hijrah Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
644
archive,tag,tag-hijrah,tag-644,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
tak usah larut dalam penyesalan

Tentang Dia: Untuk Apa Menyesali Kepergiannya?

Tersenyumlah. Kau tak perlu menyesali yang terjadi.

Jika dia memang baik untukmu, Allah akan membuatnya dekat denganmu.

Dia tak punya kewajiban menyatukan kalian hari ini. Sebab Dia tahu waktu yang paling baik untuk kalian. Allah hanya sedang memisahkan. Sementara.

Tak ada larangan untukmu merawat cinta. Asal cinta itu menuntunmu semakin dekat pada-Nya.

Baca juga: Tentang Kepergiannya: Mengapa Kau Harus Kecewa?

Kalaupun bukan dia yang terbaik, Allah punya cara untuk menjaga jarakmu dengannya. Dan Dia akan menggunakan cara yang paling halus. Yang bisa kau terima, tanpa perlu mengeluh pada-Nya.

Tak perlu menyesal.

Takdirmu sudah Allah gariskan. Entah kelak seperti apa. Yang pasti, itu akan menjadi jalan terbaik untukmu. Mungkin juga untuknya.

Penyesalan hanya akan menambah sedihmu. Sampai-sampai kau berpikir seandainya dan seandainya. Hingga lupa Allah penulis cerita yang paling sempurna.

Penyesalan takkan membuat lukamu pergi. Sebaliknya, ia akan membuatnya menetap lebih lama.

Semakin kau memikirkan kesalahanmu, semakin kau tak punya waktu untuk mengingat-Nya.

Berdoalah. Hadirkan Allah di hatimu. Seharusnya cinta yang Dia beri tak menjauhkanmu dari-Nya. Jadi, sekarang Dia hanya ingin mengembalikan jalanmu. Dari jalan yang menghadirkan luka menuju jalan yang dicintai-Nya.

Baca juga: Relakan, Agar Cinta Sejatimu Segera Datang

Ikutilah jalan yang Allah hadiahkan itu. Tak semua orang mendapatkan anugerah yang Dia beri padamu. Bersyukurlah, karena Dia tak ingin kau terjerumus dalam cinta yang salah.

Ceritakan semua dalam doamu. Ungkapkan perasaan yang menyesakkan dadamu. Mempersempit kebahagiaanmu. Dan mengurangi prasangka baikmu. Ceritakan. Allah akan mendengarnya.

Hapus penyesalan yang menghambat langkahmu. Sebab satu langkah ke depan lebih baik daripada beribu-ribu penyesalan.

Pilihan ada di tanganmu. Jika kau tak bisa melupakan dia yang kau cintai, adukan pada Allah. Bertanyalah bagaimana caranya. Seperti apa baiknya.

Cintamu pada-Nya harus lebih besar daripada cintamu padanya.

Jangan sampai cinta yang seharusnya menjadi fitrah, justru membuatmu semakin jauh dari-Nya. Jangan sampai.

 

*Sumber foto: pixabay.com

tak usah kecewa terlalu lama

Tentang Kepergiannya: Mengapa Kau Harus Kecewa?

Relakanlah.

Tak perlu bersedih karena dia meninggalkanmu. Sejatinya, Allah ingin mengajarimu kesucian cinta. Dia tak rela perasaanmu dipermainkan orang yang salah.

Sadarilah, Allah sedang menyelamatkanmu. Dia tak ingin kau mengenal cinta dengan cara yang tak diridhai-Nya.

Mari renungkan pertanyaan ini: mengapa cinta yang kau punya berakhir dengan kecewa? Bukankah itu artinya ada yang perlu dibenahi? Bukankah harusnya cinta itu justru membahagiakanmu?

Baca juga:
Cinta Lebih Membutuhkan Keikhlasan Dibanding Pengorbanan
Relakan, Agar Cinta Sejatimu Segera Datang

Supaya kau tak larut dalam kesedihan, Allah memberi jarak antara dirimu dengan orang yang kau cintai. Bukan Dia melarangmu menyimpan perasaan padanya. Allah hanya ingin menuntunmu bagaimana merawatnya.

Kepergian memang menyakitkan. Terlebih, ditinggal orang yang kita cintai. Tapi, selalu ada hikmah di balik apa yang kita alami.

Hikmah akan menghentikan langkah kita pada apa yang kita senangi. Tapi, membuat hati tak merasakan luka yang lebih dalam lagi.

Orang yang menjauh darimu tak lebih mencintaimu dibandingkan Allah. Allah akan melakukan apa pun yang terbaik untukmu. Meski mungkin saat patah, kau menganggap perlakuan-Nya sama sekali tak adil.

Hidupmu tak berhenti di hari ini. Tapi jika kau kecewa hari ini, bagaimana kau akan melangkah menuju masa depan?

Bangkitlah!

Hapus kesedihanmu. Raih tujuan yang ingin kau gapai. Jangan biarkan cinta yang salah membuatmu menghentikan langkah.

Allah selalu ada untukmu. Walau kau tak menyadarinya, tiap peristiwa yang kau alami tak terjadi kecuali atas kehendak-Nya. Dia tak menghendaki sesuatu yang buruk terjadi padamu.

Tegakkan kepalamu. Masih banyak mimpi yang harus kau ubah menjadi nyata. Masih ada orang-orang yang harus kau bahagiakan.

Tumbuhkan cinta pada Yang benar-benar mencintaimu. Yang selalu ada di saat kau putus asa. Yang tak pernah pergi ketika kau punya masalah. Yang setia menemanimu di setiap langkah.

Percayalah, Allah tak mungkin mengecewakanmu. Tugasmu adalah berprasangka baik pada-Nya. Selebihnya biar Allah yang mengatur. Dan kau akan bahagia setelahnya.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Fitrah Cinta Menumbuhkan Iman Kepada Allah SWT

Fitrah manusia selalu mengarah pada kebaikan.

Karena cinta adalah bagian dari fitrah manusia maka cinta pasti mengarah pada kebaikan. Saat kita mencintai seseorang, bayangan tentangnya muncul setiap saat. Keinginan untuk bertemu memuncak. Semakin lama tak bertemu, semakin kuat rindu yang tumbuh.

Cinta membuat kita ingin selalu bersama orang yang kita cintai. Menjalani hidup berdua tanpa menghiraukan masalah yang ada. Seolah di dunia ini tak ada orang lain, kecuali hanya kita dan orang yang kita cintai. Kita hidup bahagia dengannya dan berjanji menjalani masa depan bersama.

Baca juga:
Arti Cinta yang Tak Semua Orang Sanggup Memahaminya

Cinta yang Hakiki Adalah Cinta Makhluk pada Khaliknya

fitrah kebaikan

 

Mungkin saat ini kita sedang memendam cinta pada orang lain. Entah ia mengetahuinya atau tidak, kita ingin selalu bisa berjumpa. Bersamanya menceritakan segala isi hati. Betapa bahagianya bisa bertemu dengan orang yang dinanti.

Tapi, tunggu dulu.

Sebelum berbicara jauh tentang cinta, bukankah sebaiknya kita mengenal siapa yang telah menanamkannya di hati kita?

Cinta ada karena Allah yang menumbuhkannya. Dan tidak mungkin Allah menanamkan sesuatu, kecuali ada maksud yang baik di balik semua itu.

Sebelum mencintai yang lain, Allah ingin kita mencintai-Nya terlebih dulu. Dia tak ingin kita menduakan-Nya, karena itulah Dia ingin kita menjadikan-Nya alasan di balik cinta kita pada yang lainnya.

Jika kita mencintai sesuatu karena Allah, Dia akan membantu kita untuk mendekatinya. Jika tidak, Allah akan memisahkan dengan cara-Nya yang mungkin tak terduga.

Yang tahu makna cinta akan berusaha menjaganya. Jika belum waktunya, ia tak akan mengungkapkan. Sebab ia tahu, Allah tak ingin dirinya lupa dengan hakikat cinta itu sendiri.

Ia akan terus berdoa dan memohon pada-Nya, jika memang cinta itu baik baginya maka tolong jangan hilangkan. Tapi jika ternyata tidak, ia berharap Allah menghilangkannya tanpa meninggalkan luka.

Punya cinta tak perlu diumbar. Teruslah berusaha menjaga dan merawatnya. Hingga waktunya tiba, Allah yang akan melengkapinya.

Cinta ada agar kita mendekat pada-Nya, cinta ada agar kita mensyukuri karunia-Nya, dan cinta tumbuh agar kita tak semakin menjauh dari-Nya.

 

 

Sumber Foto: Pixabay.com

aldilla-ibf-depan

Talkshow Bareng Aldilla Dharma, Penulis Jangan Pernah Menyerah!

Talkshow bersama Aldilla Dharma mengundang perhatian penonton Islamic Book Fair 2016 di Istora Senayan. Mereka penasaran bagaimana penulis Jangan Pernah Menyerah! tersebut menjalani proses penulisan buku yang kemudian menjadi bestseller itu.

Islamic Book Fair 2016 sudah dimulai sejak Jumat, 26 Februari lalu. Sebagai salah satu peserta yang mengikuti pesta buku islami ini, Qultum Media menghadirkan serangkaian acara menarik. Salah satunya adalah talkshow buku Jangan Pernah Menyerah! bersama Aldilla D. Wijaya, penggagas @BeraniBerhijrah.

Baca juga:
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)
Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Februari 2016 di Ruang Mekah, stan 205, Istora Senayan Jakarta ini ramai didatangi pengunjung. Mereka antusias mengikuti talkshow bersama Dilla, sapaan akrab Aldilla D. Wijaya.

Pada kesempatan itu, Dilla berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya seputar dunia kepenulisan. Lantas, bagaimana ya perasaannya yang baru pertama kali menulis buku ini?

“Awalnya saya berpikir setelah buku ini terbit dan disukai banyak orang, saya akan bangga. Tapi setelah merasakannya sendiri, dalam diri saya malah muncul rasa takut,” kata laki-laki yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya ini.

Lebih lanjut Dilla mengungkapkan, rasa takut itu muncul karena menurutnya apa yang ia tulis merupakan amanah. “Kalau dalam perjalanannya membuat saya sombong, sayalah orang pertama yang akan masuk neraka,” tambah Aldilla saat diwawancarai Qultum Media di acara tersebut.

Sebagai orang yang kali pertama menulis buku, Dilla mengaku sempat minder. Namun, rasa minder itu bisa ia tepis dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk redaksi Qultum Media. Ia pun mulai memfokuskan diri untuk menuntaskan penulisan buku ini. Menurutnya, untuk meraih sesuatu yang besar harus melalui perjuangan yang besar juga.

Setelah sesi bincang bareng penulis berakhir, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan game seru. Keseruan semakin terlihat saat Dilla ditantang untuk mengikuti permainan tebak kata. Di akhir acara, para pengunjung berkesempatan untuk berfoto bersama penulis dan melakukan booksigning.

Acara tersebut ditutup dengan sepatah-dua patah kata penulis yang berharap agar even Islamic Book Fair bisa menjadi trigger yang bisa mengajak orang menjadi lebih islami dengan cara yang ramah dan menyenangkan.

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat