Keistimewaan Orang yang Tekun Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah mukjizat terbaik yang dianugerahkan Allah Swt. kepada rasul-Nya, yakni Nabi Muhammad saw. Berbeda dengan mukjizat-mukjizat lain yang Allah berikan kepada selain Nabi Muhammad. Mukjizat para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad hanya berlaku pada zaman nabi dan rasul tersebut diutus. Sedangkan Al-Qur’an adalah mukjizat yang tak lekang oleh zaman, shoolihun likulli zamaanin wa makaanin, relevan pada seluruh waktu dan tempat.

Tak heran, siapa pun atau apa pun yang mempunyai hubungan khusus dengan Al-Qur’an, maka ia akan turut mendapatkan keistimewaan dan kemuliaan. Al-Qu’ran diturunkan sebagai salah satu mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad, maka beliau pun mendapat kemuliaan menjadi sayyidul mursalin (pemimpin para rasul) serta menjadi makhluk dan utusan paling mulia di alam semesta ini.

Malaikat Jibril adalah malaikat yang terpilih untuk menyampaikan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad, dan Jibril pun mendapat kedudukan yang paling tinggi di antara malaikat yang lain. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, maka Ramadhan pun menjadi bulan yang paling mulia di antara bulan-bulan yang lain. Begitu juga umat Nabi Muhammad yang dibekali kitab suci Al-Qur’an, umat ini menjadi umat terbaik (lihat QS. Ali ‘Imran: 110).

Namun, jika kita tidak pernah ‘bersentuhan’ dengan Al-Qur’an, maka keistimewaan dan kemuliaannya juga tidak akan pernah kita rasakan. Padahal, jika kita mau menyibukkan diri dengan Al-Qur’an (membaca, mempelajari, memahami maknanya, serta mengamalkannya), Allah Swt. akan memberikan pemberian terbaik-Nya.

Allah Swt. berfirman dalam salah satu hadis qudsi, “Barang siapa disibukkan dengan (membaca) Al-Qur’an dibanding meminta (berdoa) kepada-Ku, maka Aku akan memberinya pemberian terbaik yang Aku berikan kepada mereka yang meminta (berdoa).” (HR. Tirmidzi, No. 3129).

Dalam hadis lain Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, No. 5027).

Rasulullah juga bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi).

Di kehidupan akhir-akhir ini yang serba cepat dan banyak sekali distraksi, bukan menjadi alasan untuk kita jauh dari Al-Qur’an. Justru hal tersebut menjadi alasan kita untuk semakin erat berpegangan pada Al-Qur’an. Sebab, apalagi yang bisa menyelamatkan kita dari kerusakan-kerusakan akhir zaman selain Al-Qur’an.

Sudah waktunya kita mengurangi scroll lini masa media sosial, lalu beralih menyibukkan diri dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki keistimewaan dan keutamaan. Di antaranya, sebagaimana terangkum dalam buku Sab’ul Munjiyat; 7 Surah Pembuka Jalur Langit.

 

Buku ini hadir sebagai sarana bagi kita untuk menyibukkan diri dengan Al-Qur’an, agar bisa mendapat pemberian terbaik dari Allah Swt. Buku ini berisi 7 surah yang masing-masing mempunyai keutamaan sebagaimana dijelaskan di dalam beberapa hadis dan kitab para ulama terdahulu.

1. Surah Al-Kahfi: agar mendapat ketenangan dan perlindungan dari fitnah Dajjal di hari Kiamat.

2. Surah As-Sajdah: salah satu surah yang rutin dibaca Rasulullah saw sebelum beliau tidur.

3. Surah Yasin: agar mendapat ampunan Allah Swt.

4. Surah Al-Fath: surah yang dicintai Rasulullah saw disbanding dunia seisinya.

5. Surah Ar-Rahman: agar tergolong sebagai hamba yang mendapat seruan ‘penghuni surga Firdaus’.

6. Surah Al-Waqi’ah: agar mendapat kelapang rezeki dari Allah Swt.

7. Surah Al-Mulk: agar memperoleh keselamatan dari siksa kubur dan mendapat syafaat di hari Kiamat.

Buku ini sudah tersedia di toko buku online maupun offline (Gramedia seluruh Indonesia). Untuk mendapatkan bukunya secara online, kalian bisa membelinya melalui link di bawah ini!

 

 

 

 

 

 

 

Admin Qultum:
Related Post
Leave a Comment