Cinta dan Senyuman Dapat Merebut Hati Orang Lain - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
24753
post-template-default,single,single-post,postid-24753,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
Cinta dan senyuman banyak manfaatnya bagi kita dan orang lain yang menerimanya.

Cinta dan Senyuman Dapat Merebut Hati Orang Lain

Cinta dan senyuman dapat merebut hati orang lain, sayangnya tak banyak orang yang menyadarinya. Senyuman adalah bahasa cinta yang paling dahsyat. Jika kita ingin dicintai dan dihormati oleh orang lain, cerahkanlah wajah di hadapan mereka, mereka akan menyukai kita. Senantiasa tunjukkan senyuman pada mereka, niscaya mereka akan senantiasa mengingat kita. Cinta dan senyuman adalah kunci untuk membuka hati manusia.

“Maka dia (Nabi Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.” (QS. An-Naml [27]:19).

Senyuman adalah kebiasaan Rasulullah. Diriwayatkan dari Jarir bin Abdullah Al-Bajali ra, ia berkata, “Tak pernah Rasulullah melihatku, melainkan ia tersenyum di hadapanku.”

Berbeda dengan senyuman, tertawa yang dibiasakan tanpa kendali dapat melalaikan hati dari hal-hal penting, juga bisa menghilangkan simpati terhadap musibah yang terjadi. Orang yang kebanyakan tertawa tidak akan memiliki kewibawaan dan ketenangan. Dan orang yang dikenal terlalu sering tertawa tak akan mempunyai derajat yang tinggi.

Baca juga:
Cinta Tak Melulu tentang Pengorbanan, Tapi…
Sabar Itu Cinta yang Menghadirkan Ketenangan

Menunjukkan cinta dan senyuman memiliki banyak manfaat dan pengaruh. Senyuman yang muncul dari sifat-sifat terpuji dan perilaku mulia dapat membantu kita meraih simpati, rasa cinta, dan kasih sayang orang lain. Hati orang lain sulit dikendalikan, kecuali oleh orang yang memperlakukannya dengan baik, seperti tersenyum padanya.

Memberikan cinta dan senyuman tak terbatas untuk memikat hati, memperbanyak kebaikan, dan menghapus keburukan saja, tetapi juga bermanfaat untuk mendidik kepribadian atau watak, memancing kebahagiaan, dan menunjukkan keceriaan dan kebahagiaan hidup.

Al-Jahidzh suatu saat berkata, “Bagaimana tidak besar pengaruh atau kedudukannya dalam menyenangkan hati dan memberikan kemaslahatan bagi watak dan kepribadian, sedangkan ia (senyuman) adalah bagian dari pokok kepribadian dan asas sebuah pertumbuhan.

Senyuman adalah awal pertanda baik yang tampak pada diri seorang anak. Dengan senyuman ia merasa tenteram, bertambah cepat pertumbuhannya, dan bertambah darahnya, sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan dan kekuatannya.”

Dalam kitabnya yang berjudul Faidh Al-Khathir, Ahmad Amin menyatakan, “Tidaklah orang-orang yang suka tersenyum itu hanya lebih berguna untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi mereka juga lebih mumpuni dalam bekerja, lebih dekat pada sifat tanggung jawab, lebih siap menghadapi cobaan atau kesukaran, menanggulangi kesulitan, dan lebih bisa melakukan perkara-perkara besar yang bermanfaat, baik buat mereka sendiri maupun bagi orang lain.

Seandainya aku harus memilih antara harta yang berlimpah atau jabatan tinggi dengan hati yang ridha dan tersenyum bahagia, niscaya aku akan memilih yang kedua, sebab apa gunanya harta jika disertai duka? Apa artinya jabatan yang diiringi kesedihan? Apa artinya segala yang ada dalam kehidupan jika pemiliknya merasa sempit, seolah-olah ia baru kembali dari menguburkan jenazah kekasihnya? Apa artinya istri yang cantik, jika ia selalu cemberut dan menjadikan rumahnya bagaikan neraka? Tentu seribu kali lebih baik seorang istri yang tidak terlalu cantik, tetapi ia menjadikan rumahnya laksana surga!

Selain Cinta dan Senyuman, Apa Lagi?

Selain cinta dan senyuman, salah satu sikap yang dapat membuat seseorang dicintai oleh orang lain dan dapat mendekatkannya pada hati mereka adalah memanggil dengan nama yang paling mereka sukai. Sebab, tak ada sesuatu yang lebih dicintai manusia kecuali dirinya sendiri.

Dengan menjaga nama baiknya, itu menunjukkan penghargaan kita terhadap dirinya. Manakala kita memanggil mereka dengan nama yang mereka sukai niscaya mereka akan segan pada kita dan mencintai kita. Rasulullah memanggil para sahabatnya dengan nama yang mereka sukai, bahkan pada anak-anak kecil, terkadang beliau memanggil dengan nama julukan yang mereka sukai.

Penjelasan di atas merupakan bagian dari buku Ta’aruf Cinta yang ditulis oleh Muhammad bin Ismail Al-‘Umrani. Buku ini membahas sifat-sifat terpuji dan perilaku-perilaku mulia yang dapat membantu kita meraih simpati, rasa cinta, dan kasih sayang orang lain. Sebab sekali lagi, hati orang lain tak dapat dikendalikan, kecuali oleh orang yang pandai memperlakukannya dengan baik.

Buku yang diterbitkan oleh QultumMedia ini bisa menjadi panduan bermanfaat bagi kita yang sehari-hari berinteraksi dengan manusia, baik di masyarakat maupun lingkungan pekerjaan. Agar kita mendapatkan tempat yang baik di hati mereka, sehingga kita lebih dicintai, dihargai, dihormati, dan disayangi oleh mereka.

No Comments

Post a Comment

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat