Membuktikan Keotentikan Al-Qur`an - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25098
single,single-post,postid-25098,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
HatihatiAlQuranAndaPalsu

Membuktikan Keotentikan Al-Qur`an

HatihatiAlQuranAndaPalsuSepanjang sejarah Islam, Al-Quran telah mengalami banyak serangan dari berbagai pihak yang memusuhi Islam dan para nabi palsu. Pun demikian, Al-Qur`an masih tetap terjaga keasliannya hingga sekarang sebagaimana jaminan Allah SWT, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-dzikr (Al-Qur`an) dan sesungguhnya Kamilah yang benar-benar akan menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9).

 

Dari pertama kali turunnya Al-Qur`an, Allah SWT telah menanamkannya dalam dada dan hafalan Rasulullah atas kehendak-Nya. Yang kemudian dihafalkan kembali oleh para sahabatnya tanpa ada yang terlewat dan keliru sedikitpun, baik kalimat maupun bacaannya. Mereka senantiasa menjaga hafalannya setiap hari sehingga benar-benar hafal kuat tertanam di hati mereka.

Hingga datanglah suatu masa, di mana ketika para sahabat penghafal Al-Quran banyak yang gugur pada perang Yamamah, Al-Qur`an dikodifikasi ke dalam sebuah mushaf atas ijtihad Umar bin Khathab yang diajukan kepada khalifah Abu Bakar. Setelah itu, disalin kembali atas perintah Khalifah Utsman bin Affan untuk menyeragamkan seluruh dialek bacaan Al-Qur`an sehingga tersusunlah mushaf resmi yang dikenal dengan “Mushaf Utsmani” seperti yang kita gunakan sekarang ini. Isinya masih tetap otentik sampai sekarang, tidak ada pengubahan atau penambahan sedikit pun (tahrif).

Jika demikian, adakah Al-Qur`an palsu? Tentu ada. Bahkan, sebagiannya terdapat pada umat Islam sendiri dari perbedaan aliran. Misalnya, Al-Qur`an versi aliran Syi’ah. Mereka memiliki keyakinan berbeda dengan Ahli Sunnah Wal Jamaah tentang Al-Qur`an. Mereka juga telah mengubah beberapa ayat Al-Qur`an untuk menjustifikasi Ali bin Abi Thalib.

Ada juga Al-Qur`an palsu yang datang dari aliran Ahmadiyah yang dinamakan At-Tadzkirah setebal 818 halaman. Menurut mereka, At-Tadzkirah adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Mirza Gulam Ahmad. Mereka meyakini bahwa At-Tadzkirah sama sucinya dengan Al-Qur`an. Hanya saja, At-Tadzkirah menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan Urdu.

Selain dari kalangan Islam dan para nabi palsu, Al-Qur`an palsu muncul juga dari kalangan misionaris kristen yang diberi nama Al-Furqan Al-Haq (The True Furqan). Kitab ini dikarang oleh Anis Shorrosh, seorang penginjil Amerika. Ia telah membuatnya semirip mungkin dengan Al-Qur`an, namun untuk menjustifikasi ketuhanan Yesus.

Dari beberapa Al-Qur`an palsu yang telah beredar, bagimanakah kita bisa mengetahui dan membedakannya? Nah, untuk itulah QultumMedia menerbitkan buku Hati-hati Al-Qur`an Anda Palsu agar Anda bisa mengetahui seluk beluk Al-Qur`an dari berbagai segi yang dimulai dari sejarah kemunculannya.

Muhammad Abu Ayyasy memberikan penjelasan otentifikasi Al-Qur`an, ciri-ciri Al-Qur`an palsu, tokoh-tokoh pemalsu Al-Qur`an, dan mengenali serta membedakan Al-Qur`an asli dengan Al-Qur`an palsu.

 

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X