Kunci Kebahagiaan Hidup Dunia dan Akhirat - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25031
single,single-post,postid-25031,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
hubbul-quran

Kunci Kebahagiaan Hidup Dunia dan Akhirat

hubbul-quranIslam telah memiliki kunci pembuka rahasia problematika kehidupan umatnya. Kunci ini menjadi pegangan abadi menuju kebahagiaan dan keselamatan menjalani bakhtera kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Apakah kunci tersebut? Yaitu Kitabullah, Al-Qur`anul Kariim.

Kunci ini berupa rumus kehidupan kita dalam mengurai setiap aktivitas, baik secara vertical (hablu minallah) maupun horizontal (hablu minannas). Setiap huruf dan kalimat yang terkandung di dalamnya memiliki nilai dan makna yang tidak terhingga. Hal inilah yang akan dijelaskan oleh Sayid Fahmi Shahab di dalam bukunya, Hubbul Quran.

Contohnya, ia menjelaskan kandungan ayat pembuka surah Al-Fatihan, yaitu Bismillahirrohmaanirrahiim. Yang artinya, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebagian orang mungkin menerjemahkan artinya sebatas itu. Namun, sesungguhnya makna dari ayat ini sangat luas dan dalam. Penulis yang pernah hit melalui lagunya, Kopi Dangdut ini menguraikannya sebagai berikut.

1. Allah: Tuhan Yang Maha Esa, Yang Awal dan Akhir, Yang menciptakan segala sesuatu yang nyata maupun gaib. Dia tempat kembalinya segala sesuatu. Allah adalah Khalik. Selain Dia adalah makhluk ciptaan-Nya. Semua makhluk berada dalam kehendak dan kekuasaan-Nya. Makhluk harus tunduk kepada-Nya, baik secara ikhlas maupun terpaksa Allah tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya, tetapi makhluk sangat membutuhkan Allah.

2. MAHA PENGASIH: Allah mengasihi setiap makhluk ciptaan-Nya tanpa terkecuali, kepada Muslim, non-muslim atau atheis sekalipun. Allah juga mengasihi hewan, tumbuh-tumbuhan, dan makhluk-makhluk lainnya. Setiap Allah menciptakan sesuatu, Allah akan memberi tahu bagaimana cara untuk menjalani hidup hingga batas waktu yang ditentukan.

3. MAHA PENYAYANG: Allah menyayangi manusia yang beriman kepada-Nya, yang mengesakan-Nya, yang taat kepada hukum-Nya, dan yang sabar atas cobaan yang diberikan-Nya, yang saling menyayangi kepada sesama makhluk-Nya, yang menghormati orangtuanya, yang setia memikul amanah, yang menjalankan shalat, yang menunaikan zakat, yang memelihara persaudaraan dan hubungan silaturahim, yang tidak kikir, yang memerhatikan dan menolong anak yatim, yang suka memberikan sedekah ketika dalam keadaan senang atau susah, yang berjihad dengan imannya, yang memelihara kehormatannya, yang memelihara kehormatan agamanya, yang membangun dan memelihara akhlaknya, yang dapat menguasai hawa nafsunya, yang membersihkan hatinya dari fitnah hasud dan dengki, yang bersyukur atas nikmat-Nya, yang bersabar atas cobaan-Nya, dan yang ikhlas atas takdir yang ditentukan-Nya.

4. BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM. Kalimat yang sering dibaca oleh Muslimin di seluruh dunia dalam setiap awalan membaca kitab suci Al-Qur’an. Kalimat ini juga dibaca ketika akan memulai membaca doa, atau memulai suatu perbuatan yang baik, misalnya ketika akan berwudhu, ketika akan menyantap makanan, dan kegiatan harian lainnya.

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM jika diucapkan dengan hati yang ikhlas, disertai dengan keyakinan iman yang dalam, segenap isi alam yang ada di bumi ini, seperti gunung, awan, lautan, tumbuh-tumbuhan, akan bergetar. Mereka serentak berzikir, termasuk hati, dan jiwa orang yang mengucapkannya, saking terasa sentuhan kalimat ini sehingga dapat membuat orang yang membacanya menangis tersedu-sedu, dengan tangisan yang terasa sangat berbeda daripada tangisan yang biasa pada umumnya. Dalam tangisan itu terkandung perasaan lezat, indah, dan bahagia.

Dengan kalimat bismillah, setiap makhluk melata yang hidup di darat dan di laut memperoleh rezeki yang baik. Mereka menjemput rezeki tersebut dengan berbagai cara. Bumi ini beredar dan berputar sangat cepat jauh melebihi kecepatan peluru. Namun, makhluk yang berada di dalamnya tidak merasakan pengaruh gerak edarnya, sekalipun seekor semut. Hal tersebut karena berkah BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

Matahari panas yang menyinari bumi meski dengan suhu yang mencapai jutaan derajat Celsius, tidak membakar makhluk yang ada di dalamnya. Matahari menjadi karunia bagi seluruh makhluk yang ada di bumi. Hal tersebut terjadi karena BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

Lautan yang luas dapat diarungi dan dimanfaatkan isinya oleh manusia. Hal tersebut karena berkah BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.
Tumbuh-tumbuhan hijau yang beraneka ragam, yang dapat dinikmati sebagai makanan dan buah-buahan, serta bisa bermanfaat sebagai obat-obatan. Hal tersebut karena berkah BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

Burung-burung yang terbang di angkasa tanpa jatuh ke bumi, mereka keluar pada pagi hari dengan perut kosong dan kembali pada sore hari dengan perut berisi penuh, serta membawakan rezeki untuk anak-anak mereka yang tinggal di sarangnya, hal tersebut karena berkah BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

Di dalam tubuh manusia dan hewan terdapat ikatan mata rantai kalimat bismillah yang membuat kerja tubuh berjalan dengan baik, sehingga keduanya bisa melakukan segala aktivitas/gerak dalam setiap detiknya. Hal tersebut karena berkah BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

Demikian sepenggal penjelasan Sayid Fahmi Shahab mengenai pengertian dan makna ayat pembuka di dalam Al-Qur`an ini. Yang juga tidak kalah menarik dan menyentuh kalbu kita tentang penjelasan pada ayat-ayat dan surat-surat berikutnya, seperti surat Al-Ikhlas, ayat Kursi, Al-Insyirah, Al-Falaq, dan An-Nas. Ia memberikan makna secara dalam sehingga mampu menggerakkan hati kita untuk senantiasa menjadikan Al-Qur`an sebagai ruh di dalam hidup kita.

Tidak hanya itu, di dalam buku terbitan QultumMedia ini, dibahas pula tentang makna-makna ibadah, yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan ibadah haji, makna-makna sabar, syukur, dan cara membersihkan hati kita dari berbagai penyakit yang menggerogoti kehidupan kita.

Alhasil, sebagaimana terdapat di dalam tagline-nya, buku ini benar-benar mampu mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, yakni jika diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jiwa kita menjadi tenang, damai, dan penuh semangat untuk selalu dekat bersama Allah.

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X