MERANTAU - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25874
single,single-post,postid-25874,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
merantau

MERANTAU

Merantaulah…
Akan kau dapatkan pengganti dari orang-orang yang kau tinggalkan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.


Demikian penggalan syair Imam Syafi’i tentang pentingnya merantau. Merantau bukan sesuatu yang asing di tengah masyarakat kita. Masyarakat Minangkabau terutama, sejak berabad-abad yang lalu sudah memiliki tradisi merantau.

Apa pun alasan seseorang untuk merantau, ia harus memiliki keberanian. Sebab, merantau sedikit banyak memaksa kita keluar dari suatu zona aman.

Kita yang terbiasa dekat dengan keluarga dan teman, serta nyaman dengan lingkungan tempat tinggal, harus siap dengan apa pun yang akan kita temui di perantauan. Ini tentu sebuah tantangan. Sebab jika tidak, kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda atau berkenalan dengan orang-orang baru akan hilang begitu saja. Padahal, merantau menuntut kita pandai bergaul. Harapannya, akan banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan.

Untuk mengejar cita-cita misalnya, kuliah di kota lain memaksa kita untuk berani hidup sendiri. Tinggal di kos-kosan, dengan orang-orang yang mungkin sepenuhnya berbeda dengan lingkungan asal kita. Mau atau tidak, kita harus belajar menyelesaikan kesulitan sendiri. Ini termasuk mencari solusi seandainya uang bulanan tak kunjung datang.

Tapi, jauh dari rumah tak selamanya mendatangkan kesusahan. Seperti yang dikatakan Imam Syafi’i, merantau akan menghadirkan orang-orang baru di sekeliling kita, menggantikan mereka yang kita tinggalkan. Merantau juga menempa mental kita agar menjadi lebih baik, tidak mudah takut, dan kaya pengalaman.

Hanya air menggenang yang bisa keruh dan mendatangkan jentik penyakit. Dan, hanya orang yang berdiam diri atau takut jauh dari rumah yang kelak berhadapan dengan kesulitan mengubah nasib. Bergerak, berpindah, dan berubah adalah realita kehidupan yang pasti kita alami. Hanya dengan keberanian semuanya bisa kita hadapi.

 

Regards,

Tri Prihantini
(Editor Qultummedia)

 

 

image dari https://www.pexels.com/photo/guy-city-looking-person-34051/

 

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X