Mukmin Yang Luar Biasa dan Superhebat - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25012
single,single-post,postid-25012,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
hebat-superhebat

Mukmin Yang Luar Biasa dan Superhebat

hebat-superhebatMensyukuri nikmat Allah SWT itu suatu kewajiban, sedangkan sabar terhadap ujian Allah SWT itu juga suatu keharusan. Orang-orang yang mampu menjalankannya dengan baik adalah orang-orang yang sangat hebat. Akan tetapi, mensyukuri ujian Allah SWT ini sesuatu yang luar biasa, dan sangat hebat, sebagaimana juga sabar terhadap nikmat Allah SWT, ini juga merupakan sesuatu yang luar biasa. Boleh jadi, hanya para Nabi dan Rasul atau para wali Allah yang mampu melakukan hal-hal demikian, meskipun siapa yang dimaksud para wali atau para kekasih Allah itu, hanya Allah-lah Zat yang Mahatahu.

Kisah yang dimuat di Majalah El-Fata, Volume 07-2007, yang berjudul ”Kasih sayang di Bulan Sura”, berikut ini semoga menjadi ibrah bagi kita. Seorang dokter spesialis luka dalam, di Riyadh (Saudi Arabia) bernama Dr. Khalid Al-Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Selama kuliah—dulu—dia memiliki seorang teman mahasiswa —akademi militer. Dalam semua hal, dia memiliki banyak kelebihan dibanding dengan teman-temannya yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.

Pemuda ini lulus dengan nilai memuaskan, tentu saja ia sangat ingin senang. Namun, tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat, pemuda ini terserang penyakit influenza, dan sejak saat itu fisiknya menjadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Karena komplikasi penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnya tidak mampu lagi digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada Dr. Khalid bahwa kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu tinggal sekitar 10% saja.

Pada saat Dr. Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat pemuda itu tak berdaya di atas ranjangnya. Dr. Khalid datang untuk menghiburnya. Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya, wajah pemuda itu cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas sekali terpancar cahaya dan kilauan iman. ”Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa kepada Allah SWT semoga Anda lekas sembuh,” kata Dr. Khalid membuka pembicaraan.

Di luar dugaan, pemuda itu menjawab, ”Terima kasih untuk doamu. Sesungguhnya saudaraku, mungkin saat ini Allah tengah menghukumku karena lalai dalam menghafal Al-Qur`an. Allah mengujiku agar aku segera menuntaskan hafalan. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada terkira.” Dr. Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu. Bagaimana mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu dianggap sebagai suatu nikmat yang pantas ia syukuri?

Benar-benar ini adalah suatu pelajaran baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga di hadapan pemuda itu. Dr. Khalid teringat akan sabda Rasulullah saw, Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ra, ia berkata, ”Rasulullah saw bersabda, ’Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin. Seluruh urusan atau keadaan mereka senantiasa mengandung kebaikan. Yang demikian ini tidak terjadi, kecuali hanya pada orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur. Hal itu merupakan suatu kebaikan. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar. Itu juga merupakan kebaikan.’.” (HR Muslim)

Jujur saja, Dr. Khalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata, ”Coba gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Pemuda itu menjawab, ”Sungguh aku amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh. Jika kesembuhan itu yang terbaik di mata Allah, aku bersyukur. Namun, apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agar aku tidak melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Mahatahu yang terbaik untukku. Allahu Akbar! Betapa kalimat itu sangat menggetarkan.

Setelah peristiwa itu, Dr. Khalid menempuh program magisternya ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembali dan yang pertama diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia berpikir, mungkin saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya. Jika ia ke mana-mana, pastilah ia digotong. Ternyata, menurut teman-temannya, pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr. Khalid menemuinya, ia tengah duduk di kursi roda. Dr. Khalid senang sekali melihatnya hingga berkali-kali ia mengucapkan syukur.

Pemuda itu dengan spontan menyampaikan kabar gembira yang tak terduga, ”Alhamdulillah saya telah menyelesaikan bacaan Al-Qur`an,” katanya penuh semangat. ”Subhanallah,” Dr. Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya, ia selalu mendapat hikmah yang semakin mempertebal keimanannya. Tidak lama berselang, Dr. Khalid kembali pergi keluar kota selama empat bulan. Selama itu pula, ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang sangat sabar dan tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Allah Zat yang Mahatinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit, tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupkan kembali menjadi manusia yang utuh.

Pada waktu Dr. Khalid sedang shalat di mushala rumah sakit itu. Tiba-tiba, ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu Muhammad!” Repfleks dia menoleh dan pandangan di hadapannya membuatnya terpana. Ia tak mampu mengucap sepatah kata pun. Benar, wallahi? (Sungguhkah, ucapan nyaris tidak percaya) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu lumpuh total.

Namun, di hadapannya kini, ia dapat berjalan kembali dengan normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimananlah yang dapat memunculkan keajaiban. Spontan, Dr. Khalid menangis. Pertama, dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua, ia menangis untuk dirinya sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya. Ternyata, karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid, apa yang saya terima ini justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya,” paparnya kepada Dr. Khalid Setelah tujuh tahun, pemuda itu mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang terkena penyakit hati. Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor saat itu!  

Dr. Khalid kembali meneteskan air matanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu selalu dalam kebaikan dan selalu istiqamah di dalam iman dan Islam. Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hamba-Nya. Subhanallah!

Banyak kisah dan hikmah kehidupan lainnya yang menggetarkan hati dan mampu membangkitkan hati kita yang tertidur kerena terlena oleh nafsu duniawi. Semua bisa Anda temukan di dalam buku “Dahsyatnya Sabar” terbitan QultumMedia. Tidak hanya itu, di dalam buku yang ditulis oleh Ahmad Hadi Yasin juga membahas tentang pengelolaan emosi menjadi prestasi, hidup tenang bebas dari ketakutan, aplikasi nilai-nilai kesabaran dalam hidup, dan doa-doa kesabaran.

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X