Siapa Pun Tak Mudah untuk Menerima Kepergiannya
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
28057
post-template-default,single,single-post,postid-28057,single-format-standard,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Siapa Pun Tak Mudah untuk Menerima Kepergiannya

Kau harus menerima kenyataan bahwa dia telah pergi. Tak perlu menyesalinya. Jika dia memang baik untukmu, Allah akan membuatnya dekat denganmu.

Dia tak punya kewajiban menyatukan kalian hari ini. Sebab Dia tahu waktu yang paling baik untuk kalian. Allah hanya sedang memisahkan. Sementara.

Tak ada larangan untukmu merawat cinta. Asal cinta itu menuntunmu semakin dekat pada-Nya.

Baca juga: Tentang Kepergiannya: Mengapa Kau Harus Kecewa?

Kalaupun bukan dia yang terbaik, Allah punya cara untuk menjaga jarakmu dengannya. Dan Dia akan menggunakan cara yang paling halus. Yang bisa kau terima, tanpa perlu mengeluh pada-Nya.

Tak perlu menyesal.

Takdirmu sudah Allah gariskan. Entah kelak seperti apa. Yang pasti, itu akan menjadi jalan terbaik untukmu. Mungkin juga untuknya.

Penyesalan hanya akan menambah sedihmu. Sampai-sampai kau berpikir seandainya dan seandainya. Hingga lupa Allah penulis cerita yang paling sempurna.

Penyesalan takkan membuat lukamu pergi. Sebaliknya, ia akan membuatnya menetap lebih lama.

Semakin kau memikirkan kesalahanmu, semakin kau tak punya waktu untuk mengingat-Nya.

Berdoalah. Hadirkan Allah di hatimu. Seharusnya cinta yang Dia beri tak menjauhkanmu dari-Nya. Jadi, sekarang Dia hanya ingin mengembalikan jalanmu. Dari jalan yang menghadirkan luka menuju jalan yang dicintai-Nya.

Baca juga: Relakan, Agar Cinta Sejatimu Segera Datang

Ikutilah jalan yang Allah hadiahkan itu. Tak semua orang mendapatkan anugerah yang Dia beri padamu. Bersyukurlah, karena Dia tak ingin kau terjerumus dalam cinta yang salah.

Ceritakan semua dalam doamu. Ungkapkan perasaan yang menyesakkan dadamu. Mempersempit kebahagiaanmu. Dan mengurangi prasangka baikmu. Ceritakan. Allah akan mendengarnya.

Hapus penyesalan yang menghambat langkahmu. Sebab satu langkah ke depan lebih baik daripada beribu-ribu penyesalan.

Pilihan ada di tanganmu. Jika kau tak bisa melupakan dia yang kau cintai, adukan pada Allah. Bertanyalah bagaimana caranya. Seperti apa baiknya.

Cintamu pada-Nya harus lebih besar daripada cintamu padanya.

Jangan sampai cinta yang seharusnya menjadi fitrah, justru membuatmu semakin jauh dari-Nya. Jangan sampai.

***

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun tak ingin kekasihnya pergi. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

 

Sumber foto: pixabay.com

No Comments

Post a Comment

WhatsApp chat