aldilladharma Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
624
archive,tag,tag-aldilladharma,tag-624,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
aldilla-ibf-depan

Talkshow Bareng Aldilla Dharma, Penulis Jangan Pernah Menyerah!

Talkshow bersama Aldilla Dharma mengundang perhatian penonton Islamic Book Fair 2016 di Istora Senayan. Mereka penasaran bagaimana penulis Jangan Pernah Menyerah! tersebut menjalani proses penulisan buku yang kemudian menjadi bestseller itu.

Islamic Book Fair 2016 sudah dimulai sejak Jumat, 26 Februari lalu. Sebagai salah satu peserta yang mengikuti pesta buku islami ini, Qultum Media menghadirkan serangkaian acara menarik. Salah satunya adalah talkshow buku Jangan Pernah Menyerah! bersama Aldilla D. Wijaya, penggagas @BeraniBerhijrah.

Baca juga:
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)
Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Februari 2016 di Ruang Mekah, stan 205, Istora Senayan Jakarta ini ramai didatangi pengunjung. Mereka antusias mengikuti talkshow bersama Dilla, sapaan akrab Aldilla D. Wijaya.

Pada kesempatan itu, Dilla berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya seputar dunia kepenulisan. Lantas, bagaimana ya perasaannya yang baru pertama kali menulis buku ini?

“Awalnya saya berpikir setelah buku ini terbit dan disukai banyak orang, saya akan bangga. Tapi setelah merasakannya sendiri, dalam diri saya malah muncul rasa takut,” kata laki-laki yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya ini.

Lebih lanjut Dilla mengungkapkan, rasa takut itu muncul karena menurutnya apa yang ia tulis merupakan amanah. “Kalau dalam perjalanannya membuat saya sombong, sayalah orang pertama yang akan masuk neraka,” tambah Aldilla saat diwawancarai Qultum Media di acara tersebut.

Sebagai orang yang kali pertama menulis buku, Dilla mengaku sempat minder. Namun, rasa minder itu bisa ia tepis dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk redaksi Qultum Media. Ia pun mulai memfokuskan diri untuk menuntaskan penulisan buku ini. Menurutnya, untuk meraih sesuatu yang besar harus melalui perjuangan yang besar juga.

Setelah sesi bincang bareng penulis berakhir, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan game seru. Keseruan semakin terlihat saat Dilla ditantang untuk mengikuti permainan tebak kata. Di akhir acara, para pengunjung berkesempatan untuk berfoto bersama penulis dan melakukan booksigning.

Acara tersebut ditutup dengan sepatah-dua patah kata penulis yang berharap agar even Islamic Book Fair bisa menjadi trigger yang bisa mengajak orang menjadi lebih islami dengan cara yang ramah dan menyenangkan.

berani berhijrah harus diiringi dengan proses belajar yang tak pernah berhenti

Berani Berhijrah: Demi Masyarakat Indonesia yang Lebih Baik

Berani berhijrah adalah pilihan besar dalam hidup. Di dalamnya tersimpan sebuah kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, juga semangat untuk menyongsong hari esok yang lebih menjanjikan.

Tak ada yang baik-baik saja jika kita sering meluangkan waktu untuk memikirkan hidup kita; pendidikan kita, rencana ke depan, kebiasaan, pola pikir, prestasi, sampai derajat kita di sisi Allah Taala. Akan selalu ada yang perlu kita tilik dan koreksi, akan selalu ada yang perlu kita benahi.

Baca juga:
Berani Jujur Itu Baik!
Berani Berhijrah

Pengalaman adalah guru terbaik yang pernah ada. Ya, dari pengalaman kita bisa belajar banyak hal, termasuk menetapkan hati untuk berhijrah. Berubah menjadi pribadi yang lebih taat pada-Nya, dan semakin sadar bahwa kita ada dalam pengawasannya sehari-semalam penuh. Hal itulah yang dituliskan Aldilla Dharma dalam buku Jangan Pernah Menyerah!

Sesuai dengan judulnya, menurut Aldilla buku ini berisi tentang semangat untuk berhijrah. Sejarah penyebaran Islam di dunia menjadi dasar Aldilla menulis buku pertamanya ini, yang memang dikenal dunia dengan prosesnya yang cepat, damai, dan berpijak pada dua hal, yaitu akidah yang lurus (al-‘aqidah as-salimah) dan ilmu pengetahuan.

Sebagai sebuah buku ber-genre pengembangan diri islami, Aldilla melalui buku ini mengajak pembaca untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan koridor yang telah ditetapkan oleh Allah melalui agama Islam. Bukan perkara mudah memang, tapi bersama-sama memulai, tak ada yang tak mungkin.

 

Berani Berhijrah: Dimulai dari Sebuah Akun Instagram

Niatan Aldilla dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam melalui media sosial tak hanya terbatas pada pembuatan buku. Jauh sebelum hal itu ia sudah membangun komunitas berbasis sosial media—tepatnya Instagram—dengan nama Berani Berhijrah.

Apa sih, yang menjadi alasan Aldilla membangun komunitas yang telah memiliki follower lebih dari 500.000 orang ini?

“Setelah berhijrah, saya melihat ada batas dan jarak antara anak muda dan agama,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, “muncul stigma bahwa mereka yang doyan bahas agama adalah mereka yang sudah berumur. Dari sana saya melihat ada kekosongan yang harus diisi, yaitu jembatan antara anak muda dan agama. Untuk itulah atas dasar petunjuk Ilahi, Berani Berhijrah terlahir”.

Tak disangka, gerakan yang awalnya hanya mengajak orang untuk berhijrah, makin hari makin banyak pengikutnya. Oleh karenanya, tercetuslah ide untuk menjadikan gerakan ini sebuah komunitas. Bahkan kini, menurut Aldilla, Berani Berhijrah sedang dalam proses pelegalan untuk menjadi sebuah yayasan.

Tak muluk-muluk, melalui komunitas Berani Berhijrah dan buku Jangan Pernah Menyerah!, ia berharap Indonesia berani berhijrah menjadi lebih baik.

WhatsApp chat