Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 8 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-8,author-paged-8,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
tempat mustajabah di masjidil haram

Tempat Mustajabah dan Lokasinya di Masjidil Haram

Tempat mustajabah banyak terdapat di sekeliling Kakbah. Umat Islam yang sedang menunaikan haji atau umrah tak buang kesempatan dengan memanjatkan doa di sana.

Umat muslim mana pun tentu sangat berharap untuk bisa menjalankan ibadah umrah atau pun haji. Dan, saat kesempatan itu datang, kebahagiaan tak terkira akan dirasakan. Nah, jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi rumah Allah, sempatkanlah berdoa di tempat-tempat mustajab berikut ini.

Tempat Mustajabah #1: Multazam

Multazam merupakan bagian dari Ka’bah yang diyakini sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa. Letaknya berada di antara hajar aswad dan pintu Ka’bah. Untuk bisa berdoa di tempat ini memang dibutuhkan sedikit perjuangan. Pasalnya, luas multazam terbilang cukup kecil membuat Anda harus berdesak-desakan menuju tempat tersebut.

Tempat Mustajabah #2: Hijir Ismail

Hijir Ismail juga bagian dari Ka’bah yang diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Shalat di Hijir Ismail sama artinya shalat di dalam Ka’bah. Biasanya, setelah melakukan sholat, para jemaah memuaskan diri untuk berdoa di tempat ini. Seperti halnya Multazam, Hijir Ismail juga tidak terlalu luas sehingga jemaah yang shalat dan berdoa di sini akan berdesak-desakan.

Tempat Mustajabah #3: Di Bawah Mizab (Talang Emas)

Pancuran yang terbuat dari emas ini terdapat di area Hijir Ismail. Kabarnya, pancuran ini termasuk salah satu tempat mustajab di Makkah. Tidak sedikit orang yang menyempatkan diri untuk berdoa di bawah pancuran emas tersebut. Bahkan, di saat hujan turun, para jamaah pun berebut untuk mengambil air yang jatuh melalui pancuran itu.

Tempat Mustajabah #4: Di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah melakukan thawaf sebanyak tujuh putaran, para jamaah disunahkan untuk shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Seperti disebutkan dalam kitab Qadhaya fi al-Hajj wa al-Umrah, “di antara fadhilah Maqam Ibrahim adalah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di tempat tersebut.”

Tempat Mustajabah #5: Bukit Shafa dan Marwah

Bukit Shafa adalah tempat dimulainya ibadah Sa’i. Biasanya, para jamaah akan berdoa sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Sedangkan bukit Marwah adalah tempat berakhirnya ibadah Sa’i. Di tempat inilah, para jamaah akan mengakhirinya dengan memotong rambut. Dalam sejarah Islam, disebutkan bahwa Siti Hajar—ibunda Nabi Ismail—berlari-lari antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 putaran untuk mendapatkan air bagi sang buah hati. Dan, banyak orang yang mengatakan bahwa Shafa dan Marwah merupakan beberapa tempat mustajab untuk berdoa.

Tempat Mustajabah #6: Raudhah

Tidak seperti tempat-tempat di atas, Raudhah berada di Madinah, tepatnya di masjid Nabawi. Rasulullah saw bersabda, “Tempat di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga,” (HR. Muslim). Oleh karenanya, setiap jamaah pasti akan menyempatkan diri berdoa di sana.

Demikianlah beberapa tempat mustajabah yang bisa kita datangi saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Semoga Allah SWT mendengar dan mengabulkan apa yang menjadi doa kita. Aamiin.

idul adha dan maknanya

Idul Adha: Pengorbanan Nabi Ibrahim & Ketaatan Nabi Ismail

Idul Adha tak sebatas hari raya tapi juga peringatan tentang pengorbanan besar yang pernah dilakukan oleh seorang anak manusia.

Sebentar lagi, tepatnya pada 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha atau Idul Qurban. Seperti kita ketahui, Idul Adha merupakan momen hari raya Islam yang erat kaitannya dengan nilai-nilai pengorbanan.

Tentunya nilai-nilai pengorbanan ini mengingatkan kita pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang tak lain merupakan titik mula sejarah hari raya Idul Adha.

Idul Adha: Pengorbanan Nabi Ibrahim

Ya, Nabi Ibrahim menjadi sosok utama dalam sejarah ini. Nabi Ibrahim—yang juga dikenal dengan sebutan Al-Khalil—adalah manusia dengan tingkat keimanan yang sangat tinggi. Begitu pun dengan Nabi Ismail. Ia adalah seorang anak yang memiliki keyakinan luar biasa.

Oleh karena itu, saat Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih anaknya sendiri, ia pun dengan ikhlas menjalankannya sebagai bentuk keimanan kepada Allah SWT. Sedangkan Nabi Ismail sendiri secara ikhlas menerima hal tersebut sebagai baktinya terhadap orangtua dan ketaatannya pada Allah SWT.

Tanpa ragu, Nabi Ibrahim mulai mengarahkan pisaunya ke leher Nabi Ismail dan Nabi Ismail pun ikhlas untuk melalui semua itu atas nama Allah SWT. Ketaatan serta keikhlasan orangtua dan anak ini pun tidak perlu diragukan lagi, sehingga Allah SWT mengganti posisi Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban yang besar.




Begitulah kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam sejarah Idul Adha. Dalam hal itu, pengorbanan bukan sekadar bentuk bakti terhadap orangtua semata dan ketaatan kita terhadap Allah SWT, tetapi juga wujud rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.

“Sesungguhnya kami telah memberi kamu nikmat yang banyak, karena itu dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah,” firman Allah dalam QS. Al-Kautsar: 1-2.

Idul Adha: Apa yang Harus Kita Teladani?

Saat ini, nilai pengorbanan Nabi Ibrahim dan nilai ketaatan Nabi Ismail sudah sangat terkikis. Kita begitu mudah melupakan betapa sebagai hamba, kita adalah milik Allah Taala. Dan karenanya, pengorbanan dan ketaatan pada-Nya adalah sesuatu yang niscaya dan menjadi tolok ukur keimanan kita.

Melalui kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sudah selayaknya kita meresapi kembali nilai pengorbanan dan ketaatan pada Allah Taala, sebab dalam shalat pun kita berikrar, bahwa hidup dan mati kita hanya untuk Allah Taala. Pengorbanan dan ketaatan yang tulus adalah pondasi untuk memastikan bahwa amal-amal kita bukan untuk siapa-siapa melainkan Allah semata.

Selamat Hari Raya Idul Adha!

everyone-rev

Siapa Saja Bisa Jadi Model

everyone-revPernah tidak kamu memiliki keinginan untuk menjadi model? Namun, sebagai muslimah berhijab, sepertinya sulit mewujudkan keinginan itu. Alhasil, keinginan itu terpaksa kamu simpan rapat-rapat dalam hati. Bagaimana tidak, seorang model dituntut untuk memeragakan berbagai macam busana.

READ MORE

surga-di-telapak-kaki-ibu

Sebab Surga Ada di Bawah Restu Orangtua

surga-di-telapak-kaki-ibu“Ya sudah kalau Ibu sama Ayah tidak mau memberikan restu. Biarkan saja aku pergi meninggalkan rumah ini. Aku ingin ke Surabaya menemui calonku di sana dan melamarnya,” kataku sambil membanting gelas yang ada di depanku.

READ MORE

ayah harus meluangkan waktunya untuk sang buah hati

Ayah Punya Andil yang Besar dalam Kesuksesan Seorang Anak

Ayah berperan besar dalam kesuksesan seorang anak, dan hal itu bisa dimulai dengan meluangkan waktu untuk menemaninya.

Putri Indahsari Tanjung adalah anak pertama pengusaha terkenal Indonesia Chairul Tanjung. Pada tahun 2015, ia masuk dalam berbagai pemberitaan di media massa. Bahkan ada stasiun televisi yang sengaja mengundangnya menjadi bintang tamu untuk mengetahui lebih jauh sukses yang telah diraihnya selama ini.

Banyak yang terkejut melihat kesuksesan dan hasil kerja kerasnya tanpa campur tangan sang bapak secara langsung.

Ayah Perlu Meluangkan Waktu untuk Sang Buah Hati

Melihat kesuksesan anak Chairul Tanjung, siapa pun pasti menginginkan agar anaknya menjadi sedemikian hebat. Namun, mendidik anak untuk menjadi seseorang yang hebat bukan perkara mudah. Bahkan bagi kebanyakan orang, mendidik anak merupakan hal yang sangat sulit.

Anak sering membandel, tidak mau menurut, cenderung tidak patuh, dan justru berkata kasar.

Ternyata, setiap anak membutuhkan waktu dan kehadiran sang bapak. Anak tidak bisa dididik hanya dalam waktu singkat. Sebab, karakter anak yang terbentuk ketika remaja dan dewasa tergantung dari proses bagaimana orangtua mendidiknya.

Bila sang bapak sering bersikap cuek dan mengabaikan anak, kemungkinan besar anak akan tumbuh dengan perilaku yang buruk.

Ayah Tak Bisa Hanya Memberi Materi

Anak pun tidak bisa dididik hanya dengan diberikan materi. Agar menjadi seseorang yang hebat, anak perlu dididik dengan berbagai cara. Contohnya, dengan mengajarkan adanya Allah SWT. Hal ini dilakukan agar anak mengerti bahwa dalam situasi apapun, kita tidak boleh lupa berserah diri terhadap Tuhan.

Kemudian, dengan memberikan pendidikan agama dan moral. Bila memiliki pemahaman yang besar dalam pendidikan agama dan moral, penalaran anak akan semakin kuat terhadap benar atau salahnya suatu tindakan. Sampai dengan memberikan dukungan untuk mencapai impian dan cita-cita. Tentunya, hal ini dilakukan agar anak memiliki masa depan yang cerah dan bisa menjadi orang yang sukses kelak.

Nah, cara-cara inilah yang dibahas oleh akun @NasihatAyah dalam buku Tak Ada Anak Hebat Tanpa Ayah Luar Biasa. Penulis buku ini ingin mengajak Anda yang merupakan calon ayah ataupun yang telah menjadi seorang bapak agar berhasil mendidik anak dengan berbagai kiat. Tanpa ingin menggurui, penulis membahas kiat-kiat tersebut dengan menyisipkan kisah nyata yang inspiratif.

impian dalam hidup

Move On Mungkin Nggak Mudah, Tapi Semua Orang Bisa Melakukannya

Move On itu tanda kalau kita cukup dewasa menjalani hidup…

Cause honey your soul can never grow old
It’s ever green
Baby your smile forever in my mind and memory
And I’m thinking ’bout how people fall in love in mysterious ways

Lagu Ed Sheran ini sempat menjadi lagu favorit gue selama berminggu-minggu. Yap, lagu romantis yang udah kepikiran bakal jadi soundtrack pas resepsi pernikahan gue. Tapi, semua berubah ketika gue menerima sebuah undangan nikah dalam bentuk video.

Undangannya unik dan kreatif. Cuman yang bikin nyesek, itu adalah undangan nikah mantan gue. Salah satu yang paling spesial, karena secara fisik doi mirip banget sama Raisa. Hehe… Cuman parahnya, backsong di undangan itu lagunya Ed Sheran yang lagi gue gandrungin itu.

Seketika gue illfeel sama lagu itu.

 

Move On Bukan Melupakan

Pernah nggak mengalami hal serupa? Berusaha move on, tapi merasa usaha yang kita lakukan sia-sia. Sia-sia karena mendadak ada wangi parfum dari undangan pernikahan mantan.

Sama seperti yang lo rasakan, gue juga pernah merasakan hal serupa. Tapi, akhirnya gue sadar kesalahan gue. Selama ini gue berusaha melupakan dia. Dan, itu ternyata salah besar.

Move on bukan tentang melupakan. Sebab, apa yang pernah menyentuh hati nggak akan bisa terlupakan. Semakin kita berusaha melupakan, semakin kita akan sulit untuk melangkah.

Mencari pengganti buat move on? Hmm… Itu nggak selamanya berhasil. Kita memang nggak bisa membohongi diri sendiri dengan mencari pengganti yang mirip dengannya. Karena hati kecil kita pasti teriak kalau tahu itu bukan dia.

Sekali lagi, move on bukan tentang melupakan atau mencari pelarian. Move on itu tentang bagaimana kita menerima kenyataan. Kenyataan kalau dia memang sudah pergi.

 

Hargai Keputusannya

Hargai keputusannya untuk pergi, lalu buru-buru sadari kalau yang selama ini membuat kita sakit hati adalah harapan kita sendiri. Sadari kalau yang membuat kita sakit hati adalah ketakutan kita menjalani hari esok tanpa dia yang menemani.

Nggak perlu menyalahkan, nggak perlu membenci. Cinta bukan untuk saling benci. Hargai saja keputusannya untuk pergi. Dia memang indah, tapi jangan lupa, tanpanya hidup kita masih berharga dan memiliki arti.

 

*Brili Agung, penulis ME: Fokus pada Kekuatan, Jangan Sibuk dengan Kelemahan
**Sumber foto: https://blogofthebeardedone.wordpress.com

persiapan menikah sejak dini

Persiapan Menikah: 5 Hal yang Harus Kita Lakukan

Persiapan untuk menikah jangan sampai diremehkan, sebisa mungkin harus kita lakukan jauh-jauh hari.

Tak sedikit orang yang menganggap pernikahan butuh banyak uang. Sebenarnya tidak juga. Lagipula, menyiapkan materi saja tak cukup. Kita juga butuh persiapan lain. Apa saja?

Persiapan Ruhiyah

Dalam biduk rumah tangga, kita tak lagi memikirkan diri sendiri. Ada pasangan kita yang selalu setia menemani hari-hari kita. Itu sebabnya kita harus menyiapkan ruhiyah kita. Karena, kita harus siap berbagi, tak hanya mengedepankan ego sendiri, dan tentu saja harus bisa lebih bertanggung jawab.

Persiapan Fikriyah

Sebelum naik ke atas singgasana pernikahan, kita mungkin sudah berjumpa dengan berbagai masalah yang bisa jadi lebih pelik daripada masalah-masalah yang kita hadapi sebelumnya. Untuk itu, kita perlu mempelajari dulu berbagai ilmu untuk bekal kita hidup di dunia yang baru.

Persiapan Jasadiyah

Kesehatan fisik juga salah satu poin yang penting untuk diperhatikan. Kalau kita memiliki penyakit, cepat-cepat cari pengobatannya, supaya tak berlarut-larut. Apalagi kalau kita memiliki penyakit yang ada hubungannya dengan kesehatan reproduksi, buru-buru saja diobati.

Persiapan Maliyah

Dalam menyiapkan kebutuhan finansial menjelang pernikahan ini, kita tak akan bicara tentang berapa penghasilan sang calon atau berapa rumah dan mobil yang dia miliki. Bukan soal mapannya, tapi semangatnya dalam berjuang membangun rumah tangga.

Rumah tangga yang dibangun atas dasar kekayaan materi sebenarnya berdiri di atas pondasi yang rapuh. Ada banyak hal yang jauh lebih penting daripada mapan dari segi materi.

Persiapan Ijtima’iyah

Selain beberapa poin di atas, tak kalah penting juga menyiapkan diri untuk hidup bermasyarakat. Mari belajar dari sekarang bagaimana cara bertetangga yang baik! Kita juga harus bisa mengerti bagaimana bersosialisasi dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Nah, demikian poin-poin penting yang harus kita persiapkan dari sekarang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Karena poin-poin tersebut sebuah proses maka ia erat kaitannya dengan perbaikan diri.

Mmm, ngomong-ngomong jadi nikah kapan?

 

*Disarikan dari buku Tausiyah Cinta: No Khalwat Until Akad karya @tausiyahku

**Sumber foto: https://www.fullonwedding.com

tip ramadan salah satunya membaca alquran

Tip Ramadan Ini Akan Membuat Puasamu Semakin Lancar

Tip Ramadan berikut akan membantu kita memaksimalkan ibadah di bulan penuh ampunan ini.

Ramadan kali ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh Zia. Ia tampak bersemangat menyambut datangnya bulan suci itu.

Hari pertama Ramadhan, ia semangat mengiringi puasanya dengan ibadah-ibadah sunah. Membaca Al-Qur’an, sedekah, dan tentu saja shalat tarawih.

Sayangnya, di pekan kedua, acara bukber yang sering menjadi ajang rumpi lebih dipilihnya. Di pekan ketiga, masjid seakan pindah ke mall. Zia disibukkan dengan belanja untuk keperluan lebaran. Pekan keempat, waktunya habis buat nyari tiket mudik.

Tarawih? Sudah lupa tuh!

Mmm.., apakah kita sama dengan Zia? Kalau ya, kita mainstream binggo dong! Padahal, ibadah ini spesial pake telor lho! Selain cuma setahun sekali, Allah juga menjanjikan pahala luar biasa bagi siapa aja yang menjalankan shalat sunah ini.

Nah, biar makin semangat tarawihnya, nih ada beberapa tip dari kami. Praktikin, yuk!

Tip Ramadan #1: Ikut Tarhib

Tarhib artinya anjuran atau motivasi. Dalam event yang biasa diadakan di masjid dan mushala beberapa hari sebelum Ramadan ini, kita dimotivasi agar membulatkan semangat saat masuk bulan Ramadan.

Tip Ramadan #2: Cari Teman yang Kompetitif

Emang lomba lari? Hehe, tenang… Dari dulu manusia paling suka berkompetisi. Habil dan Qabil berkompetisi memperebutkan salah satu saudara perempuan mereka yang jelita, Abu Bakar dan Umar berkompetisi banyak-banyakan sedekah.

Sama. Kita juga perlu berkompetisi dengan teman-teman untuk melakukan sebaik-baik ibadah wabil khusus shalat tarawih di bulan yang mulia ini. Soalnya, kalau sendirian ibadahnya gampang banget dihampiri mahluk bernama “M” alias males.

Tip Ramadan #3: Kurangi Bukber

Kok malah dikurangi? Yang sering penulis ikuti sih, bukber itu acara intinya kebanyakan ngobrol ngalor-ngidul. Shalat Maghrib saja kadang terbengkalai, apalagi shalat tarawihnya. Menurut penulis sih…

Tip Ramadan #4: Jangan Kalap Saat Berbuka

Siapa yang pas dengar adzan Maghrib langsung nyantap berturut-turut kolak, kue basah, kurma, es buah, lanjut nasi sepiring penuh? Selain nggak bagus buat pencernaan, kalap saat berbuka juga bakal berimbas ke ibadah tarawih. Gimana mau shalat tarawih yang berbelas bahkan berpuluh rakaat, baru shalat Isya yang cuma empat rakaat aja sudah ngantuk berat.

Tips Ramadan #5: Berdoa di Waktu-waktu Mustajab

Salah satu waktu paling mustajab buat berdoa adalah di waktu sahur dan berbuka puasa. Sayang, di waktu sahur kita terlalu asyik ketawa-ketiwi dengan acara tivi, di waktu berbuka kita terlalu khusyuk menyantap hidangan yang tersaji. Hiks…

Mending dioptimalin sih sebenarnya buat berdoa sebanyak-banyaknya. Salah satunya minta sama Allah supaya diistiqamahkan dalam menjalankan shalat tarawih selama satu bulan full (kecuali pas lagi halangan buat yang perempuan.

Oke, segitu aja tipnya biar tarawih tahun ini istiqamah dan sukses gilang-gemilang. Hayo siapa yang berani praktikiiin?

*Enje, tim penulis @Muslimah_Talk. Bukunya yang sudah diterbitkan adalah Saleha Is Me (bestseller) dan Islamic Generation.

**Sumber foto: pixabay.com

jodoh dari allah itu yang terbaik

Jodoh dari Allah, Maka Kepada-Nya Kita Memohon

Jodoh dari Allah, bukan dari selain-Nya.

Menentukan pilihan nggak boleh asal-asalan. Dan, untuk mengenali apakah seseorang merupakan jodoh dari Allah atau bukan caranya sederhana, yaitu dengan melihat sejauh mana komitmennya terhadap ajaran Islam.

 

Jodoh dari Allah: Tips Memilih Calon Suami

“Bila seorang laki-laki yang kau ridai agama dan akhlaknya meminang anak perempuanmu, nikahkanlah dia. Apabila engkau tidak menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi)

Adalah fitrah seorang muslimah untuk menikah dengan laki-laki yang kaya, memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan tampan. Itu nggak salah. Tapi, jangan dilupakan, kualitas agamanya harus tetap dinomorsatukan.

Nah, sekarang muncul pertanyaan. Bagaimana sih cara melihat komitmen seorang laki-laki terhadap agamanya? Ada beberapa hal yang harus ada pada laki-laki itu.

  1. Laki-laki itu harus beragama Islam;
  2. Lelaki itu melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok agamanya, yaitu salat lima waktu, puasa Ramadan, zakat, haji bila mampu;
  3. Berakhlak baik;
  4. Memiliki usaha untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik;
  5. Memiliki semangat untuk mengajak orang lain menuju kebaikan dan mencegah keburukan.

Urusan tampan, status sosial, dan kaya itu nggak harus 100%. Boleh kok diturunkan menjadi 80% atau 70%. Tapi, kalau untuk agama nggak bisa ditawar-tawar. Dia harus Muslim, akhlaknya baik, dan dia melaksanakan ajaran agamanya dengan baik.

 

Jodoh dari Allah: Tips Memilih Calon Istri

“Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Betapa bahagia jika kelak kita memiliki istri saleha yang taat dan selalu mendukung kebaikan suaminya, yang apabila dipandang menyejukkan, bisa menjaga dirinya, dan bisa menjaga keutuhan rumah tangganya.

Biar bisa melihat perempuan yang memiliki potensi agama yang baik, kita bisa memperhatikan dari hal-hal ini dalam dirinya.

  1. Dia harus beragama Islam;
  2. Dia melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok agama: salat lima waktu, puasa Ramadan, zakat, dan haji bila mampu;
  3. Dia berakhlak baik;
  4. Dia memiliki kesiapan untuk berubah menjadi lebih baik;
  5. Dia memiliki semangat untuk mengajak orang lain menuju kebaikan dan mencegah keburukan.

Jadi, Teman, pilihlah wanita yang baik agama dan mulia akhlaknya. Bukan hanya demi keberuntungan kita, tapi juga bagi kebaikan anak-anak kita kelak. Abul Aswad Ad-Du’ali berkata kepada putra-putranya, “Anak-anakku, aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga dewasa, bahkan sejak kalian belum lahir.”

“Bagaimana cara ayah berbuat baik kepada kami sebelum kami lahir?”

“Ayah telah memilihkan untuk kalian seorang wanita terbaik di antara sekian banyak wanita, seorang ibu yang pengasih dan pendidik yang baik untuk anak-anaknya.”

Nah, ngomong-ngomong, orang yang sedang kamu ikhtiarkan itu udah memenuhi syarat-syarat di atas belum?

 

*Diambil dari buku Halaqah Cinta: Follow Your Prophet, Find Your True Love karya Arif Rahman Lubis (penggagas @teladanrasul)

**Sumber foto: http://www.pertheventphotography.com.au

cenat-cenut-calon-dokter

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Anak Kedokteran

cenat-cenut-calon-dokterTes masuknya susah. Ujian lulusnya lebih susah.

Kalau kata orang, mahasiswa kedokteraan itu keren abis. Gimana nggak keren, passing grade jurusannya tinggi. Sebelum masuk mesti rebutan dulu sama lulusan SMA se-Indonesia. Kuliahnya superserius. Nggak ada waktu buat nge-game. Setelah lulus mesti ikut co-assistant (koas) dulu di rumah sakit. Lalu, jadi dokter deh. Ke mana-mana megang suntikan dan kalungan stetoskop.

Prosesnya panjang  dan melelahkan. Tapi, mereka bisa melewatinya.

Namun, mahasiswa kedokteran juga manusia. Di balik tampilan keren seorang calon dokter, hal-hal konyol juga mereka miliki. Simak deh penuturan Tazkia Fatimah yang harus kembang-kempis melewati masa-masa kuliah di FK dan koas dalam bukunya, Cenat-Cenut Calon Dokter.

READ MORE