rezeki Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
570
archive,tag,tag-rezeki,tag-570,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Syukur dan Janji Allah untuk Melipatgandakan Anugerah

Syukur membuat seseorang tampak lebih bahagia dibandingkan orang lain yang mungkin lebih baik keadaannya.

Pernah tidak berpikir, kenapa orang lain bisa bahagia melebihi kita, padahal karunia Allah pada kita dan mereka tak jauh berbeda?

Syukur adalah jawabannya. Syukur merupakan pembeda antara kebahagiaan orang lain dan kebahagiaan kita.

Dengan syukur, kita bisa menghargai pemberian Allah. Walau hati kita sulit menerimanya, tapi ucapan “Alhamdulillah” akan membuat keadaan kita lebih baik dibanding mengeluhkan karunia-Nya.

Syukur Melipatgandakan Anugerah-Nya

Rasa syukur tak hanya membuat hidup kita indah dan baik-baik saja, tapi juga bisa membuat rezeki kita bertambah.

Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S Ibrahim: 7)

Allah akan menambah rezeki dan anugerah lain yang dikehendaki-Nya pada orang yang bersyukur. Dia mencintai orang-orang yang ikhlas menerima pemberian-Nya. Allah tak mungkin mencintai seseorang kecuali Dia pasti menambahkan rasa bahagia di hatinya.

Syukur akan terus mengundang rezeki. Orang yang bersyukur tahu bagaimana cara berterima kasih pada Sang Pencipta. Ia tak akan mengeluh hanya karena yang didapatnya tak sesuai harapan, ia justru memanjatkan syukur agar rezekinya Allah lipat gandakan.

Syukuri, Banyak Orang yang Tak Seberuntung Kita

Bersyukurlah, niscaya hidup yang kita anggap sulit ini akan terasa indah. Jika tentang harta, kita dianjurkan untuk melihat mereka yang kekurangan. Bukan agar kita sombong, tapi supaya kita tahu bahwa Allah telah mencukupi kebutuhan dan keinginan kita.

Tak perlu mengeluh pada keadaan. Hidup ini berotasi. Kadang di atas dan kadang di bawah. Jika kita sedang mengalami pahitnya berada di bawah, teruslah berusaha dan jangan putus asa. Namun jika kita sedang di atas, teruslah melihat ke bawah agar kita tahu Allah selalu ada.

Bersyukurlah dari hal-hal yang sederhana. Jika kita belum mendapat rezeki, syukurilah nikmat sehat yang kita miliki. Jika kita sedang sakit, bersyukurlah karena dosa-dosa kita sedang Allah ampuni.

Teruslah bersyukur dan berbaik sangka, niscaya kita akan bahagia setelah melakukannya.

rezeki kita harus dijemput

Ingin Rezeki Melimpah dan Berkah? Ini Dia Kuncinya

Rezeki melimpah dan berkah adalah dambaan semua orang, tapi tak banyak yang tahu cara mendapatkannya.

Tiap kita pasti ingin dilancarkan rezekinya. Rezeki merupakan anugerah indah yang Allah pasti beri kepada tiap hamba-Nya. Tak ada sesuatu pun yang masih hidup dan menempati bumi ini, kecuali rezekinya sudah Allah jamin.

Rezeki Lancar Berkat Salat Duha

Selain berikhtiar, ada kiat-kiat supaya rezeki kita lebih dilancarkan. Yang tak bisa diragukan lagi, salat duha adalah salah satunya.

Salah satu keutamaan sholat dhuha adalah sebagai sedekah anggota badan.

Rasulullah saw bersabda “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Pagi adalah suatu waktu yang Allah berkahi. Di saat itulah manusia bertebaran untuk mencari karunia-Nya, serta Dia pun menebarkan rezeki pada pagi hari. Waktu pagi juga waktu yang utama. Sebab Allah menyuruh kita untuk terus berzikir pada-Nya, terlebih di waktu pagi dan petang.

Dalam hadis qudsi, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Rezeki Penting, Dekat dengan Allah Lebih Penting

Keutamaan terbesar salat duha adalah dibukakannya pintu rezeki bagi siapa saja yang melaksanakannya. Bukan hanya rezeki yang Allah mudahkan sebenarnya, salat duha pun bisa menjadi perantara kedekatan kita dengan Allah.

Orang yang salat duha pasti berkorban. Ia mengorbankan waktu sibuknya untuk bertemu dengan Allah. Salat dan menghadap-Nya dengan ikhlas, walau ia bisa saja menggunakan waktu tersebut untuk lebih banyak mencari rezeki-Nya.

Siapa pun yang dekat dengan Allah pasti Dia beri sesuatu yang spesial dalam hidupnya. Jangankan hanya untuk memberi rezeki, Allah bahkan melipatgandakan anugerah untuknya dari hari ke hari.

Namun yang perlu diperhatikan, salat duha juga harus diiringi dengan keikhlasan dan mengharap ridha Allah. Sehabis duha juga lebih baik kita luangkan waktu untuk berdoa terlebih dulu. Insya Allah dengan duha dan doa, rezeki kita akan terus ditambah oleh-Nya.

sedekah memperlancar rezeki

Sedekah: Agar Rezeki Lancar, Melimpah, dan Berkah

Sedekah akan membuka pintu rahmat-Nya, dan mengalirkan keberkahan yang tak berkesudahan pada hidup kita.

Sejatinya, harta yang betul-betul milik kita adalah harta yang kita berikan pada orang lain, bukan yang sekarang ada di tangan kita. Apa yang ada di tangan kita suatu saat akan kita tinggalkan, tapi apa yang kita berikan pada orang lain akan berbuah pahala dan menolong kita di hari kiamat nanti.

Sedekah Bukan Sembarang Ibadah

Sedekah adalah ibadah mulia yang harus kita biasakan mulai detik ini. Ibadah utama ini tak selalu berhubungan dengan harta tapi juga melakukan hal-hal baik yang bisa bermanfaat dan meringankan masalah sesama.

Menyingkirkan duri di jalan juga sedekah. Senyum kita pada orang lain juga sedekah.

Rasulullah bersabda, “Infaqkanlah hartamu! Janganlah menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak maka Allah akan menghilangkan barakah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.” (HR. Bukhari no. 1433 dan Muslim no. 1029)

Berbagi tak akan mengurangi harta yang kita miliki. Sebaliknya, ia akan menambah rezeki kita, menambah pahala kita, juga menambah rasa kedermawanan kita pada orang lain.

Al-Quran membuat perumpamaan bagi sedekah sebagai “sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir”. Hal ini karena begitu banyaknya pahala yang diterima oleh orang yang bersedekah. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Jangan ragu berbagi apa yang kita miliki dengan orang lain, sebab itu adalah benih pahala yang kita tanam di ladang surga. Biasakan berbagi dengan rutin, walau jumlahnya sedikit. Karena Allah lebih menyukai amalan ringan tapi terus dilakukan, dibanding amalan besar tapi dilakukan sesekali saja.

rezeki kita harus dijemput

Rezeki Kita Memang Sudah Ada yang Mengatur, Tapi…

Rezeki kita harus kita jemput, dengan ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Sekaligus.

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Ar-Rum [30]: 40)

Rezeki kita adalah ketetapan Allah SWT. Seperti jodoh dan kematian, rezeki setiap manusia sudah diatur oleh-Nya. Allah Mahakuasa terhadap apa yang ada di bumi dan langit beserta isinya.

Allah menciptakan semua itu semata untuk makhluk-makhluk-Nya. Air dan matahari sebagai sumber kehidupan, tumbuhan untuk dikonsumsi manusia dan hewan, langit dan bumi sebagai “rumah dan atap” sebagai tempat mereka berlindung.

Rezeki Kita: Ikhtiar Menjemputnya Adalah Keharusan

Meskipun rezeki kita sudah ditetapkan sedemikian rupa oleh Allah, bukan berarti kita tidak perlu berikhtiar dalam menjemputnya. Fasilitas dan kemudahan yang Allah ciptakan berupa alam semesta dan isinya ini hendaknya membuat kita lebih bersyukur, yakni bersemangat dalam menjemput rezeki dan tidak berpangku tangan saja.

Menjadi kaya itu tidak dilarang dalam Islam. Apalagi jika rezeki kita itu membuat kita lebih dekat dengan Allah. Membuat kita tidak hanya semangat memperkaya diri sendiri tapi juga berbagi dengan orang yang membutuhkan. Dengan begitu, rasa lelah yang kita rasakan saat bekerja akan berbuah pahala dari Allah SWT.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan dalam menjemput rezeki.

  1. Bertakwa
  2. Bertawakal
  3. Bersyukur
  4. Memperbanyak istighfar
  5. Bersedekah
  6. Shalat Khusyu’
  7. Shalat Dhuha.

Kiat-kiat di atas merupakan cara untuk memperoleh keberkahan rezeki kita, bukan sekadar menjemputnya. Memang, tanpa ikhtiar batin seperti itu, rezeki kita akan lebih sulit diperoleh. Tapi bagaimanapun, tanpa keberkahan rezeki yang kita dapatkan tidak akan banyak memberikan manfaat.

Tentang Kiat-kiat Menjemput Rezeki Kita

Selain berisi tentang bagaimana mendapatkan rezeki secara halal dan thayib, buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki juga dilengkapi dengan amalan-amalan penarik rezeki yang sebaiknya kita lakukan saat pagi, siang, dan malam hari. Buku ini juga dilangkapi dengan doa-doa untuk memperlancar pekerjaan dan terbebas dari utang dan kemiskinan.

Membaca buku ini seperti menemukan pelengkap yang selama ini kita cari-cari, yang dengannya kita menjadi tahu mengapa rezeki yang kita peroleh selama ini terasa kurang berkah. Selamat membaca!

 

Sumber gambar: AboutIslam.net

rezeki kita harus dijemput

Rezeki Kita Tak Lancar? Mari Amalkan 7 Kiat Mudah Ini

Rezeki kita merupakan salah satu dari beberapa rahasia Allah SWT yang diberikan pada makhluknya.

Seperti jodoh dan kematian, rezeki kita telah diatur dan ditentukan oleh-Nya. Allah Mahakuasa atas apa yang ada di dunia, bumi dan langit beserta isinya, udara, air, tumbuhan, hewan, manusia, dan sebagainya.

Baca juga:
Amalan-amalan untuk Membuka Pintu Rezeki
Doa-doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Ar-Rum [30]: 40)

Allah menciptakan semua itu semata untuk kemanfaatan bagi makhluk-makhluk-Nya. Tumbuhan untuk dikonsumsi manusia dan hewan, air dan matahari sebagai sumber kehidupan tumbuhan, langit dan bumi sebagai “rumah dan atap” tempat berlindung para makhluk-Nya.

Masya Allah, betapa besar kuasa dan kasih sayang-Nya untuk kita, para ciptaan-Nya di dunia. Rezeki kita dalam Islam hakikatnya adalah memahami bahwa segala yang Allah ciptakan di dunia adalah bagian dari kemudahan yang Dia berikan agar kita bisa hidup dan mengambil manfaat dari alam semesta,

Meskipun sudah ditetapkan dan diatur sedemikian baiknya oleh Allah, bukan berarti kita tidak perlu berikhtiar dalam memenuhi kebutuhan kita. Fasilitas dan kemudahan yang Allah ciptakan berupa alam semesta dan isinya ini hendaknya membuat kita lebih bersyukur. Bersyukur dengan semangat menjemput rezeki kita dan tidak berpangku tangan dalam menyejahterakan diri dan keluarga.

Menjadi kaya tidak dilarang dalam Islam. Apalagi jika rezeki kita itu membuat kita lebih dekat kepada Allah. Membuat kita tidak hanya semangat memperkaya diri sendiri, tapi juga berbagi dengan orang lain. Dengan begitu, rasa lelah yang kita rasakan saat bekerja berbuah pahala dan kebaikan dari Allah SWT.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan dalam mejemput anugerah dari-Nya:

  1. Bertakwa;
  2. Bertawakal;
  3. Bersyukur;
  4. Memperbanyak istighfar;
  5. Bersedekah;
  6. Shalat khusyu’ dengan menyempurnakan rukun, wajib, sunah, dan adab-adab shalat;
  7. Shalat Dhuha.

 

Selain berisi tentang bagaimana mengupayakan rezeki kita secara halal dan baik, buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki juga dilengkapi dengan amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan saat pagi, siang, dan malam hari. Buku ini juga dilangkapi dengan doa-doa untuk memperlancar pekerjaan dan terbebas dari utang juga kemiskinan.

 

Sumber foto: pixabay.com

kematian pasti akan datang

Sahabat Nabi dengan Kekayaan Luar Biasa

Sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa jarang disebut-sebut oleh penceramah dan pengisi khutbah Jumat, padahal mereka ada dan menggunakan harta bendanya itu untuk membantu mengembangkan dakwah Islam.

Mungkin selama ini kita mengenal Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffett sebagai orang-orang terkaya di dunia. Tapi pernah tidak kita berpikir bahwa dulu ada lima sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan menjadi orang terkaya pada masanya. Siapakah mereka?

Kita sering mendengar nama-nama sahabat Nabi disebut dalam berbagai majelis ilmu. Tak jarang juga kita mendengar tentang mereka di televisi dan radio.

Mereka antara lain Abu Bakar yang bergelar Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan), Umar bin Khaththab yang bergelar Al-Faruq (Yang Membedakan), Utsman bin Affan yang bergelar Dzun Nurain (Yang Memiliki Dua Cahaya), dan Ali bin Abi Thalib yang bergelar Madinatul ‘Ilmi (Kota Ilmu).

Selain nama-nama di atas, yang terkenal karena kedekatannya dengan Rasulullah, ada juga sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan kedermawanannya. Jika kita konfersi ke dalam rupiah, jumlah kekayaan mereka sangat besar untuk ukuran orang Indonesia sekarang.

Siapa saja sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa itu?

          Baca juga:
          Susah Bangun Malam untuk Shalat Tahajud? Ini Kiat-kiatnya
          Lima Doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Sahabat Nabi yang Kaya #1: Abdurrahman bin ‘Auf

Abdurrahman bin ‘Auf adalah sahabat Nabi yang terkenal sebagai pebisnis. Ia sahabat yang didoakan oleh beliau agar mendapatkan kerberkahan dari hartanya.

Ia memiliki empat orang istri. Ketika ia meninggal masing-masing istrinya mendapatkan warisan sebesar 100.000 Dinar.

Total kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf saat meninggalnya sebesar 3.200.000 Dinar. Kalau dikonfersi ke mata uang Rupiah maka jumlahnya Rp6.212.688.000.000

Sahabat Nabi yang Kaya #2: Zubair bin Awwam

Zubair adalah salah satu sahabat Nabi yang termasuk Assabiqunal Awwalun. Ia memiliki keahlian berperang sambil menunggang kuda. Kebanyakan hartanya adalah tanah dan rumah.

Zubair memiliki padang belantara, 11 rumah besar di Madinah, 2 di Basrah, dan 1 di Kuffah dan Mesir.

Sebelum meninggal ia berwasiat agar 1/3 hartanya dibagikan kepada cucu-cucunya, lalu 2/3 diberikan kepada ahli warisnya.

Saat meninggal, harta waris dan wasiatnya antara lain:

  • Harta waris : 38.400.000 Dirham
  • Harta wasiat : 19.200.000 Dirham

Jumlah : 57.600.000 Dirham

Jika 57.600.000 Dirham dikonfersi ke rupiah maka berjumlah Rp3.543.724.800.000

Sahabat Nabi yang Kaya #3: Utsman bin Affan

Utman bin Affan adalah sahabat Nabi yang tergolong paling kaya. Dia memiliki kekayaan berupa dinar, dirham, dan 1.000 ekor unta. Jika kita perinci kekayaannya maka berjumlah:

  • Uang Dirham : 30 juta Dirham
  • Uang Dinar : 150.000 Dinar
  • Sedekah : 200.000 Dinar
  • Unta : 1.000 ekor

Jika dirupiahkan maka berjumlah:

  • 30 juta Dirham : 1.845.690.000.000
  • 150.000 Dinar : 291.219.750.000
  • Sedekah 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • 1.000 ekor unta : 7.740.000.000

Jadi, jumlah kekayaan Utsman bin Affan adalah Rp2.532.942.750.000

Sahabat Nabi yang Kaya #4: Thalhah bin ‘Ubaydillah

Thalhah bin ‘Ubaydillah adalalah sahabat Nabi dari kaum Quraisy. Beliau termasuk delapan orang yang pertama kali masuk Islam. Kekayaan yang dimiliki Thalhah adalah:

  • Uang Dirham : 2.200.000 Dirham
  • Uang Dinar : 200.000 Dinar
  • Sedekah : 300.000 Dirham

Jika di rupiahkan akan berjumlah:

  • 2.200.000 Dirham : 135.350.600.000
  • 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • Sedekah 300.000 Dirham : 18.456.900.000

Jadi, jumlah kekayaan Thalhah bin ‘Ubaydillah adalah Rp542.100.500.000

Sahabat Nabi yang Kaya #5: Sa’d bin Abi Waqqash

Sa’d bin Abi Waqqash dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang sangat pemberani dalam peperangan. Tatkala wafat, ia meninggalkan harta waris sebesar 250.000 Dirham. Jika diubah ke rupiah maka berjumlah Rp15.380.750.000

Untuk lebih jelasnya mengenai rincian kekayaan lima sahabat di atas, kita bisa mengunjungi laman berikut ini.

Itulah lima sahabat Nabi yang memiliki harta melimpah. Selain itu, mereka juga dikenal sebagai sahabat-sahabat yang dermawan, rajin ibadah, dan rendah hati.

***

Para sahabat Nabi itu juga sering mengamalkan Shalat Dhuha. Sebagaimana kita tahu, Shalat Dhuha adalah ibadah yang dapat memperlancar rezeki dan memberikan keberkahan pada harta benda kita.

Nah, jika kita ingin seperti mereka, kita bisa mulai mengistiqomahkan Shalat Dhuha setiap hari. Dengan melakukan Shalat Dhuha, insya Allah rezeki kita akan dilancarkan oleh Allah.

Mari kita renungkan arti doa Shalat Dhuha berikut.

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.(Penuntun Mengejakan Shalat Dhuha, hal. 53)

Jika tak bisa tiap hari, minimal kita mengerjakannya tiga kali seminggu. Jika tak bisa tiga kali seminggu, minimal sekali seminggu. Tapi, alangkah baiknya kita mengerjakannya tiap hari, agar Allah cepat mengabulkan doa Shalat Dhuha kita.

Sahabat-sahabat Nabi yang kaya-raya dan dermawan.

  • Abdurrahman bin ‘Auf, memiliki harta sebesar Rp6.212.688.000.000
  • Zubair bin Awwam, memiliki harta sebesar Rp3.543.724.800.000
  • Utsman bin Affan, memiliki harta sebesar Rp2.532.942.750.000
  • Thalhah bin ‘Ubaydillah, memiliki harta sebesar Rp542.100.500.000
  • Sa’d bin Abi Waqqash, memiliki harta sebesar Rp15.380.750.000

 

doa agar dimudahkan rezeki

Doa-doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Doa-doa tertentu bisa membantu kita mewujudkan harapan, termasuk harapan memperoleh kelancaran dan keberkahan rezeki.

Semua orang ingin mendapat kemudahan dalam urusan rezeki. Nyatanya, harapan tinggal harapan. Jangankan mudah, bisa mendapatkannya saja alhamdulillah. Adakah cara agar kita tak hanya berhasil memperoleh rezeki tapi bahkan dikejar-kejar olehnya?

 Ulama-ulama kita mengatakan bahwa ada doa-doa yang bisa kita baca agar Allah melancarkan rezeki kita. Lima di antara doa-doa itu, seperti bisa kita baca dalam buku Risalah Doa & Zikir Keluarga, mudah kita hafalkan.

Kita tidak diwajibkan berada di suatu tempat atau waktu khusus untuk membaca doa-doa ini. Kita hanya dianjurkan membacanya setelah mengerjakan shalat fardhu dan ketika hendak berangkat ke tempat kerja.

Baca Juga:
Risalah Doa & Zikir Keluarga
Mengapa Kita Harus Berdoa

Berikut lima doa yang bisa kita amalkan agar rezeki yang kita harap-harapkan mudah terwujud.

Doa Agar Rezeki Lancar

اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَاعَزِيْزُ يَامُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازٍ عِزَّةَ قُدْرَتِكَ وَيَامُيَسِّرَاْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَاخَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اللهُ

Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh.

“Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

Doa Agar Rezeki Bertambah

اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُوْهِنَا وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا وَاٰثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا وَأَرْضِنَا وَارْضَ عَنَّا

Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.

“Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”

Doa Agar Diberi Rezeki Halal

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَ مَشَقَّةٍ وَلاَ ضَيْرٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

Doa Agar Diberi Rezeki yang Berkah

اَللّٰهًمَّ اَصْلِحْ لِيْ دِيْنِيْ وَوَسِّعْ لِيْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْ رِزْقِيْ

Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.

“Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”

Doa Agar Mendapat Rezeki yang Tak Disangka-sangka

رَبَّنَا اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا ِلاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.

“Ya Tuhan kami, turunkahlah kepada kami suatu hidangan dari langit (yang haru turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau pemberi rezeki yang paling utama.”

***

Jika kita terus mengamalkan doa-doa ini, insya Allah rezeki kita akan dipermudah oleh Allah. Bahkan, Allah mungkin juga akan memberikan rezeki melalui jalan yang tak kita duga-duga.

Jika setelah mengamalkan lima doa di atas rezeki kita masih terasa sulit, mungkin adab berdoa kita yang masih masih perlu diperbaiki. Untuk memahami bagaimana adab-adab berdoa, kita bisa kembali membuka buku Risalah Doa & Zikir Keluarga.

Adab-adab berdoa tersebut di antaranya:

1. Niat yang ikhlas
Berdoa dengan kerelaan hati mengharap ridha Allah Ta’ala. Menyerahkan segalanya hanya kepada-Nya.

2. Tidak sering melakukan dosa
Tidak melanggar apa yang dilarang oleh Allah, seperti mengkorupsi dana masyarakat atau ikut menyebarkan berita bohong (hoax).

3. Disertai keyakinan yang kuat
Harus memiliki keyakinan bahwa doa kita akan dikabulkan oleh Allah, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan setiap doa hamba-Nya.

4. Makanan yang dikonsumsi halal
Kita harus memperhatikan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Makanan yang tidak halal tanpa kita sadari ikut mempengaruhi kebersihan hati kita. Hati yang kotor tentu akan sulit     untuk ikhlas.

5. Berdoa pada waktu-waktu yang mustajabah
Hendaknya kita berdoa pada waktu-waktu yang mustajabah, di antaranya setelah selesai shalat, waktu antara adzan dan iqomah, dan waktu-waktu yang lainnya.

silaturahmi

Silaturahmi: Mengapa Kita Perlu Terus Melakukannya?

Silaturahmi mungkin tampak sepele, tapi banyak manfaat yang bisa kita petik dari kegiatan yang tak hanya baik tapi juga mengasyikkan ini.

Shalat, puasa, haji. Begitu kurang lebih bayangan kita setiap mendengar kata ibadah. Tak keliru, memang. Tapi jika kita cermati ajaran Islam lebih dekat, ibadah sebenarnya tak melulu berupa aktivitas ritual.

Baca juga:
25 Ibadah Pilihan untuk Keluar dari Kemelut
Ragam Tradisi Unik Lebaran di Tanah Air

Islam yang kita yakini adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (ilahiyyah) sekaligus kemanusiaan (insaniyyah). Karenanya, keseimbangan antara keduanya sangat diperhatikan.

Dalam Al-Qur`an, Allah beberapa kali menyinggung tentang iman (pada Allah) beriringan dengan amal saleh (pada sesama). Ayat ini contohnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggalnya.” (QS. Al-Kahfi: 107)

Apa yang dimaksud “amal saleh” dalam ayat di atas? Allah tak ingin kita egois: sepanjang waktu larut dalam kesendirian dengan-Nya. Kita juga diperintahkan untuk memikirkan orang lain. Peduli terhadap masalah-masalah mereka dan mau mengulurkan tangan untuk membantu mereka.

Lebih jauh Allah menjelaskan bahwa ridha-Nya juga meniscayakan amal saleh. Berbuat baik pada orang lain tak hanya akan melahirkan kebahagiaan di hatinya tapi juga menerbitkan ridha Allah pada diri kita, yang dalam ayat di atas digambarkan dengan surga Firdaus.

Mengapa Silaturahmi?

Nah, salah satu amal saleh yang ditekankan dalam Islam adalah silaturahmi. Silaturahmi tersusun dari dua kata, yaitu shilah yang maknanya hubungan dan rahmi yang artinya kasih sayang. Bagi masyarakat Indonesia, silaturahmi adalah tradisi yang sudah berakar kuat dan terus dijaga hingga kini.

Dengan bersilaturahmi, kita berharap kasih sayang antara kita dan kerabat tak terputus. Orang-orang yang enggan menjaga silaturahmi ibarat pasir kering yang mudah terurai –tak ada kedekatan emosional, solidaritas, dan persaudaraan dengan kerabatnya.

Putusnya silaturahmi kerap menjadi awal datangnya bencana bagi sebuah keluarga. Seorang anak bersikap masa bodoh dengan orangtuanya yang sakit-sakitan, seorang adik yang tega menggugat kakaknya sendiri terkait warisan, dan lain-lain.

Ironis bukan, jika seseorang rajin menjaga hubungannya dengan Allah tapi abai dengan keluarganya sendiri? Ia rajin shalat jamaah di masjid, berpuasa sunah, atau naik haji dan umrah tiap tahun, tapi dengan orangtuanya durhaka atau dengan saudaranya tak pernah rukun.

Islam menghendaki kehidupan yang baik bagi kita, di dunia dan akhirat. Dan itu tak bisa didapatkan hanya dengan memenuhi haqqullah atau kewajiban terhadap Allah tapi juga haqqul Adam atau kewajiban terhadap manusia.

Jika tak bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi kerabat dan teman, kita bisa meneleponnya. Jika menelepon pun tak ada waktu, kita bisa mengirimkan pesan pendek padanya. Dengan banyaknya media komunikasi seperti sekarang, silaturahmi bukan lagi sesuatu yang merepotkan.

 

Firdaus Agung (editor QultumMedia)

 

rezeki kita harus dijemput

Rezeki Tak Terbendung dengan Istiqamah Shalat Dhuha

Rezeki tak seperti operasi bilangan yang hasilnya pasti. Itu sebabnya, untuk mencari rezeki kita tak cukup mengandalkan ikhtiar lahiriah, kita juga perlu mengiringinya dengan ikhtiar batiniah.

Baca juga:
Tips Bangun Malam untuk Mengerjakan Shalat Tahajud
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Sebutlah Ali, seseorang yang tidak lulus Sekolah Dasar yang memberanikan diri merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Berkat bantuan kakak iparnya, ia memiliki keahlian mengebor sumur. Selama dua tahun ia berkeliling menggunakan sepedanya untuk menawarkan jasanya.

Suatu hari ia mendapatkan tawaran proyek 5000 sumur bor. Ia sempat gentar, karena tidak ada modal untuk melakukan pekerjaan tersebut. Namun, si pemberi proyek memberikan uang muka 50% untuk pekerjaan pengeboran dan sisanya 50% setelah selesai.

Setelah proyek 5000 sumur bor itu, ia tidak lagi berkeliling dengan sepeda, tetapi berkendara mobil dan memiliki karyawan. Proyek yang ia dapatkan senilai 2 Milyar. Selain keuletannya dalam bekerja, Ali adalah orang yang istimewa: ia tak pernah meninggalkan Shalat Dhuha.

***

Di kalangan para pebisnis muslim, aktivitas Shalat Dhuha sangatlah dekat dan sudah menjadi kebiasaan mereka. Shalat Dhuha diyakini dan dibuktikan nyata dapat membuka pintu rejeki bagi orang yang mau mengerjakannya.

Selain dijanjikan sebagai pembuka pintu rezeki, Shalat Dhuha juga memiliki keutaamaan lain. Keutamaan Shalat Dhuha minimal dua rakaat bisa mendatangkan ampunan dari Allah SWT, sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan. Demikian hadist riwayat Imam Tirmizi.

 

Rezeki Tak Otomatis Datang

Namun, jangan mengira hanya dengan Shalat Dhuha pintu rezeki otomatis terbuka lebar. Tentu ada upaya dan ikhtiar untuk mengiringi terbukanya pintu itu. Ikhtiar itulah yang kemudian perlu disertai dengan doa dan Shalat Dhuha. Setelah berupaya sungguh-sungguh dan berdoa, serahkan sepenuhnya pada Sang Pencipta.

Waktu Dhuha adalah saat matahari tergelincir. Kita mengerjakan shalat di waktu ini sebagai wujud rasa syukur sebelum melakukan aktivitas bekerja atau belajar. Bekerja menyambut datangnya rezeki dan belajar menimba ilmu yang bermanfaat dan berkah. 

Nah, agar istiqamah dalam Shalat Dhuha, dekatkan diri dengan lingkungan, pergaulan yang baik (berkumpul dengan orang soleh). Selain itu baca kisah-kisah inspiratif dari para penegak Shalat Dhuha untuk memompa motivasi meraih berkah darinya.

Berikut doa yang biasa dipanjatkan usai Shalat Dhuha.

“Ya Allah, waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Lebih lengkap mengenai shalat sunah ini, simak penjelasannya di dalam buku Banjir Rezeki dengan Shalat Dhuha. Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif, hikmat shalat, tatacara Shalat Dhuha, kumpulan doa, manfaat Shalat Dhuha, dan banyak lagi yang lainnya. Disebutkan dalam buku ini orang yang mengerjakan delapan rakaat Shalat Dhuha akan tercatat sebagai orang yang taat dan sukses.  Bagaimana dengan kita, ingin membuktikan keajaiban Shalat Dhuha juga?

 

Sumber foto: ulinulin.com

keajaiban sedekah menurut islam

Keajaiban Sedekah: Bagaimana Kiat Mudah untuk Meraihnya?

Keajaiban sedekah sering dipahami hanya sebagai mitos, padahal orang yang beriman harus meyakininya. Di samping merupakan janji Allah, itu juga nyata adanya. Sebab, sudah banyak yang membuktikannya.

Ingin menambah kebahagiaan dalam hidup? Lengkapi dengan bersedekah. Tapi, bersedekah bukan asal sedekah. Ada cara-cara tertentu yang bisa membuat sedekah kita jadi lebih berkah dan bermanfaat, baik di mata Allah maupun si penerima. Nah, berikut adalah 7 cara untuk meraih keajaiban sedekah.

Baca juga:
Panduan Meraih Hidup Bahagia, Mulia, & Berkah
Sedekah Mahabisnis dengan Allah

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #1: Bersedekah perlu keikhlasan, tapi…

Seberapa besar pahala yang kita dapat dan seberapa banyak manfaat yang orang lain peroleh bergantung pada seberapa kita ikhlas. Jangankan bersedekah, terkadang meminjamkan barang ke orang lain saja kita tidak terlalu mudah mengikhlaskan. Ya, ikhlas itu butuh latihan. Dan, bukan waktu yang sebentar untuk melatih keikhlasan itu. Tapi, jangan karena belum bisa ikhlas lantas nggak jadi-jadi bersedekah, lho.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #2: Bersedekah dengan harta terbaik yang kita punya.

Kita punya hak, lho, untuk menentukan mana harta yang mau kita sedekahkan dan mana yang tidak. Namun, bersedekah dengan harta yang paling baik yang kita miliki itulah yang akan dibalas dengan pahala terbaik oleh Allah. Kenapa? Karena di dalamnya terdapat unsur pengorbanan yang lebih besar. Dengan menyedekahkan harta terbaik milik kita, artinya kita telah sanggup mengalahkan dorongan syahwat kita terhadap dunia.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #3: Bersedekah pada orang-orang terdekat.

Silaturahmi adalah alasan utama mengapa kita perlu mendahulukan orang-orang terdekat, seperti saudara atau keluarga sebagai penerima sedekah. Selain itu, bersedekah kepada kerabat juga akan memperkecil potensi perpecahan keluarga dan menjaga kehormatan keluarga kita.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #4: Bersedekah pada waktu-waktu utama.

Ada dua waktu utama yang dianjurkan untuk bersedekah, yakni hari Jumat dan bulan Ramadan. Terutama di bulan suci, sedekah yang kita tunaikan akan terasa berlipat-lipat manfaat dan keberkahannya. Mengapa? Karena umat Islam umumnya sedang banyak kebutuhan.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #5: Bersedekah secara istiqamah.

Selain ikhlas, kita juga perlu berlatih agar istiqamah. Caranya? Jadwalkan saja kapan baiknya kita bersedekah. Selanjutnya, mengusahakan agar kita memenuhi jadwal tersebut. Mungkin tidak mudah menjalankan hal itu. Namun, semua kembali kepada diri kita. Yang perlu diingat, sekali kita melanggar, seterusnya kita akan melanggar.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #6: Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.

Hal ini memang terkesan sederhana, tetapi nyatanya merahasiakan sedekah bukan perkara mudah. Seperti halnya puasa yang memiliki keistimewaan karena hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah saja, bersedekah pun demikian. Kita mungkin tidak dapat penghormatan dan sanjungan, tetapi diam-diam Allah mencatat amal kita dan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #7: Bersedekah untuk kemaslahatan umat secara luas.

Membangun masjid, sekolah, rumah sakit, pondok pesantren, atau membeli ambulance adalah beberapa contoh sedekah untuk kemaslahatan umat. Bersedekah untuk keperluan ini jauh lebih utama ketimbang bersedekah dalam pengertian sebelumnya, sebab yang mendapatkan manfaat adalah orang banyak. Dalam Islam, hal ini sebenarnya adalah wakaf, bukan sedekah. Berbeda dengan sedekah, harta yang diwakafkan tidak akan habis meski digunakan dalam waktu yang lama dan harta wakaf bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Nah, setelah tahu tujuh cara meraih keajaiban sedekah, yuk segera saja kita mengatur jadwal untuk rutin bersedekah.

***

Panduan Meraih Hidup Bahagia, Mulia, & Berkah karya Achmad Al-Firdaus dan Aliyah Tsuraya memaparkan secara gamblang apa saja yang terkandung di dalam tujuh sunah Rasulullah saw, yaitu menjaga wudhu, Tahajud, istigfar, shalat Subuh berjamaah, membaca Al-Qur’an, shalat Dhuha, dan bersedekah.

TGB

Pin It on Pinterest