buku Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
477
archive,tag,tag-buku,tag-477,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Kepastian yang Diharapkan, Janji-janji yang Diberikan

Perempuan teduh adalah anugerah bagi semesta, tapi perihal cinta mereka enggan bercanda.

Perempuan mana pun sulit melupakan orang yang ia cintai. Dan meski cintanya tak berbalas, ia akan memendam rasa yang dimilikinya itu. Pada beberapa perempuan, memendam cinta bisa berlangsung hingga waktu yang tak sebentar. Dan entah bagaimana, ia sanggup melakukannya.

Mungkin karena itu juga, hati perempuan mudah luluh. Jika diberi perhatian lebih, perasaannya mudah goyah. Sebagian perempuan mungkin akan menyangkal. Tapi, bukan rahasia jika perempuan mudah memikirkan orang yang memberinya perhatian.

Segalanya mungkin bermula dari titik ini. Termasuk di antaranya cinta yang tumbuh di hatinya.

          Baca juga: Perempuan Teduh: Sebab Hati Mereka Adalah Rumah

Setiap perempuan ingin dijaga. Tak heran, ia butuh sandaran dalam hidupnya. Tapi, tepat pada bagian inilah perempuan dituntut untuk peka. Sebab, melabuhkan cinta pada orang yang salah akan bisa membuatnya kecewa.

Terkadang, cinta memang menjadi ujian. Cinta dapat membawa pada hal-hal yang tak Allah inginkan. Itulah mengapa perempuan mesti pandai menjaga diri.

Bagaimanapun keindahannya bukan untuk sembarang lelaki.

Di antara banyak hal yang bisa kita bicarakan tentang perempuan, kepastian adalah salah satu hal terpenting baginya. Ya, perempuan tak ingin menunggu. Ia butuh kepastian. Hanya, kadang perempuan merasa butuh kepastian di waktu yang kurang tepat. Sebab, ketika kepastian itu diberikan saat mereka belum siap merawat cinta, yang terjadi adalah sebuah musibah.

Kekecewaan. Berapa sering kita mendengarnya?

Perempuan, sebagaimana halnya laki-laki, harus berpikir matang. Bagaimana kondisi hari ini dan yang akan datang. Ia, sekali lagi seperti halnya laki-laki, mesti berpikir dewasa.

Bahwa di kepalanya terdapat mahkota tak terlihat yang melambangkan kehormatannya.

Allah menitipkan padanya hal-hal yang berharga. Termasuk cinta. Kita tahu, sesuatu yang Allah titipkan mesti dijaga dengan baik. Bila ada yang lepas dari perempuan, akan ada kemuliaan darinya yang memudar.

Sumber kecewa adalah berharap pada manusia. Setiap perempuan harus mengerti bahwa ia kuat berjalan sendiri. Ia bisa. Memang, ada masa ia harus kuat menghadapi cobaan. Tanpa lelaki di sampingnya. Tanpa pasangan dalam hidupnya.

          Baca juga: Perempuan Teduh: Tentang Kehormatan Wanita

Perempuan memang butuh lelaki untuk menjaganya. Tapi, itu butuh tahapan. Harus ada hal yang dijalaninya sebelum memasuki jenjang baru itu. Jika tak ada persiapan, kekecewaanlah yang ia dapatkan.

Tak ada yang mengetahui isi hati perempuan kecuali dirinya sendiri. Tentang rasa yang ia pendam atau cinta yang ia rahasia. Hati perempuan tercipta dari kelembutan. Mudah terbuka, mudah terluka.

Selama tak ada yang pasti, perempuan tak salah jika terus menutup hatinya. Ada saatnya lebih baik dijauhi dibanding merasakan patah hati. Bukankah demikian?

Patah hati bukan hal yang mudah disembuhkan. Kita semua sepakat. Perlu waktu dan tenaga untuk memulihkannya.

Perempuan bisa menghindari luka, tapi ia tak mudah melupakan siapa yang telah menorehkannya.

***

Perempuan adalah makhluk kepastian. Segala yang masih kabur, tak tentu, serbamungkin, akan dihindarinya.

Tak sulit memahaminya melakukan hal itu. Di balik ketidakpastian, bagaimanapun, terkandung banyak hal yang bisa membuatnya jatuh kecewa. Dan perempuan mana pun, mungkin, kenyang dengan pengalaman ini. Pengalaman-pengalaman itulah yang semakin menguatkan hati mereka untuk hanya memilih “yang pasti-pasti”.

Buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif menjelaskan tentang perempuan impian di mata lelaki dan masalah-masalah yang umumnya ia temui, termasuk dan terutama sekali: cinta. Penulis menggunakan banyak metafor untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya terkait perempuan. Pembaca akan menemukan betapa kemudahan memahami uraian di dalam buku ini bisa dilakukan setarikan nafas dengan menikmati pilihan katanya yang puitis.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh wanita saleha

Perempuan Teduh: Tentang Kehormatan Wanita

Perempuan teduh adalah anugerah dari Allah Taala.

Ada banyak hal yang Allah titipkan padanya. Salah satunya adalah kehormatan.

Perempuan diberi amanah yang berat. Ia diwajibkan merawat diri dan menjaga kehormatan.

Bagi perempuan, itu adalah suatu hal yang harus dijaga. Memang tak mudah, tapi justru itulah letak kemuliaannya. Siapa pun yang bisa menjaga diri dan kehormatannya, Allah akan memberi balasan yang mulia.

Perempuan dibaluti rasa malu. Malu ketika melanggar perintah Allah, juga saat mengabaikan kemuliaan dirinya. Kadang perempuan lupa bahwa ia berharga. Kadang lupa bahwa Allah memuliakannya.

Paras cantik dan suara yang lembut memang ujian. Tidak mudah menjaga keduanya. Terlebih, sebagian perempuan mudah takluk. Saat diberi perhatian, ia bisa terbawa perasaan.

Anugerah Allah Punya Alasan

Allah memberi anugerah tersebut bukan tanpa alasan. Saat perempuan bisa menjaga yang dititipkan, justru itu sebuah kemuliaan baginya. Seberapa berat ujian yang ia terima, berbanding lurus dengan pahala yang diberikan padanya.

Kemuliaan perempuan bukan dari parasnya. Kecantikan pasti memudar. Keindahan yang melekat pada tubuhnya tidak bertahan lama. Seiring usia bertambah, kecantikan itu semakin tak tampak di wajahnya.

Kemuliaan itu terletak pada hatinya. Hati yang jernih akan membuatnya terus menjaga diri. Hati yang bersih senantiasa mendekatkan dia pada Allah. Kecantikan hati akan terkenang sampai ia menutup usia. Bahkan membuat orang-orang membicarakan kebaikannya.

Hati perempuan begitu lembut. Mudah terbawa suasana. Hal itulah yang membuatnya sulit dijaga.

Jika perempuan berhasil menjaganya, hatinya akan menuntun dia pada arah yang lebih baik. Hatinya takkan ingin berbuat yang salah, karena hendak menjaga apa yang dititipkan oleh-Nya.

Perempuan harus terhormat. Hendaknya ia menjaga diri, karena kecantikannya bukan sesuatu yang bisa sembarang orang nikmati.

Allah memuliakan perempuan. Dengan menjaga aurat, ia telah meringankan dosa ayahnya. Dengan merawat diri, ia telah menjaga pandangan laki-laki. Bagaimana perempuan tidak mulia, sedangkan surga ada di bawah telapak kakinya.

***

Kemuliaan perempuan tertulis dalam buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif. Buku tersebut membahas perempuan dan fitrah yang Allah berikan padanya. Penulis memaparkan kemuliaan perempuan satu persatu. Ditambah dengan ilustrasi cerita, Perempuan Teduh semakin layak untuk dibaca.

Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Informasi bisa didapatkan akun instagram @qultummedia.

Tentang buku Perempuan Teduh, lihat di sini.

 

*Sumber foto: pixabay.com

rezeki kita harus dijemput

Rezeki Kita Memang Sudah Ada yang Mengatur, Tapi…

Rezeki kita harus kita jemput, dengan ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Sekaligus.

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Ar-Rum [30]: 40)

Rezeki kita adalah ketetapan Allah SWT. Seperti jodoh dan kematian, rezeki setiap manusia sudah diatur oleh-Nya. Allah Mahakuasa terhadap apa yang ada di bumi dan langit beserta isinya.

Allah menciptakan semua itu semata untuk makhluk-makhluk-Nya. Air dan matahari sebagai sumber kehidupan, tumbuhan untuk dikonsumsi manusia dan hewan, langit dan bumi sebagai “rumah dan atap” sebagai tempat mereka berlindung.

Rezeki Kita: Ikhtiar Menjemputnya Adalah Keharusan

Meskipun rezeki kita sudah ditetapkan sedemikian rupa oleh Allah, bukan berarti kita tidak perlu berikhtiar dalam menjemputnya. Fasilitas dan kemudahan yang Allah ciptakan berupa alam semesta dan isinya ini hendaknya membuat kita lebih bersyukur, yakni bersemangat dalam menjemput rezeki dan tidak berpangku tangan saja.

Menjadi kaya itu tidak dilarang dalam Islam. Apalagi jika rezeki kita itu membuat kita lebih dekat dengan Allah. Membuat kita tidak hanya semangat memperkaya diri sendiri tapi juga berbagi dengan orang yang membutuhkan. Dengan begitu, rasa lelah yang kita rasakan saat bekerja akan berbuah pahala dari Allah SWT.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan dalam menjemput rezeki.

  1. Bertakwa
  2. Bertawakal
  3. Bersyukur
  4. Memperbanyak istighfar
  5. Bersedekah
  6. Shalat Khusyu’
  7. Shalat Dhuha.

Kiat-kiat di atas merupakan cara untuk memperoleh keberkahan rezeki kita, bukan sekadar menjemputnya. Memang, tanpa ikhtiar batin seperti itu, rezeki kita akan lebih sulit diperoleh. Tapi bagaimanapun, tanpa keberkahan rezeki yang kita dapatkan tidak akan banyak memberikan manfaat.

Tentang Kiat-kiat Menjemput Rezeki Kita

Selain berisi tentang bagaimana mendapatkan rezeki secara halal dan thayib, buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki juga dilengkapi dengan amalan-amalan penarik rezeki yang sebaiknya kita lakukan saat pagi, siang, dan malam hari. Buku ini juga dilangkapi dengan doa-doa untuk memperlancar pekerjaan dan terbebas dari utang dan kemiskinan.

Membaca buku ini seperti menemukan pelengkap yang selama ini kita cari-cari, yang dengannya kita menjadi tahu mengapa rezeki yang kita peroleh selama ini terasa kurang berkah. Selamat membaca!

 

Sumber gambar: AboutIslam.net

rezeki kita harus dijemput

Rezeki Kita Tak Lancar? Mari Amalkan 7 Kiat Mudah Ini

Rezeki kita merupakan salah satu dari beberapa rahasia Allah SWT yang diberikan pada makhluknya.

Seperti jodoh dan kematian, rezeki kita telah diatur dan ditentukan oleh-Nya. Allah Mahakuasa atas apa yang ada di dunia, bumi dan langit beserta isinya, udara, air, tumbuhan, hewan, manusia, dan sebagainya.

Baca juga:
Amalan-amalan untuk Membuka Pintu Rezeki
Doa-doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

“Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Ar-Rum [30]: 40)

Allah menciptakan semua itu semata untuk kemanfaatan bagi makhluk-makhluk-Nya. Tumbuhan untuk dikonsumsi manusia dan hewan, air dan matahari sebagai sumber kehidupan tumbuhan, langit dan bumi sebagai “rumah dan atap” tempat berlindung para makhluk-Nya.

Masya Allah, betapa besar kuasa dan kasih sayang-Nya untuk kita, para ciptaan-Nya di dunia. Rezeki kita dalam Islam hakikatnya adalah memahami bahwa segala yang Allah ciptakan di dunia adalah bagian dari kemudahan yang Dia berikan agar kita bisa hidup dan mengambil manfaat dari alam semesta,

Meskipun sudah ditetapkan dan diatur sedemikian baiknya oleh Allah, bukan berarti kita tidak perlu berikhtiar dalam memenuhi kebutuhan kita. Fasilitas dan kemudahan yang Allah ciptakan berupa alam semesta dan isinya ini hendaknya membuat kita lebih bersyukur. Bersyukur dengan semangat menjemput rezeki kita dan tidak berpangku tangan dalam menyejahterakan diri dan keluarga.

Menjadi kaya tidak dilarang dalam Islam. Apalagi jika rezeki kita itu membuat kita lebih dekat kepada Allah. Membuat kita tidak hanya semangat memperkaya diri sendiri, tapi juga berbagi dengan orang lain. Dengan begitu, rasa lelah yang kita rasakan saat bekerja berbuah pahala dan kebaikan dari Allah SWT.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan dalam mejemput anugerah dari-Nya:

  1. Bertakwa;
  2. Bertawakal;
  3. Bersyukur;
  4. Memperbanyak istighfar;
  5. Bersedekah;
  6. Shalat khusyu’ dengan menyempurnakan rukun, wajib, sunah, dan adab-adab shalat;
  7. Shalat Dhuha.

 

Selain berisi tentang bagaimana mengupayakan rezeki kita secara halal dan baik, buku Amalan-amalan untuk Mempercepat Datangnya Rezeki juga dilengkapi dengan amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan saat pagi, siang, dan malam hari. Buku ini juga dilangkapi dengan doa-doa untuk memperlancar pekerjaan dan terbebas dari utang juga kemiskinan.

 

Sumber foto: pixabay.com

nikah mudah itu butuh persiapan

Nikah Ajalah, Hari Gini Pacaran Udah Nggak Zaman

Nikah itu saatnya kita bangun dari “tidur”, sementara pacaran adalah ketika kita masih “terlelap” dan “bermimpi”…

Baca juga:
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)
Sabar Itu Cinta yang Menghadirkan Ketenangan
Cinta Lebih Membutuhkan Keikhlasan Dibanding Pengorbanan

Menentukan pasangan hidup dan mengambil keputusan untuk menikah di usia yang belia tentu butuh pertimbangan yang matang. Kita perlu memikirkan bagaimana persiapannya, bagaimana prosesnya, dan bagaimana meraih cita-cita bersama. Penulis buku Jatuh Cinta Tak Pernah Salah yang juga pengelola akun Instagram @negeriakhirat, Arum Listyowati Suprobo atau yang akrab disapa Arum, berbagi pengalamannya menikah di usia muda. Mari simak wawancara kami dengannya.

Mbak Arum, saya lihat tulisan-tulisan di akun Instagramnya sering bicara tentang nikah di usia muda. Mengapa?

Sederhana sih, Mas, sebenarnya. Saya ingin membuka pikiran teman-teman bahwa nikah muda itu tidak berarti mencari masalah, asal niat kita lillaahi Ta’aalaa dan dijalani dengan berpegang pada syariat-Nya. Bukan ingin ngomporin sih, tapi asumsi bahwa pacaran itu bisa menjamin kehidupan rumah tangga yang baik sudah seharusnya ditinjau ulang.

Sebelum berhijrah, saya dan suami sama-sama pernah pacaran dengan orang lain, tapi akhirnya jodoh kami bukan mereka. Saya dan suami malah bertemu secara tidak terduga. Pengalaman pribadi saya itulah salah satunya yang ingin saya bagi pada teman-teman.

Kalau boleh tahu berapa usia Mbak Arum saat menikah dulu?

Saya menikah usia 20 tahun, suami saya 23 tahun. Jadi memang sama-sama baru menginjak usia 20-an tahun.

Ada tidak kendala sebelum memutuskan untuk nikah muda, misalnya dari keluarga, teman, atau lingkungan?

Kendala utama jelas dari orangtua, karena waktu itu saya masih kuliah. Kedua dari diri saya sendiri. Waktu itu saya sulit sekali membayangkan di usia yang masih sangat muda saya harus memikirkan rumah tangga, ketika teman-teman saya yang lain hanya memikirkan kuliah mereka. Sedangkan kendala dari teman dan lingkungan tidak terlalu saya rasakan. Ya paling teman-teman saya hanya terkejut dan tidak percaya, tapi setelah saya jelaskan alhamdulillaah mereka bisa mengerti pilihan saya.

Kalau menurut Mbak Arum sendiri, apakah saat itu Mbak Arum sudah merasa matang secara emosional?

Secara emosional saya sebenarnya belum bisa dibilang matang, tetapi alhamdulillaah suami sudah cukup dewasa, mungkin karena beliau punya pengalaman yang cukup banyak meski usianya baru duapuluhan. Di awal-awal menikah saya merasa kurang persiapan untuk menghadapi permasalahan rumah tangga. Tapi itu bukan sesuatu yang tidak bisa diselesaikan, sebab kami memang punya komitmen untuk terus belajar, lebih-lebih ada dukungan dari orangtua kami yang bisa menjadi tempat kami mencurahkan isi hati.

Sekarang kami menyadari betapa untuk menikah kita perlu mempertebal iman, membersihkan hati, dan memperbanyak ilmu. Sebab kehidupan rumah tangga tidak untuk satu atau dua hari saja tetapi selamanya.

Boleh diceritakan apa makna Jatuh Cinta Tak Pernah Salah?

Jatuh cinta bisa terjadi pada siapa saja, bisa datang tiba-tiba atau perlahan, di tempat yang kita duga atau tidak, dan di waktu yang memungkinkan atau menurut kita mustahil. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Kalau kemudian ada yang menjadi persoalan, itu adalah bagaimana kita merespon hati yang sedang jatuh cinta. Orang yang berpikiran panjang akan sanggup mengendalikannya, sedang mereka yang mudah termakan dorongan nafsu akan mudah terjerumus.

Dalam satu kalimat saja, pesan apa yang ingin Mbak Arum sampaikan dalam buku Jatuh Cinta Tak Pernah Salah ini?

Mencintai dan dicintai adalah anugerah dari Allah SWT yang harus senantiasa disyukuri.

Menurut Mbak Arum apa yang menarik dari buku ini?

Semuanya. Hahaaa… Begini, Mas, buku ini kan isinya quote dan kisah-kisah. Saya sebagai penulis berharap buku ini bisa memberikan pencerahan atau minimal penyemangat, terutama saat pembaca sedang dalam situasi yang tidak menentu.

Saya pribadi senang jika dalam situasi seperti itu membaca kalimat-kalimat yang menguatkan dan menghibur, sebab kadang saat sedang mendapat masalah, kita tidak memerlukan saran dari orang lain tentang solusinya, sebab kita sendiri mungkin sudah tahu. Yang kita butuhkan adalah perhatian dan rasa pengertian. Quote itu kan hasil renungan yang seolah-olah adalah bentuk perhatian pada kita.

doa ibu mustajabah

Doa Ibu, Istri, dan Anak Saleha Mudah Dikabulkan Oleh Allah

Doa ibu adalah bekal penting dalam hidup seseorang, yang dengannya segala harapan akan terwujud dan segala kesulitan bisa terpecahkan.

Kita mungkin pernah mendengar kisah pebisnis yang bangkrut dan kesulitan membayar hutang-hutangnya. Untuk bangkit ia mengalami kesulitan. Suatu saat seorang temannya menyarankan agar ia menemui ibunya, bersimpuh dan meminta maaf padanya. Tak berapa lama setelah melakukan hal itu, pebisnis tersebut merasa lapang dan kembali semangat bekerja. Perlahan keuntungan bisnisnya pun meningkat dan hutang-hutangnya bisa ia lunasi.

Doa Ibu Imam Masjidil Haram

Kisah lain yang cukup populer tentang kekuatan doa ibu adalah kisah Syekh Abdurrahman As-Sudais. Semasa kanak-kanak As-Sudais dikenal sebagai anak yang nakal, jail, dan sering membuat jengkel ibunya. Ia pernah menaburkan pasir di atas masakan daging kambing yang disuguhkan untuk tamu orangtuanya.

Kejengkelan terhadap As-Sudais tak membuat ibundanya mengutuki buah hatinya itu, justru sang ibu mendoakan kebaikan baginya. “Pergilah, Nak! Pergilah! Semoga Allah menjadikanmu imam Masjidil Haram,” ujar sang ibu. Belakangan kita tahu Abdurrahman As-Sudais menjadi imam Masjidil Haram dan tilawah Al-Qur`annya sering diperdengarkan di masjid-masjid di seluruh dunia.

Silaturahmi dan Tak Tergesa-gesa

Salah satu rahasia sebuah doa mudah dikabulkan adalah menjaga silaturahmi dan tidak tergesa-gesa saat memanjatkannya. Dalam sebuah hadits Nabi saw bersabda, “Senantiasa doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutus silaturahmi, dan selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa (isti’jal).

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad saw bersabda, “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi (pengabulannya), yaitu doa orangtua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.”

Nah, Pembaca, bagaimana sebenarnya cara melangitkan doa agar mudah terkabul? Buku Ibu, Istri, & Anak Saleha; Sungguh Doamu Tak Pernah Sia-sia karya Nurul Asmayani ini memberikan tip-tip dan kisah nyata tentangnya. Buku terbitan Qultummedia ini akan membuka hati dan wawasan kita tentang doa sekaligus cara-cara memanjatkannya sesuai ajaran Rasulullah.

Buku ini menyertakan banyak kisah inspiratif agar kita tak menghentikan doa dan ikhtiar. Banyak hal dalam kehidupan yang mungkin membuat seseorang lelah dan bimbang, namun saat semua disandarkan dan dipasrahkan kepada Allah SWT, insya Allah segalanya akan terasa ringan.

bacaan dan gerakan shalat buku untuk pemula

Bacaan dan Gerakan Shalat: Cara Mudah untuk Menghafalkannya

Bacaan dan gerakan shalat mungkin tampak membingungkan bagi kita yang baru mempelajarinya, tapi sebenarnya mudah dipahami dan dihafalkan asal kita betul-betul mau mempelajarinya.

Sudahkah kita yakin bacaan dan gerakan shalat kita sempurna? Jika merasa ada yang kurang, tidak ada salahnya bukan belajar menyempurnakannya? Shalat pasti akan terasa lebih khusyuk jika bacaan dan gerakannya sempurna.

Bagaimanapun shalat adalah ibadah yang utama dalam Islam. Rasulullah menyebutnya sebagai tiang agama, yang siapa pun mendirikannya maka ia sama dengan mendirikan agama dan siapa pun meninggalkannya maka ia sama dengan meruntuhkan agama.

Shalat juga beliau katakan sebagai hal pertama yang akan ditanyakan di alam kubur. Apakah kita menjaganya dengan baik, apakah kita menyempurnakan bacaan dan gerakannya dengan baik, atau tidak. Kalau shalat kita baik maka amal-amal yang lain akan turut baik, sebaliknya jika shalat kita buruk maka amal-amal kita yang lain juga ikut buruk.

Baca juga:
Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir, dan Shalawat
5 Shalat Pembangun Jiwa

Nah, bagaimana jika kita bahkan belum hafal bacaan dan gerakan shalat? Tenang, ada banyak buku panduan bacaan dan gerakan shalat yang bisa menjadi tuntunan. Tapi, buku “Bacaan & Gerakan Shalat” yang diterbitkan olehQultummedia punya banyak kelebihan. Sebab, buku ini sengaja disajikan secara sederhana untuk mereka yang bahkan belum pernah belajar shalat.

Bacaan dan Gerakan Shalat: Bagaimana Menghafalkannya?

Tips menghafal bacaan shalat ada berbagai cara.

Pertama, membaca berulang kali. Ini adalah cara yang paling sederhana dan mungkin siapa pun sudah melakukannya saat ingin segera bisa mengerjakan shalat.

Kedua, mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat. Ini adalah lanjutan dari cara yang pertama. Bagaimanapun mempraktikkan sesuatu akan membantu kita mengingat dan menyempurnakan apa yang sedang kita pelajari itu.

Ketiga, menulis ulang bacaan shalat dengan tulisan tangan, berulang kali. Mungkin seperti cara yang dipakai anak-anak, tapi percaya atau tidak, cara ini sangat membantu.

Keempat, lihat dan dengarkan tatacara shalat di YouTube; cermati, lihat, dan dengarkan, berulang kali. Dengan melihat videonya, hal-hal yang perlu kita cermati dalam shalat akan kita pahami dengan lebih gamblang.

Kelima, bertanya kepada guru atau ustadz yang lebih tahu tentang masalah shalat. Ini tak kalah penting, sebab man ta’allama bighairi syaikhin fa syaikhuhu syaithaan, barangsiapa belajar tanpa bimbingan seorang guru maka gurunya adalah setan.

Nah, agar lebih afdol, pahami arti bacaan shalat. Ini bukan hanya bisa membuat kita lebih bersemangat dalam mengerjakan shalat lima waktu, tapi juga bisa membuat kita lebih khusyuk.

Sekali lagi, agar cepat hafal,  buku “Bacaan & Gerakan Shalat” akan memandu kita menyempurnakan ilmu seputar shalat, termasuk shalat lima waktu dan shalat jenazah serta ghaib. Selain dilengkapi tatacara shalat, buku terbitan Qultummedia ini juga berisi kumpulan doa-doa mustajabah.

Selamat membaca!

 

 

sumber gambar: www.sweetfajr.com

Buku Praktis Mudah Menghafal Juz Amma

Kita tentu tidak asing dengan Juz Amma. Ya, Juz Amma merupakan kumpulan surat-surat pendek —berisi 37 surat— yang dimulai dengan surat An-Naba` dan diakhiri dengan surat An-Nas.

Buku ini menyajikan Juz Amma secara komplit. Tidak sekadar menghafal, buku ini juga memberi kemudahan kepada pembaca untuk memahami dan memaknai, karena di dalamnya terdapat tajwid berwarna, terjemah, cara baca, dan tafsir sebagian ayatnya.

Pastinya, Juz Amma ini sangat cocok bagi pembaca yang ingin belajar lebih dalam tentang surat-surat pendek di dalam Al-Qur`an. Selain versi cetaknya, pembaca juga bisa mendapatkan versi e-book-nya melalui PlayStore.

Selamat belajar!

roadshow buku

Roadshow Pertama Aldilla Dharma: “Benar-benar Luar Biasa!”

Roadshow ke beberapa kota dilakukan oleh Aldilla Dharma dan Penerbit Qultummedia. Banyak kesan positif yang didapatkan.

Setelah sukses “melahirkan” karya pertamanya, Jangan Pernah Menyerah, Aldilla Dharma memiliki sejumlah kegiatan baru dalam karier kepenulisannya, yakni berpromosi.

Baca juga:
Jangan Takut Gagal! (Special Edition)
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)

“Kemarin sempat roadshow dan siaran radio di beberapa kota, seperti Jakarta, Kediri, Surabaya, Malang, Solo, Jogjakarta, Semarang, dan Banjarmasin,” kata Aldilla saat diwawancara Qultum Media via surel.

Ya, roadshow dan siaran radio adalah beberapa jenis promosi yang dijalankan Aldilla terkait karyanya. Berbagai pengalaman menarik dan seru pun dirasakan pria yang sedang berjuang untuk menyelesaikan tesisnya di Jurusan Magister Kenotariatan, Universitas Brawijaya ini.

“Seru sih, bertemu teman-teman baru. Jadi banyak belajar hal-hal baru juga di tiap daerah,” kata Aldilla.

Roadshow yang Luar Biasa

Selama roadshow, Aldilla menemukan banyak hal baru yang dapat membuatnya ‘geleng-geleng kepala’. Salah satunya adalah respons pembaca yang datang ke acara roadshow buku Jangan Pernah Menyerah.

“Luar biasa. Respon mereka sangat luar biasa,” ungkap Aldilla. “Aku bilang luar biasa, ya, soalnya aku juga bahkan bisa “gila-gilaan” bareng mereka,” tambah pria yang bercita-cita menjadi notaris syariah ini.

Menurut Aldilla, meski di beberapa kota para pembaca yang datang awalnya bersikap malu-malu, setelah dipancing mereka ternyata tak ragu untuk bersuara.

Selain respons yang luar biasa, kejutan lain yang dirasakan Aldilla saat berada di tengah-tengah para pembacanya adalah aksi curhat-curhatan.

“Awalnya aku harus memotivasi mereka. Belakangan malah mereka yang memotivasi aku buat berhijrah dari keterpurukan cinta,” ungkap Aldilla.

Alhasil, ajang tersebut menjadi ajang curhatan antara penulis dan pembacanya. Meski baper, alhamdulillah roadshow dan siaran radio tetap berjalan dengan lancar.

Roadshow dan Hadirnya Buku Kedua

Nah, bagi kamu yang sudah membaca buku pertama Aldilla, kini sudah bisa menikmati buku keduanya, lho. Dalam buku berjudul Jangan Takut Gagal! ini, Aldilla memaparkan jawaban atas beberapa pertanyaan.

“Kalau di buku pertama aku lebih menebar kegelisahan yang membuat orang bertanya-tanya, di buku kedua ini justru memaparkan jawaban atas segala pertanyaan itu,” kata Aldilla.

Penasaran, kan, dengan buku keduanya? Jangan khawatir, kamu sudah bisa mendapatkannya di toko buku terdekat atau membeli ebook-nya melalui PlayStore.

aldilla-ibf-depan

Talkshow Bareng Aldilla Dharma, Penulis Jangan Pernah Menyerah!

Talkshow bersama Aldilla Dharma mengundang perhatian penonton Islamic Book Fair 2016 di Istora Senayan. Mereka penasaran bagaimana penulis Jangan Pernah Menyerah! tersebut menjalani proses penulisan buku yang kemudian menjadi bestseller itu.

Islamic Book Fair 2016 sudah dimulai sejak Jumat, 26 Februari lalu. Sebagai salah satu peserta yang mengikuti pesta buku islami ini, Qultum Media menghadirkan serangkaian acara menarik. Salah satunya adalah talkshow buku Jangan Pernah Menyerah! bersama Aldilla D. Wijaya, penggagas @BeraniBerhijrah.

Baca juga:
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)
Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Februari 2016 di Ruang Mekah, stan 205, Istora Senayan Jakarta ini ramai didatangi pengunjung. Mereka antusias mengikuti talkshow bersama Dilla, sapaan akrab Aldilla D. Wijaya.

Pada kesempatan itu, Dilla berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya seputar dunia kepenulisan. Lantas, bagaimana ya perasaannya yang baru pertama kali menulis buku ini?

“Awalnya saya berpikir setelah buku ini terbit dan disukai banyak orang, saya akan bangga. Tapi setelah merasakannya sendiri, dalam diri saya malah muncul rasa takut,” kata laki-laki yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya ini.

Lebih lanjut Dilla mengungkapkan, rasa takut itu muncul karena menurutnya apa yang ia tulis merupakan amanah. “Kalau dalam perjalanannya membuat saya sombong, sayalah orang pertama yang akan masuk neraka,” tambah Aldilla saat diwawancarai Qultum Media di acara tersebut.

Sebagai orang yang kali pertama menulis buku, Dilla mengaku sempat minder. Namun, rasa minder itu bisa ia tepis dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk redaksi Qultum Media. Ia pun mulai memfokuskan diri untuk menuntaskan penulisan buku ini. Menurutnya, untuk meraih sesuatu yang besar harus melalui perjuangan yang besar juga.

Setelah sesi bincang bareng penulis berakhir, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan game seru. Keseruan semakin terlihat saat Dilla ditantang untuk mengikuti permainan tebak kata. Di akhir acara, para pengunjung berkesempatan untuk berfoto bersama penulis dan melakukan booksigning.

Acara tersebut ditutup dengan sepatah-dua patah kata penulis yang berharap agar even Islamic Book Fair bisa menjadi trigger yang bisa mengajak orang menjadi lebih islami dengan cara yang ramah dan menyenangkan.

WhatsApp chat