Menggali dan Melejitkan Diri dengan Quranic Quotient - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24279
single,single-post,postid-24279,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
Quranic-Quotient

Menggali dan Melejitkan Diri dengan Quranic Quotient

Sampai saat ini kita mengenal beberapa kecerdasan yang cukup populer dibicarakan para ahli psikologi ataupun berbagai kalangan. Kecerdasan itu antara lain kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Jika manusia bisa mengintegrasikan ketiga kecerdasan tersebut dengan keseimbang, maka kesuksesan serta pencapaian sikap hidup yang positif bisa diperoleh.

Sampai saat ini kita mengenal beberapa kecerdasan yang cukup populer dibicarakan para ahli psikologi ataupun berbagai kalangan. Kecerdasan itu antara lain kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Jika manusia bisa mengintegrasikan ketiga kecerdasan tersebut dengan keseimbang, maka kesuksesan serta pencapaian sikap hidup yang positif bisa diperoleh.

Namun, IQ, EQ, dan SQ saja tidaklah cukup menurut Udo Yamin Efendi Majdi. Penulis buku Quranic Quotient ini beralasan bahwa adanya ketiga kecerdasan tersebut belum cukup jika tidak dilengkapi dengan iman dan amal soleh. Dengan berlandaskan pada Al Quran, Yamin menawarkan sebuah alternatif lain, yakni kecerdasan Qurani atau Quranic Quotient.

Secara sederhana, Quranic Quotient selalu memperhatikan sikap hidup sehari-hari yang selalu terhubung dengan hukum-hukum dalam Al Quran. Al Quran menjadi tumpuan kitab penerang sekaligus jalan untuk menempuh kesuksesan dan kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat.

Berikut ini beberapa prinsip dalam Quranic Quotient yang dirumuskan oleh Udo Yamin, antara lain:

1. Awali dengan Basmalah. Ayat pertama—Bismillahirrahmanirrahim ( Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)—dari surat Al Fatihah ini, mengajarkan kepada kita apaun yang kita lakukan harus kita niatkan atas nama Allah; karena-Nya; dan untuk-Nya semata.

2. Terimalah Diri Apa Adanya.
Menerima diri apa adanya adalah bagian dari mensyukuri rasa nikmat dari Allah. Seburuk apapun yang kita miliki—orangtua, bentuk tubuh kita, masa lalu, dan sebagainya—terimalah apa adanya. Namun, jajaki juga apa saja yang bisa kita ubah, seperti kebiasaan, pikiran, atau perasaan kita. Mulai detik ini juga untuk merubah diri kita. Ucapkanlah Al-hamdulillahi rabbil ‘alamin!” atas semua nikmat dari Allah—otak, telinga, mata, kaki, tangan, jantung, dan seluruh anggota tubuh lainnya—yang masih berfungsi sampai detik ini.

3. Berikanlah yang Terbaik
Sebaik apa pun yang kita berikan, seperti waktu, tenaga, pikiran, dan harta untuk mengabdi kepada Allah sebagai bukti menyambungkan kasih sayang kepada-Nya.

4. Lihatlah Impian. Pesan dari Rasulullah saw “Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai impiannya, Allah akan menjadikan kekayaan dan rasa cukup dalam hatinya, mengumpulkan yang tercerai-berai darinya dan dunia mendatanginya dalam keadaan hina. Dan barangsiapa menjadikan dunia sebagai impiannya, Allah akan menjadikan kefakiran di hadapannya, mencerai-beraikan urusannya dan dunia tidak datang kepadanya, kecuali yang telah disempitkan kepadanya.”

Udo Yamin, memberikan langkah praktis, antara lain menggunakan imajinasi atau fikrah, untuk memvisualisasikan saat di alam akhirat; alam kubur; detik-detik menjelang kematian; dan beberapa tahun yang akan datang (5, 10, 35 tahun). Dan bertanyalah kepada diri Anda: Apakah saya termasuk orang yang bisa menatap wajah Allah atau tidak? Apakah aku ahli surge atau neraka? Bagaimana dengan hasil dari buku amalanku nantinya?

Untuk bacaan selengkapnya bisa Anda simak dalam buku Quranic Quotient yang ditulis oleh Udo Yamin Efendi. Buku yang diberi pengantar oleh Ary Ginanjar Agustian, pimpinan ESQ Leadership Center ini, merupakan buku yang kaya referensi dan banyak mengutip syair-syair Muhammad Iqbal. Seperti halnya puisi berikut ini:

Renungkan! Dan tulislah sastra sejati!
Kembalilah engkau kepada Al Qur’an
Agar kemilau pagi Hijaz berputik malam di Kurdistan.

 Buku yang terdiri dari enam bab dan memiliki tebal 196 halaman ini diterbitkan oleh Qultummedia.

 

 

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X