rasulullah Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
540
archive,tag,tag-rasulullah,tag-540,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
jodoh impian

Shalawat Tak Hanya Berpahala Tapi Juga Bermanfaat Besar

Shalawat adalah ibadah yang mendatangkan pahala besar, bukan hanya sebuah bacaan tapi juga jalinan cinta dengan kekasih Allah SWT. Bukankah Allah dan malaikat-Nya senantiasa bershalawat untuk Nabi Muhammad sebagai tanda cinta, rahmat, dan penghormatan kepada pemimpin para nabi itu?

Baca juga:
Menjemput Jodoh Sesuai Panduan Rasulullah
Rasulullah dan Keajaiban Menjelang Kelahirannya

Shalawat memiliki memiliki banyak keutamaan. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat padaku, malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya. Maka, bacalah shalawat, baik sedikit maupun banyak,” (HR Thabrani & Ibnu Majah).

Shalawat: untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Selain itu, ia juga penawar kesedihan, obat kepedihan, dan merupakan curahan rahmat Ilahi bagi para pembacanya. Tiada satu ibadah pun yang Allah SWT perintahkan hamba-Nya untuk melakukannya, kecuali Dia membalas kebaikan yang berlipat-lipat. Oleh karena itu, betapa besar dan dahsyatnya keutamaan ibadah ini.

Menurut Imam Ghazali, saat orang mencintai sesuatu, ia akan selalu menyebutnya. Saat ia mencintai Allah SWT, ia akan selalu mengingat dan berzikir kepada-Nya. Begitu pula saat ia mencintai Rasulullah saw, ia juga akan memperbanyak menyebut namanya. Apabila seorang hamba banyak berzikir kepada Allah tapi tidak bershalawat kepada Rasulullah saw, zikirnya itu tidaklah sempurna.

Shalawat merupakan cahaya yang mengeluarkan kita dari kegelapan, sarana untuk menambah iman pada Allah SWT dan cinta kita pada Rasulullah saw, juga merupakan rasa terima kasih kita kepada pribadi yang paling mulia, yang mengiringi kita dan mengajarkan kita untuk mencapai kebahagiaan dan keindahan nan abadi.

Tentang Buku Mukjizat Shalawat

Dalam buku  “Mukjizat Shalalawat”  yang ditulis oleh Habib Abdullah Assegaf dan Indriya R. Dani ini Anda akan dibawa menuju hidup yang penuh dengan ungkapan cinta dan kerinduan. Selain itu, buku ini juga memaparkan beberapa macam pujian untuk Rasulullah, faedah dan kedahsyatannya, serta adab membacanya. Apa yang diungkapkan dalam buku ini semua berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.

Pada saat ini, banyak di antara kaum muslim mengalami krisis moral dan krisis global ekonomi. Insya Allah dengan membaca shalawat, Allah SWT akan memberi jalan keluar bagi kita, baik dari krisis moral maupun krisis ekonomi secara global.

 

Sumber foto: http://hdfreewallpaper.net/masjid-nabawi-wallpaper-download/

Kabah

Rasulullah dan Keajaiban Menjelang Kelahirannya

Rasulullah dan keajaiban menjelang kelahirannya mungkin tak banyak kita tahu, padahal orang yang mencintainya pasti ingin tahu apa yang terjadi saat itu.

Diutusnya seorang rasul adalah salah satu bukti betapa sayangnya Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dia ingin hamba-hamba-Nya sadar bahwa Dia selalu membimbing mereka dengan adanya rasul di sampingnya.

Sebagai khatamun nabiyyin (penutup para nabi), kelahiran Rasulullah sangat dinanti-nanti. Tak hanya oleh manusia, bahkan binatang, tumbuh-tumbuhan dan alam semesta juga merindukan kehadirannya. Karena itu, tak heran jika ada hal-hal aneh terjadi menjelang kelahirannya.

Baca juga:
Ingin Rumah Tangga Bahagia? Hindari Hal-hal Ini
Kamu Ingin Tahu Siapa Jodoh yang Tepat Untukmu? Ikuti Lima Petunjuk Ini

Hal-hal aneh ini ada kaitannya dengan kondisi alam yang tak wajar. Bagi masyarakat Arab pada masa itu, kejadian ini merupakan sesuatu yang mengherankan. Sebelumnya tak pernah terjadi.
Nah, inilah lima hal aneh yang terjadi menjelang lahirnya Nabi Muhammad saw.

1. Rasulullah dan Keajaiban yang Pertama: Api Majusi Padam

Orang-orang Majusi adalah penyembah api. Api yang mereka sembah selama beratus-ratus tahun itu tak pernah padam. Tapi, menjelang lahirnya Nabi Muhammad saw, api itu padam seketika. Meski mereka berupaya menyalakannya kembali, tetap tidak berhasil.

2. Rasulullah dan Keajaiban yang Kedua: Bintang Besar Bercahaya

Menjelang lahirnya Nabi Muhammad saw, orang-orang Yahudi dan Nasrani melihat bintang besar yang bercahaya sangat terang. Bintang itu tak pernah terlihat sebelumnya di langit Makkah. Karenanya, sebagian mereka berkata, “Nabi penutup zaman telah lahir.”

Mereka berkata demikian karena telah mendapat informasi dari kitab suci mereka bahwa akan lahir seorang nabi akhir zaman yang ditandai dengan munculnya bintang besar.

Ka’bul Akhbar ra berkata: “Saya telah melihat di dalam Taurat bahwa Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada Kaum Musa tentang saat keluarnya Muhammad saw, ‘Sesungguhnya bintang yang telah kamu ketahui itu, bila ia bergerak dari tempatnya, menandakan bahwa Rasulullah saw telah keluar.’

Ketika Rasulullah saw lahir, bintang itu bergerak dan pindah dari dari tempat asalnya. Maka, orang-orang Yahudi dan Nasrani semuanya mengetahui bahwa rasul yang diberitakan Allah itu telah lahir ke dunia, namun mereka merahasiakannya disebabkan kedengkian mereka.” Lihat selengkapnya.

3. Rasulullah dan Keajaiban yang Ketiga: Burung-burung Beterbangan di Langit Makkah

Sebelumnya, tak pernah terlihat burung yang begitu banyak terbang di atas kota Makkah. Tapi, pada hari kelahiran Nabi, entah dari mana burung-burung terlihat berbondong-bondong mengitari kota Makkah. Seakan menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw.

4. Rasulullah dan Keajaiban yang Keempat: Pohon Kurma Kering Kembali Berbuah

Dikabarkan dalam Injil tentang tanda-tanda menjelang lahirnya nabi akhir zaman yaitu, “Bahwasanya apabila pohon kurma kering mengeluarkan daun-daunan, maka itu menandakan keluarnya Rasulullah ke dunia.”

Ketika Rasulullah saw lahir, pohon kurma yang kering dan layu menjadi segar kembali, berdaun dan berbuah. Melihat hal itu, orang-orang Nasrani pun mengetahui bahwa Rasul yang dijanjikan Allah di dalam kitab Injil itu telah lahir ke dunia. Tetapi hal itu mereka rahasiakan, disebabkan kedengkian mereka. Lihat selengkapnya.

5. Rasulullah dan Keajaiban yang Kelima: Mata Air Kering Memancar Kembali

Di dalam kitab Zabur diterangkan bahwa kelahiran nabi akhir zaman ditandai, “Ketika mata air yang sudah kalian kenal kering dan tiba-tiba memancarkan air dengan derasnya maka pada saat itulah Nabi Muhammad saw telah lahir ke dunia.”

Itulah lima kejadian aneh menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw. Ini menjadi bukti betapa mulianya utusan Allah, sampai-sampai alam pun ikut gembira dengan kelahirannya. Lebih lengkap mengenai hal-hal yang terjadi menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw, kita bisa mengunjungi laman berikut ini.

Kejadian-kejadian aneh menjelang lahirnya Nabi Muhammad saw antara lain:

1. Api Majusi padam, setelah beratus-ratus tahun disembah.
2. Bintang besar bercahaya, salah satu tanda kelahiran Nabi Muhammad menurut ahlul kitab.
3. Burung-burung beterbangan di langit Makkah, demi menyambut kelahiran Nabi Muhammad saw.
4. Pohon kurma kering kembali berbuah, sehingga masyarakat bisa berbondong-bondong memetiknya.
5. Mata air kering memancar kembali, memberikan berkah bagi penduduk di sekitarnya.

ibadah haji

Haji: Tentang Cinta dan Pengorbanan di Dalamnya

Haji merupakan ibadah yang memilik nilai spiritual yang tinggi. Rangkaian ibadah yang dilakukan di dalamnya memiliki makna ketaatan, cinta, dan pengorbanan. Persis seperti yang dilakukan oleh Hajar, ibunda Nabi Ismail, yang berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwa demi mencari air minum untuk buah hatinya itu.

Dalam haji, kita harus mengindari hal-hal yang dilarang, seperti membunuh binatang, berkata-kata kotor, dan bergaul dengan pasangan. Inilah bukti ketaatan kepada Allah, karena dengan kerelaan hati kita dituntut untuk menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Haji: Ka’bah dan Sejarahnya

Ka’bah merupakan pusat ritual haji. Di sekelilingnya terdapat tempat-tempat yang mulia. Hijir Ismail misalnya. Tempat ini terletak di sebelah utara Ka’bah, bentuknya setengah lingkaran. Melakukan shalat di tempat ini akan mendapat keutamaan tersendiri.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah meminta kepada Rasulullah agar diizinkan untuk shalat di dalam Ka’bah. Nabi kemudian mengajak Aisyah ke Hijir Ismail dan menyuruhnya shalat di sana. Nabi kemudian bersabda bahwa melakukan shalat di Hijir Ismail sama utamanya dengan shalat di dalam Ka’bah.

Salah satu rukun haji yang sangat penting adalah wuquf, yaitu bermalam di Arafah. Ritual haji ini tidak terlepas dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Ismail. Di tempat inilah Ismail dibawa oleh Nabi Ibrahim untuk kemudian disembelih, yang ternyata penyembelihan itu tak pernah terjadi, sebab Allah mengganti tubuh Ismail dengan seekor domba.

Allah menetapkan wuquf di Arafah sebagai ungkapan penghormatan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya atas ketaatan dan kesabaran yang mereka tunjukkan.

Di Ka’bah juga terdapat batu yang dinamakan Hajar Aswad. Batu ini terpasang di sudut selatan Ka’bah. Sejarah Hajar Aswad bermula ketika bangunan Ka’bah selesai dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang menurut Nabi Ibrahim ada yang belum sempurna dari bangunan suci tersebut.

Nabi Ibrahim kemudian meminta Nabi Ismail untuk mencarikan sebuah batu sebagai pelengkap bangunan suci itu. Nabi Ismail lantas menemukan Hajar Aswad dan memasangnya di dinding Ka’bah. Sampai saat ini, kita masih bisa melihat Hajar Aswad ini terpasang di dinding Ka’bah dan menjadi tempat yang maqbul untuk memanjatkan doa.

Baca juga:
Haji: Masjidil Haram dan Keutamaannya
Pada perayaan haji, selain di sekeliling Ka’bah, lingkungan Masjidil Haram juga tempat yang memiliki keutamaan yang sangat besar untuk beribadah. Di tempat inilah para peziarah dapat melakukan berbagai ibadah fardhu dan sunah.

Pada masa Nabi, Masjidil Haram merupakan lapangan yang luas, belum ada tembok yang mengelilinginya seperti sekarang. Hanya bangunan biasa tempat umat Islam melaksanakan shalat.

Selain Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah juga tempat beribadah yang memiliki keutamaan. Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad setelah beliau dan para sahabat berhijrah dari Makkah.

Berbagai ritual haji yang telah disebutkan di atas merupakan simbol ketaatan, pengorbanan dan penghormatan kepada para nabi dan pengingat terhadap peristiwa-peristiwa besar yang mereka alami. Sebagai umat Nabi Muhammad, sudah selayaknya kita mengambil pelajaran dan keteladanan dari mereka.

kesetiaan adalah kunci

Kesetiaan Wanita Saleha Adalah Permata yang Paling Berharga

Kesetiaan tak ternilai harganya. Tak terbeli dengan uang sebanyak apa pun, tak bisa ditukar dengan benda paling mahal sekalipun.

Sebagai seorang istri, wanita memiliki tugas untuk mendampingi suami di mana pun dan kapan pun, termasuk saat sang suami sedang berada dalam kesulitan. Dari sana kita bisa mengetahui apakah sang istri layak dikategorikan sebagai pendamping setia atau tidak.

Belajar Kesetiaan pada Khadijah

Mengenai kesetiaan, dalam sejarah Islam terdapat kisah abadi yang dapat dicontoh oleh wanita zaman sekarang. Adalah kisah cinta Nabi Muhammad saw dan Khadijah ra. Kita semua tahu bagaimana perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan Islam. Dan, di balik keteguhan hati beliau, ada seorang istri cantik yang senantiasa mendampingi beliau hingga nafas terakhirnya.

Khadijah binti Khuwailid namanya, seorang janda 40 tahun yang juga seorang saudagar kaya-raya. Sepeninggal suaminya, ia kerap didatangi para bangsawan yang ingin meminangnya. Namun, Khadijah menolak. Sampai akhirnya, kepada lelaki muda bergelar “Pemuda Jujur”-lah hatinya berlabuh. Mulai sejak itu, ia mengabdi dan setia mendampingi suaminya.

Bukti kesetiaan Khadijah terlihat saat Rasulullah saw mendapat wahyu dari Allah. Rasulullah terengah-engah mendatangi Khadijah dengan wajah yang pucat pasi. Beliau mengatakan bahwa dirinya akan menjadi utusan Allah SWT. Mendengar itu, Khadijah tidak panik, melainkan justru menenangkan suaminya dan menghiburnya. Ia berkata kepada suaminya agar sepatutnya bergembira dan tidak mengkhawatirkan keadaan.

Kesetiaan Sampai Nafas Terakhir

Sejak Rasulullah saw diangkat menjadi seorang rasul, Khadijah dengan setia selalu mendampingi Rasulullah saw di mana pun ia berada. Khadijah pula yang membawakan bekal untuk Rasulullah saw ketika kerap berdiam diri di Gua Hira. Ia juga selalu menanti kedatangan Rasulullah saw dengan sabar di rumahnya. Dalam perjuangannya menyebarkan Islam, Khadijah dengan rela menyerahkan harta kekayaannya untuk membantu Rasulullah saw.

Khadijah adalah wanita pertama yang mengimani ajaran Islam. Ia percaya bahwa suaminya mampu memperjuangkan Islam hingga akhir hayatnya. Panutan seorang istri saleha dan setia ada pada diri Khadijah.

Semasa hidupnya, Rasulullah dicintai oleh banyak orang. Tidak hanya Khadijah, anak-anaknya sampai budak pun mencintai Rasulullah. Temukan kisah-kisah mereka dalam buku Mencintai Muhammad karya Irfan L. Sarhindi. Kekaguman tanpa batas melahirkan cinta dan kerinduan terhadap sosok Rasulullah.

 

Skumber foto: pixabay.com

TGB

Pin It on Pinterest