panduan Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
676
archive,tag,tag-panduan,tag-676,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
shalat saat macet

Terjebak Macet dan Belum Shalat? Ikuti Tip-tip Berikut!

Masyarakat di kota-kota besar yang berkegiatan secara mobile (berpindah-pindah tempat) sering menemukan masalah saat ingin mengerjakan shalat. Salah satunya adalah bagaimana mengerjakan shalat saat berada di dalam kendaraan dan kondisi lalu lintas sedang macet.

Tentu itu bukan masalah serius jika mereka berkendara sendiri atau menumpang angkutan umum di tengah suasana lalu lintas yang normal. Tapi, bagaimana jika mereka terjebak macet yang luar biasa atau berada di jalan tol yang tidak menyediakan rest-area?

Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Shalat adalah ibadah yang tidak bisa disepelakan. Selain wajib, shalat juga amaliah yang bersifat pokok (ushul). Itu sebabnya, kita sering mendengar bahwa shalat adalah tiang agama. Jika tiang itu tidak kita tegakkan maka bangunan besar yang bernama Islam akan roboh.

Namun, dalam situasi tertentu Islam memberi kita dispensasi (rukhshoh) berkenaan dengan shalat. Ini seturut ada-tidaknya kendala (masyaqqoh) yang kita hadapi. Dalam kondisi di atas, berkendara di jalan tol atau terjebak macet yang parah adalah contohnya.

Adanya dispensasi ini selaras dengan karakter Islam yang merupakan agama yang manusiawi. Dalam istilah Syekh Yusuf Al-Qordhowi, Islam memang agama yang bersumber dari Allah SWT, tapi diperuntukkan bagi manusia (ilaahiyyatul mashdar, insaaniyyatul mawdhu’).

Karena diperuntukkan bagi manusia dan manusia itu memiliki kemampuan yang terbatas, maka Islam memberikan dispensasi yang dimaksud. Itu sebabnya, Allah berfirman dalam Surat At-Taghoobun ayat 16, “Bertakwalah kepada Allah sesuai kemampuan kalian (Fattaqullooha mastatho’tum).”

Solusi Shalat Saat Macet

Nah, Pembaca yang dirahmati Allah, apa saja tip-tip yang bisa kita ikuti saat waktu shalat sudah mau habis, sementara kita tengah berkendara di jalan tol yang tidak memiliki rest-area atau sedang terjebak kemacetan yang parah? Berikut penjelasan Ustadz Muhammad Syafril dalam buku terbaru beliau, Tuntunan Shalat Lengkap.

1. Bila kondisi lalu lintas benar-benar lumpuh, dalam arti kendaraan kita tidak bergerak sama sekali akibat kemacetan parah, maka kita bisa turun dari mobil dan mengerjakan shalat di pinggir jalan. Jika saat itu kita memiliki wudhu, maka kita bisa langsung mengerjakan shalat.

2. Jika saat itu kita tidak memiliki wudhu dan tidak ada air yang bisa digunakan untuk wudhu, maka kita boleh bertayamum.

3. Jika saat itu terjadi kemacetan tapi kendaraan masih bisa berjalan, maka sebisa mungkin kita menepi. Jika kita punya wudhu, kita bisa langsung melakukan shalat lihurmatil waqt dengan tetap duduk di dalam kendaraan. Dan jika kita sudah sampai di tempat yang memungkinkan untuk mengerjakan shalat, kita wajib mengulang shalat kita.

4. Jika saat itu kita tidak memiliki wudhu dan tidak ada air yang bisa digunakan untuk wudhu, maka kita boleh bertayamum.

Bagi masyarakat perkotaan yang banyak menghabiskan waktunya di jalan, tip-tip ini tentu memberi banyak manfaat. Apalagi bagi penduduk Jakarta, yang pada 2019 lalu ditetapkan oleh Tom Tom Index (lembaga pemantau kemacetan lalu lintas yang berpusat di Inggris) sebagai kota termacet ke-10 di dunia dari 416 negara, dengan tingkat kemacetan sebesar 53%.*

***

shalat saat macetSering saat berkendara kita terjebak dalam situasi yang tak biasa, yang menghambat kita melakukan suatu aktivitas. Salah satunya adalah kemacetan parah yang membuat kita tidak bisa mengerjakan shalat seperti dalam situasi normal. Padahal, saat itu waktu shalat akan sebentar berakhir.

Para ulama sebenarnya sudah mencari solusi untuk persoalan ini, dan melalui buku yang berjudul Tuntunan Shalat Lengkap ini, kita bisa membaca penjelasan mereka tentangnya. Disusun dengan merujuk pada kitab-kitab karangan ulama terkenal dan memberikan panduan yang mudah dimengerti oleh pembaca, buku ini menjawab berbagai pertanyaan seputar shalat dalam situasi yang tidak biasa.

 

*https://www.kompas.com/tren/read/2020/01/31/052816565/survei-2019-jakarta-masuk-peringkat-10-kota-termacet-di-dunia?page=all

**Sumber gambar: pexel.com

tatacara salat sehari-hari

Tatacara Salat dan Hal-hal yang Mungkin Kita Remehkan

Tatacara salat sudah banyak diketahui, tapi kadang kita meremehkan hal-hal penting di dalamnya.

Pernah salat sambil memikirkan makanan? Atau salat sambil garuk-garuk kepala? Atau lebih parah lagi, salat sambil ngupil? Duh… Semuanya terlihat remeh, tapi hal tersebut bisa merusak sampai membatalkan salat kita, lho. Hmm… Sebenarnya, salat yang baik itu seperti apa, sih?

Baca juga:
Panduan Shalat Sehari-hari
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Tatacara Salat: Penting untuk Betul-betul Kita Pahami

Seperti yang kita tahu, salat adalah tiang agama. Kalau tidak dikerjakan maka iman tidak akan kokoh. Meskipun sudah rajin salat lima waktu, jika mengabaikan hal yang remeh, salat kita bisa tidak sah dan tentu tidak diterima, lho. Ada beberapa hal yang terlihat remeh, tetapi kita secara tidak sadar sering melakukannya.

Contohnya seperti memikirkan hal lain saat salat. Misalnya saat adzan Isya, kita belum makan dan lebih mendahulukan salat Isya. Lalu tiba-tiba ada aroma ayam bakar yang menggoda dan kita mendadak lapar membayangkan kelezatan ayam tersebut.

Bagaimana mengatasinya? Rasulullah pernah bersabda, “Jika sudah dihidangkan makan malam sementara salat sudah mulai diiqamatkan, maka dahulukanlah dengan makan malam,” (HR. Muslim). Jadi sebelum salat, kita dianjurkan untuk tidak menahan nafsu makan dan juga hadas seperti buang air dan kentut. Mengapa? Karena konsentrasi kita saat salat akan terpecah dan menggangu kekhusyukkan salat kita.

Tatacara Salat: yang Perlu Kita Perhatikan saat Berjamaah

Oh ya, kita sering salat berjamaah di masjid? Sebelum salat dimulai, imam selalu mengatakan “Lurus dan rapatkan shaf”. Mengapa kita harus meluruskan dan merapatkan shaf? Rasulullah mengatakan dalam hadis riwayat Abu Dawud, “Rapatkanlah shaf-shaf kalian saling berdekatan, dan luruskanlah dengan leher-leher kalian. Karena demi zat yang jiwaku berada dalam genggamannya, sesungguhnya aku melihat setan masuk dari celah-celah seakan-akan dia adalah kambing kecil”.

Nah, supaya salat kita sempurna tanpa adanya setan di antara shaf salat, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Pertama, ketika meluruskan shaf, luruskan kaki dengan orang yang ada di samping kanan dan kiri kita. Lalu, rapatkan seluruh bagian pinggir telapak kaki, jangan hanya kelingkingnya saja, ya.

Setelah bagian kaki rapat, jangan lupa antara bahu kanan dan kiri harus saling menempel dengan makmum lainnya. Untuk memudahkan, biasanya masjid memiliki karpet bergaris sebagai alat bantu pelurus shaf. Ketentuan tersebut mengacu pada hadis Rasulullah yang berbunyi, “Luruskan shaf kalian dan salah satu dari kamu menempelkan bahunya pada bahu temannya dan kakinya pada kaki temannya,” (HR. Bukhari).

Yuk, salat dengan mengikuti anjuran Rasulullah!

***

Masih ada banyak hal lagi yang perlu kita ketahui supaya salat kita sah dan diterima. Komik Remeh Sih, Tapi… karya Zaheed Edwirson ini akan membantu kita mengetahui apa saja hal yang dianggap remeh, tetapi bisa membatalkan salat. Bersama dua tokoh utama yang kocak, Dul dan Broh, kita bisa mempelajari tatacara salat dengan menyenangkan.

 

Sumber foto: https://chapal.us