Menjadi Ayah yang Ideal untuk Si Kecil - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25278
single,single-post,postid-25278,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Menjadi Ayah yang Ideal untuk Si Kecil

Peran ibu memang dominan dalam tumbuh kembang fisik dan psikologis si Kecil, namun demikian tidak berarti melupakan figur seorang ayah yang juga penting untuk masa kembangnya kelak. Ayah yang baik tidak hanya akan menyenangkan sang buah hati. Coba amati istri Anda, pasti akan lebih bahagia dan menyayangi Anda sebagai suami.

Menjadi ayah yang baik memang terhubung langsung sebagai peran suami yang baik. Banyak pria yang tak tahu bahwa sebenarnya para anak membutuhkan mereka sebanyak dengan membutuhkan porsi ibu, kendati sang ibu lebih terlihat dibutuhkan. Menjadi ayah yang baik juga bukanlah hal yang sulit dilakukan para pria. Sebaiknya Anda mengetahui apa saja yangharus dilakukan. Karena sebenranya hal tersebut bermula dari hal yang kecil dan sederhana. Hanya saja Anda perlu melakukannya sesering mungkin terlebih di waktu yang sangat tepat, ketika sang anak membutuhkan.

Mulailah dengan meluangkan waktu untuk si kecil. Rutinitas dan pola pria yang bertanggung jawab mencari bafkah bagi keluarganya sering dijadikan alasan untuk enggan meluangkan waktu bersama anak dan istri. Padahal bisa jadi hal tersebut merupakan sesuatu yang berharga daripada hadiah mewah yang Anda upayakan untuk mereka. Apa gunanya uang dan materi berlimpah jika tak diimbangi dengan kehadiran dan kasih sayang Anda sebagai seorang ayah.

Jika sedikit sekali waktu yang Anda miliki untuknya maka berikanlah perhatian ekstra dengan cara bertanya bagaimana dengan sekolahnya hari ini, menyapanya sebelum tidur, atau tanyakan rencana esok hari si anak ketika di sekolah. Dengan demikian anak akan merasa diperhatikan walaupun kehadiran Anda tak sesering muncul untuk menghabiskan banyak waktu luang bersamanya. Bagaimanapun ayah adalah sosok pahlawan di mata anaknya, jadi berilah sedikit penghargaan untuk harapan anak Anda tersebut.

Banyak hal yang bisa Anda lakukan saat memiliki waktu luang dengannya. Liburan panjang bisa Anda manfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk berekreasi ke daerah tertentu, atau cobalah untuk membantu mengerjakan tugas sekolahnya, bisa jadi juga dengan permainan yang membuat Anda semakin akrab dengannya. Perhatian dari Anda tidak hanya akan membuat ia merasa dihargai, ia akan menjadi patuh dan hormat kepada Anda.

Selanjutnya, tidak hanya waktu saja yang mereka butuhkan. Perhatian dan dukungan Anda dalam segala hal merupakan semacam kepingan emas yang berharga untuknya. Ibu memang ahli dalam segala hal, namun peran ayah layaknya seperti seorang raja yang punya andil besar dalam segala bidang. Tunjukkan respon positif ketika ia akan menghadapi sesuatu yang berat misalnya ujian. Anda cukup memberikan kepercayaan sambil tetap mengwasi belajar si kecil meskipun tidak intens dan secara langsung.

Ayah yang baik tercermin juga melalui perilakunya yang baik. Kendati perilaku sederhana, Anda akan tetap menjadi cerminan dalam sebuah keluarga. Dan sekecil apapun perbuatan buruk Anda, si kecil tetap akan menirunya sadar maupun tak sadar. Jadi sebaiknya Anda lebih berhati-hati untuk memberikan contoh perilaku.

Hal penting lainnya yang perlu Anda lakukan adalah menjaga keharmonisan hubungan dengan ibunya atau istri Anda. Hindari pertengkaran di depan mata anak-anak karena hal tersebut bisa mengacaukan kondisi psikologis mereka. Keharmonisan Anda dengan ibunya merupakan energi penyemangat tersendiri yang bisa menjaga mereka secara tidak langsung dari pengaruh buruk lingkungan.

Mungkin banyak rencana dan keinginan yang Anda pendam berupa kelayakan materi bagi Istri dan Anak Anda. Namun semuanya tidaklah sepenting peran Anda sebagai ayah yang baik untuk keluarga. Uang masih bisa selalu dicari. Namun ketika keluarga retak karena kekosongan posisi Anda, tidak akan ada yang bisa menjamin hal tersebut akan semudah itu membaik seperti sedia kala. Jadi tak perlu menunggu besok untuk menjadi ayah yang baik, mulailah dari sekarang dan semoga berhasil!(s@ri).

Diambil dari: www.landscappist.com

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X