taaruf Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
818
archive,tag,tag-taaruf,tag-818,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Muhasabah: Benarkah Cinta Adalah Jawabannya?

Cinta punya makna yang berbeda-beda menurut orang yang merasakannya. Tapi, setelah rasa itu lama bersemayam, kita akan sepakat tentang satu hal: Cinta membuat sepasang kekasih saling memahami.

***

 

Masalah bukan barang asing bagi orang yang sedang menjalin hubungan. Seorang teman pernah bercerita bahwa dirinya baru berselisih dengan sang kekasih, lalu curhat pada kita dan mengatakan bahwa kekasihnya itu egois.

Dalam kehidupan rumah tangga tak jauh berbeda, bahkan skalanya lebih serius, yakni sampai berujung perceraian. Kita pun tercenung. Menikah ternyata tak menghalangi masalah untuk datang.

Dari semua itu, kita perlu mencermati satu hal. Bahwa hubungan antara dua orang tak bisa hanya didasarkan pada cinta. Perlu kedewasaan dari masing-masing pihak untuk saling mengerti dan mau memahami.

Kita bisa belajar dari orang-orang hebat tentang persoalan itu. Memikirkan dalam-dalam kalam bijak mereka dan, dengan niat untuk terus memperbaiki diri, mengamalkannya dalam hidup sehari-hari.

Nah, Pembaca yang baik, berikut kami tuliskan kalimat-kalimat para tokoh Islam tentang cinta dan bagaimana cara kita menyikapinya. Semoga bermanfaat!

 

“Never explain yourself to anyone, because the one who likes you would not need it, and the one dislikes you wouldn’t believe it.” – Ali bin Abi Thalib

Jangan pernah menjelaskan dirimu kepada siapa pun, karena orang yang menyukaimu tidak akan membutuhkannya, dan orang yang tak menyukaimu tidak akan mempercayainya.

***

“The minute I heard my first love story, I started looking for you, not knowing how blind that was. Lovers don’t finally meet somewhere. They’re in each other all along.” –Jalaluddin Rumi

Begitu aku mendengar kisah cinta pertamaku, aku mulai mencarimu, tidak tahu seberapa buta itu. Orang yang punya cinta akhirnya tidak bertemu di suatu tempat. Mereka satu sama lain selama ini.

***

“Goodbyes are only for those who love with their eyes. Because for those who love with heart and soul there is no such thing as separation.” –Jalaluddin Rumi

Selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata. Karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa tak ada yang namanya perpisahan.

***

“The man dreams of a perfect woman and the woman dreams of a perfect man and they don’t know that Allah created them to perfect one another.” –Ahmad Al-Shugairi

Para lelaki memimpikan perempuan yang sempurna. Perempuan pun memimpikan lelaki yang sempurna. Mereka tak tahu bahwa Allah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan.

***

“Behind every great man is not a woman. She is beside him, she is with him, not behind him.” –Tariq Ramadan

Di belakang setiap lelaki hebat bukanlah seorang perempuan. Dia ada di sampingnya, bersamanya, bukan di belakangnya.

***

“One of the most sincere forms of love and care is when someone prays for you without you ever knowing. Be that beautiful someone.” –Mufti Ismail Menk

Salah satu bentuk cinta dan perhatian yang paling tulus adalah ketika seseorang berdoa untukmu tanpa kau sadari. Jadilah seseorang yang indah itu.

***

“When you feel lonely, remember that Allah is the companion of those who remember Him.” –Dr. Bilal Phillips

Ketika kamu merasa kesepian, ingatlah bahwa Allah adalah sahabat mereka yang mengingat-Nya.

***

“When God loves you, He places the love of you in the hearts of the people whose love is worth having.” –Omar Suleiman

Ketika Tuhan mencintaimu, Dia menaruh cinta padamu di hati orang-orang yang cintanya layak dimiliki.

***

“Love the people you think you’d want to be with in the Hereafter.” –Omar  Suleiman

Cintai orang-orang yang kamu pikir ingin bersamamu di Akhirat.

***

“Oh my heart, there is another way to love. Do not love the gift for what the gift is. Love the gift for who it came from.” –Yasmin Mogahed

Hatiku, ada cara lain untuk mencintai. Jangan mencintai pemberian berdasarkan untuk apa pemberian tersebut. Tapi cintalah berdasarkan dari siapa pemberian itu berasal.

***

 

Laiknya sebuah masalah yang pasti datang, tiap diri kita pasti akan merasakan cinta. Tak ada yang menjamin kita bisa merawat hubungan yang kita miliki. Sebab boleh jadi hidup mengarahkan kita pada ujian yang luar biasa.

Namun, justru di situlah cinta tumbuh dan membantu kita menangkal hal itu. Kita belajar untuk mendewasakan diri sebelum bertanggung jawab menjaga orang lain.

***

 

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun ingin kekasihnya tetap berada di sisinya. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.

Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

 

*Sumber foto: pixabay.com

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat