menikah Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
525
archive,tag,tag-menikah,tag-525,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
Saatnya nanti duduk pun jomblo ada yang menemani

Jomblo dan Pertanyaan “Kamu Kapan?”

Jomblo dan pertanyaan “Kamu kapan?” adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Sepintar apa pun ia menghindarinya, seseorang akan menemukannya dan menyampaikan pertanyaan itu juga.

Dua di antara momen yang sering membuat KZL kaum marjinal (baca: jomblo) seperti kita-kita ini adalah lebaran dan kondangan. Alasannya sepele, tapi sangat mudah dipahami: Dua momen itu selalu menjadi saat yang tepat bagi sanak famili kita untuk bertanya, “Kamu kapan?”

          Baca juga:
          Kamu Ingin Tahu Siapa Jodoh yang Tepat untukmu? Ikuti Petunjuk Ini
          Ternyata Seperti Inilah Wanita yang Diidamkan oleh Pria Saleh

Pertanyaan itu atau sejenisnya ternyata hanyalah pembuka bagi sebuah “bencana” yang lebih besar dalam kehidupan seorang jomblo di dunia fana ini. Selesai kita jawab, pertanyaan tersebut tak berhenti begitu saja, tapi segera berubah menjadi godaan, yang lama-lama terdengar seperti ledekan, sebelum kemudian fix menjadi “bully-an”.

Nah, kalau sudah sampai pada level terakhir ini, siapa pun “korbannya” harus bisa mengontrol diri. Tak ada gunanya mengeluh, “Hayati lelah, Bang,” atau mengiba belas kasihan bahkan meronta-ronta. Dan meski pura-pura ikut tertawa tampak sekali kita paksakan,  itu satu-satunya pilihan yang masuk akal.

Kita boleh heran dengan membludaknya perbincangan seputar cinta dan jodoh di socmed, apalagi jika dikaitkan dengan ibadah. Padahal selain menikah, banyak ibadah lain yang bisa dikerjakan dan bisa juga dibincangkan, dikampanyekan, atau dibuatkan meme-meme positifnya. Shalat sunah, misalnya, atau umrah.

Namun, melihat pengguna socmed yang kebanyakan anak-anak muda (dan sebagian besar mereka memang jomblo), dan tema abadi yang paling menarik perhatian mereka kapan pun dan di mana pun adalah soal cinta, maka perbincangan tentang kata ini adalah kewajaran belaka. Apalagi kalau tema tersebut secara personal juga mereka rasakan.

Jomblo Harus Tahu Ini

Ada yang bilang kalau misteri di dunia ini ada tiga, yaitu jodoh, kematian, dan tukang parkir (yang entah nongkrong di mana tahu-tahu terdengar peluitnya saat kita memarkir kendaraan). Kali ini, mari kita membahas tentang jodoh. Kematian akan kita bincangkan lain waktu, sementara tukang parkir kita lupakan saja. Buat kamu yang masih jomblo, simak baik-baik bagian ini, ya!

Allah menciptakan kita berpasang-pasangan. Artinya, saat terlahir ke dunia ini kita tak sendiri, tapi sudah ada jodohnya. Hanya saja tak seorang pun tahu identitas, domisili, apalagi bentuk pasangannya itu: tinggi, lebar, atau bulat telur. Semuanya misterius, dan hanya Allah yang mengetahuinya.

Namun tak adanya kepastian siapa, di mana, dan kapan kita akan bertemu dengan jodoh kita hakikatnya adalah kesempatan bagi kita untuk menyemai bibit-bibit ibadah. Kita memang diciptakan untuk beribadah pada Sang Pencipta. Dan dengan mencari pasangan tersebut, sejatinya kita sedang menjalankan tugas mulia itu.

“Tapi, sampai kapan?” Ini mungkin sesekali terlintas di benak kita, pertanyaan lumrah dari bibir jombloers yang merasa sudah berikhtiar maksimal tapi belum menemukan calon pendampingnya. Sekali lagi, hanya Allah yang tahu. Yang perlu kita ingat, Allah itu sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Artinya, di tengah kebingungan kita, di tengah rasa-hampir-putus-asa ini, ada seberkas cahaya yang bisa membimbing kita menjalani hidup, agar kita tak salah jalan. Apa itu? Memperbaiki prasangka pada Yang Mahakuasa. Tentu saja ini selain ikhtiar maksimal dan memohon pada-Nya, dua hal yang wajib kita lakukan.

Allah memerintahkan kita untuk berbaik sangka pada siapa pun, termasuk Dia. Entah prasangka baik itu kemudian terbukti benar, atau tidak. Yang jelas, kita dilarang berburuk sangka, meski kemudian prasangka buruk itu terbukti benar. Sebab, yang namanya buruk sangka pasti dimulai dari sikap merendahkan orang lain.

Dan kalau kita berburuk sangka pada Allah, itu sama saja dengan merendahkan-Nya, bukan?

Jomblo dan Prasangka Baik

Berbaik sangka pada Allah mungkin tak secara instan menyelesaikan masalah, atau dalam konteks ini “menyeret” jodoh yang entah-siapa-dan-di-mana itu ke hadapan kita dan sekonyong-konyong berkata “I love you, will you marry me?”. Tapi setidaknya, sikap tersebut akan menyuntikkan energi positif ke tiap mikro milimeter urat sabar para jomblo.

Kita jadi punya kesabaran yang cukup untuk menunggu saat-saat bahagia itu tiba, sehingga syaithon yang terkutuk, yang terus menggoda kita agar menyerah dan putus asa, capek dengan sendirinya. Selain itu, bukan tidak mungkin energi positif itu mendekatkan kita dengan orang-orang yang juga punya kepribadian positif (baca: mau membantu cari pasangan).

Bagaimanapun law of attraction masih berlaku kok untuk urusan perjodohan meski dua tahun ke depan sepertinya bakal ada ribut-ribut lagi soal pulitik. Hihi, lupakan!

Dengan bekal kesabaran itu pula, pertanyaan “Kamu kapan?”, godaan, ledekan, bahkan bully-an orang lain akan terdengar sebagai doa dan harapan, atau setidaknya perhatian yang tulus pada kita –meski diungkapkan dengan cara yang ah-sudahlah. Kita hanya perlu meminta mereka bersabar, sebab good things take time.

Nah, ini poinnya. Ajak mereka: para penanya, penggoda, peledek, atau pem-bully itu untuk bersabar. Bukankah orang yang sabar itu disayang Tuhan? Mereka harus bisa bersabar menunggu calon kita datang, sebab boleh jadi ybs masih kemping di dataran tinggi Tibet atau asyik sunbathing di tengah-tengah gurun Sahara sana.

“Aku saja yang menjalani bisa bersabar, masak kamu nggak, sih?”

 

Gambar/Foto dari www.pixabay.com

shalat istikharah membantu kita menemukan jodoh impian

Jodoh Impian Bertamu Malam Ini. Kamu Sudah Siap?

Jodoh impian? Bagaimana mengenalinya? Bagaimana pula menemukannya?

Kita mungkin sering membayangkan siapa yang akan menjadi jodoh impian kita nanti. Mulai tetangga kita yang cantik, teman sekelas yang menjadi rebutan, sampai artis ternama yang sering diberitakan. Nah, buat yang ingin tahu siapa jodoh yang tepat untuknya, coba deh ikuti lima petunjuk ini.

Memiliki pasangan hidup adalah keinginan setiap orang. Ketika dewasa, laki-laki dan perempuan akan memikirkan siapa yang menjadi pasangan hidupnya nanti. Kadang, ada yang sampai menetapkan kriteria-kriteria tertentu. Apakah Pembaca juga demikian?

Tak apa, ini wajar, kok. Sebab, memilih pasangan hidup tak seperti memilih baju atau perhiasan. Ketika kita sudah tidak suka, kita bisa menjualnya kembali atau memberikannya kepada orang yang membutuhkan.

Pasangan hidup akan menemani kita sampai tua. Merawat, menyayangi, dan mengasihi kita. Karenanya, sudah seharusnya kita mencari orang yang tepat. Orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita, yaitu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sayangnya, kita kadang masih bingung dalam memilih jodoh impian. Laki-laki seperti apa yang tepat untuk kita, atau perempuan yang bagaimana yang pantas mendampingi kita?

Baca juga:
Ternyata Seperti Inilah Wanita yang Diidamkan Oleh Pria Saleh:
Ingin Rumah Tangga Bahagia? Hindari Hal-hal Ini:

Tapi, tak perlu khawatir. Bukankah kita diajarkan oleh Rasulullah untuk memilih pasangan yang baik agamanya? Di samping hal-hal lain, seperti memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan memiliki harta yang melimpah, agama adalah yang utama.

“Adalah fitrah seorang Muslimah untuk menikah dengan laki-laki kaya, memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan tampan. Itu nggak salah. Tapi, jangan dilupakan, kualitas agamanya harus tetap dinomorsatukan” (Halaqah Cinta, h. 257)

Jadi, Bagaimana Mengenali Sekaligus Menemukan Jodoh Impian Itu?

Setelah kita menentukan kriteria tersebut, bagaimana cara mendapatkan pasangan hidup yang memenuhi kriteria itu? Berikut langkah-langkah yang perlu kita lakukan.

1.    Perbaiki Niat
Niat yang sungguh-sungguh akan memudahkan kita untuk mengenali dan menemukan jodoh impian yang tepat. Harus ada keseriusan dan niat semata-mata ingin menjalankan sunah Rasulullah, yaitu untuk memiliki keturunan.

2.    Ikhtiar
Tak cukup hanya memasang niat. Kita juga harus berikhtiar mencari jodoh impian kita. Jika masih malu-malu, kita bisa minta bantuan teman untuk mengenalkan kita pada orang yang kita sukai, atau kita bisa meminta teman untuk mengenalkan kita dengan orang yang baik.

3.    Istikharah
Jika kita sudah menemukan orang yang menurut kita baik, jangan lupa beristikharah. Kita minta petunjuk pada Allah, apakah pilihan kita ini tepat untuk kita, untuk dunia dan akhirat kita? Persis seperti doa yang kita panjatkan ketika Shalat Istikharah. Lihat: Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah, h. 16.

4.    Utarakan Keinginan Kita
Jika Allah sudah memberikan jawaban atas Istikharah kita, utarakan kepada orang terdekat kita. Bisa ayah, ibu, atau saudara kita, agar niat baik untuk menikahi pilihan kita itu diridhai juga oleh mereka. Sampaikan bahwa kita ingin meminangnya.

5.    Nikahi Karena Allah
Nikahilah pilihan kita semata-mata karena Allah. Allah akan memberikan keberkahan pada pasangan yang menikah dengan didasari cinta kepada-Nya. Yang bertujuan untuk menjalankan sunah Rasul-Nya, agar melahirkan generasi-generasi yang saleh dan saleha.

Nah, inilah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan pasangan hidup yang tepat. Melibatkan Allah dalam semua urusan kita adalah sebuah keharusan. Dengan begitu, kita tak perlu ragu lagi untuk memilih pasangan hidup.

 

Gambar/foto dari www.pixabay.com

kesetiaan adalah kunci

Jodoh Terbaik dan Janji Allah Menciptakan Pendamping untuk Kita

Jodoh terbaik tak bisa hanya ditunggu kedatangannya. Kita perlu menjemputnya. Begitu pula cinta, rasa terindah yang Allah titipkan pada hati setiap insan. Cinta ibarat pohon, jika kita sabar merawatnya, pohon itu akan tumbuh besar dan kuat.

Tak perlu terburu-buru menafsirkan cinta, tak perlu juga berkejaran dengan waktu untuk merasakannya. Sebab, cinta bukan hanya tentang bagaimana perasaan itu muncul tapi juga bagaimana perasaan itu tetap utuh.

Di balik kata ‘cinta’ yang sangat sederhana itu terkandung makna yang dalam. Banyak orang yang terlena karenanya, banyak pula yang menghalalkan segala cara untuk dapat merasakannya. Tak jarang mereka menangis karena cinta, kecewa karena cinta, dan berharap karena cinta.

Tak dapat dipungkiri, pertanyaan-pertanyaan kecil mengenai cinta sering mengusik pikiran kita. Termasuk ini: ke manakah kita akan pergi selepas banyaknya rasa yang pernah singgah di hati kita? Akankah penantian panjang ini berlabuh pada seseorang yang tepat? Mungkinkah kita dipersatukan dengan seseorang yang telah lama kita rindukan kehadirannya?

Hanya Allah pemegang jawaban bagi segala gundah yang kita rasakan. Kita hanya perlu bersabar, berdoa, dan tentu saja terus berikhtiar.

Jodoh Terbaik Sudah Ada yang Menentukan

Tetaplah berbaik sangka pada Allah, serahkanlah semuanya pada Allah. Percayalah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat. Sebab, seindah-indahnya rencana yang telah kita rancang, rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita jalankan.

Sebelum penantian ini berlabuh pada hati yang kita dambakan, kira-kira apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengisi kekosongan dan memantapkan pilihan? Yuk, kita ikuti tip-tip berikut.

  1. Perbaiki hati.

Pertama, yuk tanya lagi ke hati kita. Apa tujuan kita menikah? Kenapa kita ingin segera menikah? Apakah benar ingin menjaga kehormatan, atau hanya ikut-ikutan teman?

Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Maka, mari menata hati kita agar dapat melakukan segala sesuatu semata-mata demi beribadah kepada-Nya, termasuk menikah.

  1. Karena ia bisa berasal dari mana saja, jagalah akhlak kita di mana pun kita berada.

Kita tak pernah tahu, dari mana jodoh terbaik kita datang dan kapan Allah mempertemukan kita dengannya. Kita tentu tak mau calon pendamping berpikir ulang untuk mendekati kita, hanya karena akhlak kita yang kurang baik.

Jadi diri sendiri itu suatu keharusan, tapi bukan berarti kita boleh bersikap seenaknya dan semau sendiri. Maka dari itu, yuk perbaiki terus akhlak kita agar kelak yang menjadi pendamping kita adalah orang yang memiliki akhlak yang sama mulianya dengan kita.

  1. Teruslah memantaskan diri, karena jodoh terbaik kita juga sedang mempersiapkan dirinya.

Ingat janji Allah Ta’ala dalam firman-Nya, “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Yuk, selalu berusaha memantaskan diri, lebih sering datang ke majelis-majelis ilmu dan bergabung dengan komunitas-komunitas positif yang lainnya. Percayalah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengingkari janji-Nya.

  1. Bekali diri dengan ilmu, karena kelak keluarga kita adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita.

Menikah itu ibarat membangun bahtera yang siap berlayar di tengah lautan luas. Ketika berlayar, bahtera itu akan mengarungi samudera kehidupan yang mempunyai berbagai kemungkinan. Kadang ombaknya tenang, tapi kadang membahayakan.

Pertanyaan kita, apakah bahtera kita sudah siap menghadapi itu semua? Nahkoda kapal harus siap kapan pun rintangan menghadang. Begitu pula kita yang sedang menanti pasangan yang kita idam-idamkan. Persiapkan diri dengan baik, agar kita berhasil mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera rumah tangga.

  1. Jaga pikiran agar tetap positif.

Kita harus ingat bahwa Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya. Kalau hati kita berburuk sangka pada-Nya, bisa jadi Dia mengikuti prasangka kita itu. Jadi, jika jodoh terbaik tak kunjung datang, ubah pola pikir kita dan mulailah berpikir positif tentangnya.

Menanti jodoh itu banyak sisi positifnya. Kita bisa punya lebih banyak waktu untuk menambah ilmu agama, membahagiakan kedua orangtua, dan memperbaiki diri.

Nah, itulah beberapa tip yang dapat kita lakukan saat menanti jodoh terbaik. Semoga kita semakin yakin bahwa ikhtiar dan doa-doa kita suatu saat akan berakhir pengabulan dari Allah SWT. Amin.

 

Sumber foto: https://pixabay.com/en/ring-wedding-love-bible-wed-2407552/

jodoh impian

Jodoh Impian: Adakah Doa Khusus untuk Mendekatkannya?

Jodoh impian konon salah satu dari beberapa masalah yang menjadi misteri Ilahi. Mungkin ada benarnya, tapi bukan berarti kita hanya bisa pasrah begitu saja jika ia tak segera datang.

Sudah bertahun-tahun memanjatkan doa agar diberi pasangan hidup tetapi belum juga terjawab? Nah, jangan-jangan ada yang keliru dengan cara berdoa kita. Mari belajar kembali cara berdoa yang sesuai adab menurut Islam. Ingat, Allah selalu menjawab permohonan umat-Nya.

Baca juga:
Menjemput Jodoh dengan Istikharah
Jodoh Impian Bertamu Malam Ini. Kamu Sudah Siap?

Berdoa itu bagian dari ibadah. Seperti kita ketahui, manusia di muka bumi memiliki kewajiban beribadah kepada Allah. Tengoklah bacaan-bacaan di dalam shalat, semua adalah pujian kepada Allah dan mengandung banyak permohonan pada-Nya.

Yang terpenting, semua berangkat dari iman kepada Sang Pencipta. Memang, berdoa saja tidak cukup, perlu diiringi ikhtiar. Untuk itu, jangan lelah berusaha dan berdoa.

Jodoh Impian Datang, Tak Lama Lagi!

Setidaknya ada dua hal yang wajib kita lakukan sebelum berdoa. Pertama, menjauhi makanan haram. Hati yang kotor karena berbagai maksiat atau jiwa yang tak bersih dari perkara haram akan menjadi penghalang terkabulnya doa.

Nabi bersabda, “Barangsiapa yang selama 40 hari hanya memakan makanan yang halal, Allah akan menerangi hatinya dengan cahaya.” Dalam hadist yang lain, Nabi saw bersabda, “Barangsiapa ingin doanya dikabulkan oleh Allah maka makanan dan pekerjaannya harus halal.”

Kedua, berbaik sangka kepada Allah. Berbaik sangka atau berpikiran positif kepada Sang Pencipta wajib hukumnya. Pikiran positif adalah awal yang baik untuk memanjatkan doa. Diriwayatkan dalam sebuah hadits qudsi dari Anas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman, “Aku sebagaimana hamba-Ku menyangka diri-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.”

Selain kedua hal di atas, memperhatikan kekhusyukan saat berdoa juga penting. Sebab berdoa memerlukan ketenangan, kerendahhatian, dan fokus. Saat seseorang merapalkan doa dengan tergesa-gesa dan menyepelekannya, jangan berharap doa tersebut akan sampai ke ‘langit.’

Jika Anda sedang mendambakan seorang pasangan hidup, ikuti syarat-syarat di atas. Dan berdoalah dengan khusuk. Berikut contoh doanya.

Robbi laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin.

(Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.)

Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju bihaa wa takuunnu shoohibatan lii fid diini wad du-nyaa wal aakhiroh.

(Ya Rabb, berikanlah kepadaku istri/suami (disesuaikan dengan permintaan) yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi, dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.)

***

Selengkapnya, pengetahuan seputar doa, seperti alasan-alasan harus berdoa, tatacara berdoa, waktu yang tepat untuk berdoa, dan apa saja doa-doa yang tidak dikabulkan bisa simak lebih lanjut di dalam buku Jangan Lelah Berdoa! karya Nasrudin Abd. Rohim. Buku terbitan Qultummedia ini berusaha memaparkan alasan-alasan dan tatacara agar pembaca tidak putus asa dalam berdoa.

kesetiaan adalah kunci

Kesetiaan Wanita Saleha Adalah Permata yang Paling Berharga

Kesetiaan tak ternilai harganya. Tak terbeli dengan uang sebanyak apa pun, tak bisa ditukar dengan benda paling mahal sekalipun.

Sebagai seorang istri, wanita memiliki tugas untuk mendampingi suami di mana pun dan kapan pun, termasuk saat sang suami sedang berada dalam kesulitan. Dari sana kita bisa mengetahui apakah sang istri layak dikategorikan sebagai pendamping setia atau tidak.

Belajar Kesetiaan pada Khadijah

Mengenai kesetiaan, dalam sejarah Islam terdapat kisah abadi yang dapat dicontoh oleh wanita zaman sekarang. Adalah kisah cinta Nabi Muhammad saw dan Khadijah ra. Kita semua tahu bagaimana perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan Islam. Dan, di balik keteguhan hati beliau, ada seorang istri cantik yang senantiasa mendampingi beliau hingga nafas terakhirnya.

Khadijah binti Khuwailid namanya, seorang janda 40 tahun yang juga seorang saudagar kaya-raya. Sepeninggal suaminya, ia kerap didatangi para bangsawan yang ingin meminangnya. Namun, Khadijah menolak. Sampai akhirnya, kepada lelaki muda bergelar “Pemuda Jujur”-lah hatinya berlabuh. Mulai sejak itu, ia mengabdi dan setia mendampingi suaminya.

Bukti kesetiaan Khadijah terlihat saat Rasulullah saw mendapat wahyu dari Allah. Rasulullah terengah-engah mendatangi Khadijah dengan wajah yang pucat pasi. Beliau mengatakan bahwa dirinya akan menjadi utusan Allah SWT. Mendengar itu, Khadijah tidak panik, melainkan justru menenangkan suaminya dan menghiburnya. Ia berkata kepada suaminya agar sepatutnya bergembira dan tidak mengkhawatirkan keadaan.

Kesetiaan Sampai Nafas Terakhir

Sejak Rasulullah saw diangkat menjadi seorang rasul, Khadijah dengan setia selalu mendampingi Rasulullah saw di mana pun ia berada. Khadijah pula yang membawakan bekal untuk Rasulullah saw ketika kerap berdiam diri di Gua Hira. Ia juga selalu menanti kedatangan Rasulullah saw dengan sabar di rumahnya. Dalam perjuangannya menyebarkan Islam, Khadijah dengan rela menyerahkan harta kekayaannya untuk membantu Rasulullah saw.

Khadijah adalah wanita pertama yang mengimani ajaran Islam. Ia percaya bahwa suaminya mampu memperjuangkan Islam hingga akhir hayatnya. Panutan seorang istri saleha dan setia ada pada diri Khadijah.

Semasa hidupnya, Rasulullah dicintai oleh banyak orang. Tidak hanya Khadijah, anak-anaknya sampai budak pun mencintai Rasulullah. Temukan kisah-kisah mereka dalam buku Mencintai Muhammad karya Irfan L. Sarhindi. Kekaguman tanpa batas melahirkan cinta dan kerinduan terhadap sosok Rasulullah.

 

Skumber foto: pixabay.com

selamat hari raya idul fitri

Pin It on Pinterest