Teladan Saleha dari Khadijah ra - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25567
single,single-post,postid-25567,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
mencintai-muhammad

Teladan Saleha dari Khadijah ra

mencintai-muhammadSebagai seorang istri, wanita memiliki tugas untuk mendampingi suami di mana pun dan kapan pun, termasuk saat sang suami sedang berada dalam kesulitan. Dari sana kita bisa mengetahui apakah sang istri layak dikategorikan sebagai pendamping setia atau tidak.

Mengenai kesetiaan, dalam sejarah Islam terdapat kisah abadi yang dapat dicontoh oleh wanita zaman sekarang. Adalah kisah cinta Nabi Muhammad saw dan Khadijah ra. Kita semua tentu tahu bagaimana perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan Islam. Dan, di balik keteguhan hati beliau, ada seorang istri cantik yang senantiasa mendampingi beliau hingga nafas terakhirnya.

mencintai-muhammadSebagai seorang istri, wanita memiliki tugas untuk mendampingi suami di mana pun dan kapan pun, termasuk saat sang suami sedang berada dalam kesulitan. Dari sana kita bisa mengetahui apakah sang istri layak dikategorikan sebagai pendamping setia atau tidak.

Mengenai kesetiaan, dalam sejarah Islam terdapat kisah abadi yang dapat dicontoh oleh wanita zaman sekarang. Adalah kisah cinta Nabi Muhammad saw dan Khadijah ra. Kita semua tentu tahu bagaimana perjuangan Rasulullah saw dalam menegakkan Islam. Dan, di balik keteguhan hati beliau, ada seorang istri cantik yang senantiasa mendampingi beliau hingga nafas terakhirnya.

Khadijah binti Khuwailid namanya, seorang janda 40 tahun yang juga seorang saudagar kaya-raya. Sepeninggal suaminya, ia kerap didatangi para bangsawan yang ingin meminangnya. Namun, Khadijah menolak. Sampai akhirnya, kepada lelaki muda bergelar “Pemuda Jujur”-lah hatinya berlabuh. Mulai sejak itu, ia mengabdi dan setia mendampingi suaminya.

Bukti kesetiaan Khadijah terlihat saat Rasulullah saw mendapat wahyu dari Allah. Rasulullah terengah-engah mendatangi Khadijah dengan wajah yang pucat pasi. Beliau mengatakan bahwa dirinya akan menjadi utusan Allah SWT. Mendengar itu, Khadijah tidak panik, melainkan justru menenangkan suaminya dan menghiburnya. Ia berkata kepada suaminya agar sepatutnya bergembira dan tidak mengkhawatirkan keadaan.

Sejak Rasulullah saw diangkat menjadi seorang rasul, Khadijah dengan setia selalu mendampingi Rasulullah saw di mana pun ia berada. Khadijah pula yang membawakan bekal untuk Rasulullah saw ketika kerap berdiam diri di Gua Hira. Ia juga selalu menanti kedatangan Rasulullah saw dengan sabar di rumahnya. Dalam perjuangannya menyebarkan Islam, Khadijah dengan rela menyerahkan harta kekayaannya untuk membantu Rasulullah saw.

Khadijah adalah wanita pertama yang mengimani ajaran Islam. Ia percaya bahwa suaminya mampu memperjuangkan Islam hingga akhir hayatnya. Panutan seorang istri saleha dan setia ada pada diri Khadijah.


mencintai-muhammadSemasa hidupnya, Rasulullah dicintai oleh banyak orang. Tidak hanya Khadijah, anak-anaknya sampai budak pun mencintai Rasulullah. Temukan kisah-kisah mereka dalam buku Mencintai Muhammad karya Irfan L. Sarhindi. Kekaguman tanpa batas melahirkan cinta dan kerinduan terhadap sosok Rasulullah.

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X