Wisata Religi ke 7 Menara Islam di Jawa - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25274
single,single-post,postid-25274,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-theme-ver-3.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
terpesona-7-menara-masjid

Wisata Religi ke 7 Menara Islam di Jawa

terpesona-7-menara-masjidBerziarah memiliki banyak manfaatnya. Selain bisa mendapatkan pengalaman baru, juga bisa menambah ilmu. Salah satu di antaranya ialah ziarah ke masjid-masjid bersejarah dan makam-makam tokoh pendahulu kita yang menyebarkan Islam ke nusantara. Setiap masjid memiliki kekayaan sejarah dan nilai-nilai yang bisa digali untuk lebih mengenal perkembangan Islam saat itu. Misalnya, dari gaya arsitektur bisa mengandung makna tertentu, baik secara filosofi maupun budaya masyarakatnya.

Salah satu masjid yang sudah dikenal memiliki sejarah yang harus Anda dikunjungi ialah Masjid Agung Demak. Masjid ini merupakan salah masjid tertua di Indonesia. Masjid Agung Demak selalu ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai tempat. Di lokasi ini, juga terdapat museum dan komplek makam sultan-sultan Demak dan para abdinya. Pada jarak sekitar 1.5 km dari masjid ini, terdapat pula makam Sunan Kalijaga. Para peziarah biasanya melakukan ritual doa di makam tersebut sesuai niat masing-masing.

Dalam sejarahnya, Masjid Agung Demak merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro Demak. Atapnya sangat khas berbentuk limas piramida tersusun tiga. Rancang bangun masjid ini sarat dengan nilai filosofi dalam arsitekturnya. Atap susun tiga tersebut merupakan bagian dari simbol makna akidah Islamiyah, yaitu iman, Islam, dan ihsan. Di samping itu, terdapat lima buah pintu yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lain sebagai simbol dari rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji.

Masjid ini pada awalnya disebut masjid Glagahwangi yang didirikan oleh Wali Songo bersama para santrinya. Masjid yang berada di tengah pondok pesantren Glagahwangi yang dipimpin oleh Sunan Ampel pada tahun 1466, merupakan masjid pertama di pulau Jawa. Berdasarkan cerita rakyat, masjid ini dibangun dalam waktu satu malam oleh Ki Ageng Selo. Hingga kini, masjid ini telah mengalami beberapa pemugaran untuk memperbaiki berbagai material yang sudah rusak dimakan usia, tanpa mengubah bentuk aslinya.

Jika Anda ingin ziarah ke Masjid Agung Demak, Anda tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan tempat istirahat. Di sekitar masjid terdapat sejumlah penginapan dan banyak penjual makanan, minuman, bahkan cinderamata dan oleh-oleh yang bisa dibawa pulang. Pada hari-hari tertentu biasanya, Masjid Agung Demak sangat ramai dikunjungi para peziarah. Tentu Anda pun bisa mengunjunginya kapan pun dengan membawa niat yang bersih untuk menghindari perbuatan syirik.

Selain Masjid Agung Demak, masih banyak lagi masjid-masjid bersejarah lainnya yang bisa Anda kunjungi sebagai paket perjalanan di sekitar pulau Jawa ini. Masjid apa sajakah? Buku Terpesona di 7 Menara Keberkahan terbitan QultumMedia ini akan membahasnya untuk Anda. Buku ini bisa Anda jadikan sebagai traveler guide untuk berwisata religi mengunjungi masjid-masjid bersejarah di pulau Jawa dan makam-makam tokoh kerajaan dan penyebar Islam di nusantara.

Buku ini disusun oleh Suharyo Widagdo yang merupakan bagian dari oleh-oleh hasil perjalanannya berziarah ke 7 masjid-masjid tersebut. Yakni, mulai dari melihat keagungan Allah di Masjid Demak, menuai berkah di Menara Kudus, beda dunia di Masjid Ampel, pesona kecantikan Masjid Mantingan, ketenangan batin di Masjid Saka Tunggal, hingga menimba ilmu di Masjid Banter.

 

No Comments

Post a Comment

X

Pin It on Pinterest

X