Tatacara Salat dan Hal-hal yang Mungkin Kita Remehkan
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
25505
post-template-default,single,single-post,postid-25505,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
tatacara salat sehari-hari

Tatacara Salat dan Hal-hal yang Mungkin Kita Remehkan

Tatacara salat sudah banyak diketahui, tapi kadang kita meremehkan hal-hal penting di dalamnya.

Pernah salat sambil memikirkan makanan? Atau salat sambil garuk-garuk kepala? Atau lebih parah lagi, salat sambil ngupil? Duh… Semuanya terlihat remeh, tapi hal tersebut bisa merusak sampai membatalkan salat kita, lho. Hmm… Sebenarnya, salat yang baik itu seperti apa, sih?

Baca juga:
Panduan Shalat Sehari-hari
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Tatacara Salat: Penting untuk Betul-betul Kita Pahami

Seperti yang kita tahu, salat adalah tiang agama. Kalau tidak dikerjakan maka iman tidak akan kokoh. Meskipun sudah rajin salat lima waktu, jika mengabaikan hal yang remeh, salat kita bisa tidak sah dan tentu tidak diterima, lho. Ada beberapa hal yang terlihat remeh, tetapi kita secara tidak sadar sering melakukannya.

Contohnya seperti memikirkan hal lain saat salat. Misalnya saat adzan Isya, kita belum makan dan lebih mendahulukan salat Isya. Lalu tiba-tiba ada aroma ayam bakar yang menggoda dan kita mendadak lapar membayangkan kelezatan ayam tersebut.

Bagaimana mengatasinya? Rasulullah pernah bersabda, “Jika sudah dihidangkan makan malam sementara salat sudah mulai diiqamatkan, maka dahulukanlah dengan makan malam,” (HR. Muslim). Jadi sebelum salat, kita dianjurkan untuk tidak menahan nafsu makan dan juga hadas seperti buang air dan kentut. Mengapa? Karena konsentrasi kita saat salat akan terpecah dan menggangu kekhusyukkan salat kita.

Tatacara Salat: yang Perlu Kita Perhatikan saat Berjamaah

Oh ya, kita sering salat berjamaah di masjid? Sebelum salat dimulai, imam selalu mengatakan “Lurus dan rapatkan shaf”. Mengapa kita harus meluruskan dan merapatkan shaf? Rasulullah mengatakan dalam hadis riwayat Abu Dawud, “Rapatkanlah shaf-shaf kalian saling berdekatan, dan luruskanlah dengan leher-leher kalian. Karena demi zat yang jiwaku berada dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah seakan-akan dia adalah kambing kecil”.

Nah, supaya salat kita sempurna tanpa adanya setan di antara shaf salat, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pertama, ketika meluruskan shaf, luruskan kaki dengan orang yang ada di samping kanan dan kiri kita. Lalu, rapatkan seluruh bagian pinggir telapak kaki, jangan hanya kelingkingnya saja, ya.

Setelah bagian kaki rapat, jangan lupa antara bahu kanan dan kiri harus saling menempel dengan makmum lainnya. Untuk memudahkan, biasanya masjid memiliki karpet bergaris sebagai alat bantu pelurus shaf. Ketentuan tersebut mengacu pada hadis Rasulullah yang berbunyi, “Luruskan shaf kalian dan salah satu dari kamu menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya pada kaki temannya,” (HR. Bukhari).

Yuk, salat dengan mengikuti anjuran Rasulullah!

***

Masih ada banyak hal lagi yang perlu kita ketahui supaya salat kita sah dan diterima. Komik Remeh Sih, Tapi… karya Zaheed Edwirson ini akan membantu kita mengetahui apa saja hal yang dianggap remeh, tetapi bisa membatalkan salat. Bersama dua tokoh utama yang kocak, Dul dan Broh, kita bisa mempelajari tatacara salat dengan menyenangkan.

 

Sumber foto: https://chapal.us

BACA ARTIKEL TERKAIT

No Comments

Post a Comment

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat