Merayakan Tahun Baru Hijriyah dan Meraih Keutamaannya - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24679
single,single-post,postid-24679,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
hijriyah-keutamaan

Merayakan Tahun Baru Hijriyah dan Meraih Keutamaannya

Tanggal 1 Muharram 1431 H akan jatuh pada tanggal 18 Desember 2009. Bertepatan itu pula, berarti datangnya tahun baru Islam 1431 Hijriah. Pada bulan Muharram, banyak terjadi peristiwa penting bersejarah, seperti dibebaskannya Nabi Yunus dari perut ikan paus, dibebaskannya Nabi Nuh dan umatnya dari terpaan banjir terbesar, dan selamatnya Nabi Musa dan umatnya dari kejaran dan kekejaman Firaun.

Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan. Allah telah memilihnya menjadi bulan istimewa bagi umat Islam sepanjang sejarah sebagaimana peristiwa-peristiwa di atas. Nabi Muhammad mengistimewakan bulan ini dengan berpuasa pada tanggal 10. Berikut ini sebagian keutamaan bulan Muharram.

A.  Diharamkan berperang.

“Allah SWT berfirman, ‘Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu….” (QS At-Taubah: 36)

Empat bulan ini ialah Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Pada empat bulan ini, kita dilarang untuk melakukan peperangan, kecuali pada kondisi terdesak, seperti diserang oleh musuh.

B.  Sebagai bulan Allah.

Rasulullah bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram….” (HR Muslim)
Bulan Allah (syahrullah) bermakna bulan ini memiliki keutamaan khusus dari Allah dengan menyandingkan dengan nama-Nya.

C. Sunat berpuasa.
Di dalam beberapa hadits lain disebutkan, di bulan ini terdapat sebuah hari yang disebut Yaumul ‘Asyuro, yaitu tanggal sepuluh bulan Muharram. Pada hari ini, disunahkan berpuasa, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah saw.
“Aku berharap kepada Allah, dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Ibnu Abbas ra berkata, "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya, kecuali pada hari ini, yaitu hari As-Syura dan bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Selain tanggal 10, juga disunatkan untuk berpuasa pada tanggal sebelum dan sesudahnya. Jadi tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11. Hal ini dikuatkan oleh pendapat ulama dan keterangan beberapa hadits.

Melihat keutamaan di atas, tentu kebahagiaan umat Islam semakin bertambah. Pada bulan ini, kita bisa berlomba-lomba beramal kebajikan dan memeroleh keutamaannya, baik dunia maupun akhirat.

Adapun di dalam perayaan Tahun Baru Hijriah, kita bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat. Tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai Islam, seperti mabuk-mabukan dan joget ria. Kita mengisinya dengan tafakur, tasyakur, muhasabah, zikir, dan takhthit.

Tafakur dengan banyak memikirkan segala hal yang telah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Tasyakur dengan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita. Muhasabah dengan melakukan intropeksi atas berbagai kesalahan yang telah diperbuat untuk memperbaikinya di tahun mendatang. Zikir dengan banyak menyebut nama Allah dan mengingat seluruh kebesaran dan kekuasaan-Nya. Sedangkan takhthit, dengan membuat perencanaan atau pemetaan program yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya untuk lebih mengoptimalkan dan meningkatkan kualitas hidup.

Link yang relevan dengan artikel ini:
–    Renungan Akhir Zaman
–    Renungan Bijak
–    Kalender Pintar Anak Shaleh
–    Dahsyatnya Sabar
–    Hikmah Sabar
–    Menjadi Kesayangan Allah: The Power of Akhlak
–    Dahsyatnya Doa dan Zikir
–    Rahasia Shalat, Zikir, dan Doa yang Bermakna

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X