Mensyukuri Nikmat Anggota Tubuh - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24876
single,single-post,postid-24876,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
syukur-tubuh

Mensyukuri Nikmat Anggota Tubuh

syukur-tubuhNikmat anggota tubuh mesti kita syukuri. Allah menciptakan kita dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. At-Tin [95]: 4). Allah karuniakan anggota tubuh yang lengkap sehingga kita bisa beraktivitas dengan lancar. Di dalam tubuh kita terdapat gambaran betapa besarnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita. Salah satu anggota tubuh kita yang sangat vital perannya adalah mata.

Allah karuniakan kepada kita sepasang mata sehingga kita bisa melihat warna-warna yang indah dan pemandangan yang memesona. Sekarang mari kita kaji lebih mendalam rahasia dan hikmah dibalik penciptaan mata. Di antara keajaiban mata adalah rahasia dibalik kemampuannya melihat berbagai hal. Itu rahasia yang tidak mudah untuk dijelaskan. Allah menyusun mata dalam tujuh tingkatan. Setiap tingkatan memiliki sifat dan bentuk yang khusus. Seandainya salah satu tingkatan darinya hilang maka manusia sulit untuk melihat.

Coba kita perhatikan bentuk kelopak mata yang mengelilinginya. Gerakan kelopak mata yang diciptakan dapat bergerak dengan cepat, mampu melindungi mata dari berbagai benda yang dapat membahayakannya, seperti debu dan benda-benda lain. Artinya, kelopak mata seperti pintu yang dapat dibuka ketika dibutuhkan dan ditutup pada saat tidak dibutuhkan. Kelopak mata juga diciptakan dengan tujuan untuk keindahan mata dan wajah.

Oleh karena itu, bulu yang ada padanya diciptakan dalam keadaan tertentu. Bulu mata ini tidak terus memanjang sehingga malah akan membahayakan mata dan juga tidak dikurangi sampai pada ukuran yang dapat membahayakannya. Allah menjadikan kedua bagian pinggir mata sedikit lebih sempit dibandingkan dengan bagian tengahnya agar sesuatu yang jatuh ke mata dapat berpindah ke salah satu sisinya. Allah juga menjadikan dua buah alis sebagai penghias wajah sekaligus tirai pelindung bagi mata. Rambut alis menyerupai bulu mata dalam hal pertumbuhannya, yakni tidak terus bertambah panjang. Jika bulu mata terus memanjang, akan membuat wajah manusia tampak jelek.

Kemudian, pantaskah jika kita menggunakan mata yang dikaruniakan Allah dengan begitu sempurna, untuk melihat hal-hal yang diharamkan oleh-Nya? Seandainya Allah mencabut satu saja fungsi organ yang ada dalam mata, tentu kita akan merasakan kesusahan.

Akan tetapi, yang mesti kita lakukan adalah bersyukur dengan menggunakan anggota tubuh untuk taat kepada Allah SWT. Demikian pula dengan anggota tubuh yang lain. Allah ciptakan dengan desain yang paling baik. Maka, sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat anggota tubuh dengan menggunakan anggota tubuh kita untuk beribadah kepada Allah dan berbuat amal saleh sebanyak-banyaknya.

Mata digunakan untuk mengaji Al-Qur`an dan melihat segala sesuatu yang baik. Telinga digunakan untuk mendengarkan hal-hal yang baik. Mulut digunakan untuk mengucapkan kata-kata yang baik. Tangan digunakan untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik. Kaki digunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang baik.

Demikian pula dengan anggota tubuh yang lain, digunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah. Sungguh, kelak di hari pembalasan anggota tubuh kita akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita sewaktu di dunia. Alangkah indahnya jika anggota tubuh kita memberikan kesaksian amal-amal saleh yang kita lakukan di dunia.

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra [17]: 36).

Demikian Syafi’ie El-Bantanie telah menjelaskan sebagian makna syukur dan aplikasinya di dalam bukunya “Dahsyatnya Syukur” terbitan QultumMedia. Buku ini memberikan penjelasan dan tuntunan agar kita bisa  bersyukur dengan sebaik-baiknya sehingga memperoleh kedahsyatan hidup yang penuh kedamaian dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X