Kabar Qultum Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
444
archive,category,category-kabar-qultum,category-444,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Allah Selalu Menemani Kita, Di Mana Pun, Kapan Pun

Berbagai cara kau tempuh untuk menghindar dari rasa sepi. Namun pada akhirnya, waktulah yang menjawab. Bahwa kesepian tidak tercipta kecuali hatimu sedang jauh dari-Nya. Padahal, kau tahu, Dia selalu berada di sisi kita, menemani kita.

***

Mungkin di usiamu yang sekarang, kau sedang dalam fase mempertanyakan jalan hidupmu. Ketika sahabatmu mulai menata masa depannya, dan banyak pencapaian yang bisa mereka raih dan banggakan. Lalu, kau menganggap hidup ini enggan memihakmu.

Kau mulai mencari jawaban dari semuanya. Hatimu bertanya-tanya ke mana orang yang dulu selalu ada. Semakin kau mencari, keadaanmu semakin terpuruk. Lewat media sosial mereka, kau menemukan apa yang tidak ada dalam hidupmu. Dan sekali lagi, kau menyalahkan takdir.

Hari-hari kau lewati dengan perasaan yang  sama. Perasaan yang mengira bahwa kau tidak dibutuhkan.

Baca juga: Setelah Dia Pergi: Sebuah Percakapan dengan Hati

Di dalam kamar, kau mengurung diri. Meratapi kenyataan yang begitu menyakitkan. Kau mulai membenarkan hal yang dulu tidak kau percaya. Tentang kehidupan orang dewasa. Kehidupan yang penuh perih dan luka.

Tiap orang pernah berada di titik terendah. Mereka mencari pelarian dari masalah yang tak kunjung usai. Sebagian dari mereka berhasil, sebagian yang lain memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Ketika kau anggap dirimu tak berguna, lihatlah kembali masa lalumu. Kau dilahirkan di dunia ini bukan tanpa alasan. Bahkan ketika masih berada di dalam kandungan, banyak orang yang menantikan hadirmu. Mereka tahu kau adalah hadiah bagi semesta.

Sesakit apa pun perasaanmu, seperih apa pun luka yang tak bisa kau jelaskan, jangan pernah ambil jalan pintas untuk keluar dari masalah ini.

Baca juga: Muhasabah: Jangan Menyerah dengan Masalah!

Kau tak perlu mengakhiri hidup hanya karena ujian yang tiap orang pernah mengalaminya. Kau tak perlu “kehidupan malam” yang hanya membuatmu tidak sadarkan diri. Sejatinya, kau hanya butuh didengarkan. Dan Allah senang jika kau ingin bercerita.

Doa yang kau panjatkan mungkin tak langsung menuntaskan semua. Air matamu yang jujur pun tak lantas membuat masalah seketika berakhir. Kau tetap harus berjuang. Bedanya, kini kau menyadari bahwa Allah selalu menemanimu.

Setelah banyak waktu kau habiskan, akhirnya kau menemukan jawaban dari masalahmu selama ini.

Kini kau kembali menata hidupmu. Hatimu tak bosan-bosannya memanjatkan syukur. Dan di akhir cerita ketika semuanya usai, kau tersenyum.

Mungkin karena kau tahu dirimu tidak lagi sendiri.

***

Perjalanan yang melelahkan kadang bisa membuat kita lupa dengan beberapa hal. Celakanya, usaha kita saat bergelut dengan peristiwa-peristiwa sepanjang perjalanan itu bisa membuat kita lupa dengan hal terpenting dari perjalanan tersebut: tujuan.

Ya, awalnya kita memaksa diri untuk kuat, lalu perlahan terbiasa, dan berikutnya menikmati setiap langkah yang kita ambil. Kita pun terlena, dan selanjutnya lupa dengan diri, juga melupakan Tuhan kita: satu-satunya alasan mengapa kita memulai perjalanan itu.

Innallaha Ma’ana; Allah Selalu Menemani Kita adalah sebuah karya tentang ajakan. Ajakan untuk kembali mengingat-Nya. Merasakan-Nya. Mendekat pada-Nya. Bahwa Dia ada, hadir, bahkan menemani kita, kapan pun dan di mana pun diri kita berada.

Dalam suka dan duka, dalam derai tawa atau linangan air mata.

Teman-teman bisa mendapatkan buku karya para penulis @tausiyahku_ ini di toko buku Gramedia, TM Bookstore, Gunung Agung, dan yang lainnya. Juga bisa didapatkan di berbagai toko online. Setelah membacanya, jangan lupa beri review tentangnya di media sosial dan mention kami @qultummedia (Twitter & Instagram) atau Fanpage Qultummedia di Facebook.

 

*Sumber gambar: pixabay.com

Kepastian yang Diharapkan, Janji-janji yang Diberikan

Perempuan teduh adalah anugerah bagi semesta, tapi perihal cinta mereka enggan bercanda.

Perempuan mana pun sulit melupakan orang yang ia cintai. Dan meski cintanya tak berbalas, ia akan memendam rasa yang dimilikinya itu. Pada beberapa perempuan, memendam cinta bisa berlangsung hingga waktu yang tak sebentar. Dan entah bagaimana, ia sanggup melakukannya.

Mungkin karena itu juga, hati perempuan mudah luluh. Jika diberi perhatian lebih, perasaannya mudah goyah. Sebagian perempuan mungkin akan menyangkal. Tapi, bukan rahasia jika perempuan mudah memikirkan orang yang memberinya perhatian.

Segalanya mungkin bermula dari titik ini. Termasuk di antaranya cinta yang tumbuh di hatinya.

          Baca juga: Perempuan Teduh: Sebab Hati Mereka Adalah Rumah

Setiap perempuan ingin dijaga. Tak heran, ia butuh sandaran dalam hidupnya. Tapi, tepat pada bagian inilah perempuan dituntut untuk peka. Sebab, melabuhkan cinta pada orang yang salah akan bisa membuatnya kecewa.

Terkadang, cinta memang menjadi ujian. Cinta dapat membawa pada hal-hal yang tak Allah inginkan. Itulah mengapa perempuan mesti pandai menjaga diri.

Bagaimanapun keindahannya bukan untuk sembarang lelaki.

Di antara banyak hal yang bisa kita bicarakan tentang perempuan, kepastian adalah salah satu hal terpenting baginya. Ya, perempuan tak ingin menunggu. Ia butuh kepastian. Hanya, kadang perempuan merasa butuh kepastian di waktu yang kurang tepat. Sebab, ketika kepastian itu diberikan saat mereka belum siap merawat cinta, yang terjadi adalah sebuah musibah.

Kekecewaan. Berapa sering kita mendengarnya?

Perempuan, sebagaimana halnya laki-laki, harus berpikir matang. Bagaimana kondisi hari ini dan yang akan datang. Ia, sekali lagi seperti halnya laki-laki, mesti berpikir dewasa.

Bahwa di kepalanya terdapat mahkota tak terlihat yang melambangkan kehormatannya.

Allah menitipkan padanya hal-hal yang berharga. Termasuk cinta. Kita tahu, sesuatu yang Allah titipkan mesti dijaga dengan baik. Bila ada yang lepas dari perempuan, akan ada kemuliaan darinya yang memudar.

Sumber kecewa adalah berharap pada manusia. Setiap perempuan harus mengerti bahwa ia kuat berjalan sendiri. Ia bisa. Memang, ada masa ia harus kuat menghadapi cobaan. Tanpa lelaki di sampingnya. Tanpa pasangan dalam hidupnya.

          Baca juga: Perempuan Teduh: Tentang Kehormatan Wanita

Perempuan memang butuh lelaki untuk menjaganya. Tapi, itu butuh tahapan. Harus ada hal yang dijalaninya sebelum memasuki jenjang baru itu. Jika tak ada persiapan, kekecewaanlah yang ia dapatkan.

Tak ada yang mengetahui isi hati perempuan kecuali dirinya sendiri. Tentang rasa yang ia pendam atau cinta yang ia rahasia. Hati perempuan tercipta dari kelembutan. Mudah terbuka, mudah terluka.

Selama tak ada yang pasti, perempuan tak salah jika terus menutup hatinya. Ada saatnya lebih baik dijauhi dibanding merasakan patah hati. Bukankah demikian?

Patah hati bukan hal yang mudah disembuhkan. Kita semua sepakat. Perlu waktu dan tenaga untuk memulihkannya.

Perempuan bisa menghindari luka, tapi ia tak mudah melupakan siapa yang telah menorehkannya.

***

Perempuan adalah makhluk kepastian. Segala yang masih kabur, tak tentu, serbamungkin, akan dihindarinya.

Tak sulit memahaminya melakukan hal itu. Di balik ketidakpastian, bagaimanapun, terkandung banyak hal yang bisa membuatnya jatuh kecewa. Dan perempuan mana pun, mungkin, kenyang dengan pengalaman ini. Pengalaman-pengalaman itulah yang semakin menguatkan hati mereka untuk hanya memilih “yang pasti-pasti”.

Buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif menjelaskan tentang perempuan impian di mata lelaki dan masalah-masalah yang umumnya ia temui, termasuk dan terutama sekali: cinta. Penulis menggunakan banyak metafor untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya terkait perempuan. Pembaca akan menemukan betapa kemudahan memahami uraian di dalam buku ini bisa dilakukan setarikan nafas dengan menikmati pilihan katanya yang puitis.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Menjemput Jodoh dengan Istikharah

Menjemput jodoh yang didambakan tentu bukan perkara mudah. Dan meski berikhtiar semampunya serta mengerjakan shalat Istikharah secara istiqamah sudah dikerjakan, boleh jadi harapan untuk menemukan jodoh itu belum menjelma sebuah kenyataan. Kita masih diharuskan bersabar dan berprasangka baik pada Allah. Bagaimanapun Dia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita ketimbang diri kita sendiri.

Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi saw, ada empat faktor yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih pasangan, yaitu (1) harta, (2) keturunan, (3) kecantikan/ketampanan, dan (4) agamanya. Kriteria ini secara keseluruhan telah mencukupi bagi seseorang untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa arrahmah.

Akan tetapi, mendapatkan keempat kriteria itu pada calon pasangan ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, bisa dikatakan orang yang memenuhi keempat kriteria itu jumlahnya sangat sedikit. Selain itu, interpretasi terhadap harta, kecantikan, keturunan, dan agama bagaimanapun berbeda-beda.

Jodohku, Agamamu Adalah yang Utama

Itu sebabnya, Rasulullah tidak hanya menentukan kriteria calon pasangan yang ideal saja tapi juga memberikan banyak pengecualian dan himbauan berdasarkan keempat kriteria tersebut. Di antaranya, agar kita mengutamakan agamanya dan jangan sampai terkecoh oleh kecantikan/ketampanan dan hartanya.

Selain itu, interpretasi terhadap harta tidak melulu soal kekayaan yang berlimpah, kecantikan tidak harus seperti model, keturunan tidak hanya karena keturunan bangsawan, dan agama tidak sebatas agama menurut definisi umum. Ada hal lain yang mesti kita pertimbangkan dan kita jadikan pertimbangan.

Islam sebagai agama yang hanif, selain menentukan kriteria sekaligus interpretasi di atas juga mengajarkan kita untuk melakukan shalat Istikharah. Shalat khusus untuk mencari jawaban dari Allah tentang jodoh yang terbaik. Shalat ini perlu kita kerjakan bersamaan dengan ikhtiar yang sedang kita jalankan.

Tujuan shalat Istikharah adalah untuk memberikan kemantapan hati, menemukan ketenangan, dan mengambil jarak dari masalah. Yakni agar Allah memberikan ketetapan kepada hati dari kebimbangan dan keraguan, memberikan ketenangan dan pencerahan, dan menjauhkan dari permasalahan, baik yang diduga maupun yang tidak terduga.

Melalui shalat Istikharah, kita akan mampu mengurai “matematika” jodoh dengan pertolongan dan kehendak Allah. Sebab, memilih jodoh ideal itu lebih rumit daripada memilih ke mana kita melanjutkan sekolah. Kerumitan ini bisa diakibatkan oleh faktor pendidikan, idealisme, keluarga, kepribadian, karakter, dan banyak hal yang lainnya.

Di dalam buku “Istikharah Cinta: Cara Cerdas Mendapatkan Jodoh Ideal” karya M. Shodiq Mustika, dkk yang diterbitkan QultumMedia ini, banyak hal tentang masalah di atas yang dibahas. Buku ini bisa dibilang rujukan yang pas dan cerdas bagaimana memilih calon pasangan hidup.

Meraih Cinta Bahagia dengan Doa & Zikir

Segala puji bagi Dia yang menciptakan untuk kita jodoh-jodoh dari jenis kita sendiri, supaya kita hidup tenang dengan mereka, dan dijadikan-Nya rasa cinta dan kasih di antara kita dan mereka. Sesungguhnya Tuhan kita Mahalembut terhadap segala yang Dia kehendaki. Sungguh Dia Mahatahu, Mahabijaksana.

Dengan ilmu-Nya dan kebijaksanaan-Nya, Dia tuntun kita untuk mengatasi segala masalah. Tak terkecuali persoalan cinta. Baik cinta orangtua-anak maupun asmara pria-wanita; baik pranikah maupun suami-istri.

Sekarang, apakah Anda ingin:
– Si dia tidak berselingkuh?
– Anda selamat dari cemburu buta?
– Selamat dari rayuan gombal?
– Terlindung dari pelet (pengasihan)?
– Memperoleh jodoh terbaik?
– Memperoleh hubungan manis/romantis?
– Lahir-batin memuaskan?
– Mendapatkan kekayaan?
– Mendapatkan kemudahan dalam segala urusan?
– Dan keinginan-keinginan lainnya…?

Namun, masalahnya bagaimana kita meraihnya dengan cara yang benar sesuai Al-Quran dan tuntunan Rasulullah? Dan, apakah keinginan tersebut bisa tercapai dengan mudah? Relatif. Tergantung bagaimana proses yang kita tempuh.

Ada cara termudah yang dituntun Al-Qur`an dan Rasulullah, yaitu dengan doa dan berzikir. Yakni sebagaimana yang akan Anda temukan pada buku “Doa & Zikir Cinta” yang ditulis oleh M. Shodiq Mustika, penulis buku best seller “Istikharah Cinta”.

Semua kebutuhan di atas akan terpenuhi melalui zikir dengan cara-cara seperti yang dipaparkan di buku ini. Bukan hanya itu, buku ini juga menyediakan solusi bagi lebih dari 70 masalah lain yang tak jarang kita jumpai di dunia cinta. Isinya mencakup pula persoalan bagaimana menghadapi perubahan di jalan cinta, mengatasi konflik (pertikaian) dengan si dia, mengobati kerinduan, mencegah perzinaan, menghadapi kehamilan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Buku ini disusun dengan mengacu pada Al-Qur’an dan hadits-hadits shahih, mengikuti pemahaman ulama-ulama salaf (terdahulu) yang terpercaya. Tentu saja, bukti dan pengaruhnya tidak harus dipertanyakan lagi.

Selamat berzikir, seluruh harapan dan keinginan Anda terkabul segera!


 

“Buku ini memberi banyak cara bagaimana mengatasi masalah kehidupan percintaan berdasarkan Al Quran dan Hadist. Bacalah dan masalah Anda akan lenyap setelah baca buku ini.” Hartati Nurwijaya; penulis buku, menetap di Yunani dengan 3 orang anak.
<http://perkawinan-antarbangsa-loveshock.blogspot.com/>

“Dengan dzikir kita mendekatkan diri pada Sang Maha Pecinta, Sang Maha Pengasih, agar selalu selamat dan menuai cinta di sepanjang seluk kehidupan. Buku ini mengajak kita mendekap cinta yang sejati untuk menjadi manusia bahagia.” Rini Nurul Badariah; Co-translator buku Keajaiban Al Quran (Harun Yahya).
<http://rinurbad.multiply.com>

“Di dalam buku ini dapat kita temukan kiat-kiat praktis secara Islami yang dapat digunakan untuk menyiasati berbagai ancaman dan godaan, khususnya yang berkaitan dengan masalah kemelut dalam membangun cinta kasih terhadap lawan jenis. Sungguh, buku ini sangat layak dibaca dan dimiliki ketika peradaban sudah semakin ‘sakit’ dan cenderung abai terhadap persoalan-persoalan moral dan agama.”
Sawali Tuhusetya; seorang pendidik dan cerpenis, tinggal di Kendal, Jawa Tengah.
<http://sawali.info/>

jodoh impian

Shalawat Tak Hanya Berpahala Tapi Juga Bermanfaat Besar

Shalawat adalah ibadah yang mendatangkan pahala besar, bukan hanya sebuah bacaan tapi juga jalinan cinta dengan kekasih Allah SWT. Bukankah Allah dan malaikat-Nya senantiasa bershalawat untuk Nabi Muhammad sebagai tanda cinta, rahmat, dan penghormatan kepada pemimpin para nabi itu?

Baca juga:
Menjemput Jodoh Sesuai Panduan Rasulullah
Rasulullah dan Keajaiban Menjelang Kelahirannya

Shalawat memiliki memiliki banyak keutamaan. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat padaku, malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya. Maka, bacalah shalawat, baik sedikit maupun banyak,” (HR Thabrani & Ibnu Majah).

Shalawat: untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Selain itu, ia juga penawar kesedihan, obat kepedihan, dan merupakan curahan rahmat Ilahi bagi para pembacanya. Tiada satu ibadah pun yang Allah SWT perintahkan hamba-Nya untuk melakukannya, kecuali Dia membalas kebaikan yang berlipat-lipat. Oleh karena itu, betapa besar dan dahsyatnya keutamaan ibadah ini.

Menurut Imam Ghazali, saat orang mencintai sesuatu, ia akan selalu menyebutnya. Saat ia mencintai Allah SWT, ia akan selalu mengingat dan berzikir kepada-Nya. Begitu pula saat ia mencintai Rasulullah saw, ia juga akan memperbanyak menyebut namanya. Apabila seorang hamba banyak berzikir kepada Allah tapi tidak bershalawat kepada Rasulullah saw, zikirnya itu tidaklah sempurna.

Shalawat merupakan cahaya yang mengeluarkan kita dari kegelapan, sarana untuk menambah iman pada Allah SWT dan cinta kita pada Rasulullah saw, juga merupakan rasa terima kasih kita kepada pribadi yang paling mulia, yang mengiringi kita dan mengajarkan kita untuk mencapai kebahagiaan dan keindahan nan abadi.

Tentang Buku Mukjizat Shalawat

Dalam buku  “Mukjizat Shalalawat”  yang ditulis oleh Habib Abdullah Assegaf dan Indriya R. Dani ini Anda akan dibawa menuju hidup yang penuh dengan ungkapan cinta dan kerinduan. Selain itu, buku ini juga memaparkan beberapa macam pujian untuk Rasulullah, faedah dan kedahsyatannya, serta adab membacanya. Apa yang diungkapkan dalam buku ini semua berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.

Pada saat ini, banyak di antara kaum muslim mengalami krisis moral dan krisis global ekonomi. Insya Allah dengan membaca shalawat, Allah SWT akan memberi jalan keluar bagi kita, baik dari krisis moral maupun krisis ekonomi secara global.

 

Sumber foto: http://hdfreewallpaper.net/masjid-nabawi-wallpaper-download/

Cinta dan senyuman banyak manfaatnya bagi kita dan orang lain yang menerimanya.

Cinta dan Senyuman Dapat Merebut Hati Orang Lain

Cinta dan senyuman dapat merebut hati orang lain, sayangnya tak banyak orang yang menyadarinya. Senyuman adalah bahasa cinta yang paling dahsyat. Jika kita ingin dicintai dan dihormati oleh orang lain, cerahkanlah wajah di hadapan mereka, mereka akan menyukai kita. Senantiasa tunjukkan senyuman pada mereka, niscaya mereka akan senantiasa mengingat kita. Cinta dan senyuman adalah kunci untuk membuka hati manusia.READ MORE

kematian pasti akan datang

Sahabat Nabi dengan Kekayaan Luar Biasa

Sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa jarang disebut-sebut oleh penceramah dan pengisi khutbah Jumat, padahal mereka ada dan menggunakan harta bendanya itu untuk membantu mengembangkan dakwah Islam.

Mungkin selama ini kita mengenal Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffett sebagai orang-orang terkaya di dunia. Tapi pernah tidak kita berpikir bahwa dulu ada lima sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan menjadi orang terkaya pada masanya. Siapakah mereka?

Kita sering mendengar nama-nama sahabat Nabi disebut dalam berbagai majelis ilmu. Tak jarang juga kita mendengar tentang mereka di televisi dan radio.

Mereka antara lain Abu Bakar yang bergelar Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan), Umar bin Khaththab yang bergelar Al-Faruq (Yang Membedakan), Utsman bin Affan yang bergelar Dzun Nurain (Yang Memiliki Dua Cahaya), dan Ali bin Abi Thalib yang bergelar Madinatul ‘Ilmi (Kota Ilmu).

Selain nama-nama di atas, yang terkenal karena kedekatannya dengan Rasulullah, ada juga sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan kedermawanannya. Jika kita konfersi ke dalam rupiah, jumlah kekayaan mereka sangat besar untuk ukuran orang Indonesia sekarang.

Siapa saja sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa itu?

          Baca juga:
          Susah Bangun Malam untuk Shalat Tahajud? Ini Kiat-kiatnya
          Lima Doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Sahabat Nabi yang Kaya #1: Abdurrahman bin ‘Auf

Abdurrahman bin ‘Auf adalah sahabat Nabi yang terkenal sebagai pebisnis. Ia sahabat yang didoakan oleh beliau agar mendapatkan kerberkahan dari hartanya.

Ia memiliki empat orang istri. Ketika ia meninggal masing-masing istrinya mendapatkan warisan sebesar 100.000 Dinar.

Total kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf saat meninggalnya sebesar 3.200.000 Dinar. Kalau dikonfersi ke mata uang Rupiah maka jumlahnya Rp6.212.688.000.000

Sahabat Nabi yang Kaya #2: Zubair bin Awwam

Zubair adalah salah satu sahabat Nabi yang termasuk Assabiqunal Awwalun. Ia memiliki keahlian berperang sambil menunggang kuda. Kebanyakan hartanya adalah tanah dan rumah.

Zubair memiliki padang belantara, 11 rumah besar di Madinah, 2 di Basrah, dan 1 di Kuffah dan Mesir.

Sebelum meninggal ia berwasiat agar 1/3 hartanya dibagikan kepada cucu-cucunya, lalu 2/3 diberikan kepada ahli warisnya.

Saat meninggal, harta waris dan wasiatnya antara lain:

  • Harta waris : 38.400.000 Dirham
  • Harta wasiat : 19.200.000 Dirham

Jumlah : 57.600.000 Dirham

Jika 57.600.000 Dirham dikonfersi ke rupiah maka berjumlah Rp3.543.724.800.000

Sahabat Nabi yang Kaya #3: Utsman bin Affan

Utman bin Affan adalah sahabat Nabi yang tergolong paling kaya. Dia memiliki kekayaan berupa dinar, dirham, dan 1.000 ekor unta. Jika kita perinci kekayaannya maka berjumlah:

  • Uang Dirham : 30 juta Dirham
  • Uang Dinar : 150.000 Dinar
  • Sedekah : 200.000 Dinar
  • Unta : 1.000 ekor

Jika dirupiahkan maka berjumlah:

  • 30 juta Dirham : 1.845.690.000.000
  • 150.000 Dinar : 291.219.750.000
  • Sedekah 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • 1.000 ekor unta : 7.740.000.000

Jadi, jumlah kekayaan Utsman bin Affan adalah Rp2.532.942.750.000

Sahabat Nabi yang Kaya #4: Thalhah bin ‘Ubaydillah

Thalhah bin ‘Ubaydillah adalalah sahabat Nabi dari kaum Quraisy. Beliau termasuk delapan orang yang pertama kali masuk Islam. Kekayaan yang dimiliki Thalhah adalah:

  • Uang Dirham : 2.200.000 Dirham
  • Uang Dinar : 200.000 Dinar
  • Sedekah : 300.000 Dirham

Jika di rupiahkan akan berjumlah:

  • 2.200.000 Dirham : 135.350.600.000
  • 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • Sedekah 300.000 Dirham : 18.456.900.000

Jadi, jumlah kekayaan Thalhah bin ‘Ubaydillah adalah Rp542.100.500.000

Sahabat Nabi yang Kaya #5: Sa’d bin Abi Waqqash

Sa’d bin Abi Waqqash dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang sangat pemberani dalam peperangan. Tatkala wafat, ia meninggalkan harta waris sebesar 250.000 Dirham. Jika diubah ke rupiah maka berjumlah Rp15.380.750.000

Untuk lebih jelasnya mengenai rincian kekayaan lima sahabat di atas, kita bisa mengunjungi laman berikut ini.

Itulah lima sahabat Nabi yang memiliki harta melimpah. Selain itu, mereka juga dikenal sebagai sahabat-sahabat yang dermawan, rajin ibadah, dan rendah hati.

***

Para sahabat Nabi itu juga sering mengamalkan Shalat Dhuha. Sebagaimana kita tahu, Shalat Dhuha adalah ibadah yang dapat memperlancar rezeki dan memberikan keberkahan pada harta benda kita.

Nah, jika kita ingin seperti mereka, kita bisa mulai mengistiqomahkan Shalat Dhuha setiap hari. Dengan melakukan Shalat Dhuha, insya Allah rezeki kita akan dilancarkan oleh Allah.

Mari kita renungkan arti doa Shalat Dhuha berikut.

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.(Penuntun Mengejakan Shalat Dhuha, hal. 53)

Jika tak bisa tiap hari, minimal kita mengerjakannya tiga kali seminggu. Jika tak bisa tiga kali seminggu, minimal sekali seminggu. Tapi, alangkah baiknya kita mengerjakannya tiap hari, agar Allah cepat mengabulkan doa Shalat Dhuha kita.

Sahabat-sahabat Nabi yang kaya-raya dan dermawan.

  • Abdurrahman bin ‘Auf, memiliki harta sebesar Rp6.212.688.000.000
  • Zubair bin Awwam, memiliki harta sebesar Rp3.543.724.800.000
  • Utsman bin Affan, memiliki harta sebesar Rp2.532.942.750.000
  • Thalhah bin ‘Ubaydillah, memiliki harta sebesar Rp542.100.500.000
  • Sa’d bin Abi Waqqash, memiliki harta sebesar Rp15.380.750.000

 

vbi jenggotan

Komik Islam Sehari-hari dan Pesan-pesan Kebaikan di Dalamnya

Komik Islam Sehari-hari (Reborn) berisi kisah-kisah menggelitik seputar gaya hidup sebagian umat Islam di Indonesia. Menurut sang komikus, Vbi_djenggotten, hal-hal remeh tapi penting sering diabaikan oleh sebagian masyarakat kita. Berikut hasil wawancara Qultummedia.com dengan komikus yang karya-karyanya selalu bestseller itu.

Assalamualaikum, apa kabar, Mas Vby?
Alhamdulillaah, dinamis 🙂

Kapan pertama kali menerbitkan komik bertema keislaman?
Komik Islam pertama sekitar tahun 2011. 

Apa kesibukannya sekarang selain membuat komik?
Merintis branding kaos, dan belajar panahan.

Dari sederet komik yang dibuat, tema apa yang paling menarik untuk digarap?
Tema Islam, karena saya sekaligus belajar lebih banyak tentang agama saya.

Bisa diceritakan proses kreatif pembuatan komik Islam Sehari-hari Reborn?
Berawal dari kegelisahan saya terhadap realitas masyarakat Indonesia, yang di atas kertas adalah muslim, tapi dalam praktiknya masih belum cukup paham dengan Islam, bahkan malah ada yang memusuhi ajarannya. Kok bisa? Kalau saya simpulkan sih, karena mereka belum tahu, tapi merasa sudah cukup tahu.

Nah, dari situlah saya terpikir untuk menyampaikan kegelisahan saya dengan cara yang ringan.

Inspirasi komik ini berasal dari mana?
Kebanyakan dari peristiwa yang saya saksikan sendiri. Baik ketika berkendara di jalanan, lingkungan rumah, kantor, maupun melalui media massa.

Hal tersulit apa saat mengeksekusi komik Islam Sehari-hari?
Mencari referensi yang valid terkait permasalahan yang ada. Saya menghindari hal-hal yang bersifat khilafiyah, agar tidak menimbulkan perdebatan. Daaaaan….yang paling sulit juga adalah beban moralnya.

Apa yang membedakan komik ini dengan komik Islam Sehari-hari terdahulu?
Ada tambahan bab baru mengenai isu dan fitnah yang sedang dihadapi umat Islam saat ini, yaitu fenomena mudahnya memberi label radikal hanya karena melihat tampilan luar, tanpa mengenali lebih dalam.

Bagian komik mana yang paling disukai Mas Vby dan mengapa?
Quote di halaman pertama. Sebuah kesalahan apabila dilakukan secara berulang, lama-lama bisa jadi pembenaran.  Ini yang terjadi saat ini. Sebenarnya bukan yang paling saya sukai, tapi quote ini yang mendasari lahirnya ide komik ini.

Kalo bagian komik mananya, saya suka semuanya….

Secara umum, pesan apa yang ingin disampaikan dalam komik Islam Sehari-hari Reborn?
Itu tadi, quote pada halaman pertama. Kesalahan yang terkesan kecil, tapi terus diulang, lama-lama menjadi kabur, dan akhirnya dianggap kebenaran. Hal yang bertentangan dengan Islam, karena dilakukan berulang-ulang, akhirnya kabur, lalu dianggap sebagai suatu kebenaran…

Bisa dijelaskan mengapa satu gambar komik lebih mudah dicerna dibandingkan lewat tulisan?

Bahasa gambar adalah bahasa yang universal. Anak-anak pun lebih cepat mengerti bahasa visual. Ada banyak bahasa untuk mengatakan senyum. Bisa ‘smile’, ‘ngguyu’ dan lain-lain. Namun, yang mampu memahami hanya mereka yang mengerti bahasa tersebut.

Bila kata senyum dalam bahasa Indonesia diganti dengan emoticon senyum, semua orang dari Afrika sampai Australia insya Allah paham dengan pesan yang dimaksud.

kegagalan adalah awal bagi sebuah kesuksesan

Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Kegagalan tak pernah hadir selamanya; ia sesaat datang untuk kemudian berlalu.

Saat berikhtiar mewujudkan sesuatu, kita tak pernah mengharapkan kegagalan. Setiap usaha yang kita lakukan selalu berawal dari niat kuat untuk menggapainya dan keinginan yang besar untuk mewujudkannya. Meski kadang ujung ikhtiar tak sesuai harapan, kita akan merasa puas karena kita sudah berani mencoba.

Baca juga:
Jangan Takut Gagal! (Special Edition)
Merayakan Kegagalan

Suatu ketika, saya mendapat tawaran dari seorang teman untuk menjadi pengajar di sebuah sekolah, sebuah profesi yang pernah saya impikan tapi sama sekali belum pernah saya jalani. Tawaran itu membuat saya berpikir panjang, dan sempat bimbang. Tapi setelah beberapa hari melawan keraguan, saya memutuskan datang ke sekolah yang dimaksud untuk menerimanya.

Sepanjang perjalanan, pikiran saya diliputi kecemasan. Saya tertarik dengan tawaran itu, tapi pada saat yang sama grogi. Rasanya saya tak siap menjalaninya. Berdiri di depan murid-murid dan menjadi pusat perhatian mereka? Deuh, saya akan menyesal seumur hidup jika sampai terlihat gugup.

Angkot yang saya tumpangi terasa sangat lambat. Sepanjang perjalanan, apa yang saya cemaskan pelan-pelan surut, tapi sesekali tergantikan dengan kecemasan lain yang lebih besar. Saya menyesal membiarkan perasaan dan khayalan saya sedemikian liar, sebab yang kemudian saya dapatkan ternyata di luar dugaan.

Ketika saya tiba di sekolah, ibu kepala sekolah yang ramah menyambut saya, dan dengan gaya bicaranya yang lembut memberitahu bahwa posisi yang sempat ia tawarkan itu telah terisi. Ya, baru saja terisi.

Saya tercenung sepersekian detik saat mendengar pemberitahuan itu.

Selalu Ada Pelajaran dari Sebuah Kegagalan

Apakah saya kecewa? Tak perlu ditanya. Selama perjalanan pulang, tak henti-hentinya saya merutuki diri sendiri. Andai saya tak galau sampai berhari-hari, mungkin saya sudah resmi menjadi pengajar di sana. Andai saya tak mengulur waktu dan membuat pihak sekolah menunggu sekian lama, mungkin besok saya sudah berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran.

Banyaknya kata ‘andai’ yang berkelebat di benak saya menyadarkan saya tentang sebuah pelajaran. Menjadi pengajar memang tak bisa saya wujudkan hari itu, tapi saya menyadari satu hal: bahwa keraguan untuk menentukan langkah bisa membawa penyesalan berkepanjangan.

Beberapa minggu kemudian dan setelah saya ‘move on’ dari rasa kecewa akibat kegagalan itu, teman saya bertanya bagaimana saya bisa terlihat baik-baik saja dengan kenyataan tersebut.

“Kalau gue jadi lo, gue pasti udah down. Bukan cuma karena gue gak diterima, tapi karena posisi itu terisi satu jam sebelum gue datang. Nyesek!”

Saya bergeming. Siapa bilang saya tak kecewa, bukan hanya dengan keputusan pihak sekolah yang memberikan kesempatan tersebut kepada orang lain (meski ini bisa dimaklumi sih sebenarnya), tapi juga dengan diri saya sendiri. Untuk apa saya bimbang terlalu lama saat seseorang berharap saya segera memberikan jawaban?

Namun setelah saya renungkan, kegagalan dan kekecewaan yang harus saya telan itu mungkin cara Allah agar saya punya waktu lebih lama untuk mematangkan diri sebelum menjadi pengajar yang lebih baik lagi. Saya percaya, rencana Allah selalu lebih indah dari rencana kita.

Semoga kita tak menjadi peragu untuk menggapai impian, dan semoga kita tak mudah putus asa. Beranilah mencoba, dan beranilah menghadapi kemungkinan terburuk sebagai akibat dari pilihan kita. Kalaupun akhirnya kegagalan jua yang kita dapatkan, berjanjilah pada diri sendiri bahwa itu tak akan membuat kita menyerah.

 

Fitria Sambuari (Kontributor Qultummedia.com)

 

image: : best-wallpaper.net.

stan qultum

IBF 2016: Datang, Bermain, dan Belajar

stan qultumAneka event seru selama Islamic Book Fair (IBF) digelar mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2016 di Istora Senayan Jakarta. Hampir semua stan penerbit berebut cara untuk menarik pengunjung, misalnya dengan menyebarkan brosur hingga mengundang mereka singgah di stan buku mereka.

READ MORE

WhatsApp chat