kajian islam Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
516
archive,category,category-kajian-islam,category-516,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Muhasabah: Benarkah Cinta Adalah Jawabannya?

Cinta punya makna yang berbeda-beda menurut orang yang merasakannya. Tapi, setelah rasa itu lama bersemayam, kita akan sepakat tentang satu hal: Cinta membuat sepasang kekasih saling memahami.

***

Masalah bukan barang asing bagi orang yang sedang menjalin hubungan. Seorang teman pernah bercerita bahwa dirinya baru berselisih dengan sang kekasih, lalu curhat pada kita dan mengatakan bahwa kekasihnya itu egois.

Dalam kehidupan rumah tangga tak jauh berbeda, bahkan skalanya lebih serius, yakni sampai berujung perceraian. Kita pun tercenung. Menikah ternyata tak menghalangi masalah untuk datang.

Dari semua itu, kita perlu mencermati satu hal. Bahwa hubungan antara dua orang tak bisa hanya didasarkan pada cinta. Perlu kedewasaan dari masing-masing pihak untuk saling mengerti dan mau memahami.

Kita bisa belajar dari orang-orang hebat tentang persoalan itu. Memikirkan dalam-dalam kalam bijak mereka dan, dengan niat untuk terus memperbaiki diri, mengamalkannya dalam hidup sehari-hari.

Nah, Pembaca yang baik, berikut kami tuliskan kalimat-kalimat para tokoh Islam tentang cinta dan bagaimana cara kita menyikapinya. Semoga bermanfaat!

***

 

“Never explain yourself to anyone, because the one who likes you would not need it, and the one dislikes you wouldn’t believe it.” – Ali bin Abi Thalib

Jangan pernah menjelaskan dirimu kepada siapa pun, karena orang yang menyukaimu tidak akan membutuhkannya, dan orang yang tak menyukaimu tidak akan mempercayainya.

***

“The minute I heard my first love story, I started looking for you, not knowing how blind that was. Lovers don’t finally meet somewhere. They’re in each other all along.” –Jalaluddin Rumi

Begitu aku mendengar kisah cinta pertamaku, aku mulai mencarimu, tidak tahu seberapa buta itu. Orang yang punya cinta akhirnya tidak bertemu di suatu tempat. Mereka satu sama lain selama ini.

***

“Goodbyes are only for those who love with their eyes. Because for those who love with heart and soul there is no such thing as separation.” –Jalaluddin Rumi

Selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata. Karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa tak ada yang namanya perpisahan.

***

“The man dreams of a perfect woman and the woman dreams of a perfect man and they don’t know that Allah created them to perfect one another.” –Ahmad Al-Shugairi

Para lelaki memimpikan perempuan yang sempurna. Perempuan pun memimpikan lelaki yang sempurna. Mereka tak tahu bahwa Allah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan.

***

“Behind every great man is not a woman. She is beside him, she is with him, not behind him.” –Tariq Ramadan

Di belakang setiap lelaki hebat bukanlah seorang perempuan. Dia ada di sampingnya, bersamanya, bukan di belakangnya.

***

“One of the most sincere forms of love and care is when someone prays for you without you ever knowing. Be that beautiful someone.” –Mufti Ismail Menk

Salah satu bentuk cinta dan perhatian yang paling tulus adalah ketika seseorang berdoa untukmu tanpa kau sadari. Jadilah seseorang yang indah itu.

***

“When you feel lonely, remember that Allah is the companion of those who remember Him.” –Dr. Bilal Phillips

Ketika kamu merasa kesepian, ingatlah bahwa Allah adalah sahabat mereka yang mengingat-Nya.

***

“When God loves you, He places the love of you in the hearts of the people whose love is worth having.” –Omar Suleiman

Ketika Tuhan mencintaimu, Dia menaruh cinta padamu di hati orang-orang yang cintanya layak dimiliki.

***

“Love the people you think you’d want to be with in the Hereafter.” –Omar  Suleiman

Cintai orang-orang yang kamu pikir ingin bersamamu di Akhirat.

***

“Oh my heart, there is another way to love. Do not love the gift for what the gift is. Love the gift for who it came from.” –Yasmin Mogahed

Hatiku, ada cara lain untuk mencintai. Jangan mencintai pemberian berdasarkan untuk apa pemberian tersebut. Tapi cintalah berdasarkan dari siapa pemberian itu berasal.

***

Laiknya sebuah masalah yang pasti datang, tiap diri kita pasti akan merasakan cinta. Tak ada yang menjamin kita bisa merawat hubungan yang kita miliki. Sebab boleh jadi hidup mengarahkan kita pada ujian yang luar biasa.

Namun, justru di situlah cinta tumbuh dan membantu kita menangkal hal itu. Kita belajar untuk mendewasakan diri sebelum bertanggung jawab menjaga orang lain.

***

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun ingin kekasihnya tetap berada di sisinya. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

*Sumber foto: pixabay.com

7 Peristiwa Penting & Luar Biasa di Bulan Rajab

Rajab merupakan bulan istimewa. Di dalamnya terdapat amalan-amalan yang khusus dianjurkan pada bulan ini saja. Juga peristiwa bersejarah yang mengunggah iman dan kekaguman kita.

***

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan, sama dengan kalender Masehi. Di seluruh bulan ini, atau selama satu tahun penuh, kita diajak untuk tidak bosan beramal baik.

Meski begitu, setiap bulan mempunyai keistimewaan masing-masing, terutama dalam kaitan dengan peristiwa bersejarah di masa lalu. Dan, Rajab termasuk bulan ketika peristiwa penting dalam perjalanan sejarah umat Islam banyak terjadi.

Pembaca yang dirahmati Allah, berikut kami rangkumkan peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi pada umat Islam di bulan Rajab. Semoga tulisan singkat ini bisa membantu kita untuk semakin mengenal agama kita dan membuat kita semakin termotivasi beramal baik.

1. Isra Mi’raj

Isra Mi’raj terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Peristiwa Isra Mi’raj sangat penting bagi umat Islam dikarenakan saat itu, untuk pertama kalinya, Rasul mendapat perintah shalat lima waktu.

Karena peristiwa ini, setiap tahun umat Islam memperingati Isra Mi’raj. Selain sebagai bentuk syiar, memperingati peristiwa tersebut juga merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah.

2. Disyariatkannya Shalat 5 Waktu

Seiring terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, Allah memerintahkan Rasulullah, untuk pertama kalinya, mengerjakan shalat 5 waktu. Awalnya jumlah shalat yang Allah wajibkan lebih dari itu, tapi oleh para nabi yang lain, Rasulullah dianjurkan untuk meminta keringanan kepada Allah.

Allah kemudian mengabulkan permintaan Rasulullah dan mewajibkan beliau hanya 5 shalat saja, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya.

3. Kemenangan Umat Islam dalam Perang Tabuk

Dalam Perang Tabuk, kaum muslimin menempuh perjalanan yang jauh dari Madinah menuju Syam. Perang ini berlangsung singkat, lantaran Bangsa Romawi gentar dengan pasukan Islam yang berjumlah 30.000 orang.

Dengan izin Allah, pada bulan Rajab Rasulullah saw memenangkan Perang Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.

4. Pembebasan Baitul Maqdis

Pada 27 Rajab 583 H, Shalahuddin al-Ayyubi bersama pasukan muslimin mengepung Yerussalem untuk membebaskan Baitul Maqdis yang sudah 88 tahun dikuasai oleh tentara salib.

Peristiwa ini adalah tonggak bersejarah bagi umat Islam, sebab akhirnya mereka bisa menjalankan Islam tanpa rasa khawatir.

5. Perubahan Kiblat

Umat Yahudi pernah mengejek umat Islam dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kiblat sendiri. Pasalnya, ketika shalat umat Islam menghadap ke arah Masjidil Aqsha, kiblat umat Yahudi.

Tatkala Rasulullah saw hijrah ke Madinah, beliau diperintah oleh Allah untuk mengubah kiblat atau arah shalat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Rajab, saat Rasulullah saw tengah mengerjakan shalat jamaah.

Masjid tempat Rasulullah dan umat Islam shalat itu kemudian dikenal dengan Masjid Dzul Qiblatain, atau Masjid dengan Dua Kiblat.

6. Hijrah ke Ethiopia

Pada bulan Rajab tahun kelima Hijriyah, Rasulullah memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah ke Habasyah, atau Ethiopia saat ini.

Kala itu, Habasyah diperintah oleh seorang raja yang bijaksana bernama Najasyi. Hijrah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan umat Islam dari gangguan kaum kafir Mekah yang sangat memusuhi mereka.

Seperti kita tahu, pada masa-masa awal dakwah Rasulullah di Mekah, banyak orang kafir yang menolak risalah Islam. Tak hanya menolak, mereka juga memusuhi Rasulullah dan orang-orang yang beriman kepada beliau.

7. Pembebasan Damaskus

Pada bulan Rajab tahun 14 H, tentara muslim dibawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin Walid menaklukan kota Damaskus dan menguasainya. Sebelumnya, kota tua nan bersejarah itu dikuasai oleh balatentara Romawi.

Tepat satu tahun setelah penaklukan itu, Khalid bin al-Walid kembali memimpin pasukan muslim dalam Perang Yarmuk, yang terjadi pada Senin, bulan Rajab juga, tahun 15 H.

***

Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum). Larangan untuk melakukan maksiat lebih ditekankan pada bulan ini dibanding pada bulan-bulan yang lain, sebab kemuliaan bulan tersebut.

Rasulullah pun begitu memuliakan bulan Rajab. Setiap memasuki bulan ini beliau berdoa kepada Allah, “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkanlah usia kami hingga bulan Ramadan.”

Keteladanan Rasulullah menjadi topik pembicaraan yang melintasi masa. Puluhan –kalau bukan ratusan– buku ditulis tentangnya.

Buku ini adalah salah satu karya terbaru Arif Rahman Lubis yang juga merekam keteladanan Rasulullah itu. Di dalamnya kita akan menemukan mutiara tak ternilai tentang keindahan akhlaknya –yang dikagumi bukan hanya oleh pengikutnya yang setia tapi juga musuh-musuhnya yang kejam, dan bagaimana kita, sebagai generasi muda, mencontoh tindak-langkah Sang Utusan.

Buku Teladan Rasul sudah dirilis Maret ini. Pembaca sudah bisa mendapatkannya di toko buku, online dan offline, di seluruh Indonesia. Komunikasi seputar buku ini juga bisa dilakukan dengan penulisnya melalui Instagram @arifrahman.lubis atau Twitter @arifrahmanlubis.

*Baca selengkapnya https://muslim.or.id/853-amalan-di-bulan-rajab.html

*Sumber foto: freepik.com

membayar zakat harus disegerakan

Doa-doa Pelunas Utang & Pembuka Pintu Rezeki

Rezeki yang berkah adalah anugerah besar dari Allah Taala. Inilah salah satu isi doa yang terus dipanjatkan oleh umat Islam sejak dulu hingga kini. Dengan rezeki yang berkah, hidup akan berjalan indah dan mudah.

Hal terpenting dari rezeki bukan soal banyaknya, tapi kehalalan dan keberkahannya. Kalau hanya mengharapkan rezeki yang banyak, mengkorupsi uang negara adalah jalan terbaik. Tapi tidak, Islam tidak mengajarkan kita memiliki obsesi seperti itu.

Islam justru mengajak kita untuk berhati-hati dalam mencari rezeki. Kita harus pastikan kehalalannya, juga keberkahannya. Mengapa?

Mencari rezeki halal adalah kewajiban kita sebagai muslim. Dengan hanya memakan rezeki yang halal berarti kita telah menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, yang tujuan utamanya agar kita memiliki kehidupan yang damai dan tenteram. Seperti kita tahu, mereka yang menempuh jalan batil dalam mencari rezeki cenderung memiliki hidup yang kacau.

Rezeki yang berkah juga penting. Keberkahan rezeki akan mempermudah berbagai urusan kita dalam hidup. Menjaga hubungan baik dengan pasangan bisa dimulai dengan mencari rezeki secara baik. Demikian pula mendidik anak agar menjadi salihin/salihat, mengembangkan bisnis agar bisa membahagiakan banyak orang, dan lain-lain.

Pembaca yang dirahmati Allah, berikut kami tuliskan doa-doa agar kita senantiasa dikarunia rezeki yang halal dan berkah oleh Allah Taala. Doa-doa ini cukup pendek, sehingga mudah dihafal dan dipanjatkan.

Jangan biarkan doa-doa ini hanya berhenti di gawai Anda. Silakan share di akun media sosial untuk teman-teman tercinta Anda.

***

Doa Agar Diberi Rezeki yang Lancar

 

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَعَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا

 

Alloohumma innii as-aluka min fadhlika wa ‘athoo-ika rizqon thoyyiban mubaarokan.

“Ya Allah, dengan karunia dan anugerah-Mu, aku meminta rezeki yang baik lagi diberkahi.”

 

Doa Agar Diberi Rezeki yang Halal

 

اَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 

Alloohummak finii bihalaalika an haroomika, wa aghninii bifadhlika amman siwaak.

“Ya Allah, cukupilah diriku dengan kehalalan rezeki-Mu dari yang Engkau haramkan, dan cukupilah diriku dengan karunia-Mu dari meminta kepada selain-Mu.”

 

Doa Agar Terhindar dari Utang

 

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَ الْحَزَنِ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَ الْكَسَلِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَ الْبُخْلِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

 

Alloohumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani, wa a’uudzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’uudzu bika minal jubni wal bukhli, wa ‘auudzu bika min qohrir rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesumpekan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari ketakutan dan kekikiran, dari lilitan utang dan kezaliman orang-orang.”

 

Doa Orang yang Mengalami Kesulitan Ekonomi

 

بِسْمِ اللهِ عَلَى نَفْسِيْ وَ مَالِيْ وَ دِيْنِيْ، اَللّٰهُمَّ رَضِّنِيْ بِقَضَائِكَ، وَ بَارِكْ لِيْ فِيْمَا قُدِّرَ لِيْ حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ وَ لَا تَأْخِيْرَ مَا عَجَّلْتَ

 

Bismillaahi ‘alaa nafsii wa maalii wa diinii, alloohumma rodhdhinii bi qodhoo-ika, wa baarik lii fiimaa quddira lii hatta laa uhibba ta’jiila maa akhkhorta wa laa ta`khiiro maa ‘ajjalta.

“Dengan menyebut nama Allah untuk diriku, harta dan agamaku. Wahai Tuhanku, berilah kepadaku perasaan rela atas ketetapan-Mu dan berkahilah segala yang diberikan kepadaku supaya aku tidak suka mencepatkan yang Engkau lambatkan dan tidak suka melambatkan apa-apa yang Engkau cepatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

 

Doa Saat Belum Mampu Membayar Hutang

 

اَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ أَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 

Alloohummak finii bi halaalika ‘an haroomika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka.

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan barang yang halal hingga aku tidak butuh kepada yang haram dan cukupkanlah aku dengan keutamaan-Mu hingga aku tidak butuh kepada selain-Mu.” (HR. Turmudzi)

 

Doa Agar Terhindar dari Kemiskinan

 

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْفَاقَةِ، وَ الْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

 

Alloohumma innii a’uudzu bika minal faqri wal faaqoh, wal qillati wadz dzillah, wa a’uudzu bika an adzlima aw udzlama.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari melakukan kezaliman dan dizalimi.”

 

Doa Saat Masuk Tempat Kerja

 

رَبِّ أَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخِّرْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرًا

 

Robbi adkhilnii mudkhola shidqin wa-akhrijnii mukhroja shidqin waij’al lii min ladunka sulthoonan nashiiroon.

“Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).”

 

Doa Agar Terhindar dari Kesempitan Rezeki

 

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ. اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ ضِيْقِ الدُّنْيَا وَضِيْقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

Alloohummaghfir lii warhamnii warzuqnii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii. Alloohumma innii a’uudzu bika min dhiiqid dun-yaa wa dhiiqi yaumil qiyaamati. Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin.

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, berilah rezeki kepadaku, sejahterakanlah aku, maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesempitan dunia dan pada hari kiamat. Dan, Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.”

 

Doa Penarik Rezeki dan Kekayaan

 

اَللّٰهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَا عَزِيْزُ يَا مُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِاِعْزَازِ عِزَّةِ قُدْرَتِكَ وَيَا مُيَسِّرَ اْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِيْ أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَا خَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اَللهُ

 

Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ghinan abadaa, wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzanii bi-i’zaazi ‘izzati qudrotik, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa wad diinni, yaa khoiro man yurjaa yaa allooh.

“Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

 

Doa Memohon Datangnya Rezeki yang Tak Terduga

 

رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَآءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِاَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

 

Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidal li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.

“Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu, berilah kami rezeki, dan Engkau Pemberi Rezeki yang paling utama.”

 

*Sumber foto: pixabay.com

Muhasabah: Jangan Menyerah dengan Masalah!

Setiap orang berjuang demi hidupnya. Setiap hari. Ada yang harus bertahan di bawah terik matahari, ada juga yang harus berdiri tegak di tengah amarah seorang klien.

Meski kondisi yang mereka hadapi mungkin berbeda, mereka dituntut untuk sama, yaitu kuat. Kuat menghadapi tantangan apa pun yang mungkin menghampiri mereka. Sebab, tak ada sikap mental yang bisa menjaga langkah mereka menuju pintu keberhasilan selain kuat.

Sikap mental inilah yang kemudian membuahkan sikap-sikap lain yang menjadi turunannya, seperti pantang menyerah, tak mudah putus asa, sabar, ulet, cerdik melihat peluang, dan lain-lain.

Orang-orang besar yang namanya mendunia banyak yang mengawali hidupnya dari bawah –melebihi kondisi hidup kita saat berada di titik terendah. Meski begitu, mereka terus berjuang: bersahabat dengan nasib yang tak berpihak dan bergumul dengan masalah yang silih berganti.

Pembaca yang baik, berikut kami tuliskan ulang kalimat-kalimat para pesohor tentang bagaimana mereka menyikapi kesulitan dalam hidup. Semua orang, termasuk mereka, pasti ingin hidupnya serba mudah. Tapi, siapa yang bisa menjamin hidupnya tak bisa jatuh?

***

 

“The pessimist sees difficulty in every opportunity. The optimist sees opportunity in every difficulty.” –Sir Winston Churchill

(Orang yang pesimis melihat kesulitan dalam tiap kesempatan, sedang orang yang optimis menatap kesempatan pada tiap kesulitan.)

***

“The only limit to our realization of tomorrow will be our doubts of today.” –Franklin D. Roosevelt

(Satu-satunya yang membatasi kesuksesan kita hari esok adalah keraguan kita hari ini.)

***

“For every reason it’s not possible, there are hundreds of people who have faced the same circumstances and succeeded.” –Jack Canfield

(Untuk setiap alasan bahwa sesuatu itu mustahil, ada ratusan orang yang menghadapi keadaan yang sama dan (ternyata) berhasil.)

***

“You don’t have to be great to start, but you have to start to be great.” –Zig Ziglar

(Kau tak harus hebat untuk memulai, tapi kau harus memulai untuk menjadi hebat.)

***

“It does not matter how slowly you go as long as you do not stop.” –Confucius

(Tak masalah seberapa lambat langkahmu, asalkan kau tak pernah berhenti.)

***

“Believe in yourself. You are braver than you think, more talented than you know, and capable of more than you imagine.” –Roy T. Bennett

(Percayalah pada dirimu. Kau lebih berani dari yang kau kira, lebih berbakat dari yang kau tahu, dan lebih mampu dari yang kau bayangkan.)

***

“The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it.” –Michaelangelo

(Bahaya terbesar bagi kebanyakan kita bukanlah tujuan yang terlalu tinggi yang kita tak sanggup meraihnya, tapi tujuan yang terlalu rendah yang kita berhasil mencapainya.)

***

“Success is not accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all: love of what you are doing or learning to do.” –Pele

(Sukses bukan kebetulan. Ia adalah kerja keras, ketekunan, kesediaan untuk belajar, pengorbanan, dan di atas semua itu: mencintai apa yang kau lakukan dan pelajari.)

***

“We don’t develop courage by being happy every day. We develop it by surviving difficult times and challenging adversity.” –Barbara De Angelis

(Kita tak bisa mengembangkan keberanian dengan menjadi bahagia setiap hari. Kita mengembangkannya dengan berjuang agar selamat di masa-masa sulit dan menantang kesulitan.)

***

“Staying positive does not mean that things will turn out okay. Rather it is knowing that you will be okay no matter how things turn out.” –Unknown

(Tetap berpikir positif tak membuat segalanya menjadi baik-baik saja. Tapi menyadari bahwa kau akan baik-baik saja, bagaimana pun keadaannya.)

***

 

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun ingin kekasihnya tetap berada di sisinya. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

 

*Sumber foto: freepik.com

fitrah kebaikan

Mengapa Perlu Berdamai dengan Diri Sendiri?

Tak ada orang yang ingin hatinya patah. Tapi, tak ada yang bisa memastikan hal tersebut tak menghampiri hidupnya. Sebagai manusia yang bisa terpuruk oleh kesedihan, kita berusaha untuk menghindar darinya.

Dalam hidup ini, kita tak bisa lepas dari cinta. Pada saat yang sama, kita juga tak ingin ditinggal oleh orang yang kita cintai.

Kenyataan kadang berpihak pada kita, tapi kadang tidak. Meski kita ingin terus bersama orang yang kita cintai, kita tak bisa memaksanya menetap di sisi kita. Sebab, tiap orang berhak memilih tinggal bersama siapa.

Saat kita mulai mencintai seseorang, kita cenderung mengorbankan apa yang kita miliki. Tak terkecuali waktu dan tenaga.

Entah berapa banyak surat ditulis, novel diterbitkan, dan film-film digarap untuk menceritakan pengorbanan manusia atas nama cinta. Ini termasuk cerita-cerita dramatis dan mengaduk-aduk perasaan, seperti pengorbanan yang ternyata dikhianati.

Bayangkan tokoh utama dalam cerita-cerita itu adalah kita. Kita pasti merasakan sedih yang mendalam. Mungkin air mata akan menjadi teman paling setia yang menemani hari-hari kita.

Kita akan terbayang semua kenangan tentang orang yang kita cintai itu. Tempat-tempat yang pernah kita kunjungi atau waktu-waktu yang pernah kita lewati.

Apa pun yang berkaitan dengan orang tersebut akan menjelma bayang-bayang di benak kita.

Pada saat seperti itu, kita akan mencari orang terdekat untuk berbagi. Sayangnya, tak semua orang punya waktu untuk mendengarkan kita.

Kita mengerti. Orang lain ‘kan punya urusan yang juga harus diselesaikan. Dan, bukan mustahil mereka pun merasakan hal yang sama dengan kita.

Namun setelah semuanya berakhir, setelah tak seorang pun mau mendengar isi hati kita, kita akan ingat satu hal: Allah. Tuhan yang selalu bersama kita, walau kadang kita melupakan-Nya.

Akhirnya, kita sadar pada apa yang kita lakukan. Kekecewaan lahir bukan karena ulah orang lain, tapi karena kita yang terlalu berharap pada mereka.

Pada malam-malam yang panjang kita merenung. Menceritakan apa yang kita alami dalam doa.

Perlahan, luka yang menggores hati kita Allah sembuhkan. Kekecewaan yang kita terima memudar. Dan patah hati yang kita alami bukan lagi masalah hidup dan mati –itu hanya soal ego kita yang tak terima dengan fakta terbesar dalam hidup, yakni siapa pun yang tercipta bernyawa suatu saat akan pergi.

Kita telah menemukan jawaban dari apa yang kita cari. Dan seusai lelah dengan perasaan sendiri, kita akan sadar bahwa saat cinta membuat kita lupa pada-Nya maka tinggal menunggu hari kekecewaan akan menyapa kita.

***

Seperti benda lain yang bisa rusak, hati yang patah juga tak mudah dipulihkan. Tapi ajaibnya, meski berkali-kali mengalami kejadian yang membuatnya terluka, hati bisa sembuh seperti sedia kala. Sebagian orang berkata itu sebab kerelaan pemiliknya, sebagian yang lain mengatakan itu hanya soal waktu.

Patah mungkin bisa dihindari. Tapi tak seorang pun bisa menjamin hatinya selalu aman darinya. Itu sebabnya, tak perlu menunggu hati patah untuk tahu cara berdamai dengannya. Persis seperti yang dikatakan penulis buku ini, Desiani Yudha, berdamai adalah satu-satunya cara bagi hati yang patah untuk melanjutkan hidup.

Buku Berdamai dengan Patah Hati terbit pada Desember 2018. Saat ini Pembaca sudah bisa mendapatkannya di Gramedia, Gunung Agung, dan toko offline atau online yang lain. Secara berkala, penulis buku ini menyapa pembacanya di akun Instagram pribadinya, @desianiyudha.

*Sumber foto: freepik.com

perempuan di dalam al-quran

Bingkisan Kasih Rasulullah untuk Para Pencintanya

Pertemuan bisa mengubah sudut pandang kita. Dari pertemuan pula bisa tumbuh rasa suka. Tak jarang cinta bersemi karena sebuah pertemuan, meski hanya sesaat.

***

 

Sering kita mendengar orang-orang yang memutuskan hidup bersama pasangannya karena cinta. Mereka bilang, cinta adalah segalanya. Cinta dapat membangkitkan semangat hidup, juga mempermudah mereka meraih mimpi.

Tapi, seperti banyak hal lain dalam hidup, rasa yang mereka agung-agungkan itu lambat laun memudar.

Pelan tapi pasti, kata-kata manis yang mengiringi keseharian mereka memudar. Bahkan lebih tak terduga lagi, ada saat-saat mereka lupa pernah saling mencintai.

Pengorbanan yang pernah mereka lakukan tinggal kenangan. Sebab sebagian orang berpaling pada sosok yang baru. Sebagian yang lain menghabiskan waktunya untuk kebahagiaan dirinya sendiri.

 

Mengapa Cinta Bisa Tumbuh?

 

Pernahkah kita bertanya, apa alasan cinta tumbuh dan bersemi?

Sementara orang berkata kalau paras adalah jawabannya. Pandangan membuka hati untuk menumbuhkan rasa. Nyatanya, kecantikan atau ketampanan tidak bertahan selamanya. Artinya, apakah cinta itu harus layu dan mengering tatkala kecantikan atau ketampanan memudar?

Mereka yang tak sependapat berkata bahwa itu disebabkan oleh sifat baik. Benarkah? Seperti banyak hal lain yang sifatnya sementara, bukankah sifat juga bisa berubah? Karena trauma, misalnya, atau lingkungan yang baru. Lagipula, semakin kita mengenal seseorang, kita akan tahu baik dan buruk di balik perangainya.

Sering kita melihat cinta tak dapat disatukan, bukan karena sifat pasangan yang buruk tapi kebutuhan ekonomi yang tak memadai. Apa artinya harta memang jawaban teka-teki ini? Lagi dan lagi, kekayaan pun dapat habis, bukan? Lagipula, kalau cinta hanya muncul karena harta, bagaimana nasib orang yang papa?

Cinta lebih dari itu semua. Ada sesuatu yang lebih masuk akal sebagai alasan berseminya cinta.

 

Cinta Meniscayakan Pertemuan?

 

Teman-teman, pernah disukai atau dicintai seseorang? Bagaimana rasanya?

Seperti orang lain pada umumnya, ketika dicintai seseorang, kita akan mencari tahu segala hal tentang orang tersebut. Kita mungkin juga akan bertanya-tanya alasan orang tersebut mencintai kita.

Bagi kita, tak ada cinta tanpa ada pertemuan.

Meski begitu, cinta yang tanpa pertemuan itu, yang seakan “tak beralasan” itu, pernah ada. Bersemi di hati seseorang yang bukan hanya jauh tempatnya tapi juga jauh masa hidupnya dengan kita.

Ia sangat mencintai kita. Dan seperti lazimnya seorang pencinta, sepanjang hidupnya ia selalu memikirkan kita.

Baginya, cinta tak mengenal batas: Tak ada tempat yang cukup jauh dan masa yang terlalu lama untuk memisahkan. Baginya, mengasihi tak harus bertemu. Itu sebabnya, di pengujung usianya pun ia memohonkan ampunan untuk kita.

Ia adalah Muhammad. Seseorang yang terhimpun di dalam dirinya segala kebaikan. Sosok yang tak pantas diragukan lagi kemuliaan akhlaknya. Sosok yang cintanya pada kita sangat sempurna.

Kasih sayang yang tumbuh di hatinya begitu mendalam, sehingga tak ada satu pun yang bisa menghalangi cintanya. Termasuk jarak dan waktu.

Ia adalah sebaik-baik teladan. Bukan akhlaknya saja yang mulia, cintanya pun menjadi pelajaran bagi kita. Dalam mengasihi seseorang melebihi dirinya sendiri.

Semua pengorbanan telah ia lakukan. Dengan itu ia membuktikan pada kita, siapa sosok yang sempurna dalam menebarkan cinta.

 

***

 

Keteladanan Rasulullah menjadi topik pembicaraan yang melintasi masa. Puluhan –kalau bukan ratusan– buku ditulis tentangnya. Namanya abadi dalam benak pengikutnya, yang dibisikkan, didendangkan, dan disanjung-puji melalui kata-kata yang indah.

Buku ini adalah salah satu karya terbaru Arif Rahman Lubis yang juga merekam keteladanan Rasulullah itu. Di dalamnya kita akan menemukan mutiara tak ternilai tentang keindahan akhlaknya –yang dikagumi bukan hanya oleh pengikutnya yang setia tapi juga musuh-musuhnya yang kejam, dan bagaimana kita, sebagai generasi muda, mencontoh tindak-langkah Sang Utusan.

Buku Teladan Rasul sudah dirilis Maret ini. Pembaca sudah bisa mendapatkannya di toko buku, online dan offline, di seluruh Indonesia. Komunikasi seputar buku ini juga bisa dilakukan dengan penulisnya melalui Instagram @arifrahman.lubis atau Twitter @arifrahmanlubis.

 

*Sumber foto: pixabay.com

salat tahajud amal utama

Ternyata Obat Antistress Itu Ada Dalam Sujud Kita

Tiap orang pernah punya masalah. Masalah itu kadang datang dari diri sendiri, keluarga, atau orang lain. Banyaknya masalah kadang memperkeruh pikiran dan membuatnya stress. Kita pun dibuat bingung bagaimana meredakannya. Tanpa kita sadari, jawaban bagi pertanyaan itu sangat dekat dengan keseharian kita.

***

Sejak anak-anak kita sudah biasa bersujud. Tujuh belas kali dalam sehari kita menundukkan diri pada Allah, melepaskan semua keangkuhan dan kesombongan yang kita miliki. Saat mengungkapkan penghambaan tersebut, kita dituntut untuk ikhlas, tidak mengharapkan apa pun darinya.

Meski begitu, Allah punya balasan bagi ketulusan hati kita.

Shalat dan Rahasia di Balik Gerakan Sujud

Hidup kadang membuat kita stress. Banyaknya masalah menjadikan kita ingin mengeluh. Tapi, jika kita dekat dengan Allah, hidup akan terasa jauh lebih ringan.

Shalat dapat menenangkan pikiran kita. Membuat kita melupakan masalah untuk sementara. Terlebih saat sujud, kita akan menghiraukan hal yang membebani kita.

Mengapa sujud membuat pikiran kita terasa lega?

Keistimewaan sujud sudah diteliti oleh berbagai pakar kesehatan. Tak terkecuali Dr. dr. H. Sagiran, Sp. B (K) KL., M. Kes. Beliau merupakan pendiri dan penanggungjawab bidang kesehatan Yayasan Nur Hidayah dan Staf Pengajar Bagian Anatomi FK UMY.

Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat yang ia tulis, dikatakan “Dari sudut pandang medis, gerakan sujud sangat unik. Sujud adalah satu-satunya posisi saat otak lebih rendah dari jantung, yang dikerjakan tanpa harus menjungkirbalikkan tubuh.”

Saat  bersujud, kita akan merasakan tarikan di tulang belakang daerah punggung. Hal itu disebabkan gravitasi karena pergeseran titik berat batang tubuh. Saat sujud terjadi gerakan anti kompresi alias peregangan.

Pada waktu sujud, kepala berada pada posisi paling rendah. Posisi yang menyebabkan darah yang membawa banyak zat yang dibutuhkan otak relatif banyak mengalir ke bagian tersebut.

 

Apa yang Terjadi Saat Kita Bersujud?

Dikutip dari Tribunnews, Prof. Taruna yang merupakan pakar neurosains, mengatakan bahwa struktur otak manusia begitu kompleks. Otak terdiri dari 100 miliar sel. Dalam setiap sel neuron otak, ada sekitar 10.000 koneksi (sinapsis).

Sinapsis-sinapsis tersebut butuh pasokan nutrisi dan oksigen. Dalam hal ini, darah berperan untuk mengantarkannya pada otak. Nah, dengan bersujud otak kita akan terisi oleh asupan nutrisi dan oksigen yang cukup.

Peredaran darah sangat berpengaruh terhadap daya pikir kita. Sebab itu, ada baiknya kita melakukan sujud dengan tuma’ninah, agar darah di otak tercukupi. Hal itulah yang membuat pikiran kita terasa ‘plong’.

Salat yang dikerjakan dengan khusyu juga akan memberikan banyak manfaat. Selain Allah menjanjikan pahala yang besar, ada hal baik lain yang akan kita dapat. Termasuk ketenangan bagi pikiran kita.

Allah selalu menyelipkan hikmah di balik perintah-Nya. Banyak mukjizat gerakan shalat yang belum kita ketahui. Kita mesti bersyukur. Dan salah satu syukur yang bisa kita lakukan adalah dengan mengerjakan shalat.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh saleha

Perempuan Teduh: Sebab Hati Mereka Adalah Rumah

Perempuan teduh menenangkan hati dan menyejukkan suasana.

Lewat kelembutan tuturnya, amarah dapat berubah menjadi cinta. Lewat kesejukan hatinya, kekecewaan berganti menjadi senyuman.

Nasihat ibu dapat mengubah suasana buah hatinya. Padahal, sang ayah telah berusaha menghentikan tangis anak tersebut.

Wajah perempuan bisa meneduhkan pandangan suaminya. Seusai lelah bekerja, semua itu tergantikan dengan sambutan hangat di rumah. Tiap lelah terbayarkan karena hadirnya perempuan yang ia cintai.

Mereka menjadikan rasa malu sebagai mahkotanya. Tak semua orang boleh memandang dan mendekatinya. Mereka tahu bahwa ia adalah makhluk terhormat, yang harus menjaga dirinya untuk taat.

Perempuan teduh selalu menjaga yang Allah titipkan. Sebab, ia tahu itu adalah hal yang berharga. Ia tak ingin lepas amanah, bahkan sampai mengecewakan penciptanya.

Tentang Fitrah Perempuan

Tak ada yang lebih membuka hati perempuan selain cinta. Kadang cinta membuat perempuan tak tahu harus ke mana. Tak jarang juga cinta memalingkan perempuan dari fitrahnya.

Hati perempuan adalah rumah. Tak sembarang orang bisa tinggal di dalamnya. Ia akan memastikan rumahnya selalu nyaman.

Perempuan seharusnya menjadikan rumah itu teduh. Dapat menaungi orang-orang yang ia kasihi. Menjadi pelindung orang-orang yang ia cintai.

Tak ada yang ingin rumahnya diganggu. Perempuan mesti menyadari itu. Jika ada yang ingin membuka rumahnya, ia harus tahu siapa yang mengetuknya. Ia mesti memastikan di rumahnya hanya terisi orang-orang baik.

Hati perempuan mudah terbolak-balik. Hanya Allah yang bisa mengendalikan hati tersebut. Sudah seharusnya ia memohon untuk itu.

Perempuan teduh takkan bisa hidup jauh dari Allah. Sebab, hanya Allah yang bisa meneduhkan hatinya. Hanya Allah yang tahu luka yang ia miliki, tanpa-Nya luka itu takkan bisa terobati.

Perempuan teduh hanya punya satu tujuan. Meraih ridha Allah merupakan hal yang utama. Semua perjuangan untuk menjaga kehormatan, semua ditujukan untuk meraih ridha Allah semata.

Sampai kapan pun, ia tak bisa jauh dari Sang Pencipta. Ia mengerti untuk apa ia diciptakan; Beribadah pada Allah.

***

Semua yang terkait dengan tulisan di atas, sudah dimuat dengan rapi dalam buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif. Penulis buku tersebut telah menggambarkan perempuan dan keteduhan yang dimilikinya.

Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Perihal caranya bisa dilihat di akun instagram @qultummedia.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh wanita saleha

Perempuan Teduh: Wanita Musuh Ketidakpastian

Perempuan teduh memang anugerah bagi semesta, tapi perihal cinta mereka sulit bercanda.

Perempuan sulit melupakan orang yang ia cintai. Meski cintanya tak berbalas, ia selalu memendam rasa yang dimilikinya.

Hati perempuan juga mudah luluh. Jika diberi perhatian lebih, perasaannya mulai berbeda. Ia memikirkan orang yang memberikan perhatian tersebut. Perlahan, benih cinta di hatinya bermekaran.

Perempuan ingin dijaga. Tak heran, ia butuh sandaran dalam hidupnya. Namun perempuan seharusnya peka. Cinta yang salah justru akan membuatnya kecewa.

Terkadang, cinta memang ujian. Cinta dapat membawa pada hal-hal yang tak Allah inginkan. Itulah mengapa perempuan mesti menjaga diri, karena kecantikannya bukan untuk sembarang lelaki.

Perempuan tak ingin menunggu. Ia butuh kepastian. Tapi, kadang perempuan butuh di waktu yang tak tepat. Saat belum siap merawat cinta, justru yang terjadi kekecewaan melanda hatinya.

Perempuan harus berpikir lebih matang. Bagaimana kondisi hari ini dan yang akan ia jumpai. Ia mesti berpikir dewasa, menyadari segala kehormatan yang ia miliki.

Titipan Allah padanya

Allah menitipkan padanya hal-hal yang berharga. Termasuk cinta. Sesuatu yang Allah titipkan mesti dijaga dengan baik. Bila ada yang lepas dari perempuan, akan ada kemuliaan darinya yang memudar.

Sumber kecewa adalah berharap pada manusia. Perempuan harus mengerti bahwa ia kuat berjalan sendiri. Ada masa saat ia harus kuat menghadapi cobaan. Tanpa lelaki di sampingnya. Tanpa pasangan dalam hidupnya.

Perempuan memang butuh lelaki untuk menjaganya, Tapi, semua itu butuh tahapan. Harus ada hal yang dijalani untuk jenjang baru. Jika tak ada persiapan, hanya berakhir dengan kekecewaan.

Tak ada yang mengetahui hati perempuan kecuali dirinya sendiri. Tentang rasa yang ia pendam ataupun cinta yang dirahasiakan. Hati perempuan tercipta dari kelembutan. Mudah terbuka, mudah terluka.

Selama tak ada yang pasti, perempuan harus menutup hatinya. Ada saatnya lebih baik dijauhi dibanding merasakan patah hati.

Patah hati bukanlah hal yang mudah disembuhkan. Perlu waktu dan tenaga untuk memulihkannya. Perempuan bisa meniadakan luka, tapi tak mudah lupa pada yang memberikannya.

***

Perempuan adalah makhluk kepastian. Buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif menjelaskan tentang perempuan dan masalah cinta yang ia alami. Selain itu, penulis meramu perasaan perempuan dengan tulisan yang sarat makna.

Kini Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Perihal caranya bisa dilihat di akun instagram @qultummedia.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh wanita saleha

Perempuan Teduh: Tentang Kehormatan Wanita

Perempuan teduh adalah anugerah dari Allah Taala.

Ada banyak hal yang Allah titipkan padanya. Salah satunya adalah kehormatan.

Perempuan diberi amanah yang berat. Ia diwajibkan merawat diri dan menjaga kehormatan.

Bagi perempuan, itu adalah suatu hal yang harus dijaga. Memang tak mudah, tapi justru itulah letak kemuliaannya. Siapa pun yang bisa menjaga diri dan kehormatannya, Allah akan memberi balasan yang mulia.

Perempuan dibaluti rasa malu. Malu ketika melanggar perintah Allah, juga saat mengabaikan kemuliaan dirinya. Kadang perempuan lupa bahwa ia berharga. Kadang lupa bahwa Allah memuliakannya.

Paras cantik dan suara yang lembut memang ujian. Tidak mudah menjaga keduanya. Terlebih, sebagian perempuan mudah takluk. Saat diberi perhatian, ia bisa terbawa perasaan.

Anugerah Allah Punya Alasan

Allah memberi anugerah tersebut bukan tanpa alasan. Saat perempuan bisa menjaga yang dititipkan, justru itu sebuah kemuliaan baginya. Seberapa berat ujian yang ia terima, berbanding lurus dengan pahala yang diberikan padanya.

Kemuliaan perempuan bukan dari parasnya. Kecantikan pasti memudar. Keindahan yang melekat pada tubuhnya tidak bertahan lama. Seiring usia bertambah, kecantikan itu semakin tak tampak di wajahnya.

Kemuliaan itu terletak pada hatinya. Hati yang jernih akan membuatnya terus menjaga diri. Hati yang bersih senantiasa mendekatkan dia pada Allah. Kecantikan hati akan terkenang sampai ia menutup usia. Bahkan membuat orang-orang membicarakan kebaikannya.

Hati perempuan begitu lembut. Mudah terbawa suasana. Hal itulah yang membuatnya sulit dijaga.

Jika perempuan berhasil menjaganya, hatinya akan menuntun dia pada arah yang lebih baik. Hatinya takkan ingin berbuat yang salah, karena hendak menjaga apa yang dititipkan oleh-Nya.

Perempuan harus terhormat. Hendaknya ia menjaga diri, karena kecantikannya bukan sesuatu yang bisa sembarang orang nikmati.

Allah memuliakan perempuan. Dengan menjaga aurat, ia telah meringankan dosa ayahnya. Dengan merawat diri, ia telah menjaga pandangan laki-laki. Bagaimana perempuan tidak mulia, sedangkan surga ada di bawah telapak kakinya.

***

Kemuliaan perempuan tertulis dalam buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif. Buku tersebut membahas perempuan dan fitrah yang Allah berikan padanya. Penulis memaparkan kemuliaan perempuan satu persatu. Ditambah dengan ilustrasi cerita, Perempuan Teduh semakin layak untuk dibaca.

Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Informasi bisa didapatkan akun instagram @qultummedia.

Tentang buku Perempuan Teduh, lihat di sini.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat