Menguak Rahasia Kematian - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25176
single,single-post,postid-25176,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
The_Science_of_Death

Menguak Rahasia Kematian

The_Science_of_DeathKematian adalah hal yang tidak bisa pungkiri bagi semua makhluk hidup. Semua akan merasakan kematian jika ajalnya sudah tiba, tanpa bisa diundur atau dimajukan. Karenanya, kematian masih menjadi misteri bagi banyak orang. Terutama bagi mereka yang belum mengenal Allah SWT dan kaum rasionalis-materialisme yang selalu mengedepankan rasio. Pada akhirnya, mereka terjebak oleh pandangan semu logika yang dangkal.

Menurut Iwan Fahri Cahyadi dalam bukunya, The Science of Death, kematian terbagi kepada tiga bagian, yaitu kematian jasmani, kematian ruhani, dan kematian hakiki. Kematian jasmani terjadi ketika kita tidur, pingsan, anfal, dan mati suri. Pada kondisi ini, ruh ruhani (ruh) kita sedang menghadap Allah. Sedangkan ruh jasmaninya (nafs) masih tetap berada dalam tubuh sehingga masih bisa bernafas.

Adapun kematian ruhani ialah matinya hati seseorang sehingga lupa terhadap Tuhannya atau bisa dibilang kematian spiritual. Banyak penyebab seseorang hingga mengalami kematian ruhani. Di antaranya terlena oleh perkara harta, tahta, dan wanita. Daya tariknya sangat memikat sehingga bisa membuat manusia berpaling dari tujuan penciptaannya, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Terakhir ialah kematian hakiki yaitu berpisahnya ruh ruhani (ruh) dan ruh jasmani (nafs) dari jasad. Kematian ini telah memisahkan seseorang dari kehidupan alam dunia menuju alam lain, yaitu alam kubur. Pada fase ini, ruh akan mengalami banyak hal tergantung amalnya masing-masing. Proses kematian hakiki ini terjadi ketika program takdir yang ditanamkan di otak belakang manusia telah kosong sehingga tidak ada lagi yang mesti diperbuat.

Hakikat kematian adalah kembalinya apa yang menjadi milik Allah yang telah diamanahkan kepada makhluk-Nya. Manusia tidak memiliki kuasa apa pun terhadap ruhnya. Manusia hanya menjalani proses hidupnya melalui izin Allah atas ruh yang ditiupkan ke dalam jasadnya sehingga ia bisa bernafas, berpikir, dan menggunakan panca indera. Jika ruhnya telah lepas, jasadnya tidak akan berfungsi dan mati.

Lalu bagaimana perjalanan ruh selanjutnya? Buku The Science of Death terbitan QultumMedia ini akan memberikan jawabannya untuk Anda. Buku ini akan mengupas segala hal tentang kematian dari berbagai sudut pandang, baik secara ilmiah (sains) maupun berdasarkan tinjauan ilahiyah menurut Al-Qur`an, hadits, dan pendapat para ulama.

Buku ini akan membuka rahasia kematian sehingga setiap orang bisa menyikapi kematian ini dengan benar. Buku ini bisa dikatakan sebagai katalog dalam membaca peta kematian. Artinya, buku ini telah memuat berbagai aspek identitas kematian dengan sudut pandang yang bisa dimengerti, baik oleh logika maupun iman sehingga bisa menuntun seseorang pada tujuan hidupnya. Peta inilah yang akan mencegah seseorang salah jalan dalam memahami arti kematian.

 

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X