shalat Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
474
archive,tag,tag-shalat,tag-474,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
shalat istikharah membantu kita menemukan jodoh impian

Jodoh Impian Bertamu Malam Ini. Kamu Sudah Siap?

Jodoh impian? Bagaimana mengenalinya? Bagaimana pula menemukannya?

Kita mungkin sering membayangkan siapa yang akan menjadi jodoh impian kita nanti. Mulai tetangga kita yang cantik, teman sekelas yang menjadi rebutan, sampai artis ternama yang sering diberitakan. Nah, buat yang ingin tahu siapa jodoh yang tepat untuknya, coba deh ikuti lima petunjuk ini.

Memiliki pasangan hidup adalah keinginan setiap orang. Ketika dewasa, laki-laki dan perempuan akan memikirkan siapa yang menjadi pasangan hidupnya nanti. Kadang, ada yang sampai menetapkan kriteria-kriteria tertentu. Apakah Pembaca juga demikian?

Tak apa, ini wajar, kok. Sebab, memilih pasangan hidup tak seperti memilih baju atau perhiasan. Ketika kita sudah tidak suka, kita bisa menjualnya kembali atau memberikannya kepada orang yang membutuhkan.

Pasangan hidup akan menemani kita sampai tua. Merawat, menyayangi, dan mengasihi kita. Karenanya, sudah seharusnya kita mencari orang yang tepat. Orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita, yaitu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sayangnya, kita kadang masih bingung dalam memilih jodoh impian. Laki-laki seperti apa yang tepat untuk kita, atau perempuan yang bagaimana yang pantas mendampingi kita?

Baca juga:
Ternyata Seperti Inilah Wanita yang Diidamkan Oleh Pria Saleh:
Ingin Rumah Tangga Bahagia? Hindari Hal-hal Ini:

Tapi, tak perlu khawatir. Bukankah kita diajarkan oleh Rasulullah untuk memilih pasangan yang baik agamanya? Di samping hal-hal lain, seperti memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan memiliki harta yang melimpah, agama adalah yang utama.

“Adalah fitrah seorang Muslimah untuk menikah dengan laki-laki kaya, memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan tampan. Itu nggak salah. Tapi, jangan dilupakan, kualitas agamanya harus tetap dinomorsatukan” (Halaqah Cinta, h. 257)

Jadi, Bagaimana Mengenali Sekaligus Menemukan Jodoh Impian Itu?

Setelah kita menentukan kriteria tersebut, bagaimana cara mendapatkan pasangan hidup yang memenuhi kriteria itu? Berikut langkah-langkah yang perlu kita lakukan.

1.    Perbaiki Niat
Niat yang sungguh-sungguh akan memudahkan kita untuk mengenali dan menemukan jodoh impian yang tepat. Harus ada keseriusan dan niat semata-mata ingin menjalankan sunah Rasulullah, yaitu untuk memiliki keturunan.

2.    Ikhtiar
Tak cukup hanya memasang niat. Kita juga harus berikhtiar mencari jodoh impian kita. Jika masih malu-malu, kita bisa minta bantuan teman untuk mengenalkan kita pada orang yang kita sukai, atau kita bisa meminta teman untuk mengenalkan kita dengan orang yang baik.

3.    Istikharah
Jika kita sudah menemukan orang yang menurut kita baik, jangan lupa beristikharah. Kita minta petunjuk pada Allah, apakah pilihan kita ini tepat untuk kita, untuk dunia dan akhirat kita? Persis seperti doa yang kita panjatkan ketika Shalat Istikharah. Lihat: Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah, h. 16.

4.    Utarakan Keinginan Kita
Jika Allah sudah memberikan jawaban atas Istikharah kita, utarakan kepada orang terdekat kita. Bisa ayah, ibu, atau saudara kita, agar niat baik untuk menikahi pilihan kita itu diridhai juga oleh mereka. Sampaikan bahwa kita ingin meminangnya.

5.    Nikahi Karena Allah
Nikahilah pilihan kita semata-mata karena Allah. Allah akan memberikan keberkahan pada pasangan yang menikah dengan didasari cinta kepada-Nya. Yang bertujuan untuk menjalankan sunah Rasul-Nya, agar melahirkan generasi-generasi yang saleh dan saleha.

Nah, inilah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan pasangan hidup yang tepat. Melibatkan Allah dalam semua urusan kita adalah sebuah keharusan. Dengan begitu, kita tak perlu ragu lagi untuk memilih pasangan hidup.

 

Gambar/foto dari www.pixabay.com

sahabat nabi

Sahabat Nabi dengan Kekayaan Luar Biasa

Sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa jarang disebut-sebut oleh penceramah dan pengisi khutbah Jumat, padahal mereka ada dan menggunakan harta bendanya itu untuk membantu mengembangkan dakwah Islam.

Mungkin selama ini kita mengenal Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffett sebagai orang-orang terkaya di dunia. Tapi pernah tidak kita berpikir bahwa dulu ada lima sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan menjadi orang terkaya pada masanya. Siapakah mereka?

Kita sering mendengar nama-nama sahabat Nabi disebut dalam berbagai majelis ilmu. Tak jarang juga kita mendengar tentang mereka di televisi dan radio.

Mereka antara lain Abu Bakar yang bergelar Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan), Umar bin Khaththab yang bergelar Al-Faruq (Yang Membedakan), Utsman bin Affan yang bergelar Dzun Nurain (Yang Memiliki Dua Cahaya), dan Ali bin Abi Thalib yang bergelar Madinatul ‘Ilmi (Kota Ilmu).

Selain nama-nama di atas, yang terkenal karena kedekatannya dengan Rasulullah, ada juga sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan kedermawanannya. Jika kita konfersi ke dalam rupiah, jumlah kekayaan mereka sangat besar untuk ukuran orang Indonesia sekarang.

Siapa saja sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa itu?

          Baca juga:
          Susah Bangun Malam untuk Shalat Tahajud? Ini Kiat-kiatnya
          Lima Doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Sahabat Nabi yang Kaya #1: Abdurrahman bin ‘Auf

Abdurrahman bin ‘Auf adalah sahabat Nabi yang terkenal sebagai pebisnis. Ia sahabat yang didoakan oleh beliau agar mendapatkan kerberkahan dari hartanya.

Ia memiliki empat orang istri. Ketika ia meninggal masing-masing istrinya mendapatkan warisan sebesar 100.000 Dinar.

Total kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf saat meninggalnya sebesar 3.200.000 Dinar. Kalau dikonfersi ke mata uang Rupiah maka jumlahnya Rp6.212.688.000.000

Sahabat Nabi yang Kaya #2: Zubair bin Awwam

Zubair adalah salah satu sahabat Nabi yang termasuk Assabiqunal Awwalun. Ia memiliki keahlian berperang sambil menunggang kuda. Kebanyakan hartanya adalah tanah dan rumah.

Zubair memiliki padang belantara, 11 rumah besar di Madinah, 2 di Basrah, dan 1 di Kuffah dan Mesir.

Sebelum meninggal ia berwasiat agar 1/3 hartanya dibagikan kepada cucu-cucunya, lalu 2/3 diberikan kepada ahli warisnya.

Saat meninggal, harta waris dan wasiatnya antara lain:

  • Harta waris : 38.400.000 Dirham
  • Harta wasiat : 19.200.000 Dirham

Jumlah : 57.600.000 Dirham

Jika 57.600.000 Dirham dikonfersi ke rupiah maka berjumlah Rp3.543.724.800.000

Sahabat Nabi yang Kaya #3: Utsman bin Affan

Utman bin Affan adalah sahabat Nabi yang tergolong paling kaya. Dia memiliki kekayaan berupa dinar, dirham, dan 1.000 ekor unta. Jika kita perinci kekayaannya maka berjumlah:

  • Uang Dirham : 30 juta Dirham
  • Uang Dinar : 150.000 Dinar
  • Sedekah : 200.000 Dinar
  • Unta : 1.000 ekor

Jika dirupiahkan maka berjumlah:

  • 30 juta Dirham : 1.845.690.000.000
  • 150.000 Dinar : 291.219.750.000
  • Sedekah 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • 1.000 ekor unta : 7.740.000.000

Jadi, jumlah kekayaan Utsman bin Affan adalah Rp2.532.942.750.000

Sahabat Nabi yang Kaya #4: Thalhah bin ‘Ubaydillah

Thalhah bin ‘Ubaydillah adalalah sahabat Nabi dari kaum Quraisy. Beliau termasuk delapan orang yang pertama kali masuk Islam. Kekayaan yang dimiliki Thalhah adalah:

  • Uang Dirham : 2.200.000 Dirham
  • Uang Dinar : 200.000 Dinar
  • Sedekah : 300.000 Dirham

Jika di rupiahkan akan berjumlah:

  • 2.200.000 Dirham : 135.350.600.000
  • 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • Sedekah 300.000 Dirham : 18.456.900.000

Jadi, jumlah kekayaan Thalhah bin ‘Ubaydillah adalah Rp542.100.500.000

Sahabat Nabi yang Kaya #5: Sa’d bin Abi Waqqash

Sa’d bin Abi Waqqash dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang sangat pemberani dalam peperangan. Tatkala wafat, ia meninggalkan harta waris sebesar 250.000 Dirham. Jika diubah ke rupiah maka berjumlah Rp15.380.750.000

Untuk lebih jelasnya mengenai rincian kekayaan lima sahabat di atas, kita bisa mengunjungi laman berikut ini.

Itulah lima sahabat Nabi yang memiliki harta melimpah. Selain itu, mereka juga dikenal sebagai sahabat-sahabat yang dermawan, rajin ibadah, dan rendah hati.

***

Para sahabat Nabi itu juga sering mengamalkan Shalat Dhuha. Sebagaimana kita tahu, Shalat Dhuha adalah ibadah yang dapat memperlancar rezeki dan memberikan keberkahan pada harta benda kita.

Nah, jika kita ingin seperti mereka, kita bisa mulai mengistiqomahkan Shalat Dhuha setiap hari. Dengan melakukan Shalat Dhuha, insya Allah rezeki kita akan dilancarkan oleh Allah.

Mari kita renungkan arti doa Shalat Dhuha berikut.

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.(Penuntun Mengejakan Shalat Dhuha, hal. 53)

Jika tak bisa tiap hari, minimal kita mengerjakannya tiga kali seminggu. Jika tak bisa tiga kali seminggu, minimal sekali seminggu. Tapi, alangkah baiknya kita mengerjakannya tiap hari, agar Allah cepat mengabulkan doa Shalat Dhuha kita.

Sahabat-sahabat Nabi yang kaya-raya dan dermawan.

  • Abdurrahman bin ‘Auf, memiliki harta sebesar Rp6.212.688.000.000
  • Zubair bin Awwam, memiliki harta sebesar Rp3.543.724.800.000
  • Utsman bin Affan, memiliki harta sebesar Rp2.532.942.750.000
  • Thalhah bin ‘Ubaydillah, memiliki harta sebesar Rp542.100.500.000
  • Sa’d bin Abi Waqqash, memiliki harta sebesar Rp15.380.750.000

 

shalat tahajud mudah

Tips Bangun Malam untuk Mengerjakan Shalat Tahajud

Tips bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud mudah kita temukan di internet. Tapi tetap saja, bangun malam bukan perkara mudah. Banyak orang yang ingin istiqomah Shalat Tahajud, tapi tak sedikit yang mengeluh karena merasa kesulitan. Mata mengantuk, udara dingin, dan tidur yang terlalu lelap menjadi masalah. Adakah tips bangun malam yang mudah kita ikuti?

Pembaca yang baik, pernah tidak kesulitan bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud? Padahal sudah bertekad bangun, memasang alarm, dan berpesan kepada teman, tapi tetap saja kita tak terbangun. Kita malas-malasan. Sudah tidur nyenyak, kenapa harus bangun? Begitu nafsu kita berbisik. Apalagi kalau kita kecapaian sepulang kerja. Bangun malam rasanya sangat susah.

Menurut Ustadz Muhammad Arifin Ilham, yang membuat kita malas bangun malam adalah iman kita yang masih lemah, belum mengetahui tatacara Shalat Tahajjud dan keutamaannya, terlalu sibuk dengan urusan duniawi, dan sering berbuat maksiat. Selengkapnya tentang penjelasan beliau seputar masalah ini, Pembaca bisa mengunjungi laman berikut https://goo.gl/dexz9h

Kita sama-sama tahu bahwa Shalat Tahajud sangat dianjurkan. Malah, kita juga pernah membaca ayat yang menjelaskan keutamaannya.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

Wa minal laili fatahajjad bihi naafilatal laka ‘asaa ayyab’atsaka robbuka maqoomam mahmuudaa.

“Dan pada sebagian malam hari kerjakanlah Shalat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Isra’: 79)

Lalu, bagaimana agar kita bisa dengan mudah bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud? Apa tidak ada kiat-kiat tertentu yang bisa kita ikuti?

Pembaca yang baik, jika kita ingin bisa bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud, kita bisa bertanya pada orang-orang yang istiqomah mengerjakannya. Namun, jika kita sulit menemukannya, kita bisa membaca kita-kiat mudah bangun malam dalam buku Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud.

     Baca juga:

 

Secara singkat, tips bangun malam untuk mengerjakan Shalat Tahajud menurut buku Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud di antaranya:

Tips Bangun Malam #1: Tidur lebih awal

Tips bangun malam yang pertama adalah tidur lebih awal. Jika kita tidak memiliki aktivitas setelah Shalat Isya, akan lebih baik jika kita bergegas tidur. Dengan tidur lebih awal, kita bisa mudah terbangun di malam hari.

Jika kita biasa tidur pukul 23.00 atau 24.00 WIB, cobalah membiasakan tidur pukul 21.30 atau maksimal 22.00 WIB, lalu bangun pukul 3.00 WIB. Manusia butuh 6-8 jam untuk tidur. Karena itu, sudah cukup rasanya jika waktu tidur kita dari pukul 22.00-3.00 WIB.

“Jika tidak ada aktivitas bermanfaat yang bisa kita kerjakan selepas Isya’, kita dianjurkan segera tidur. Sebab, tidur lebih nyata manfaatnya ketimbang terjaga.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 53)

Tips Bangun Malam #2: Memasang alarm

Sebelum tidur sebaiknya kita memasang alarm pada jam kita ingin bangun malam. Jika tidak cukup sekali, kita bisa memasang alarm berkali-kali, untuk memastikan kita terbangun.

“Alarm bisa membantu kita bangun tidur pada jam-jam yang kita inginkan, misalnya pada sepertiga malam yang terakhir atau pukul 1.00 hingga 4.00 WIB. Dengan memasang alarm, risiko terlambat bangun bisa kita cegah.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 54)

Tips Bangun Malam #3: Tidak makan terlalu banyak sebelum tidur

Tips bangun malam yang pertama adalah tidak makan terlalu kenyang sebelum tidur. Makan terlalu kenyang akan membuat tidur kita terlalu pulas.

Sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang kandungan kalorinya cukup untuk tubuh kita. Di Indonesia, ada rumus tertentu untuk menghitung berapa kalori yang dibutuhkan oleh tubuh dalam sehari.

Perhitungannya disesuaikan dengan jenis kelamin, usia, berat badan, dan tinggi badan kita. Misalnya, laki-laki usia 19-29 tahun dengan berat badan 60 kg dan tinggi 168 cm membutuhkan energi sebesar 2.725 kkal (kilokalori). Wanita usia 19-29 tahun dengan berat badan 54 kg dan tinggi 159 cm membutuhkan 2.250 kkal.

Jika kalori yang kita butuhkan tiap hari sudah terpenuhi, kita tak perlu lagi mengkonsumsi makanan yang berlebihan, karena akan membuat tidur kita terlalu pulas.

“Menurut Imam Al-Ghazali, terlalu banyak makan akan memadamkan cahaya di dalam hati. Akibatnya kita akan sulit menerima kebenaran dan rasa malas selalu datang saat kita ingin beribadah.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 55)

Tips Bangun Malam #4: Berdoa sebelum tidur

Membaca doa sebelum tidur dapat memudahkan bangun malam. Apalagi jika kita tambah dengan zikir-zikir.

“Apa saja doa dan zikir yang kita bisa baca sebelum tidur? Mari kita ikuti kebiasaan Rasulallah dalam hadis berikut ini: ‘Rapatkan kedua telapak tangan , kemudian tiup dan bacakan Surat Al-Ikhlash, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Nas. Lalu, dengan kedua telapak tangan itu, usaplah bagian tubuh yang dapat dijangkau. Mulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan’.” (HR. Bukhari, Muslim, Malik, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 56)

Tips Bangun Malam #5: Segera bangun begitu mendengar bunyi alarm

Agar lebih mudah terbangun, tak ada salahnya kita letakkan alarm di tempat yang dekat dengan telinga kita. Bunyi alarm yang keras akan membuat kita tidak mengantuk lagi.

“Ini sebenarnya berhubungan dengan komitmen kita. Kalau kita memang ingin bangun malam dan mengerjakan Tahajud, kita akan bangun begitu mendengar alarm berbunyi.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 63)

Tips Bangun Malam #6: Mengatur timer AC

Suhu udara yang panas juga bisa mengganggu tidur kita. Karena itu, sebelum tidur kita bisa mengatur timer AC, agar kita terbangun kerena suhu yang panas.

“Untuk membantu kita istiqomah bangun malam, cobalah menyetel timer on/of pada remote AC. Setel waktunya sesuai jam kita ingin bangun dan mengerjakanshalat Tahajud.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 65)

Tips Bangun Malam #7: Mengajak orang-orang terdekat untuk Shalat Tahajud

Nah, kita juga bisa mengajak teman, saudara, atau orangtua kita untuk menjalankan Shalat Tahajud. Kita juga akan merasa lebih bersemangat jika melakukan ibadah bersama-sama.

“Bangun malam untuk mengerjakan shalat tentu butuh motivasi yang besar. Kalau kita merasa motivasi kita masih timbul-tenggelam, tidak ada salahnya kita mengajak teman untuk bersama-sama bangun malam.” (Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud, hal. 67)

Jadi, jika kita ingin mudah bangun malam, kita bisa mengamalkan kiat-kiat berikut.

1. Tidur lebih awal. Sesegera mungkin istirahat jika sudah tidak ada aktif
2. Memasang alarm. Setel alarm dan letakkan di samping tempat tidur kita
3. Tidak makan terlalu banyak sebelum tidur. Biasakan makan sekadarnya saja sebelum tidur
4. Berdoa sebelum tidur. Sebelum tidur sempatkan membaca doa dan zikir
5. Segera bangun begitu mendengar bunyi alarm. Menunda bangun hanya akan menutup kembali mata kita dan menghilangkan semangat kita untuk bangun
6. Mengatur timer AC. Atur timer AC terlebih dulu, baru kita rebahkan badan di tempat tidur
7. Mengajak orang-orang terdekat untuk Shalat Tahajud. Minta orang terdekat yang kita ajak bangun malam untuk membangunkan kita.

shalat istikharah cara terbaik untuk memohon pada Allah

Shalat Istikharah: Cara Terbaik untuk Mempercepat Terkabulnya Doa

Shalat Istikharah bisa menjadi cara terbaik untuk memohon pada Allah Taala agar mengabulkan harapan dan cita-cita kita.

Sudah bukan rahasia kalau anak muda kadang ‘terserang’ galau. Galau yang dimaksud bisa apa saja, seperti galau menentukan pilihan sekolah, galau menentukan pilihan pekerjaan, hingga galau menentukan jodoh atau pasangan hidup. Hidup berlarut-larut di antara dua pilihan atau lebih tentu bisa membuat hati kita resah. Kita perlu keluar dari situasi ini.

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah
Free E-Book: Panduan Lengkap Shalat Istikharah

Apa solusinya jika kita belum juga menemukan jawabannya? Berdoa saja mungkin belum cukup, perlu ditambah dengan shalat. Ingat ‘kan dengan firman Allah yang ini, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”

Tapi, shalat yang seperti apa? Pernah dengar yang namanya Shalat Istikharah? Shalat ini ditujukan untuk meminta petunjuk dari Allah di antara banyaknya pilihan untuk menghindari keraguan.

Shalat Istikharah dilakukan minimal dua rakaat, dan maksimal dua belas rakaat. Usai shalat, bacalah doa dengan penuh kerendahan hati dan kekhusyukan apa yang kita inginkan.

Fadilah Shalat Istikharah

  1. Jika seseorang telah mantap dengan suatu urusan lalu ia memohon kepada Allah agar urusan tersebut menjadi baik dan diridai Allah, Allah bisa mempermudah jalannya untuk urusan tersebut;
  1. Namun, jika perkara tersebut ternyata tidak baik baginya maka Allah akan datangkan penghalang baginya sehingga ia tidak bisa melaksanakan urusan tersebut. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
  1. Sebagai bukti bergantungnya seorang hamba kepada Allah SWT dan kepasrahan dirinya pada segala urusannya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Taubah: 51. “Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung Kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

Kutipan fadilah shalat Istikharah di atas diambil dari buku Fadilah dan Tatacara Shalat Sunah + Shalat Wajib yang disusun oleh Ustadz Mawi Khusni Albar. Buku ini mengajak pembaca dalam menyempurnakan ibadah shalat wajib dan melengkapinya dengan shalat-shalat sunah.

Beberapa shalat sunah yang dibahas di antaranya Shalat Istikharah, Dhuha, Tahajud, Hajat, Tobat, dan lain sebagainya. Semua dilengkapi dengan alasan manfaat serta keutamaan atau fadilahnya.

Semoga informasi ini bermanfaat dan galau tidak lagi menjadi ‘penyakit’ para jomblo.

 

foto: www.idmuslim.com

bacaan dan gerakan shalat buku untuk pemula

Bacaan dan Gerakan Shalat: Cara Mudah untuk Menghafalkannya

Bacaan dan gerakan shalat mungkin tampak membingungkan bagi kita yang baru mempelajarinya, tapi sebenarnya mudah dipahami dan dihafalkan asal kita betul-betul mau mempelajarinya.

Sudahkah kita yakin bacaan dan gerakan shalat kita sempurna? Jika merasa ada yang kurang, tidak ada salahnya bukan belajar menyempurnakannya? Shalat pasti akan terasa lebih khusyuk jika bacaan dan gerakannya sempurna.

Bagaimanapun shalat adalah ibadah yang utama dalam Islam. Rasulullah menyebutnya sebagai tiang agama, yang siapa pun mendirikannya maka ia sama dengan mendirikan agama dan siapa pun meninggalkannya maka ia sama dengan meruntuhkan agama.

Shalat juga beliau katakan sebagai hal pertama yang akan ditanyakan di alam kubur. Apakah kita menjaganya dengan baik, apakah kita menyempurnakan bacaan dan gerakannya dengan baik, atau tidak. Kalau shalat kita baik maka amal-amal yang lain akan turut baik, sebaliknya jika shalat kita buruk maka amal-amal kita yang lain juga ikut buruk.

Baca juga:
Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir, dan Shalawat
5 Shalat Pembangun Jiwa

Nah, bagaimana jika kita bahkan belum hafal bacaan dan gerakan shalat? Tenang, ada banyak buku panduan bacaan dan gerakan shalat yang bisa menjadi tuntunan. Tapi, buku “Bacaan & Gerakan Shalat” yang diterbitkan olehQultummedia punya banyak kelebihan. Sebab, buku ini sengaja disajikan secara sederhana untuk mereka yang bahkan belum pernah belajar shalat.

Bacaan dan Gerakan Shalat: Bagaimana Menghafalkannya?

Tips menghafal bacaan shalat ada berbagai cara.

Pertama, membaca berulang kali. Ini adalah cara yang paling sederhana dan mungkin siapa pun sudah melakukannya saat ingin segera bisa mengerjakan shalat.

Kedua, mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat. Ini adalah lanjutan dari cara yang pertama. Bagaimanapun mempraktikkan sesuatu akan membantu kita mengingat dan menyempurnakan apa yang sedang kita pelajari itu.

Ketiga, menulis ulang bacaan shalat dengan tulisan tangan, berulang kali. Mungkin seperti cara yang dipakai anak-anak, tapi percaya atau tidak, cara ini sangat membantu.

Keempat, lihat dan dengarkan tatacara shalat di YouTube; cermati, lihat, dan dengarkan, berulang kali. Dengan melihat videonya, hal-hal yang perlu kita cermati dalam shalat akan kita pahami dengan lebih gamblang.

Kelima, bertanya kepada guru atau ustadz yang lebih tahu tentang masalah shalat. Ini tak kalah penting, sebab man ta’allama bighairi syaikhin fa syaikhuhu syaithaan, barangsiapa belajar tanpa bimbingan seorang guru maka gurunya adalah setan.

Nah, agar lebih afdol, pahami arti bacaan shalat. Ini bukan hanya bisa membuat kita lebih bersemangat dalam mengerjakan shalat lima waktu, tapi juga bisa membuat kita lebih khusyuk.

Sekali lagi, agar cepat hafal,  buku “Bacaan & Gerakan Shalat” akan memandu kita menyempurnakan ilmu seputar shalat, termasuk shalat lima waktu dan shalat jenazah serta ghaib. Selain dilengkapi tatacara shalat, buku terbitan Qultummedia ini juga berisi kumpulan doa-doa mustajabah.

Selamat membaca!

 

 

sumber gambar: www.sweetfajr.com

shalat tahajud adalah ibadah sunah yang utama

Shalat Tahajud: Bagaimana Agar Kita Istiqamah Mengerjakannya?

Shalat Tahajud adalah salah satu shalat sunah yang tak pernah Rasulullah tinggalkan semasa hidupnya, setidaknya ketika beliau tidak dalam kondisi sakit. Meski begitu, istiqamah mengerjakan shalat sunah ini tidak mudah.

Susah bangun malam tidak hanya dialami oleh segelintir orang. Banyak yang sepakat dengan hal itu. Jangankan untuk Shalat Tahajud dan berzikir, berjalan menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu saja rasanya berat. Selain mengantuk, udara dingin juga menjadi sebabnya.

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud
9 Hal Agar Dimudahkan Menjalankan Shalat Tahajud

Sebenarnya, asal kita mengerti apa saja manfaat Shalat Tahajud, kita akan termotivasi untuk mengerjakannya. Pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya agar kita bisa bangun malam dan menunaikannya? Langsung saja yuk kita simak tips-tips berikut.

  1. Tidur tidak larut malam. Usahakan tidur tidak lebih dari pukul 22.00, sehingga kita bisa bangun pukul 3.00 atau 3.30 dini hari. Tidur selama lima jam sudah cukup bagi orang dewasa. Badan terasa segar, mata pun tidak mengantuk lagi;
  1. Makan malam secukupnya. Makan yang terlalu kenyang akan menyebabkan perut kita kepenuhan, sehingga mudah mengantuk dan sulit bangun. Rasulullah saw memberikan teladan yang baik tentang makan, yaitu berhenti makan sebelum perut terasa kenyang;
  1. Tidur dalam posisi miring ke kanan. Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Rahasia tidur Rasulullah saw tersebut dapat mengistirahatkan otak kiri, jantung, dan lambung. Secara otomatis, istirahat kita akan lebih maksimal dan begitu bangun, tubuh dan otak sudah segar;
  1. Tidur siang. Usahakan untuk menyempatkan diri tidur siang, walaupun hanya sebentar. Tidur siang idealnya dilakukan kurang dari 1 jam. Rasulullah saw juga menganjurkan kaum muslim untuk tidur siang, karena manfaatnya yang banyak. Di antaranya, bisa bangun dini hari dengan mudah, meningkatkan kinerja otak, menyehatkan badan, dan menghilangkan stres;
  1. Memasang alarm atau meminta bantuan kepada orang terdekat;
  1. Niat yang kuat. “Segala amal tergantung niatnya,” ujar Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya. Hadits ini cukup populer di kalangan umat Islam. Niat akan menentukan sekuat apa kita berusaha meraih apa yang kita niati itu, termasuk menjalankan shalat tahajud.

Bagaimana, sudah siap mengerjakan Shalat Tahajud?

Buku Penakluk Subuh karya Muhammad Iqbal mengajak kita meraih keberkahan hidup melalui 13 amalan pagi yang penuh rahasia dan manfaat. Buku bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, TM Bookstore, dan toko-toko buku online.

rezeki kita harus dijemput

Rezeki Tak Terbendung dengan Istiqamah Shalat Dhuha

Rezeki tak seperti operasi bilangan yang hasilnya pasti. Itu sebabnya, untuk mencari rezeki kita tak cukup mengandalkan ikhtiar lahiriah, kita juga perlu mengiringinya dengan ikhtiar batiniah.

Baca juga:
Tips Bangun Malam untuk Mengerjakan Shalat Tahajud
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Sebutlah Ali, seseorang yang tidak lulus Sekolah Dasar yang memberanikan diri merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Berkat bantuan kakak iparnya, ia memiliki keahlian mengebor sumur. Selama dua tahun ia berkeliling menggunakan sepedanya untuk menawarkan jasanya.

Suatu hari ia mendapatkan tawaran proyek 5000 sumur bor. Ia sempat gentar, karena tidak ada modal untuk melakukan pekerjaan tersebut. Namun, si pemberi proyek memberikan uang muka 50% untuk pekerjaan pengeboran dan sisanya 50% setelah selesai.

Setelah proyek 5000 sumur bor itu, ia tidak lagi berkeliling dengan sepeda, tetapi berkendara mobil dan memiliki karyawan. Proyek yang ia dapatkan senilai 2 Milyar. Selain keuletannya dalam bekerja, Ali adalah orang yang istimewa: ia tak pernah meninggalkan Shalat Dhuha.

***

Di kalangan para pebisnis muslim, aktivitas Shalat Dhuha sangatlah dekat dan sudah menjadi kebiasaan mereka. Shalat Dhuha diyakini dan dibuktikan nyata dapat membuka pintu rejeki bagi orang yang mau mengerjakannya.

Selain dijanjikan sebagai pembuka pintu rezeki, Shalat Dhuha juga memiliki keutaamaan lain. Keutamaan Shalat Dhuha minimal dua rakaat bisa mendatangkan ampunan dari Allah SWT, sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan. Demikian hadist riwayat Imam Tirmizi.

 

Rezeki Tak Otomatis Datang

Namun, jangan mengira hanya dengan Shalat Dhuha pintu rezeki otomatis terbuka lebar. Tentu ada upaya dan ikhtiar untuk mengiringi terbukanya pintu itu. Ikhtiar itulah yang kemudian perlu disertai dengan doa dan Shalat Dhuha. Setelah berupaya sungguh-sungguh dan berdoa, serahkan sepenuhnya pada Sang Pencipta.

Waktu Dhuha adalah saat matahari tergelincir. Kita mengerjakan shalat di waktu ini sebagai wujud rasa syukur sebelum melakukan aktivitas bekerja atau belajar. Bekerja menyambut datangnya rezeki dan belajar menimba ilmu yang bermanfaat dan berkah. 

Nah, agar istiqamah dalam Shalat Dhuha, dekatkan diri dengan lingkungan, pergaulan yang baik (berkumpul dengan orang soleh). Selain itu baca kisah-kisah inspiratif dari para penegak Shalat Dhuha untuk memompa motivasi meraih berkah darinya.

Berikut doa yang biasa dipanjatkan usai Shalat Dhuha.

“Ya Allah, waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Lebih lengkap mengenai shalat sunah ini, simak penjelasannya di dalam buku Banjir Rezeki dengan Shalat Dhuha. Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif, hikmat shalat, tatacara Shalat Dhuha, kumpulan doa, manfaat Shalat Dhuha, dan banyak lagi yang lainnya. Disebutkan dalam buku ini orang yang mengerjakan delapan rakaat Shalat Dhuha akan tercatat sebagai orang yang taat dan sukses.  Bagaimana dengan kita, ingin membuktikan keajaiban Shalat Dhuha juga?

 

Sumber foto: ulinulin.com

shalat tahajud mudah

Shalat Tahajud dan Kiat-kiat Mudah Agar Kita Istiqamah Mengerjakannya

Shalat Tahajud sering dikatakan gampang-gampang susah untuk dikerjakan. Mengerjakannya sebenarnya mudah, sama seperti shalat-shalat sunah lainnya, hanya bangun malamnya saja yang berat.

Apa yang membuat kita merasa begitu berat untuk bangun dan mengerjakan Tahajud di malam hari? Sementara ketika ada event pertandingan bola tengah malam di televisi kita bisa dengan mudah membuka mata.

Semua kembali pada motivasi, tekad, dan niat  yang kuat. 

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud
Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah

Tersebutlah seorang anak kecil yang kelak dikenal dengan nama Abu Yazid Al-Busthami. Suatu hari ia meminta pada ayahnya agar diajari cara mengerjakan Tahajud. Awalnya, sang bapak menolak karena ia terlalu kecil untuk melakukan salat malam itu. Tapi, hatinya luruh setelah sang anak berkata, “Aku ingin bisa Tahajud, tapi Ayah menghalang-halangi.”

 

Shalat Tahajud: Keutamaan dan Kiat-kiat Bangun Malam

Di kalangan orang saleh, Tahajud memang dianjurkan dan dijadikan kebiasaan. Mengapa salat ini begitu menarik bagi orang-orang saleh? Sepertiga malam adalah saat yang tepat untuk memanjatkan doa. Saat itu, Allah dan malaikat-malaikatnya turun ke bumi dan berkeliling membawa barakah bagi orang-orang yang ikhlas mendirikan Tahajud.

Siapa yang kuat menahan rasa kantuknya dengan mengerjakan amalan ini, akan diberikan kemuliaan dan doa-doanya dikabulkan.

Apa saja manfaat Tahajud? Dari sisi kesehatan, bangun tengah malam dan terkena air dingin bisa mengobati berbagai penyakit. Dampak positif Tahajud sendiri bisa menguatkan daya tahan tubuh dan menghindarkan penyakit jantung, kanker, dan stres.

Shalat Tahajud adalah shalat yang paling utama setelah salat fardlu, demikian disebutkan dalam buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud. Salat ini memiliki derajat tertinggi dibandingkan salat sunah lainnya.

“Dirikanlah shalat dari condong matahari sampai gelap malam dan Quran fajar (shalat subuh), sesungguhnya Quran fajar itu dipersaksikan. Pada malam hari hendaklah engkau bertahajjud sebagai tambahan untuk engkau, mudah-mudahan Maha Pemeliharamu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra`: 78-79)

Berikut kiat-kiat yang bisa memudahkan kita melakukan Tahajud. Mari praktikkan malam semampunya!

  1. Tidur lebih awal
  2. Memasang alarm
  3. Berniat sebelum tidur agar bangun sepertiga malam
  4. Minum air putih sebelum dan sesudah bangun tidur
  5. Mengajak teman atau saudara untuk Shalat Tahajud
  6. Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat pada siang hari
  7. Tidur siang yang cukup
  8. Membaca doa dan zikir pilihan sebelum tidur
  9. Segera bangun begitu mendengar alarm berbunyi.

Bagi kaum muslimin yang ingin menempa hidup dengan disiplin mendirikan Tahajud, buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud bisa dijadikan referensi yang tepat. Buku ini berisi aneka keistimewaan Tahajud, manfaat Tahajud, serta cara melakukan Tahajud dengan tepat dan benar.

 

Sumber foto: pixabay.com

jum'atan adalah kewajiban setiap muslim laki-laki

Jum’atan dan Kebiasaan Buruk yang Sering Kita Temukan

Jum’atan bagi sebagian orang adalah saat untuk menunaikan ibadah dan mendekatkan diri pada Allah Taala, tapi bagi sebagian yang lain Jum’atan punya maksud lain.

Semua orang tahu kalau mesjid adalah tempat yang tepat untuk mencari pahala. Caranya ya dengan mengerjakan shalat, baca Al-Qur’an, dan berzikir. Mesjid biasanya juga dikenal sebagai tempat yang adem dan nyaman, sehingga ada orang yang menggunakannya sebagai tempat istirahat. Fungsi mesjid pun bertambah.

Tiap hari Jum’at semua mesjid penuh dengan orang yang akan melakukan shalat Jum’at. Sayangnya tidak semuanya memiliki niat untuk mengikuti shalat Jum’at sesuai tuntunan Rasulullah.

Jum’atan dan ‘Penyakit’ yang Harus Kita Hindari

Ada orang yang pergi ke mesjid tapi justru melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa mengurangi pahala shalat Jum’atnya. Kebiasaan buruk itulah yang disebut “penyakit Jum’atan”. Apa lagi yang tergolong penyakit Jum’atan itu?

Salah satu penyakit Jum’atan yang sering kita temui adalah melintas di depan orang yang sedang shalat. Rasulullah melarang umatnya melakukan hal tersebut. Hmm, kalau orang-orang paham tentang peringatan Rasulullah ini, mereka akan berusaha untuk menemukan jalan yang aman untuk mencari tempat ketika shalat Jum’at, ya…

Jum’atan: Bukan Waktu untuk Tidur Siang

Ada lagi penyakit Jum’atan yang sering kita temui, yaitu memilih tempat yang bisa dijadikan sandaran saat mendengarkan khutbah. Kalau bersandar dan mendengarkan khutbah dengan baik sih tidak masalah. Tapi, kalau tujuannya untuk mengobrol atau tidur itu baru masalah. Biasanya orang yang mencari sandaran itu ogah-ogahan mendengarkan khatib yang sedang ceramah. Mereka lebih memilih ngobrol atau tidur.

Padahal kalau khatib sudah naik mimbar, kita tidak diperbolehkan untuk mengobrol. Bahkan kalau kita bilang “Ssst… Diam!” kepada teman yang ribut juga tidak boleh. Pahala salat Jum’at kita bisa hangus kalau kita berbicara saat khatib sedang ceramah. Sayang, kan? Ayo, perbaiki shalat Jumat agar pahala kita tidak berkurang apalagi hilang.

***

Dalam komik Ketuker Sandal karya Fajar Istiqlal ini dijelaskan beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan di mesjid. Dengan cerita dan gambar yang kocak, Fajar mengajak kita untuk mengingat kembali aktivitas apa saja yang sebaiknya dilakukan dan ditinggalkan saat kita ada di dalam mesjid.

 

Sumber foto: https://www.qiblati.com

tatacara salat sehari-hari

Tatacara Salat dan Hal-hal yang Mungkin Kita Remehkan

Tatacara salat sudah banyak diketahui, tapi kadang kita meremehkan hal-hal penting di dalamnya.

Pernah salat sambil memikirkan makanan? Atau salat sambil garuk-garuk kepala? Atau lebih parah lagi, salat sambil ngupil? Duh… Semuanya terlihat remeh, tapi hal tersebut bisa merusak sampai membatalkan salat kita, lho. Hmm… Sebenarnya, salat yang baik itu seperti apa, sih?

Baca juga:
Panduan Shalat Sehari-hari
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Tatacara Salat: Penting untuk Betul-betul Kita Pahami

Seperti yang kita tahu, salat adalah tiang agama. Kalau tidak dikerjakan maka iman tidak akan kokoh. Meskipun sudah rajin salat lima waktu, jika mengabaikan hal yang remeh, salat kita bisa tidak sah dan tentu tidak diterima, lho. Ada beberapa hal yang terlihat remeh, tetapi kita secara tidak sadar sering melakukannya.

Contohnya seperti memikirkan hal lain saat salat. Misalnya saat adzan Isya, kita belum makan dan lebih mendahulukan salat Isya. Lalu tiba-tiba ada aroma ayam bakar yang menggoda dan kita mendadak lapar membayangkan kelezatan ayam tersebut.

Bagaimana mengatasinya? Rasulullah pernah bersabda, “Jika sudah dihidangkan makan malam sementara salat sudah mulai diiqamatkan, maka dahulukanlah dengan makan malam,” (HR. Muslim). Jadi sebelum salat, kita dianjurkan untuk tidak menahan nafsu makan dan juga hadas seperti buang air dan kentut. Mengapa? Karena konsentrasi kita saat salat akan terpecah dan menggangu kekhusyukkan salat kita.

Tatacara Salat: yang Perlu Kita Perhatikan saat Berjamaah

Oh ya, kita sering salat berjamaah di masjid? Sebelum salat dimulai, imam selalu mengatakan “Lurus dan rapatkan shaf”. Mengapa kita harus meluruskan dan merapatkan shaf? Rasulullah mengatakan dalam hadis riwayat Abu Dawud, “Rapatkanlah shaf-shaf kalian saling berdekatan, dan luruskanlah dengan leher-leher kalian. Karena demi zat yang jiwaku berada dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah seakan-akan dia adalah kambing kecil”.

Nah, supaya salat kita sempurna tanpa adanya setan di antara shaf salat, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pertama, ketika meluruskan shaf, luruskan kaki dengan orang yang ada di samping kanan dan kiri kita. Lalu, rapatkan seluruh bagian pinggir telapak kaki, jangan hanya kelingkingnya saja, ya.

Setelah bagian kaki rapat, jangan lupa antara bahu kanan dan kiri harus saling menempel dengan makmum lainnya. Untuk memudahkan, biasanya masjid memiliki karpet bergaris sebagai alat bantu pelurus shaf. Ketentuan tersebut mengacu pada hadis Rasulullah yang berbunyi, “Luruskan shaf kalian dan salah satu dari kamu menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya pada kaki temannya,” (HR. Bukhari).

Yuk, salat dengan mengikuti anjuran Rasulullah!

***

Masih ada banyak hal lagi yang perlu kita ketahui supaya salat kita sah dan diterima. Komik Remeh Sih, Tapi… karya Zaheed Edwirson ini akan membantu kita mengetahui apa saja hal yang dianggap remeh, tetapi bisa membatalkan salat. Bersama dua tokoh utama yang kocak, Dul dan Broh, kita bisa mempelajari tatacara salat dengan menyenangkan.

 

Sumber foto: https://chapal.us

Pin It on Pinterest