Mari Beriman Sejenak - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24273
post-template-default,single,single-post,postid-24273,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Mari Beriman Sejenak

Pengalaman adalah pelajaran kehidupan yang paling berharga.  Terutama pengalaman yang bersifat pribadi. Lewat pengalaman kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk bisa berjalan di atas muka bumi dengan lebih baik. Ada pula pengalaman-pengalaman sejarah di masa lalu yang bisa kita petik hikmahnya. Sebagai contoh banyak sekali pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil dari sejarah kenabian Muhammad SAW.

Pengalaman adalah pelajaran kehidupan yang paling berharga.  Terutama pengalaman yang bersifat pribadi. Lewat pengalaman kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk bisa berjalan di atas muka bumi dengan lebih baik. Ada pula pengalaman-pengalaman sejarah di masa lalu yang bisa kita petik hikmahnya. Sebagai contoh banyak sekali pelajaran-pelajaran yang bisa kita ambil dari sejarah kenabian Muhammad SAW.

Semisal tentang keimanan. Iman adalah fondasi utama bagi kaum muslim untuk menjalani kehidupannya dengan lebih baik dan terang. Arti beriman sendiri adalah diucapkan dengan lisan dan diterjemahkan lewat perbuatan. Memercayai Allah, malaikait, rasul, kitab, hari akhir, takdir yang baik dan buruk merupakan bagian dari rukun iman.

Keimanan seseorang bisa terbangun karena mendapat hidayah Allah. Bisa juga lewat pengetahuan yang ia pelajari lewat akal dan hatinya. Dalam buku Beriman Sejenak yang ditulis Dr. Sa’id Abdul Azhim, memberi banyak sekali untaian pelajaran yang bisa merangsang tumbuhnya keimanan kita pada Sang Pencipta.

Pada bagian pengantar buku Beriman Sejenak dibuka dengan ajakan untuk beriman dan bertaqwa. Karena dengan beriman maka ia telah mendapat kemenangan besar. Betapa tidak, bukankah segalanya yang fana di alam semesta ini akan kembali pada-Nya. Riuh keramaian budaya materi yang terlanjur dipuja manusia, terkadang bisa mengaburkan pandangan kita untuk menegakkan Yang Esa di muka bumi.

Bukankah sebaik-baik ucapan adalah ucapan Allah (Kalamullah)? Karena lewat Kalamullah atau Al Quran adalah simpul dari Allah yang sangat kuat, teguh, dan berisi peringatan yang sangat bijak. Pendek kata Al Quran adalah jalan lurus dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.  

Buku ini berisi untain-untain berharga, penggalan khutbah  dan nasihat Nabi, Abu Bakar, Umar Al Faruq, Utsman bin Afan, Ali, peristiwa-peristiwa yang dapat dijadikan pelajaran, sejarah, kisah-kisah orang unggul, dan lain sebagainya.

Dari Uqbah bin Amir Al-Jihni, bahwa Rasulullah saw mengucapkan puji kepada Allah, lalu melanjutkan dengan kalimat-kalimat khutbah:

“Amma ba’du. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan yang ada dalam kitab Allah. Sekuat-kuat pegangan adalah kalimat taqwa. Sebaik-baik ajaran adalah ajaran tauhid yang dibawa oleh Ibrahim a.s. Sebaik-baik jalan adalah jalan yang ditempuh oleh Muhammad saw. Sebaik-baik ucapan adalah ucapan dzikir kepada Allah. Sebaik-baik urusan adalah bagaimana bersungguh-sungguh menetapi kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Adapun petunjuk paling terang adalah petunjuk yang disampaikan para Nabi. Kematian paling mulia adalah gugur sebagai syahid. Kebutaan yang paling menyedihkan adalah sesat setelah mengetahui petunjuk yang benar. Ilmu paling istimewa adalah yang paling bermanfaat, dan petunjuk yang utama adalah petunjuk yang diikuti. Buta yang sesungguhnya adalah buta mata hati. Tangan di atas lebih utama daripada yang di bawah. Sedikit tetapi mencukupi adalah lebih baik, daripada banyak namun terbengkalai. Seburuk-buruk mencari ampunan adalah saat ajal menjemput, dan seburuk-buruk penyesalan adalah penyesalan di Hari Kiamat.

Penggalan khutbah Rasulullah saw dapat kita simak dalam buku Beriman Sejenak yang diterbitkan oleh QultumMedia. Mari Beriman Sejenak!

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X