islam Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
537
archive,tag,tag-islam,tag-537,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Allah Selalu Menemani Kita, Di Mana Pun, Kapan Pun

Berbagai cara kau tempuh untuk menghindar dari rasa sepi. Namun pada akhirnya, waktulah yang menjawab. Bahwa kesepian tidak tercipta kecuali hatimu sedang jauh dari-Nya. Padahal, kau tahu, Dia selalu berada di sisi kita, menemani kita.

***

Mungkin di usiamu yang sekarang, kau sedang dalam fase mempertanyakan jalan hidupmu. Ketika sahabatmu mulai menata masa depannya, dan banyak pencapaian yang bisa mereka raih dan banggakan. Lalu, kau menganggap hidup ini enggan memihakmu.

Kau mulai mencari jawaban dari semuanya. Hatimu bertanya-tanya ke mana orang yang dulu selalu ada. Semakin kau mencari, keadaanmu semakin terpuruk. Lewat media sosial mereka, kau menemukan apa yang tidak ada dalam hidupmu. Dan sekali lagi, kau menyalahkan takdir.

Hari-hari kau lewati dengan perasaan yang  sama. Perasaan yang mengira bahwa kau tidak dibutuhkan.

Baca juga: Setelah Dia Pergi: Sebuah Percakapan dengan Hati

Di dalam kamar, kau mengurung diri. Meratapi kenyataan yang begitu menyakitkan. Kau mulai membenarkan hal yang dulu tidak kau percaya. Tentang kehidupan orang dewasa. Kehidupan yang penuh perih dan luka.

Tiap orang pernah berada di titik terendah. Mereka mencari pelarian dari masalah yang tak kunjung usai. Sebagian dari mereka berhasil, sebagian yang lain memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Ketika kau anggap dirimu tak berguna, lihatlah kembali masa lalumu. Kau dilahirkan di dunia ini bukan tanpa alasan. Bahkan ketika masih berada di dalam kandungan, banyak orang yang menantikan hadirmu. Mereka tahu kau adalah hadiah bagi semesta.

Sesakit apa pun perasaanmu, seperih apa pun luka yang tak bisa kau jelaskan, jangan pernah ambil jalan pintas untuk keluar dari masalah ini.

Baca juga: Muhasabah: Jangan Menyerah dengan Masalah!

Kau tak perlu mengakhiri hidup hanya karena ujian yang tiap orang pernah mengalaminya. Kau tak perlu “kehidupan malam” yang hanya membuatmu tidak sadarkan diri. Sejatinya, kau hanya butuh didengarkan. Dan Allah senang jika kau ingin bercerita.

Doa yang kau panjatkan mungkin tak langsung menuntaskan semua. Air matamu yang jujur pun tak lantas membuat masalah seketika berakhir. Kau tetap harus berjuang. Bedanya, kini kau menyadari bahwa Allah selalu menemanimu.

Setelah banyak waktu kau habiskan, akhirnya kau menemukan jawaban dari masalahmu selama ini.

Kini kau kembali menata hidupmu. Hatimu tak bosan-bosannya memanjatkan syukur. Dan di akhir cerita ketika semuanya usai, kau tersenyum.

Mungkin karena kau tahu dirimu tidak lagi sendiri.

***

Perjalanan yang melelahkan kadang bisa membuat kita lupa dengan beberapa hal. Celakanya, usaha kita saat bergelut dengan peristiwa-peristiwa sepanjang perjalanan itu bisa membuat kita lupa dengan hal terpenting dari perjalanan tersebut: tujuan.

Ya, awalnya kita memaksa diri untuk kuat, lalu perlahan terbiasa, dan berikutnya menikmati setiap langkah yang kita ambil. Kita pun terlena, dan selanjutnya lupa dengan diri, juga melupakan Tuhan kita: satu-satunya alasan mengapa kita memulai perjalanan itu.

Innallaha Ma’ana; Allah Selalu Menemani Kita adalah sebuah karya tentang ajakan. Ajakan untuk kembali mengingat-Nya. Merasakan-Nya. Mendekat pada-Nya. Bahwa Dia ada, hadir, bahkan menemani kita, kapan pun dan di mana pun diri kita berada.

Dalam suka dan duka, dalam derai tawa atau linangan air mata.

Teman-teman bisa mendapatkan buku karya para penulis @tausiyahku_ ini di toko buku Gramedia, TM Bookstore, Gunung Agung, dan yang lainnya. Juga bisa didapatkan di berbagai toko online. Setelah membacanya, jangan lupa beri review tentangnya di media sosial dan mention kami @qultummedia (Twitter & Instagram) atau Fanpage Qultummedia di Facebook.

 

*Sumber gambar: pixabay.com

Muhasabah: Sekali Terjatuh, Selamanya Mencintai

Saat jatuh cinta, kita akan menciptakan sebuah dunia yang baru. Dunia yang hanya kita isi dengan sosok pujaan hati. Di dalamnya, mimpi-mimpi bersemi dan hidup seakan berseri-seri.

Tulisan ini ditujukan untukmu. Orang yang sedang jatuh cinta, namun tak berani mengungkapkannya. Orang yang memendam rindunya sendiri. Yang hanya tahu kabar si dia dari instastory.

Kau tak sendirian. Semua tahu gelagat orang yang sedang punya rasa. Ia akan mencari apa pun informasi tentang orang yang dicintai: hobinya, tempat tinggalnya, dan tak terkecuali orang yang sedang dekat dengannya.

Indahnya jatuh cinta memang tak bisa dijelaskan. Tapi, beberapa orang berusaha untuk menuliskan rasa itu. Berikut 15 quotes yang bisa membantumu merawat cinta.

“Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam.” – Jalaluddin Rumi

 

“Jika sudah menemukan orang yang pas untukmu, istirahatkan akalmu untuk berpikir. Sebab akalmu akan terus mencari perbandingan antara ia dengan yang lain. Tapi, bangunkan hatimu. Sebab ia akan mencari pembenaran untuk terus mencintainya.” – Prof. Quraish Shihab.

 

“Biarkan cintamu membawaku ke atas langit, yang bahkan burung pun iri karena tak bisa terbang begitu tinggi.” –  Akanksha Gulia

 

“Setiap saat aku bisa belajar untuk mencintai ia yang sungguh-sungguh mencintaiku lewat kebaikannya, lewat keindahan yang disampaikan banyak orang tentangnya dan ketaksempurnaan yang menjadikannya manusia.” – Helvy Tiana Rosa

 

“Selagi mencintaimu bukan larangan Tuhan, aku akan tetap melakukannya.” – Ilham Gunawan

 

“Cinta itu seperti layangan. Kita seakan punya kuasa untuk mengarahkannya ke penjuru langit tertentu, namun pada akhirnya tak akan bisa melawan kehendak angin.” – Sam Haidy

 

“Berhentilah bertanya bagaimana menemukan pasangan yang baik. Mulailah menjadi orang yang baik dan terus lebih baik, maka akan terjawab sendiri pertanyaan ini.” – Tere Liye

 

“Kau menanyakanku, Kekasih, “Apa bedaku dengan langit?” Bedanya, saat kau tertawa, aku lupa tentang langit.” – Nizar Qabbani

 

“Yang terindah dalam cinta kita: ia enggan selesai.” – Ghada Al-Samman

 

“Hati wanita akan terbuka untuk ia yang mengetuknya berkali-kali.” – Anis Mansour

 

“Tak kuinginkan dari cinta kecuali permulaannya.” – Mahmud Darwish

 

“Aku memandangimu tanpa perlu menatap. Aku mendengarmu tanpa perlu alat. Aku menemuimu tanpa perlu hadir. Aku mencintaimu tanpa perlu apa-apa, karena kini kumiliki segalanya.” – Dewi Lestari

 

“Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan. Kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang untuk memberikannya kepada orang lain. Kamu selalu memilikinya lebih dari cukup untuk diberikan kepada orang lain.” – Habiburrahman El Shirazy

 

“Masih bertahan dengan kelemahanmu. Masih betah dengan kelebihanmu.” – Boy Chandra

 

“Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?” – Asma Nadia

 

*Sumber foto: pixabay.com

Muhasabah: Benarkah Cinta Adalah Jawabannya?

Cinta punya makna yang berbeda-beda menurut orang yang merasakannya. Tapi, setelah rasa itu lama bersemayam, kita akan sepakat tentang satu hal: Cinta membuat sepasang kekasih saling memahami.

***

Masalah bukan barang asing bagi orang yang sedang menjalin hubungan. Seorang teman pernah bercerita bahwa dirinya baru berselisih dengan sang kekasih, lalu curhat pada kita dan mengatakan bahwa kekasihnya itu egois.

Dalam kehidupan rumah tangga tak jauh berbeda, bahkan skalanya lebih serius, yakni sampai berujung perceraian. Kita pun tercenung. Menikah ternyata tak menghalangi masalah untuk datang.

Dari semua itu, kita perlu mencermati satu hal. Bahwa hubungan antara dua orang tak bisa hanya didasarkan pada cinta. Perlu kedewasaan dari masing-masing pihak untuk saling mengerti dan mau memahami.

Kita bisa belajar dari orang-orang hebat tentang persoalan itu. Memikirkan dalam-dalam kalam bijak mereka dan, dengan niat untuk terus memperbaiki diri, mengamalkannya dalam hidup sehari-hari.

Nah, Pembaca yang baik, berikut kami tuliskan kalimat-kalimat para tokoh Islam tentang cinta dan bagaimana cara kita menyikapinya. Semoga bermanfaat!

***

 

“Never explain yourself to anyone, because the one who likes you would not need it, and the one dislikes you wouldn’t believe it.” – Ali bin Abi Thalib

Jangan pernah menjelaskan dirimu kepada siapa pun, karena orang yang menyukaimu tidak akan membutuhkannya, dan orang yang tak menyukaimu tidak akan mempercayainya.

***

“The minute I heard my first love story, I started looking for you, not knowing how blind that was. Lovers don’t finally meet somewhere. They’re in each other all along.” –Jalaluddin Rumi

Begitu aku mendengar kisah cinta pertamaku, aku mulai mencarimu, tidak tahu seberapa buta itu. Orang yang punya cinta akhirnya tidak bertemu di suatu tempat. Mereka satu sama lain selama ini.

***

“Goodbyes are only for those who love with their eyes. Because for those who love with heart and soul there is no such thing as separation.” –Jalaluddin Rumi

Selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata. Karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa tak ada yang namanya perpisahan.

***

“The man dreams of a perfect woman and the woman dreams of a perfect man and they don’t know that Allah created them to perfect one another.” –Ahmad Al-Shugairi

Para lelaki memimpikan perempuan yang sempurna. Perempuan pun memimpikan lelaki yang sempurna. Mereka tak tahu bahwa Allah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan.

***

“Behind every great man is not a woman. She is beside him, she is with him, not behind him.” –Tariq Ramadan

Di belakang setiap lelaki hebat bukanlah seorang perempuan. Dia ada di sampingnya, bersamanya, bukan di belakangnya.

***

“One of the most sincere forms of love and care is when someone prays for you without you ever knowing. Be that beautiful someone.” –Mufti Ismail Menk

Salah satu bentuk cinta dan perhatian yang paling tulus adalah ketika seseorang berdoa untukmu tanpa kau sadari. Jadilah seseorang yang indah itu.

***

“When you feel lonely, remember that Allah is the companion of those who remember Him.” –Dr. Bilal Phillips

Ketika kamu merasa kesepian, ingatlah bahwa Allah adalah sahabat mereka yang mengingat-Nya.

***

“When God loves you, He places the love of you in the hearts of the people whose love is worth having.” –Omar Suleiman

Ketika Tuhan mencintaimu, Dia menaruh cinta padamu di hati orang-orang yang cintanya layak dimiliki.

***

“Love the people you think you’d want to be with in the Hereafter.” –Omar  Suleiman

Cintai orang-orang yang kamu pikir ingin bersamamu di Akhirat.

***

“Oh my heart, there is another way to love. Do not love the gift for what the gift is. Love the gift for who it came from.” –Yasmin Mogahed

Hatiku, ada cara lain untuk mencintai. Jangan mencintai pemberian berdasarkan untuk apa pemberian tersebut. Tapi cintalah berdasarkan dari siapa pemberian itu berasal.

***

Laiknya sebuah masalah yang pasti datang, tiap diri kita pasti akan merasakan cinta. Tak ada yang menjamin kita bisa merawat hubungan yang kita miliki. Sebab boleh jadi hidup mengarahkan kita pada ujian yang luar biasa.

Namun, justru di situlah cinta tumbuh dan membantu kita menangkal hal itu. Kita belajar untuk mendewasakan diri sebelum bertanggung jawab menjaga orang lain.

***

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun ingin kekasihnya tetap berada di sisinya. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

*Sumber foto: pixabay.com

7 Peristiwa Penting & Luar Biasa di Bulan Rajab

Rajab merupakan bulan istimewa. Di dalamnya terdapat amalan-amalan yang khusus dianjurkan pada bulan ini saja. Juga peristiwa bersejarah yang mengunggah iman dan kekaguman kita.

***

Kalender Hijriyah terdiri dari 12 bulan, sama dengan kalender Masehi. Di seluruh bulan ini, atau selama satu tahun penuh, kita diajak untuk tidak bosan beramal baik.

Meski begitu, setiap bulan mempunyai keistimewaan masing-masing, terutama dalam kaitan dengan peristiwa bersejarah di masa lalu. Dan, Rajab termasuk bulan ketika peristiwa penting dalam perjalanan sejarah umat Islam banyak terjadi.

Pembaca yang dirahmati Allah, berikut kami rangkumkan peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi pada umat Islam di bulan Rajab. Semoga tulisan singkat ini bisa membantu kita untuk semakin mengenal agama kita dan membuat kita semakin termotivasi beramal baik.

1. Isra Mi’raj

Isra Mi’raj terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Peristiwa Isra Mi’raj sangat penting bagi umat Islam dikarenakan saat itu, untuk pertama kalinya, Rasul mendapat perintah shalat lima waktu.

Karena peristiwa ini, setiap tahun umat Islam memperingati Isra Mi’raj. Selain sebagai bentuk syiar, memperingati peristiwa tersebut juga merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah.

2. Disyariatkannya Shalat 5 Waktu

Seiring terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, Allah memerintahkan Rasulullah, untuk pertama kalinya, mengerjakan shalat 5 waktu. Awalnya jumlah shalat yang Allah wajibkan lebih dari itu, tapi oleh para nabi yang lain, Rasulullah dianjurkan untuk meminta keringanan kepada Allah.

Allah kemudian mengabulkan permintaan Rasulullah dan mewajibkan beliau hanya 5 shalat saja, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya.

3. Kemenangan Umat Islam dalam Perang Tabuk

Dalam Perang Tabuk, kaum muslimin menempuh perjalanan yang jauh dari Madinah menuju Syam. Perang ini berlangsung singkat, lantaran Bangsa Romawi gentar dengan pasukan Islam yang berjumlah 30.000 orang.

Dengan izin Allah, pada bulan Rajab Rasulullah saw memenangkan Perang Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.

4. Pembebasan Baitul Maqdis

Pada 27 Rajab 583 H, Shalahuddin al-Ayyubi bersama pasukan muslimin mengepung Yerussalem untuk membebaskan Baitul Maqdis yang sudah 88 tahun dikuasai oleh tentara salib.

Peristiwa ini adalah tonggak bersejarah bagi umat Islam, sebab akhirnya mereka bisa menjalankan Islam tanpa rasa khawatir.

5. Perubahan Kiblat

Umat Yahudi pernah mengejek umat Islam dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kiblat sendiri. Pasalnya, ketika shalat umat Islam menghadap ke arah Masjidil Aqsha, kiblat umat Yahudi.

Tatkala Rasulullah saw hijrah ke Madinah, beliau diperintah oleh Allah untuk mengubah kiblat atau arah shalat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan bulan Rajab, saat Rasulullah saw tengah mengerjakan shalat jamaah.

Masjid tempat Rasulullah dan umat Islam shalat itu kemudian dikenal dengan Masjid Dzul Qiblatain, atau Masjid dengan Dua Kiblat.

6. Hijrah ke Ethiopia

Pada bulan Rajab tahun kelima Hijriyah, Rasulullah memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah ke Habasyah, atau Ethiopia saat ini.

Kala itu, Habasyah diperintah oleh seorang raja yang bijaksana bernama Najasyi. Hijrah tersebut dilakukan untuk menyelamatkan umat Islam dari gangguan kaum kafir Mekah yang sangat memusuhi mereka.

Seperti kita tahu, pada masa-masa awal dakwah Rasulullah di Mekah, banyak orang kafir yang menolak risalah Islam. Tak hanya menolak, mereka juga memusuhi Rasulullah dan orang-orang yang beriman kepada beliau.

7. Pembebasan Damaskus

Pada bulan Rajab tahun 14 H, tentara muslim dibawah komando Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin Walid menaklukan kota Damaskus dan menguasainya. Sebelumnya, kota tua nan bersejarah itu dikuasai oleh balatentara Romawi.

Tepat satu tahun setelah penaklukan itu, Khalid bin al-Walid kembali memimpin pasukan muslim dalam Perang Yarmuk, yang terjadi pada Senin, bulan Rajab juga, tahun 15 H.

***

Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum). Larangan untuk melakukan maksiat lebih ditekankan pada bulan ini dibanding pada bulan-bulan yang lain, sebab kemuliaan bulan tersebut.

Rasulullah pun begitu memuliakan bulan Rajab. Setiap memasuki bulan ini beliau berdoa kepada Allah, “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan panjangkanlah usia kami hingga bulan Ramadan.”

Keteladanan Rasulullah menjadi topik pembicaraan yang melintasi masa. Puluhan –kalau bukan ratusan– buku ditulis tentangnya.

Buku ini adalah salah satu karya terbaru Arif Rahman Lubis yang juga merekam keteladanan Rasulullah itu. Di dalamnya kita akan menemukan mutiara tak ternilai tentang keindahan akhlaknya –yang dikagumi bukan hanya oleh pengikutnya yang setia tapi juga musuh-musuhnya yang kejam, dan bagaimana kita, sebagai generasi muda, mencontoh tindak-langkah Sang Utusan.

Buku Teladan Rasul sudah dirilis Maret ini. Pembaca sudah bisa mendapatkannya di toko buku, online dan offline, di seluruh Indonesia. Komunikasi seputar buku ini juga bisa dilakukan dengan penulisnya melalui Instagram @arifrahman.lubis atau Twitter @arifrahmanlubis.

*Baca selengkapnya https://muslim.or.id/853-amalan-di-bulan-rajab.html

*Sumber foto: freepik.com

Muhasabah: Jangan Menyerah dengan Masalah!

Setiap orang berjuang demi hidupnya. Setiap hari. Ada yang harus bertahan di bawah terik matahari, ada juga yang harus berdiri tegak di tengah amarah seorang klien.

Meski kondisi yang mereka hadapi mungkin berbeda, mereka dituntut untuk sama, yaitu kuat. Kuat menghadapi tantangan apa pun yang mungkin menghampiri mereka. Sebab, tak ada sikap mental yang bisa menjaga langkah mereka menuju pintu keberhasilan selain kuat.

Sikap mental inilah yang kemudian membuahkan sikap-sikap lain yang menjadi turunannya, seperti pantang menyerah, tak mudah putus asa, sabar, ulet, cerdik melihat peluang, dan lain-lain.

Orang-orang besar yang namanya mendunia banyak yang mengawali hidupnya dari bawah –melebihi kondisi hidup kita saat berada di titik terendah. Meski begitu, mereka terus berjuang: bersahabat dengan nasib yang tak berpihak dan bergumul dengan masalah yang silih berganti.

Pembaca yang baik, berikut kami tuliskan ulang kalimat-kalimat para pesohor tentang bagaimana mereka menyikapi kesulitan dalam hidup. Semua orang, termasuk mereka, pasti ingin hidupnya serba mudah. Tapi, siapa yang bisa menjamin hidupnya tak bisa jatuh?

***

 

“The pessimist sees difficulty in every opportunity. The optimist sees opportunity in every difficulty.” –Sir Winston Churchill

(Orang yang pesimis melihat kesulitan dalam tiap kesempatan, sedang orang yang optimis menatap kesempatan pada tiap kesulitan.)

***

“The only limit to our realization of tomorrow will be our doubts of today.” –Franklin D. Roosevelt

(Satu-satunya yang membatasi kesuksesan kita hari esok adalah keraguan kita hari ini.)

***

“For every reason it’s not possible, there are hundreds of people who have faced the same circumstances and succeeded.” –Jack Canfield

(Untuk setiap alasan bahwa sesuatu itu mustahil, ada ratusan orang yang menghadapi keadaan yang sama dan (ternyata) berhasil.)

***

“You don’t have to be great to start, but you have to start to be great.” –Zig Ziglar

(Kau tak harus hebat untuk memulai, tapi kau harus memulai untuk menjadi hebat.)

***

“It does not matter how slowly you go as long as you do not stop.” –Confucius

(Tak masalah seberapa lambat langkahmu, asalkan kau tak pernah berhenti.)

***

“Believe in yourself. You are braver than you think, more talented than you know, and capable of more than you imagine.” –Roy T. Bennett

(Percayalah pada dirimu. Kau lebih berani dari yang kau kira, lebih berbakat dari yang kau tahu, dan lebih mampu dari yang kau bayangkan.)

***

“The greatest danger for most of us is not that our aim is too high and we miss it, but that it is too low and we reach it.” –Michaelangelo

(Bahaya terbesar bagi kebanyakan kita bukanlah tujuan yang terlalu tinggi yang kita tak sanggup meraihnya, tapi tujuan yang terlalu rendah yang kita berhasil mencapainya.)

***

“Success is not accident. It is hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all: love of what you are doing or learning to do.” –Pele

(Sukses bukan kebetulan. Ia adalah kerja keras, ketekunan, kesediaan untuk belajar, pengorbanan, dan di atas semua itu: mencintai apa yang kau lakukan dan pelajari.)

***

“We don’t develop courage by being happy every day. We develop it by surviving difficult times and challenging adversity.” –Barbara De Angelis

(Kita tak bisa mengembangkan keberanian dengan menjadi bahagia setiap hari. Kita mengembangkannya dengan berjuang agar selamat di masa-masa sulit dan menantang kesulitan.)

***

“Staying positive does not mean that things will turn out okay. Rather it is knowing that you will be okay no matter how things turn out.” –Unknown

(Tetap berpikir positif tak membuat segalanya menjadi baik-baik saja. Tapi menyadari bahwa kau akan baik-baik saja, bagaimana pun keadaannya.)

***

 

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun ingin kekasihnya tetap berada di sisinya. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

 

*Sumber foto: freepik.com

Aji Nur Afifah: Cerita-cerita Perjalanan

Cerita #1

 

Hidup memang nggak selamanya seperti yang kita mau. Kadang ada masanya kita kecewa sekali. Sampai nggak tahu lagi mau marah ke siapa. Marah ke Tuhan? Kok, kurang ajar. Akhirnya kita cuma ngadu dan ngadu.

Nangis sejadinya. Nggak berkata-kata, cuma nangis aja.

Tapi, diam-diam kita berdoa. Memohon agar semuanya lekas usai. Memohon agar kuat menghadapi ini semua. Memohon banyakkkk sekali, tapi intinya agar rasa kecewa ini diangkat, dicabut seakar-akarnya.

Permohonan-permohonan itu kita teriakkan lantang saat senyap. Yang mengerti hanya kita dan Tuhan. Nggak perlu orang lain. Rasanya cukup Tuhan saja. Karena … kita tidak mau lagi kecewa dengan respon orang lain atas kita. Cukup …

Saat itu, sebenarnya yang kita perlu cuma didengarkan. Dan kembali, di saat semuanya tampak tak mau mendengar, lagi-lagi ada Tuhan yang tanpa diminta pun sudah mau mendengar.

Tuhan mungkin sedang ingin menunjukkan, kalau kita ini makhluk yang lemah. Yang tidak ada apa-apanya, apalagi diberi masalah berat sedikit. Tuhan mungkin sedang rindu dijadikan nomer satu, dijadikan segala-galanya.

Tuhan mungkin benar-benar rindu. Selama ini kita terlalu jauh. Selama ini kita tak benar-benar bicara dengan hati. Selama ini kita terlampau asyik dengan urusan-urusan kita, bahkan kadang mengatasnamakan-Nya, tapi nyatanya tak setulus karena-Nya …

Di balik kekecewaan kita ini, Tuhan ingin kita mendekat … Tuhan sedang bilang pelan-pelan pada kita:

“Ada Aku … Ingat, ada Aku.”

***

 

Cerita #2

 

Menurut saya, kemantapan hati itu perjalanan spiritual tersendiri bagi masing-masing individu. Susah ditakar. Susah pula dideskripsikan.

Kalau mantap, ya, insyaAllah mau bagaimana sikonnya mantap melangkah. Begitupun kalau ragu … adaa saja yang buat enggan.

Masalah kemantapan hati sebelum menikah akhir-akhir ini, masyaAllah, lumayan banyak yang mengirim ask dan DM ke saya dengan berbagai macam kasus yang berbeda.

Tapi …

Jawaban saya sama, general, masing-masing hati nampaknya lebih tahu. Saya nggak bisa kasih saran macam-macam, selain istikharah.

Perbanyak dialog dengan Yang Maha Memiliki Kuasa Atas Hati. InsyaAllah masing-masing orang akan menemukan jawaban masing-masing.

Toh, kadang sebenarnya kita sudah punya jawabannya … dan hanya butuh dikuatkan.

Maka, jika kebutuhan itu adalah dikuatkan, atau butuh masukan, dengarkanlah saran dari yang begitu menyayangimu. Yang ridhanya masih kamu cari: orangtuamu.

Karena jawaban istikharah tidak melulu dari mimpi. Bisa juga restu kedua orangtua.

***

 

Cerita #3

 

Aku selalu suka mendengarkan dia bercerita, tentang petualangannya mendaki gunung, mulai dari berjuang menabung untuk beli sepatu, sampai ia yang sempat terperosok saat turun.

Seakan-akan aku ikut di belakangnya, dia menggandengku sampai ke puncak.

Ceritanya yang detail membuatku ingin bersorak setiap ada kejadian seru, seperti saat makan bersama dengan perbekalan yang tersisa, bagaimana membangun tenda, sampai segala upaya yang dia lakukan saat kedinginan.

“Kalau sudah mendaki, nggak boleh sok-sok nggak enakan sama rombongan. Kalau sakit ya bilang, kalau ada yang capek juga nggak boleh egois –kita berhenti dulu, istirahat.”

Bagi aku yang terhalang sakit ini, menjadi pendengar setia ceritanya saja sudah suatu kebahagiaan.

Aku bisa menikmati gunung demi gunung lewat langkahnya, lewat sudut pandangnya, lewat semua keindahan yang terekam di memorinya.

Aku tidak jadi marah, karena Tuhan tidak izinkan aku mendaki ke atas.

Setelah waktu mempertemukanku dengan mas-mas pendaki ini, aku jadi paham,

kisahnya adalah penawar sakitku –atas harap menghirup aroma khas pepohonan, ranu yang terngiang dalam bayangan, dan puncak yang selalu ingin kuraih.

Aku sudah mendapatkannya sepaket.

Ada padanya.

 

–Aji Nur Afifah, penulis “Melangkah Searah”

 

***

 

Menapaki kehidupan rumah tangga ibarat menempuh sebuah perjalanan. Kadang kita menemui jalan yang lurus, berliku, menanjak, atau menurun. Kadang bergelombang dan terjal, tapi kadang sangat mulus dan mudah dilalui.

Selama beberapa tahun Aji Nur Afifah menuliskan pengalaman rumah tangganya di www.ajinurafifah.tumblr.com dan awal tahun ini, alhamdulillah, ia telah merampungkan naskahnya yang berjudul Melangkah Searah dan diterbitkan oleh Qultummedia.

Buku ini bisa Pembaca dapatkan secara online di republikfiksi.com, Gramedia.com dan toko buku online yang lain, atau secara offline di Gramedia, Gunung Agung, TM Bookstore, dan toko buku offline yang lainnya. 

 

*Sumber foto: freepik.com

perempuan di dalam al-quran

Bingkisan Kasih Rasulullah untuk Para Pencintanya

Pertemuan bisa mengubah sudut pandang kita. Dari pertemuan pula bisa tumbuh rasa suka. Tak jarang cinta bersemi karena sebuah pertemuan, meski hanya sesaat.

***

 

Sering kita mendengar orang-orang yang memutuskan hidup bersama pasangannya karena cinta. Mereka bilang, cinta adalah segalanya. Cinta dapat membangkitkan semangat hidup, juga mempermudah mereka meraih mimpi.

Tapi, seperti banyak hal lain dalam hidup, rasa yang mereka agung-agungkan itu lambat laun memudar.

Pelan tapi pasti, kata-kata manis yang mengiringi keseharian mereka memudar. Bahkan lebih tak terduga lagi, ada saat-saat mereka lupa pernah saling mencintai.

Pengorbanan yang pernah mereka lakukan tinggal kenangan. Sebab sebagian orang berpaling pada sosok yang baru. Sebagian yang lain menghabiskan waktunya untuk kebahagiaan dirinya sendiri.

 

Mengapa Cinta Bisa Tumbuh?

 

Pernahkah kita bertanya, apa alasan cinta tumbuh dan bersemi?

Sementara orang berkata kalau paras adalah jawabannya. Pandangan membuka hati untuk menumbuhkan rasa. Nyatanya, kecantikan atau ketampanan tidak bertahan selamanya. Artinya, apakah cinta itu harus layu dan mengering tatkala kecantikan atau ketampanan memudar?

Mereka yang tak sependapat berkata bahwa itu disebabkan oleh sifat baik. Benarkah? Seperti banyak hal lain yang sifatnya sementara, bukankah sifat juga bisa berubah? Karena trauma, misalnya, atau lingkungan yang baru. Lagipula, semakin kita mengenal seseorang, kita akan tahu baik dan buruk di balik perangainya.

Sering kita melihat cinta tak dapat disatukan, bukan karena sifat pasangan yang buruk tapi kebutuhan ekonomi yang tak memadai. Apa artinya harta memang jawaban teka-teki ini? Lagi dan lagi, kekayaan pun dapat habis, bukan? Lagipula, kalau cinta hanya muncul karena harta, bagaimana nasib orang yang papa?

Cinta lebih dari itu semua. Ada sesuatu yang lebih masuk akal sebagai alasan berseminya cinta.

 

Cinta Meniscayakan Pertemuan?

 

Teman-teman, pernah disukai atau dicintai seseorang? Bagaimana rasanya?

Seperti orang lain pada umumnya, ketika dicintai seseorang, kita akan mencari tahu segala hal tentang orang tersebut. Kita mungkin juga akan bertanya-tanya alasan orang tersebut mencintai kita.

Bagi kita, tak ada cinta tanpa ada pertemuan.

Meski begitu, cinta yang tanpa pertemuan itu, yang seakan “tak beralasan” itu, pernah ada. Bersemi di hati seseorang yang bukan hanya jauh tempatnya tapi juga jauh masa hidupnya dengan kita.

Ia sangat mencintai kita. Dan seperti lazimnya seorang pencinta, sepanjang hidupnya ia selalu memikirkan kita.

Baginya, cinta tak mengenal batas: Tak ada tempat yang cukup jauh dan masa yang terlalu lama untuk memisahkan. Baginya, mengasihi tak harus bertemu. Itu sebabnya, di pengujung usianya pun ia memohonkan ampunan untuk kita.

Ia adalah Muhammad. Seseorang yang terhimpun di dalam dirinya segala kebaikan. Sosok yang tak pantas diragukan lagi kemuliaan akhlaknya. Sosok yang cintanya pada kita sangat sempurna.

Kasih sayang yang tumbuh di hatinya begitu mendalam, sehingga tak ada satu pun yang bisa menghalangi cintanya. Termasuk jarak dan waktu.

Ia adalah sebaik-baik teladan. Bukan akhlaknya saja yang mulia, cintanya pun menjadi pelajaran bagi kita. Dalam mengasihi seseorang melebihi dirinya sendiri.

Semua pengorbanan telah ia lakukan. Dengan itu ia membuktikan pada kita, siapa sosok yang sempurna dalam menebarkan cinta.

 

***

 

Keteladanan Rasulullah menjadi topik pembicaraan yang melintasi masa. Puluhan –kalau bukan ratusan– buku ditulis tentangnya. Namanya abadi dalam benak pengikutnya, yang dibisikkan, didendangkan, dan disanjung-puji melalui kata-kata yang indah.

Buku ini adalah salah satu karya terbaru Arif Rahman Lubis yang juga merekam keteladanan Rasulullah itu. Di dalamnya kita akan menemukan mutiara tak ternilai tentang keindahan akhlaknya –yang dikagumi bukan hanya oleh pengikutnya yang setia tapi juga musuh-musuhnya yang kejam, dan bagaimana kita, sebagai generasi muda, mencontoh tindak-langkah Sang Utusan.

Buku Teladan Rasul sudah dirilis Maret ini. Pembaca sudah bisa mendapatkannya di toko buku, online dan offline, di seluruh Indonesia. Komunikasi seputar buku ini juga bisa dilakukan dengan penulisnya melalui Instagram @arifrahman.lubis atau Twitter @arifrahmanlubis.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Siapa Pun Tak Mudah untuk Menerima Kepergiannya

Kau harus menerima kenyataan bahwa dia telah pergi. Tak perlu menyesalinya. Jika dia memang baik untukmu, Allah akan membuatnya dekat denganmu.

Dia tak punya kewajiban menyatukan kalian hari ini. Sebab Dia tahu waktu yang paling baik untuk kalian. Allah hanya sedang memisahkan. Sementara.

Tak ada larangan untukmu merawat cinta. Asal cinta itu menuntunmu semakin dekat pada-Nya.

Baca juga: Tentang Kepergiannya: Mengapa Kau Harus Kecewa?

Kalaupun bukan dia yang terbaik, Allah punya cara untuk menjaga jarakmu dengannya. Dan Dia akan menggunakan cara yang paling halus. Yang bisa kau terima, tanpa perlu mengeluh pada-Nya.

Tak perlu menyesal.

Takdirmu sudah Allah gariskan. Entah kelak seperti apa. Yang pasti, itu akan menjadi jalan terbaik untukmu. Mungkin juga untuknya.

Penyesalan hanya akan menambah sedihmu. Sampai-sampai kau berpikir seandainya dan seandainya. Hingga lupa Allah penulis cerita yang paling sempurna.

Penyesalan takkan membuat lukamu pergi. Sebaliknya, ia akan membuatnya menetap lebih lama.

Semakin kau memikirkan kesalahanmu, semakin kau tak punya waktu untuk mengingat-Nya.

Berdoalah. Hadirkan Allah di hatimu. Seharusnya cinta yang Dia beri tak menjauhkanmu dari-Nya. Jadi, sekarang Dia hanya ingin mengembalikan jalanmu. Dari jalan yang menghadirkan luka menuju jalan yang dicintai-Nya.

Baca juga: Relakan, Agar Cinta Sejatimu Segera Datang

Ikutilah jalan yang Allah hadiahkan itu. Tak semua orang mendapatkan anugerah yang Dia beri padamu. Bersyukurlah, karena Dia tak ingin kau terjerumus dalam cinta yang salah.

Ceritakan semua dalam doamu. Ungkapkan perasaan yang menyesakkan dadamu. Mempersempit kebahagiaanmu. Dan mengurangi prasangka baikmu. Ceritakan. Allah akan mendengarnya.

Hapus penyesalan yang menghambat langkahmu. Sebab satu langkah ke depan lebih baik daripada beribu-ribu penyesalan.

Pilihan ada di tanganmu. Jika kau tak bisa melupakan dia yang kau cintai, adukan pada Allah. Bertanyalah bagaimana caranya. Seperti apa baiknya.

Cintamu pada-Nya harus lebih besar daripada cintamu padanya.

Jangan sampai cinta yang seharusnya menjadi fitrah, justru membuatmu semakin jauh dari-Nya. Jangan sampai.

***

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun tak ingin kekasihnya pergi. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

 

Sumber foto: pixabay.com

asiyah wanita di dalam al-quran

5 Perempuan Hebat di Dalam Al-Quran (1)

Islam memuliakan manusia sesuai haknya. Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan kelebihan dan kekurangan.

Allah Mahaadil. Sebelum Islam datang, anak perempuan di Arab dianggap malapetaka. Mereka dipandang makhluk lemah yang tak ada keistimewaannya. Dengan turunnya Al-Quran, kaum hawa mendapatkan haknya. Bahkan beberapa nama mereka tercantum di dalamnya.

Baca juga:
1. Mendidik Buah Hari Ala Rasulullah
2. 5 Masjid di Turki dengan Keindahan yang Luar Biasa

Berikut adalah 5 Figur Perempuan Dalam Al-Quran:

1. Maryam, Ibunda Nabi Isa

Maryam merupakan wanita mulia yang Allah puji di dalam Al-Quran. Ia adalah sebaik-baik teladan bagi kaum hawa. Ia wanita yang sangat menjaga kehormatan dan sifat malunya, sehingga kebaikannya pun selalu diperbincangkan orang lain.

Atas ketaatannya, Maryam dijamin masuk surga. Dalam hadis sahih riwayat Ahmad, Rasulullah bersabda, “Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim istri Firaun.”

Namun, ketaatan Maryam bukan tanpa ujian. Betapa tidak, wanita yang belum memiliki suami sudah mempunyai seorang anak laki-laki. Saat itulah orang-orang di sekitarnya mencomooh. Tapi, ia lebih memilih tabah dan menyerahkan dirinya pada Allah.

2. Asiyah, Istri Fir’aun

Asiyah layak disebut sebagai lentera di tengah kegelapan. Ia adalah wanita suci yang berjuang mempertahankan keimanannya di tengah-tengah zalimnya keluarga kerajaan. Bahkan tak tanggung-tanggung, ia harus melawan suaminya sendiri yaitu Firaun.

Asiyah dijamin oleh Allah sebagai wanita penghuni surga. Ia adalah wanita yang menemukan Nabi Musa di Sungai Nil ketika dihanyutkan oleh ibunya saat khawatir akan keselamatan buah hatinya.

Tatkala itu, ia mengadukan pada suaminya tentang bayi yang ia temukan. Firaun marah besar ketika ia tahu bahwa bayi yang ditemukan istrinya adalah laki-laki. Sebab, Firaun pernah bermimpi akan ada seorang laki-laki dari Bani Israil yang akan meruntuhkan kerajaannya. Karena itulah Firaun memerintahkan tiap bayi laki-laki yang baru lahir untuk dibunuh.

Namun dengan keteguhan hatinya, Asiyah merawat dan mendidik bayi tersebut hingga besar. Ia meyakinkan Firaun bahwa Musa tak akan meruntuhkan tahtanya. Ternyata di balik kejadian itu, Allah menyelipkan hikmah besar yang menyebabkan Nabi Musa tumbuh hingga dewasa dan menyebarkan syariat-Nya.

 

Baca artikel selanjutnya: 5 Perempuan Hebat di Dalam Al-Quran (2)

*Gambar diambil dari: https://kitbash3d.com/products/egypt

Syukur dan Janji Allah untuk Melipatgandakan Anugerah

Syukur membuat seseorang tampak lebih bahagia dibandingkan orang lain yang mungkin lebih baik keadaannya.

Pernah tidak berpikir, kenapa orang lain bisa bahagia melebihi kita, padahal karunia Allah pada kita dan mereka tak jauh berbeda?

Syukur adalah jawabannya. Syukur merupakan pembeda antara kebahagiaan orang lain dan kebahagiaan kita.

Dengan syukur, kita bisa menghargai pemberian Allah. Walau hati kita sulit menerimanya, tapi ucapan “Alhamdulillah” akan membuat keadaan kita lebih baik dibanding mengeluhkan karunia-Nya.

Syukur Melipatgandakan Anugerah-Nya

Rasa syukur tak hanya membuat hidup kita indah dan baik-baik saja, tapi juga bisa membuat rezeki kita bertambah.

Allah SWT berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S Ibrahim: 7)

Allah akan menambah rezeki dan anugerah lain yang dikehendaki-Nya pada orang yang bersyukur. Dia mencintai orang-orang yang ikhlas menerima pemberian-Nya. Allah tak mungkin mencintai seseorang kecuali Dia pasti menambahkan rasa bahagia di hatinya.

Syukur akan terus mengundang rezeki. Orang yang bersyukur tahu bagaimana cara berterima kasih pada Sang Pencipta. Ia tak akan mengeluh hanya karena yang didapatnya tak sesuai harapan, ia justru memanjatkan syukur agar rezekinya Allah lipat gandakan.

Syukuri, Banyak Orang yang Tak Seberuntung Kita

Bersyukurlah, niscaya hidup yang kita anggap sulit ini akan terasa indah. Jika tentang harta, kita dianjurkan untuk melihat mereka yang kekurangan. Bukan agar kita sombong, tapi supaya kita tahu bahwa Allah telah mencukupi kebutuhan dan keinginan kita.

Tak perlu mengeluh pada keadaan. Hidup ini berotasi. Kadang di atas dan kadang di bawah. Jika kita sedang mengalami pahitnya berada di bawah, teruslah berusaha dan jangan putus asa. Namun jika kita sedang di atas, teruslah melihat ke bawah agar kita tahu Allah selalu ada.

Bersyukurlah dari hal-hal yang sederhana. Jika kita belum mendapat rezeki, syukurilah nikmat sehat yang kita miliki. Jika kita sedang sakit, bersyukurlah karena dosa-dosa kita sedang Allah ampuni.

Teruslah bersyukur dan berbaik sangka, niscaya kita akan bahagia setelah melakukannya.

WhatsApp chat