tanahsuci Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
572
archive,tag,tag-tanahsuci,tag-572,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
tanah suci dan ibadah haji

Tanah Suci, Ibadah Haji, dan Kisah Hidup Nabi-nabi

Tanah suci adalah tempat yang bersejarah sekaligus sangat dihormati oleh umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Haji merupakan ibadah yang sarat akan nilai sejarah. Bukan hanya ibadah yang memiliki nilai spiritual. Seperti umum diketahui, haji merupakan ritual ibadah yang berpusat di Ka’bah, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di kompleks Masjidil Haram, Mekkah.

Tanah Suci dan Keluarga Para Nabi

Di Tanah Suci ini, banyak peristiwa bersejarah terjadi. Ketika Allah SWT menurunkan Adam dan Hawa ke bumi, di Mekkah inilah mereka bertemu kembali. Tepatnya di sebuah gunung yang kemudian diberi nama Jabal Rahmah, atau Gunung Cinta. 

Begitu juga dengan perisitiwa besar yang dialami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ketika Ismail lahir dan Nabi Ibrahim diharuskan untuk membawanya ke tempat yang jauh dari kotanya, agar tidak melahirkan kecemburuan terus-menerus dari istri pertamanya, Sarah, di Mekkah inilah Nabi Ibrahim membawanya. Padahal saat itu, Tanah Suci masih tempat yang tidak berpenghuni dan gersang.

Ketika Hajar kehabisan bekal, ia mencari sumber air, mulai dari bukit Safa sampai Marwa. Lama ia tak kunjung mendapatkan air. Setelah tujuh kali berjalan dari bukit Safa ke Marwa, baru kemudian Allah memberikan rahmatnya dengan memancarkan air Zam-zam.

Peristiwa besar lain juga terjadi ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra satu-satunya yang lahir dari Hajar, istri keduanya. Karena ketaatan dan kecintaanya kepada Allah, Nabi Ibrahim dan Hajar merelakan anaknya untuk disembelih. Namun karena ketabahan hati dan keimanannya, Allah mengganti Ismail dengan seekor domba.

Setelah peristiwa itu, Nabi Ibrahim dan Ismail membangun kembali Ka’bah. Ini dijelaskan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 127.

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) pondasi Baitullah bersama Ismail seraya berdoa, ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami, sesungguhnya Engkah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui’.”

Ayat ini menjelaskan Nabi Ibrahim dan Ismail yang membangun pondasi Ka’bah, yang semula telah dibangun oleh Nabi Adam tapi kemudian hancur karena peristiwa alam. Konon, banjir besar pada masa Nabi Nuh menjadi penyebab bangunan Ka’bah yang dulu dibangun Nabi Adam itu hanya tersisa pondasinya.

Baca Juga:
Wisata Belanja di Mekkah, Madinah, dan Jedah
Blusukan di Mekkah dan Madinah
Panduan Superlengkap Ibadah Haji dan Umrah 

Ritual haji dimulai ketika Nabi Ibrahim memanggil umat manusia untuk berziarah ke Ka’bah. “Labbaik Alloohumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik,” ujarnya. Karena panggilan tersebut, orang-orang dari penjuru dunia berbondong-bondong berziarah ke Ka’bah.

 

Tanah Suci dan Nabi Muhammad saw

Pada masa Nabi Muhammad saw, Ka’bah juga dijadikan sebagai pusat spiritual. Awalnya shalat harus menghadap Baitul Maqdis, lalu Allah memerintahkan agar kiblat shalat diganti Ka’bah di Mekkah.

Sebelum dijadikan kiblat, pada masa jahiliyah Ka’bah dijadikan tempat pemujaan berhala. Di sekeliling dan di dalamnya Ka’bah terdapat berhala-berhala orang Jahiliyah.

Ketika terjadi Fathu Mekkah atau pembebasan Mekkah, berhala-berhala tersebut dihancurkan oleh umat Islam dan Ka’bah difungsikan sebagaimana mulanya, yaitu tempat beribadah dan menunaikan haji. Peristiwa-peristiwa besar inilah yang menjadikannya sebagai tempat yang sangat istimewa, khususnya bagi umat Islam.

 

Sumber foto dari Pixabay.com
wisata belanja di tanah suci

Wisata Belanja di Makkah, Madinah, dan Jedah

Wisata belanja di Makkah, Madinah, dan Jedah adalah kegiatan yang banyak disukai oleh jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Bagaimanapun, berwisata adalah hal paling mengasyikkan bagi setiap orang. Dengan berwisata, kita dapat menenangkan pikiran, menyegarkan suasana, dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap keluarga untuk mengisi liburan.

Berwisata sangat digemari oleh setiap orang di seluruh dunia. Tak terkecuali masyarakat Arab Saudi.

Baca juga:
Kuliner di Makkah, Madinah, dan Jedah yang Sangat Menggoda
Tanah Suci, Ibadah Haji, dan Kisah Hidup Nabi-nabi

Wisata Belanja di Mekkah

Di Mekkah, ada beberapa jenis wisata yang digemari oleh penduduk lokal, bahkan wisatawan asing. Wisata ini adalah wisata belanja. Di kota ini, terdapat tempat-tempat wisata belanja yang sangat populer dan padat dikunjungi wisatawan. Di antaranya Pasar Zakfariyah.

Pasar Zakfariyah atau ‘pasar borong’ ini terletak sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram. Disebut pasar borong karena para pembeli yang sebagian besar jamaah haji itu memborong barang sebagai oleh-oleh di tempat ini. Pasar ini menjual berbagai barang, dari perlengkapan ibadah sampai barang-barang mewah, seperti jam tangan, emas, dan barang elektronik, seperti handphone.

Para pedagang di sini juga banyak yang mahir berbahasa Indonesia, meskipun logatnya terdengar masih kearab-araban. Pasar ini selalu ramai pengunjung yang membeli segala kebutuhan. Namun, ketika terdengar adzan, pasar-pasar ini langsung tutup, kemudian digelar karpet sebagai alas shalat di lorong-lorong pasar. Sungguh berwisata yang sangat menyenangkan, bukan?

Ada juga pasar yang menyuguhkan berbagai macam kurma. Pasar ini adalah Pasar Ukaz. Terletak di kota Mekkah, pasar ini ramai sekali didatangi pengunjung, bahkan dulu menjadi pusat perdagangan orang-orang Mekkah. Namun, sekarang pasar ini sudah mulai sepi. Luasnya pun menyempit dan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan Pasar Aziziyah.

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood (https://media.ihram.asia/2017/01/19/10-tempar-wisata-belanja-yang-ada-di-arab-saudi/)

Bagi wisatawan yang suka barang murah tapi berkualitas, Pasar Bin Dawood-lah tempatnya. Pasar ini berlokasi di Aziziyah, Misfalah, Sulaymaniyah, dan Ajyad. Para penjual di pasar ini menyediakan diskon besar-besaran bagi wisatawan yang membeli barang dalam jumlah banyak.

Ada lagi pasar yang tak kalah ramainya dengan pasar-pasar sebelumnya, yaitu pertokoan yang berada di Jalan Misfalah-Bukhutmah. Pasar ini berlokasi persis di pusat kota Mekkah. Banyak peziarah yang membeli oleh-oleh berupa tasbih, sajadah, karpet, aroma terapi, kurma, dan pacar kuku selepas beribadah di Masjidil Haram.

Wisata Belanja di Madinah

Madinah tak bisa dipisahkan dari kurma. Ya, karena kota ini merupakan penghasil kurma terbanyak di Arab Saudi. Karena itu, di kota ini juga banyak terdapat pasar kurma. Salah satunya adalah Pasar Kurma Madinah.

Selain menyediakan berbagai macam kurma, harganya pun terbilang cukup murah. Kita bisa membeli kurma dari harga 30 riyal sampai 90 riyal. Karena itu, banyak peziarah yang memborong kurma di pasar ini.

Tak hanya Pasar Kurma Madinah, di kota ini pun ada Pasar Bin Dawood. Namun, harga kurma di pasar ini tergolong mahal.

Satu lagi pasar yang ramai dikunjungi, yaitu pertokoan yang berada di samping Masjid An-Nabawi. Menariknya, ketika malam tiba, pasar ini semakin ramai, terlebih setelah selesai Isya. Tak hanya ramai oleh peziarah, para pedagang dadakan pun berdatangan menggelar dagangannya di lantai-lantai sekeliling masjid. Pemandangan ini persis seperti pasar malam di Indonesia.

Wisata Belanja di Jedah

Jedah adalah kota yang terkenal dengan pusat perbelanjaan modern. Di kota ini terdapat pasar-pasar megah yang menjual barang impor ternama. Salah satunya adalah pasar yang berada di kawasan perbelanjaan Balad. Pasar ini menyediakan produk-produk berkualitas yang berasal dari Milan dan Paris.

Tak heran pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih ketika musim haji. Para jamaah haji berdatangan memadati pasar ini untuk membeli buah tangan usai menjalankan ibadah haji.

pusat perbelanjaan di jedah

Pusat Perbelanjaan di Jedah (http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/12/mengunjungi-pusat-perbelanjaan-balad.html)

Jedah juga memiliki pusat perbelanjaan barang murah. Pasar ini berlokasi di Haraj Sawarikh. Tempat ini menyediakan barang-barang baru dan bekas, seperti karpet, lampu kristal, barang pecah belah, kosmetik, barang elektronik, dan aneka suvenir.

Selain pasar modern, Jedah juga memiliki pasar tradisional, yaitu di Tahila Street, Falastin Street, Pasar Bab Mekkah, dan beberapa pasar tradisional lainnya.

Untuk informasi mengenai wisata belanja di tiga kota ini bisa disimak dalam buku “Hajj & Umrah for Woman”

tempat mustajabah di masjidil haram

Tempat Mustajabah dan Lokasinya di Masjidil Haram

Tempat mustajabah banyak terdapat di sekeliling Kakbah. Umat Islam yang sedang menunaikan haji atau umrah tak buang kesempatan dengan memanjatkan doa di sana.

Umat muslim mana pun tentu sangat berharap untuk bisa menjalankan ibadah umrah atau pun haji. Dan, saat kesempatan itu datang, kebahagiaan tak terkira akan dirasakan. Nah, jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi rumah Allah, sempatkanlah berdoa di tempat-tempat mustajab berikut ini.

Tempat Mustajabah #1: Multazam

Multazam merupakan bagian dari Ka’bah yang diyakini sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa. Letaknya berada di antara hajar aswad dan pintu Ka’bah. Untuk bisa berdoa di tempat ini memang dibutuhkan sedikit perjuangan. Pasalnya, luas multazam terbilang cukup kecil membuat Anda harus berdesak-desakan menuju tempat tersebut.

Tempat Mustajabah #2: Hijir Ismail

Hijir Ismail juga bagian dari Ka’bah yang diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Shalat di Hijir Ismail sama artinya shalat di dalam Ka’bah. Biasanya, setelah melakukan sholat, para jemaah memuaskan diri untuk berdoa di tempat ini. Seperti halnya Multazam, Hijir Ismail juga tidak terlalu luas sehingga jemaah yang shalat dan berdoa di sini akan berdesak-desakan.

Tempat Mustajabah #3: Di Bawah Mizab (Talang Emas)

Pancuran yang terbuat dari emas ini terdapat di area Hijir Ismail. Kabarnya, pancuran ini termasuk salah satu tempat mustajab di Makkah. Tidak sedikit orang yang menyempatkan diri untuk berdoa di bawah pancuran emas tersebut. Bahkan, di saat hujan turun, para jamaah pun berebut untuk mengambil air yang jatuh melalui pancuran itu.

Tempat Mustajabah #4: Di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah melakukan thawaf sebanyak tujuh putaran, para jamaah disunahkan untuk shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Seperti disebutkan dalam kitab Qadhaya fi al-Hajj wa al-Umrah, “di antara fadhilah Maqam Ibrahim adalah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di tempat tersebut.”

Tempat Mustajabah #5: Bukit Shafa dan Marwah

Bukit Shafa adalah tempat dimulainya ibadah Sa’i. Biasanya, para jamaah akan berdoa sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Sedangkan bukit Marwah adalah tempat berakhirnya ibadah Sa’i. Di tempat inilah, para jamaah akan mengakhirinya dengan memotong rambut. Dalam sejarah Islam, disebutkan bahwa Siti Hajar—ibunda Nabi Ismail—berlari-lari antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 putaran untuk mendapatkan air bagi sang buah hati. Dan, banyak orang yang mengatakan bahwa Shafa dan Marwah merupakan beberapa tempat mustajab untuk berdoa.

Tempat Mustajabah #6: Raudhah

Tidak seperti tempat-tempat di atas, Raudhah berada di Madinah, tepatnya di masjid Nabawi. Rasulullah saw bersabda, “Tempat di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga,” (HR. Muslim). Oleh karenanya, setiap jamaah pasti akan menyempatkan diri berdoa di sana.

Demikianlah beberapa tempat mustajabah yang bisa kita datangi saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Semoga Allah SWT mendengar dan mengabulkan apa yang menjadi doa kita. Aamiin.

TGB

Pin It on Pinterest