yang Allah turunkan dan tetapkan sebagai rukun Islam yang menyentuh secara langsung tentang penghidupan atau ekonomi umat Islam. Inilah satu-satunya amalan ibadah yang Allah wajibkan dan tetapkan sebagai rukun Islam.

4. Zakat memiliki kontribusi dan peran besar dalam dakwah dan jihad yang mutlak membutuhkan harta. Urgensi keterkaitan antara dakwah dan harta, tercermin secara implisit di dalam Al-Qur`an, tatkala menyebutkan batas pengorbanan seorang muslim kepada Islam, umumnya kata "amwal" (harta) selalu diiringi dengan kata "anfus" (jiwa).

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, jiwa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka….” (QS At-Taubah[9]: 111).

Dari sini, tampaknya tidak berlebihan bila dikatakan bahwa zakat merupakan sebuah kewajiban yang memiliki efek peran integral, meliputi pembinaan pribadi, keluarga, masyarakat, negara dan terwujudnya khilafah sebagai sasaran akhir dakwah Islam.

B. Hikmah Zakat

1.Sebagai perwujudan iman kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat-Nya, menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, menghilangkan sifat kikir dan rakus, menumbuhkan ketenangan hidup, sekaligus mengembangkan harta yang dimiliki.

2. Menolong, membantu dan membina kaum dhu’afa (orang yang lemah secara ekonomi) maupun mustahiq lainnya ke arah kehidupannya yang lebih baik dan lebih sejahtera

3. Sebagai sumber dana bagi pembangunan sarana maupun prasarana yang dibutuhkan oleh ummat Islam.

4. Untuk mewujudkan keseimbangan dalam kepemilikan dan distribusi harta, sehingga diharapkan akan lahir masyarakat makmur dan saling mencintai (marhammah) di atas prinsip ukhuwah Islamiyyah dan takaful ijtima’i.

5. Menyebarkan dan memasyarakatkan etika bisnis yang baik dan benar.

6. Menghilangkan kebencian, iri, dan dengki dari orang-orang sekitarnya kepada yang hidup berkecukupan, apalagi kaya raya serta hidup dalam kemewahan. Sementara, mereka tidak memiliki apa-apa, sedang tidak ada uluran tangan dari orang kaya kepadanya.

7. Dapat menyucikan diri dari dosa, memurnikan jiwa (tazkiyatun nafs), menumbuhkan akhlak mulia, murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan, dan mengikis sifat bakhil atau kikir serta serakah. Dengan begitu, suasana ketenangan batin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan, akan selalu melingkupi hati.

8. Menjadi unsur penting dalam mewujudkan keseimbangan dalam distribusi harta (social distribution), dan keseimbangan tanggung jawab individu dalam masyarakat.

9. Zakat adalah ibadah mâliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan merupakan perwujudan solidaritas sosial, rasa kemanusiaan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan umat dan bangsa, sebagai pengikat batin antara golongan kaya dengan golongan miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah.

10. Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, di mana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai, dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang aman, tenteram lahir batin.

11. Menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip: umatan wahidah (umat yang bersatu), musâwah (umat yang memiliki persamaan derajat dan kewajiban), ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam), dan takâful ijtima’i (sama-sama bertanggung jawab).

C. Keutamaan Zakat di dalam Al-Qur`an

Di tengah-tengah berbagai krisis ekonomi dan sosial yang sedang melanda suatu bangsa. Apabila kita melihat secara lebih seksama dan sungguh-sungguh beberapa jalan keluar yang dikemukakan ajaran Islam, yang kita yakini kebenarannya dan ketepatannya, sebagaimana firman Allah SWT, di antaranya: “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS Al-Baqarah [2]: 147)

“Sesungguhnya Al-Qur`an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS Al-Israa’ [17]: 9)

Di antara kebenaran yang diajarkan Al-Qur`an, salah satunya adalah zakat. Apabila zakat dilaksanakan dengan penanganan dan penataan yang baik dan benar, akan diperoleh hasil yang signifikan.

Di dalam Al-Qur`an menyatakan bahwa kesediaan berzakat di pandang sebagai indikator utama kedudukan seseorang dalam Islam Islam (QS. At-Taubah [9]: 5, 11), juga sebagai ciri orang yang mendapatkan kebahagiaan (QS Al-Mu’minuun [23]:1-4), dan, akan mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah SWT (QS At-Taubah [9]: 71), sebagai orang yang memperhatikan hak fakir miskin dan para mustahiq (QS At-Taubah [9]: 60), dipandang sebagai orang yang membersihkan, menyuburkan, dan mengembangkan hartanya serta menyucikan jiwanya (QS At-Taubah [9]: 103), ciri utama orang yang bertakwa (QS. Al-Baqarah [2]: 2–3), ciri mukmin yang mengharapkan balasan yang abadi dari Allah SWT (QS Faathir [35]: 29), dan masih banyak lagi keutamaan orang-orang yang menafkahkan rezekinya di jalan Allah, yaitu sebagaimana terdapat di dalam ayat-ayat berikut: QS Al-Baqarah [2]: 110, 177, 215, 245, 261, 265, 274, 276, 277, QS Ali-‘Imran[3]: 92, 133-134, QS An-Nisa[4]: 38, 77, 162, QS Al-Maaidah[5]: 12, 55, QS Al-An’âm[6]: 141, QS Al-A’râf [7]: 156, QS Al-Anfal[8]: 2-3, QS At-Taubah[9]: 18, 58, 75, 79, 99, 104, 111, QS Ar-Ra’d[13]: 22, QS Ibrahim[14]: 31, QS Al-Isra`[17]: 26, QS Maryam[19]: 31, 55, QS Al-Anbiyaa'[21]: 73, QS Al-Hajj[22]: 34–35, 41, 78, QS An-Nuur[24]: 36–37, 56, QS Al-Furqaan[25]: 67, QS An-Naml[27]: 1-3, QS Ar-Ruum[30]: 39, QS Luqman[31]: 1–4, QS As-Sajdah[32]: 15–16, QS Al-Ahzâb[33]: 33, dan lain-lain.

D. Keutamaan dan Manfaat Sedekah

Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, zakat juga bisa bermakna sedekah. Di sini akan disebutkan beberapa keutamaan sedekah, yaitu di antaranya sebagai berikut:

1. Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat 
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu pemimpin yang adil, …, Seseorang yang mengeluarkan sedekah secara sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allah di tempat yang sunyi dan kedua matanya mencucurkan air mata.” (HR Bukhari dan Muslim)  

2. Sedekah Dapat Menghilangkan Kesulitan
Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berusaha melepaskan atau melapangkan suatu kesusahan pada seorang mukmin, maka Allah akan melapangkan baginya dari suatu kesusahan di akhirat. Dan barangsiapa berusaha untuk meringankan kesukaran orang miskin, maka Allah akan meringankan kesusahannya di dunia maupun di akhirat. Dan barangsiapa yang berusaha menutupi kejelekan orang Islam, maka Allah akan menutupi kejelekannya di dunia maupun di akhirat. Allah akan selalu membantu hamba-Nya selagi hamba-Nya menolong saudaranya.”   

3. Sedekah Sebagai Obat 
Rasulullah saw bersabda, “Peliharalah harta bendamu dengan cara mengeluarkan zakat. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah. Dan hadapilah cobaan yang datang bertubi-tubi, dengan doa dan merendahkan diri kepada Allah.” (HR Abu Daud)   

4. Sedekah Sebagai Pelindung dari Api Neraka 
Diriwayatkan dari Adi bin Hatim ra bahwa ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan menafkahkan sebuah kurma.” (HR Bukhari dan Muslim)  

5. Sedekah Dapat Memadamkan Murka Allah dan Menjauhkan  Seseorang dari Su’ul Khatimah
Maksud dari su’ul khatimah adalah kematian yang jelek, yaitu kondisi kematian yang tidak disukai manusia. ath-Thibi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kematian jelek adalah su’ul khatimah dan penderitaan yang akan dialami seseorang di akhirat karena pada saat itu ia akan mendapat siksaan dari allah.   

6. Sedekah Dapat Mempererat Persaudaraan
Islam adalah agama kasih sayang, menyerukan kepada umatnya untuk berbuat saling mengasihi, toleransi dan menganjurkan untuk memberikan bantuan dan pertolongan kepada orang lain. Yang kaya menyantuni yang miskin, yang kuat melindungi yang lemah, yang sehat menjenguk yang sakit serta mendoakannya, anak kecil menghormati yang tua, yang tua bersikap sopan terhadap yang kecil. Insya allah kalau orang Islam menjalankan hal tersebut, persaudaraan antarmereka pun akan semakin kuat.   

7. Sedekah Dapat Menambah Umur Seseorang
Diriwayatkan dari Amr bin Auf berkata, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya sedekah seorang muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khatimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran dan sifat berbangga diri darinya.” (HR Thabrani)   

8. Sedekah Sebagai Amal yang Mengalir Sampai Wafat
Ada sebuah hadits yang mengatakan, “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR At-Tirmidzi)   

9. Sedekah Membuat Harta Berkah dan Bertambah
Sesuai firman Allah dalam surat Saba` dalam ayat 39, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendakinya di antara hamba-hambanya dan menyempitkan rezeki bagi (siapa yang dikehendakinya). Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi Rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba` [34]:39)   

10. Sedekah Dapat Menghapuskan Dosa Besar
Mu’adz bin Jabal ra berkata, “Saya dalam perjalanan bersama Rasulullah saw, lalu ia menyebutkan hadits Rasulullah saw. Sampai beliau menyebutkan hadits kepadaku, maksudnya bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Maukah kamu saya tunjukkan pintu-pintu kebajikan?’ Saya menjawab, ‘Iya, wahai Rasul.’ Beliau melanjutkan, ‘Puasa sebagai perisai, dan sedekah dapat melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api.’” (HR Tirmidzi)   

11. Sedekah Dapat Menghilangkan Siksa Kubur
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan panasnya kubur bagi orang yang memberikan sedekah, dan sesungguhnya orang mukmin akan bernaung pada hari kiamat nanti di bawah naungan sedekahnya.” (HR Tabrani)   

12. Sedekah Dapat Menolak Bencana
Bagaimana memahami pernyataan bahwa sedekah itu bisa menolak dan menghindarkan diri dari bencana? Bencana adalah peristiwa yang tidak diinginkan kedatangannya karena menimbulkan kerusakan. Bencana terbagi menjadi dua, yaitu bencana alam dan bencana kemanusiaan. Bencana alam ini datang dari allah semata karena merupakan sunnatullah. Bencana yang seperti ini tidak dapat ditolak dan tidak dapat dibendung dengan doa.

Referensi Terkait:

Panduan Pintar Zakat Dahsyatnya Sedekah

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X