Petunjuk Mudah bagi Ibadah Perempuan - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25233
single,single-post,postid-25233,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
ternyata-shalat-menggendonog-anak

Petunjuk Mudah bagi Ibadah Perempuan

ternyata-shalat-menggendonog-anakAllah dan Rasul-Nya tidak pernah memberikan kesulitan bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah. Beban kewajiban telah disesuaikan dengan kemampuan manusia dalam menjalankannya. Jika ada hal di luar kondisi normal, seperti sakit atau ada bencana, Islam memberikan keringanan berupa rukhsah sehingga pelaksanaannya lebih mudah. Misalnya, shalat menjadi digabungkan (jamak) atau diringkas (qashar), puasa jadi diganti pada hari berikutnya (qadha) atau diganti dengan sedekah kepada fakir miskin (fidyah).

 

Secara khususnya bagi kaum perempuan, karena mereka memiliki perbedaan dengan laki-laki. Sebagai kodratnya, mereka selalu haidh tiap bulan (kecuali sudah menopause), melahirkan, menyusui, dan mengasuh anak. Aktivitasnya sehari-hari di rumah, juga berhubungan dengan perawatan rumah yang erat kaitannya dengan bersuci (thaharah). Karenanya, perempuan harus mengerti betul tentang bab-bab fikih agar bisa melaksanakan kegiatannya sesuai dengan tuntunan Islam.

Dalam kondisi tertentu, bahkan kaum ibu bisa dihadapkan pada persoalan unik. Misalnya, ketika hendak mendirikan shalat, anaknya menangis. Untuk menenangkannya, terpaksa harus digendong. Sedangkan jika menunggu anak tersebut tenang atau jika diletakkan kembali, anak akan menangis, tentu waktu shalat bisa semakin jauh terlewat. Apabila hal seperti ini terjadi, Anda boleh melaksanakan shalat sambil menggendong anak. Dan, hal ini pernah juga dilakukan oleh Rasulullah.

Masih banyak lagi hal-hal khusus terkait dengan ibadah perempuan, mulai dari thaharah, shalat, puasa, zakat, hingga haji. Sebagian tata caranya memiliki kekhususan dari ibadah kaum pria. Selain karena faktor lahiriyah, juga terdapat faktor bathiniyah. Perbedaan ini bukan atas diskriminasi perbedaan perlakuan kepada perempuan, tapi justru merupakan kasih sayang (rahmat) Allah SWT bagi kaum perempuan. Semuanya memiliki argumen (dalil) yang tidak bertentangan dengan akal sehat, sekalipun semata-mata syariah ini ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.

Anda ingin apa saja aturan-aturan tersebut dalam ibadah perempuan ini? Buku Ternyata Shalat Sambil Menggendong Anak itu Tetap Sah! Terbitan QultumMedia ini akan membahasnya secara lengkap dan praktis untuk Anda. Buku ini akan memandu Anda, khususnya kaum perempuan dalam menjalankan ibadahnya secara baik dan benar sesuai tuntunan Islam, tanpa harus meninggalkan aktivitasnya, baik di rumah maupun di luar.

Di dalam buku yang ditulis oleh Ummu Azzam ini dibagi ke dalam lima bagian. Bagian pertama, tentang thaharah, meliputi pembahasan kotoran bayi, darah haid, darah hewan, keputihan, cairan kewanitaan, flek kehamilan, kotoran dapur, kosmetik wanita, dan lain-lain. Kedua, tentang shalat, meliputi pembahasan azan, iqamat, aurat, gerakan shalat, shalat ‘id, shalat jenazah, shalat ketika hamil, shalat menggendong anak, dan lain-lain. Ketiga, tentang puasa, meliputi puasa ibu hamil dan menyusui, serta sedang bepergian. Keempat, tentang ZIS, yaitu meliputi zakat, infak, dan sedekah. Kelima, tentang haji, meliputi haji ibu hamil, pada masa iddah, mahram, ritual haji, thahalul wanita, dan lain-lain.

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X