Ayahku dan Cintanya yang Tak Pernah Mengering
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25768
post-template-default,single,single-post,postid-25768,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
ayahku adalah ayah terbaik

Ayahku dan Cintanya yang Tak Pernah Mengering

Ayahku bukan sosok yang sempurna, tapi…

Aku sering iri melihat teman-teman yang selalu punya tempat curhat. Tempat yang nyaman untuk berlindung dan mengadu. Kadang mereka bercerita tentang pengalaman serunya pada seorang ayah, lain waktu mereka bercerita tentang keresahan hatinya pada seorang ibu.

Bukan berarti Ayahku tak pernah punya waktu untukku. Aku tahu, ia juga sudah berusaha keras menjadi ‘ibu’ bagiku. Tapi, aku kadang berkhayal betapa indah dunia seandainya bisa tumbuh dewasa dengan orangtua yang lengkap.

Ada ibu dengan sikapnya yang lembut, juga ayah dengan keberadaannya yang menenangkan. Kadang aku belajar memasak bersama Ibu, kadang bermain-main di halaman bersama Ayah. Indahnya…

Saat pertama kali mengalami haid, Ayahlah yang menenangkanku yang malu sekaligus cemas. Ia memberi pengertian tentang fase bulananku sebagai anak perempuan, bahkan mengajariku bagaimana memakai pembalut.

Kadang aku berpikir, apa jadinya kalau Ayah tak ada di sisiku? Bagaimana duniaku berjalan tanpa sosok yang begitu ringan mengulurkan tangannya untukku?

Saat aku menikah, ia yang selalu mendampingiku. Saat aku melahirkan, ia juga yang menemani dan mengurus segala tetek-bengek persiapan persalinanku.

Ia adalah ayah satu-satunya dan yang terbaik bagiku. Kasih sayangnya seperti seorang ibu, sepanjang masa. Tak pernah aku berhenti bersyukur memiliki ayah sepertinya.

Suamiku mungkin kini menjadi ‘pangeran’ dalam hidupku, tapi selamanya Ayah adalah ‘raja’ yang bertahta di duniaku.

Saat ia berpulang akibat kecelakaan lalu lintas setahun yang lalu, aku merasa kiamat telah datang. Aku kehilangan pegangan. Suami dan keluargaku berusaha menenangkan, tapi rasa kehilanganku benar-benar tak terperi. Bagaimanapun, kami menjalani masa-masa penuh perjuangan bersama.

Harapanku, semoga Ayah mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah. Ia mungkin telah berpisah denganku, tapi kini ia telah menyatu dengan ibuku, cinta sejatinya.

 

Ditulis oleh Fitri Mada

***

Cerita singkat ini terpilih sebagai Pemenang Kedua Kompetisi Menulis Pengalaman Pribadi yang diadakan oleh Penerbit Qultummedia dan Komunitas Teladan Rasul. Tema tulisan dalam kompetisi ini bersumber dari buku Open Your Heart, Follow Your Prophet karya Arif Rahman Lubis.

 

*Gambar diunduh secara gratis dari http://alana.io/?al_free_download=11323

No Comments

Post a Comment

Pin It on Pinterest