Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 20 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-20,author-paged-20,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
hijab-style-hc

Aneka Style Hijab Simpel, Modern, dan Cantik

hijab-style-hcKini hijab telah menjadi salah satu model fashion yang mulai diperhitungkan oleh desainer dan model-model dunia. Hijab, bahkan sudah diterima di negara-negara Eropa sebagai gaya fashion yang elegan, cantik, dan bisa diaplikasikan sesuai aktivitas sehari-hari. Mungkin ini baru langkah pertumbuhan awal bagi negara-negara non-muslim untuk bisa menerima seutuhnya bahwa hijab memang sangat ekslusif dan memiliki gaya busana yang lebih elegan. Bagaimana dengan di Indonesia sendiri?

READ MORE

terbukti-mendidik-anak-ala-rasullah-untuk-rajin-beribadah-itu-mudah

Trik Jitu dan Mudah Agar Anak Rajin Beribadah

terbukti-mendidik-anak-ala-rasullah-untuk-rajin-beribadah-itu-mudahSejak dari kandungan, anak sudah mampu menerima sinyal atau pesan yang disampaikan oleh orangtuanya. Mereka akan menerima sinyal-sinyal tersebut ke dalam otaknya sehingga membentuk memori tertentu hingga ke level bawah otak sadarnya. Memori tersebut memiliki pengaruh ke depannya ketika ia lahir dan berkembang. Bahkan, penelitian sudah membuktikan bahwa bayi di dalam rahim mampu merespons bacaan-bacaan Al-Qur`an yang diperdengarkan, baik melalui bacaan sang ibu maupun oleh orang lain.

READ MORE

sungguh-hanya-krn-engkau-aku-berhijab

Hijab, Sebuah Tantangan dan Anugerah Indah

sungguh-hanya-krn-engkau-aku-berhijabHijab kerap menjadi isu sensitif. Bahkan, di negara tertentu hingga menyentuh level politik. Beberapa kasus pernah mencuat, seperti pelarangan pemakaian hijab di sekolah tertentu, di perusahaan, hingga di sebuah institusi pemerintahan. Salah satunya pernah dialami oleh beberapa mahasiswa IPDN yang tersangkut oleh Peraturan Kehidupan Praja (Pedupra) yang melarang mahasiswanya menggunakan hijab, kecuali di masjid.

READ MORE

3-bahasa

Mengenal Sekitar dalam 3 Bahasa

3-bahasaMenguasai tiga bahasa sekaligus di usia dini, gampang saja! Asalkan mau berlatih dan pantang menyerah, tentu anak Anda bisa menguasai dasar-dasar bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris dengan mudah.

READ MORE

dahsyatnya-sabar-lux

Meraih Prestasi Gemilang Melalui Jalan Sabar

dahsyatnya-sabar-luxApakah Anda tahu, apa yang membedakan para nabi, rasul, dan ulul ‘azmi? Ternyata faktor penilaiannya yang membedakan derajat di antara mereka salah satunya ialah “kesabarannya”. Predikat ulul ‘azmi hanya diperoleh oleh lima nabi, yaitu Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad saw. Mereka memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi musuh-musuhnya, sekalipun tantangannya sangat besar.

Dengan kesabarannya itu pula sehingga membuka kunci ridha dan cinta Allah yang tidak terhingga bagi mereka. Mereka mendapatkan derajat yang lebih tinggi daripada makhluk lainnya. Dan, yang paling tinggi dari sisi kesabarannya ialah Nabi Muhammad saw sehingga derajatnya pun paling tinggi dan beliau menjadi penghulu para nabi (sayyidul anbiya). Apa saja kesabaran yang ditunjukkan Rasulullah? READ MORE

supercepat-inter

Belajar Baca Al-Qur’an Tingkat Menengah

supercepat-interSama seperti mempelajari bahasa Inggris, belajar membaca Al-Qur’an secara baik dan benar juga membutuhkan tahapan. Jika sebelumnya anak sudah mahir membaca Al-Qur’an tahap basic, kini saatnya anak melanjutkan ke tahapan berikutnya.

READ MORE

Tips Agar Anak Tidak Manja

Sekilas nampaknya tak ada yang salah dengan anak manja, mereka nampak lucu dan menggemaskan. Apalagi masa kecil adalah masa di mana orang tua sangat menyayangi anaknya. Sehingga beribu cara di tempuh dengan memenuhi semua keinginan si kecil agar ia tampak senang dan bahagia. Tak heran jika para orang tua tak berdaya dan memanjakan anaknya tersebut.

Padahal efek terlalu memanjakan anak di masa kecilnya akan berdampak tidak baik bagi pertumbuhan mental dan moralnya hingga dewasa kelak. Anak akan diliputi ketergantungan dan susah untuk mandiri. Sehingga ia akan membutuhkan banyak bantuan dari orang lain yang mungkin sebenarnya dapat ia lakukan sendiri. Selain itu sikap terlalu manja biasanya akan mengurangi rasa hormat anak terhadap orang tua selaku pihak yang banyak memberikan “fasilitas” yang ia kehendaki. Hal ini dikarenakan anak merasa menjadi raja ketika mendapatkan semua yang ia mau. Maka sebaiknya Anda berusaha untuk tidak memanjakannya karena hal tersebut juga demi kebaikan sang anak itu sendiri. Untuk menjadikan anak tidak manja secara berlebihan berikut ini akan dijelaskan beberapa cara yang efektif.

Hal yang mendasar yang pertama perlu Anda lakukan adalah keyakinan pada diri Anda sendiri agar tidak memanjakannya. Hal ini penting karena orang tua pasti akan merasa lemah jika harus berdiam diri tanpa mengikuti kemauannya. Anda perlu membulatkan tekad jika ingin rencana ini berhasil.

Setelah meyakinkan diri agar tidak memanjakannya secara berlebihan, maka terapkan sikap tegas dan disiplin serta kejelasan aturan yang akan Anda terapkan pada anak. Misalnya buatlah perarturan agar mereka merapikan kamar tidur setelah bangun pagi pukul 5 pagi. Dan cobalah membiaran anak untuk memulai mengerjakan apa yang harus ia kerjakan sendiri dengan memberinya sedikit arahan dan bantuan.

Hindari sebuah kesepakatan berupa pemenuhan semua keinginannya. Berikan ia pengertian bahwa semua yang ia lakukan atas usaha sendiri akan terasa lebih bernilai daripada jika dilakukan orang lain. Jangan berhenti untuk membimbingnya sekalipun ia harus melakukan tugasnya sendiri.

Jadilah pemimpin yang baik untuk anak. Berikan ia tugas khusus yang mudah agar ia terbiasa melakukan pekerjaan sendiri, tentu saja dimulai dengan sesuatu yang ringan seperti mencuci piring makannya sendiri, dll.

Beberapa hal yang dapat ia lakukan sendiri maka akan menimbulkan kemandirian baginya. Maka berhati-hatilah dalam memanjakan anak, semua ada batasannya. Terlalu memanjakan akan membuatnya tidak mandiri namun terlalu acuh membiarkan semuanya dikerjakan sendiri akan membuat dia merasa terabaikan. Semoga bermanfaat. (fdh)

Diambil dari: www.landscappist.com

Dibalik Fenomena Home Schooling

Ketika sekolah formal tak memuaskan orang tua untuk mempercayakan pendidikan anaknya, ketika sang anak tengah sibuk dengan setumpuk kegiatan di luar sekolah formal hingga harus membolos dan absen melebihi jatah normal yang di tetapkan sekolah, ketika pergaulan bebas dan maraknya kriminalitas membuat lingkungan tak aman, serta berbagai sederet alasan yang membuat anak lebih baik belajar di rumah, ketika itulah muncul metode pendidikan baru bernama home schooling.

Kak Seto selaku pemerhati anak merupakan salah satu tokoh penggagas home schooling. Metode ini memusatkan anak untuk belajar di rumah tanpa menyentuh sekolah formal layaknya sekolah negeri dan swasta. Orang tua akan mengawasi penuh pembelajaran anak karena punya ruang lingkup yang cukup besar untuk menjalankan peran itu.

Peran orang tua begitu dominan. Sebagai penangggung jawab utama, orang tua tidak harus selalu mengajari anak. Orang tua dapat mengundang guru privat, mengikutkan anak pada kursus, melibatkan anak pada proses magang dan lain lain. Pusat dan tempat belajar utama adalah di rumah. Namun sang anak dapat bebas belajar dimana saja selagi tempat tersebut signifikan untuk proses belajar.

Semakin banyak orang tua yang menggunakan program ini, selain beberapa alasan diatas, pemilihan bisa terjadi dikaitkan dengan profesi orang tua yang harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Sehingga anak akan turut berpindah juga dari satu sekolah lain ke sekolah berikutnya secara berulang-ulang. Alasan lain karena orang tua ingin mempererat hubungan dengan anak, anak yang memiliki kebutuhan khusus, atau mahalnya sekolah yang berkualitas yang tak dapat dimasuki sang anak.

Tingkat keberhasilan program ini pun tergantung pada orang tua. Di luar negeri, sejumlah riset menyatakan 71 persen yang menerapkan sistem ini memilih sendiri kurikulam yang sesuai kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan anak. 24 persen memilih kurikulum lengkap yang dibeli dari penyedia kurikulum dan materi ajar. Sedangkan 3 persen menggunakan materi dari sekolah satelit atau program khusus yang dijalankan oleh sekolah swasta.

Sisi positif
•    Anak dapat bebas menentukan apa yang mereka pelajari. Tak harus terpaku pada standar yang harus dipelajari. Mereka  akan mengembangkan apa yang mereka inginkan. Kebebasan juga terletak pada waktu belajar dan tugas sekolah formal yang kadang memberatkan siswa.
•    Banyak waktu luang anak yang dapat dimanfaatkan oleh orang tua, tak seperti anak yang sekolah pada sekolah formal yang harus fokus pada jam sekolahnya.
•    Bebas dari lingkungan yang mungkin berbahaya akan pergaulan bebas, kriminalitas dan narkoba.
•    Kedekatan hubungan dengan anak. Akan banyak waktu berkualitas yang terjalin selama anak belajar di rumah.
Sisi negatif
•    Akan susah bagi Anda yang menyandang orang tua tunggal dalam menjalankan program ini. Kesibukan akan pekerjaan serta urusan rumah tangga mungkin akan membuat Anda kerepotan jika memikul tanggung jawab harus siaga 24 jam seminggu untuk anak.
•    Sudah dipastikan sistem ini lebih mahal daripada sekolah formal. Jadi Anda harus berpikir ulang jika akan memilih sistem ini.
•    Pertemanan terbatas. Anak akan kehilangan momen bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anda harus memberikannya waktu tambahan agar dapat bergaul dengan teman-temannya yang lain.
•    Tak adanya persaingan sering merupkan semangat anak untuk berpacu meraih prestasi. Juga tak adanya pihak pembanding yang dapat membuat anak termotivasi.
Banyak hal yang positif dari home schooling. Namun Anda tetap harus memperhatikan sisi negatifnya. Silakan memilih yang terbaik untuk anak Anda. Semoga sukses.(fdh)

Diambil dari: www.landscappist.com

Stimulasi Cerdas Untuk Balita Anda

Seorang anak menjadi harapan besar bagi orangtua. Curahan kasih sayang orangtua kepada anaknya tentu saja tidak dapat diukur hanya dari segi materi dan harta yang dikeluarkan. Namun apa yang diberikan orangtua kepada anaknya terutama yang masih berusia balita merupakan stimulasi yang perlu dipahami sebagai hal yang luar biasa. Beberapa bentuk kasih sayang yang bisa dilakukan untuk si kecil yang masih dalam tahap awal perkembangan diantaranya

Berbicara dengan kelembutan
Berbicara dengan anak tentu memerlukan kelembutan dan menggunakan kata-kata disertai ekspresi. Suara Anda adalah suara favorit bagi mereka., karena si kecil sudah mendengar dan akrab terhadap suara Anda sejak dalam rahim.

Memberi respon yang baik
Respon atau tanggapan yang baik terhadap keinginan si kecil akan membuat mereka belajar bahwa mereka dapat membangun komunikasi dengan orang lain, sehingga akan tumbuh kepercayaan diri dan mental yang lebih terjaga. Sentuhan lembut pada anak akan menunjukkan kasih sayang Anda dan membentuk stimulasi taktil pada dirinya secara cepat.

Berikan keleluasaan bereksplorasi
Kesempatan mengeksplorasi lingkungan sekitar perlu diberikan pada sikecil sambil tentunya tetap memperhatikan segala aspek keamanan dan perkembangannya. Ajak si kecil berjalan-jalan di situasi berbeda seperti di taman, di kebun binatang atau bahkan ke masjid dan mengajaknya berdoa. Berawal dari situ anak akan menemukan hal baru sendiri. Dan ini akan memberikan rangsangan yang positif bagi si buah hati untuk berkembang secara lebih optimal.

Membacakan buku
Aktivitas bercerita dengan buku cerita amat penting dan bermanfaat besar bagi tumbuh kembang si anak. Pilih buku cerita yang berwarna dan bergambar menarik agar menstimulasi otaknya agar berimajinasi maksimal serta menambah kosakatanya akan semakin banyak. Meskipun mereka belum sepenuhnya mengerti tentang isinya, namun si anak akan belajar banyak dari apa yang Anda bacakan. Serta kedekatan emosional mereka akan terbangun dengan Anda sebagai orangtua yang perhatian dan kasih sayang. (wd)

Diambil dari: www.landscappist.com